sounds

Music Goodies – Imogen Heap, Imagine Dragons and Oh Wonder

Music Goodies – Imogen Heap, Imagine Dragons and Oh Wonder

Sudah masuk bulan Mei saja ya, Mazzers. Bagaimana pendapatmu tentang bulan April kemarin? Kalau dilihat kebelakang, (bukan galau yaa..) ternyata ada beberapa lagu asik yang dirilis di bulan April. If you missed the last month’s music moment, just check out the list below! 

Imogen Heap

Menemukan sesuatu yang tidak kita cari pada awalnya, ternyata tidak buruk. Misalnya, ketika sedang browsing lagu, lalu menemukan sebuah lagu dari artis yang sama sekali belum pernah kamu dengar namanya. And surprisingly, lagunya sangat ramah di telinga. Lalu beberapa detik kemudian kamu memutuskan untuk menambahkan lagu tersebut ke dalam playlist.
Tapi ternyata tidak sesederhana itu juga. Sebuah lagu kadang bisa mengingatkan kita dengan lagu lain. Seperti ketika menemukan lagu dari The Japanese House ini, kami jadi langsung teringat dengan lagu Goodnight and Go milik Imogen Heap yang dirilis pada tahun 2005. Dan satu lagi, kami jadi tahu kalau Imogen Heap juga baru saja merilis lagu lho… Mencari, dan menemukan.

Ini lagu milik The Japanese House, ‘Saw You In A Dreams’

Also, take a listen to Goodnight and Go by Imogen Heap

Imagine Dragons
Saat ditanya kapan akan merilis lagu atau album baru, mereka selalu menjawab dengan satu kata, “soon”. Tidak bisa memastikan. “Depends on how soon you think soon is”, katanya. Kadang kami yang menunggu tidak ingin terlalu lama, tapi saat yang ditunggu akhirnya muncul, kami tidak menyangka akan secepat itu.
Akhir Januari lalu, Imagine Dragons merilis sebuah lagu, Believer. Kami pikir ini adalah single pertama untuk album ketiganya. Tetapi pada akhir April, mereka merilis single kedua berjudul Thunder. It came with a really cool artwork. Kemudian di awal Mei, tepatnya tanggal 8 Mei 2017, Imagine Dragons merilis single ‘Whatever It Takes‘ yang juga terdengar menggebu. Tiga lagu yang sangat bersemangat, memberikan kita ‘bocoran’. Akan terdengar seperti apa album ‘Evolve‘ nantinya. Membawa konsep baru yang cukup berbeda dari album sebelumnya.
Soon, album number 3, please?

My personal favorite, Believer.

Ini dia single kedua untuk album Evolve.

The third single!

Oh Wonder
Kami ingat lagu yang kami putar berulang – ulang pada awal 2016 lalu. Sebuah self-titled album dari duo asal Inggris, Oh Wonder. Saya sangat menyukainya hingga memutarnya kapan pun, dimana pun. Butuh waktu selama hampir empat bulan untuk berhenti dan mendapat album lainnya untuk diputar. Cukup lama ya?
Akhir maret lalu Oh Wonder merilis lagu yang menjadi single pertama untuk album keduanya dengan judul yang sama, Ultralife. Disusul dengan Lifetimes pada minggu selanjutnya dan, kemarin, My Friends. Mereka menulis lagu ini ketika sedang menjalani tur, merindukan keluarga dan teman – temannya. Single ketiga ini mengingatakan kami pada lagu Landslide, di album pertamanya yang juga bercerita tentang keluarga dan persahabatan. Play on repeat.

Take a listen to this cheerful song, Ultralife.

This is their latest music, My Friends.

Which is your favorite, Mazzers?

Text/Music Research : @sadidae

Photo : http://www.today.com/popculture/quiz-test-your-imagine-dragons-knowledge-t28496

Revisiting Sounds / Part 4 : Beeswax

Revisiting Sounds / Part 4 : Beeswax

Dalam hari-hari kita, pasti ada saat dimana kita ingin mendengarkan musik dengan tema-tema kebimbangan, cinta, angan-angan, yang biasa kita sebut galau. Tapi apakah mendengarkan lagu yang berlirik galau harus dengan irama sedih? Mata berkaca-kaca, tisu bergelatakan dimana-mana. Menurut kami, kalian bisa menikmati kegalauan dengan cara lain mazzers. Meluapkan keseluruhan hidup pada sebuah sing-a-long. Pastikan tetangga tidak terganggu ya.

Beeswax merupakan band asal Malang dengan gaya musik alternative rock/emo yang beranggotakan Bagas [vocal/guitar] Iyok [vocal/guitar] Putra [vocal/bass]
Yayan [drums], mengusung tema tentang percintaan, kebimbangan dalam hidup yang dibalut dengan twinkly dan jangly guitar khas band-band emo 90’s, membuat lagu-lagu mereka tidak terkesan cengeng walau dengan tema lirik galau. Silahkan dengarkan lagunya dibawah, dan selamat menikmati kegalauan kalian tanpa harus terlihat bawah hidup ini penuh “drama” mazzers.

Revisiting Sounds / Part 3 : Santamonica

Revisiting Sounds / Part 3 : Santamonica

Pada tulisan satu ini kita akan sedikit menuju pada opini personal. Maaf karena saya suka sekali band ini. Menurut saya dialah salah satu dari musisi terbaik yang pernah lahir dari kancah musik lokal.

Tahun 2007 mungkin akan menjadi tahun yang berbekas bagi kami. Saya saat itu masih duduk di bangku SMP yang sedang asiknya mencari band-band indie supaya bisa dibilang paling update tentang musik. Pada saat itu, terdapat salah satu acara TV lokal yang membuat review band indie Indonesia. Acara “Dem-o” menjadi salah satu pintu pengetahuan kami akan musik indie saat itu.

Malam itu diputar video klip dari sebuah band, terdengar sangat berbeda dari band-band yang biasa diputar videonya. Musik electro masih jarang pada saat itu. Sedangkan musik ini tidak mudah didengar namun indah. Saya cinta pada pendengaran pertama. Band tersebut adalah Santamonica, duo electro pop pertama yang saya dengar.

Saat ini sudah 2017. Sudah 10 tahun berlalu sejak album Santamonica keluar. Pengetahuan kita pun sudah lebih baik (rasanya begitu) dan ketika mendengarkan kembali Santamonica, kita tersadar betapa hebatnya duo ini. Kepiawaian memainkan piranti musik elektronik dan kemilau neon serta visual di setiap live dan video klip santamonica, membuat kami yakin bahwa Santamonica adalah salah satu musisi terbaik yang pernah lahir di Indonesia.

Revisiting Sounds / Part 2 : Sharesprings

Revisiting Sounds / Part 2 : Sharesprings

Awan mulai berwarna hitam, terdengar suara – suara petir bersautan, ribuan air mulai turun layaknya pasukan yang membabi buta, terdengar mengerikan namun kita menikmatinya, yak, musim hujan telah datang.

Disaat musim hujan, hal yang paling menarik bagi kami untuk dilakukan adalah menemukan lagu yang cocok untuk menemami kopi dan rasa malas kami, lagu dengan lirik yang sedikit absurd namun terdengar manis, karena kita tidak mau rasa malas yang nyaman ini berganti galau. Sebuah gigs (konser musik) dibilangan Jakarta selatan belum lama ini mempertemukan kami dengan jawaban dari pertanyaan diatas, gigs mungil namun intim ini mempertemukan kami kembali dengan band yang mempunyai ciri khas baik dari musik dan personil nya sendiri, band yang memuaskan pencarian kami akan lagu yang tepat pada musim hujan versi kami dan band itu adalah Sharesprings.

WhatsApp Image 2016-10-21 at 3.28.06 PM

Awal perkenalan kami dengan band indie pop ini. dimulai dari bangku akhir SMA, disaat kami sedang asik-asik nya mendengarkan musik era 90an. setelah kami mulai bosan dengan playlist luar negeri dari Slowdive, Drop Nineteens, Stone Roses ,Weezer, Softies, Sonic Youth dan lain-lain, kami mulai mencari band lokal, dari sekian banyak band, Sharesprings-lah yang membuat kami jatuh hati, suara sound yang terdengar raw atau ketika mendengar musik yang tidak diedit, gitar yang menyisipkan bagian jangly disetiap lagunya, dan suara vokal yang manis dari sang vokalis wanita, benar-benar band dengan sound yang kami idam-idam kan pada saat itu. Terdengar manis namun tidak lembek khas band pop di tahun 90an.

Ini adalah nostalgia untuk mereka yang mendengarkan pada era nya, dan mungkin bisa jadi awal perkenalan kalian dengan Sharesprings. Menurut kami, cara terbaik untuk membantu band – band Indonesia ini tetap diingat adalah dengan cara mendengarkannya kembali.

Hujan kembali turun, jadi biarkan kami menikmati nya bersama Sharesprings sejenak sembari mengingat saat pertama kali mendengarkan band ini, have a good rainy day mazzers!