Posts by: Andreas Humala

eat. sleep. fight.

[proc·ess] A Perfect Creation for Bittersweet-cake Fans.

[proc·ess] A Perfect Creation for Bittersweet-cake Fans.

The Process kali ini kita akan menikmati bagaimana Ann’s Bakehouse membuat most favourite classic cake called Chocolate Salted Caramel Fudge. Resep yang sebetulnya rahasia, tetapi kita dapat mengetahui bagaimana dan apa saja yang digunakan untuk membuat cake ini dengan cara menebak nama bahan dan takarannya berapa.

Selamat menikmati, dan selamat menerka.

Clap Your Hands Say Yeah and Raise Your Heart: Darryl Wezy

Clap Your Hands Say Yeah and Raise Your Heart: Darryl Wezy

Perbincangan hangat membahas dibalik terciptanya sebuah karya seni dalam bentuk musik “underrated” yang menurut kami ini adalah mahakarya jujur dan sangat pantas menjadi tolak ukur musik tanah air. Darryl Wezy merilis Album Maze of Fears” di Jepang pada tanggal 23 April melalui label Production Dessinee 

 

A. Yang melatarbelakangi menciptakan sebuah karya (musik)
W. Untuk melawan kesepian dan kecemasan, saya biasa mengatasinya dengan menyendiri dengan menulis lagu. Apapun itu temanya, musik-musik yang saya ciptakan kebanyakan menceritakan apa yang saya resahkan, bahkan peperangan dan keretakan dalam pertemanan yang disebabkan oleh pandangan politik yang berbeda sekalipun.

A. Seberapa besar peran musik Wezy?
W. Musik bisa mendefinisikan diri saya seutuhnya sehingga perannya sangat besar dalam hidup saya. Sesuatu yang bisa mendefinisikan siapa kita, sudah sepatutnya bisa menyelamatkan kita. Dan musik menyelamatkan hidup saya mulai dari hal kecil seperti kebosanan sampai kepada hal besar seperti kecenderungan ingin mengakhiri hidup.

Musik dapat menyelamatkan kita. -Darryl Wezy


A.Why Japan?
W. Esensi dari musik adalah emosi dan saya menemukan fakta bahwa Jepang salah satu negara di mana pendengar musiknya cenderung menyukai musik dari emosi yang dibentuk di tiap lagu dan detail suara dari aransemennya. Kebetulan, jenis musik yang saya bawakan (mungkin) cocok bagi sebagian market musik di sana. Di samping itu, anehnya Jepang adalah salah satu negara yang sangat saya dambakan sejak kecil jika saya menjadi musisi dan memiliki sebuah album, saya bermimpi bisa dijual di sana. Dan itu terwujud di tahun 2013 lalu.

A. Tell us the beauty of We Are The Stars. It’s so amazing.
W. Thanks for your thoughts, so glad that you like it! We Are The Stars adalah lagu kesebelas yang menjadi penutup di album pertama saya, Maze of Fears. Proses rekamannya paling simpel di antara yang lainnya karena hanya dua kali take pada masing-masing instrumen dan vokalnya. Di sisi lain, liriknya menceritakan tentang remaja yang merasa disisihkan karena dia dianggap pecundang, namun dengan keyakinan dan kerendahan hatinya, dia bisa menguasai rintangan-rintangan yang ada. Cukup emosional, ya? Lagu itu ditulis saat saya berumur 15 tahun, karena saya masih merasakan pasca trauma pengalaman di-bully saat SMP. Saat itu, lagu We Are The Stars benar-benar berhasil membuat saya berubah menjadi orang yang supel dan lebih bersosialisasi, sampai sekarang.

A. Rencana kedepan Darryl Wezy?

W.

  • Menyembuhkan kesehatan saya yang kini sedang melawan penyakit Anxiety Disorder dan Psikosomatis
  • Merilis single ketiga di akhir Januari 2019
  • Mencari gigs lagi
  • Merilis single keempat dan album kedua di tahun 2019

 

Insecure

Insecure

Memasuki Halloween, tidak lengkap rasanya hanya dengan memakai kostum dan make-up yang seram! Namun dapat dilengkapi dengan film yang mendukung. Lengkapi halloween kamu dengan short film “Insecure”.

Menjadi korban bully, Fadil ingin balas dendam kepada Andin, salah satu anggota yang membully Fadil. Namun apakah Fadil benar-benar ingin balas dendam?

Cast: Alvindra Putra, Dhannisa Dwilagustino, Efraim Jonabertus, Edgas Santoso, Stevan, Ayulia Tammy.
Executive Producer: Fifi Tethra
Director: Fransisca Carla
Script Writter: Indira Aryani
Camera: Rafina P. Dewi, Denny Steven
Editor: Rafina P. Dewi
Sound: Chikita Amalia
Lighting Person: Meidiana Widyantari
Asst. Producer: Nana Indika

Music: Toe – You Go, Careless Wihisper

Segala yang Terlihat Tak Seperti Kelihatannya

Segala yang Terlihat Tak Seperti Kelihatannya

Johan, pemuda desa yang cemerlang dan lugu datang ke Metropole dengan cita-cita setinggi langit: menjadi pekerja kerah putih yang sukses dan menaklukan Kota Metropole. Sayangnya Metropole tak mudah ditaklukan. Setiap kali Johan melamar pekerjaan selalu berbuah penolakan. Hingga sudah lewat 4 purnama Johan tinggal di Metropole dengan bekal yang hampir habis, terpaksa Johan bekerja dengan pamannya, Buyon, berdagang buah di pasar.

Tak pernah sekalipun mampir dalam pikiran Johan bahwa dirinya yang flamboyan akan bekerja di pasar, yang identik dengan kumuh, semrawut, kasar, dan tak berkelas. Johan rasanya seperti jatuh ke dalam lubang hitam tak berdasar, harus menerima kenyatan bahwa nasibnya makin jauh dari impiannya. Namun sekali lagi Metropole mengejutkannya. Pasar di Metropole sungguh jauh dari dugaan Johan semula, yang terlihat di matanya sama sekali bukan seperti kelihatannya. Hingga tanpa disengaja, Johan mengetahui sebuah rahasia, yang kemudian akan merubah kehidupannya.

Bagaimana jika cerita ini menjadi sebuah pementasan?

Craft

World Youth Alliance

World Youth Alliance

“The World Youth Alliance is an international, non-governmental, non-profit youth organization which works to promote the dignity of the person at the international and grassroots level.”

Jalan jalan ke luar negeri, bertemu banyak orang dan berteman dari negara-negara lain selain Indonesia bukan lagi mimpi mazzers. Ketahui lebih banyak dengan World Youth Alliance yang setiap tahun mencari anak muda untuk dijadikan duta “sosial”. Live stream radio on http://www.mazzeup.com/radio-live-streaming/

More info : www.wya.net

Clean Bandit & Jess Glynne – Real Love (Drum Cover) Rani Ramadhany

Deeply talented and educated young drummer, she is Rani Ramadhany. Project ini adalah kolaborasi antara mazzeup.com dan Rani yang kebetulan sangat ingin membuat drum cover untuk kamu mazzers. Please enjoy!

More about Rani :
instagram.com/raniramadhany/
youtube.com/channel/UCFhxCPT60ZLUTsJug2xgrig

Media Installation Art Exhibition, NEW.FUTURE

Media Installation Art Exhibition, NEW.FUTURE

Pameran kolaboratif antara Pusat Kebudayaan Korea dari Kedutaan Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia dengan Asosiasi Galeri Seni Rupa Indonesia diadakan di Art Space:1, Art:1, Jakarta. Pameran ini menampilkan 25 karya perupa dari Korea dan juga Indonesia. Karya spektakuler yang dikurasi oleh Jeong-ok Jeon & Rifky Effendi ini menuang banyak apresiasi positif pengunjung pada pembukaan Art Exhibition 21 Agustus 2015.

Mazzers bisa melihat Art Exhibition ini secara langsung yang bertempat di Art:1, Jl Rajawali Selatan Raya No. 3 Jakarta, Gratis!! Lihat, nikmati dan pahami karya – karya yang luar biasa.

Media Installation Art Exhibition, NEW.FUTUREBanyak karya yang menarik disini, salah satunya adalah “Cloud Face” by: Shinseungback Kimyonghun. Kita bisa mendeteksi alogaritma wajah manusia yang tertangkap di “Cloud Face”. Teringat saat kita melihat awan dan menebak bentuk yang terbentuk. Mazzers bisa melihatnya dengan durasi yang cukup lama, dan juga terdapat kursi untuk beristirahat sambil melanjutkan pandangan tetap pada karya Shinseungback Kimyonghun. Media Installation Art Exhibition, NEW.FUTURE
Karya yang lebih menarik lagi adalah karya dari Satria Ibnoe “Memendam Diam Diam Memendam”, Disana terdapat 3 cat dengan warna yang berbeda dan pengunjung diajak untuk dapat menorehkan cat kedalam media yang sudah disiapkan.

IMG_Media Installation Art Exhibition, NEW.FUTURE9107Adapun makna dari karya Satria Ibnoe adalah:

“Hidup di lingkungan dimana hampir semua orang ingin bersuara, seringkali beberapa orang mumilih untuk diam. Diam belum tentu menerima, tapi itu mungkin adalah observasi yang dipendam. Dalam hal ini, apakah diam itu bisa disebut emas? ‘diam itu emas’ mungkin memang indah dalam rangkaian kata. Bagi saya emas terlalu indah dan megah untuk kata ‘diam’. Sementara kalau putih, kapan pun pendaman itu ‘meledak’, dapat dihias selayaknya bidang kosong.” Satria Ibnoe – Memendam Diam Diam Memendam

 

Media Installation Art Exhibition, NEW.FUTURE
Media Installation Art Exhibition, NEW.FUTUREMedia Installation Art Exhibition, NEW.FUTURE
Media Installation Art Exhibition, NEW.FUTUREMedia Installation Art Exhibition, NEW.FUTURE

Photo: @andreashumala

Short Film “Intuition”

Bercerita tentang seorang pria bernama Marcel, 21 Tahun, Pria perfectionist dan menyandang gelar Playboy ini mempunyai passion di bidang Photography.

Suatu hari Marcel bertemu dengan seorang wanita yang menurutnya sangat sempurna, namun dibalik kesempurnaan itu ada suatu ketidaksempurnaan.

Sanggupkah Marcel menerima kenyataan tersebut?

Just check it out in “Intuition” Shortfilm

text: @riyanzr

Janger Dance by Evelyn Budi Raditya [Talent I/O]

Janger Dance
The Janger Dance is a dance for women whose origin is the women’s chorus of the Sanghyang Dance. There are various composition of Janger Dance combination ; Janger and Kecak or Janger Dance into Dance-drama. Besides being full of songs, sung in urn by the Janger, it is also accompanied by the ruling (flute), sending (drum) and Ketuk, of the Balinese gamelan. Source : http://balidances.tripod.com/page2.htm


Name: Evelyn Budi Raditya
Instagram: @evelynsunshine333
Song: Kulkul by Jange

Masdimboy, Si Komik Stripper

Masdimboy, Si Komik Stripper

[flickr_set id=”72157654356916320″]

Kalau dulu, komik adalah benda cetak yang pembacanya harus nunggu lama sampai si komik dipublish oleh percetakannya, tapi sekarang – di era serba internet ini, kalau mau baca komik bisa dari mana aja – Nggak cuman nunggu versi cetak tapi website dan social media juga menjadi sumber tempat kita bisa baca-baca komik.

Nah salah satu komik yang besar di social media adalah Masdimboy. Kalau mazzers belum tau, Masdimboy adalah komik strip karya Adimas Bayu yang karakternya adalah dirinya sendiri dengan cerita simple tapi super lucu!

Berikut adalah wawancara mazzeup (M) dengan Masdimboy (MD) alias Mas Dimas.

Masdimboy, Si Komik Stripper

M: Sejak kapan jadi Komik Stripper, kenapa?
MD: Awalnya sih blom bikin komikstrip. Mau bikinnya komik panjang. Tapi beberapa kali nyoba, karena ga siap tengan cerita panjang jadi sering gagal. Akhirnya sekitar tahun 2004-2005 an mulai bikin2 komikstrip. Ternyata nagih.. Jadilah keterusan sampe sekarang. Kenapa? Kenapa nggak?

M: Kenapa juga pakai karakter diri untuk jadi tokoh utamanya?
MD: Karakter diri sendiri kayaknya lebih bisa menyampaikan emosi komikusnya *skaliancurhatkadangkadang* selain itu dulu juga berkepercayaan bahwa karakter sendiri lebih bebas diapa2in tanpa ada yang dibuat tersinggung. -ga berlaku sekarang, toh sekarang pada akhirnya banyak karakter dari cerita lain yang dilibatkan di komikstrip yang mana potensial bikin ada pihak yg marah- dan lagi2, akhirnya keterusan sampe sekarang.

Masdimboy, Si Komik Stripper

M: Apa sih yang dibutuhkan seorang dimboy untuk mulai ngomik?
MD: Niat, diniat2in, semangat, disemangat2in, ide cerita, media gambar dan alat2nya, hati senang (ga senang juga gapapa sih), motivasi, pakean, celana, oksigen, dan hal2 lain yg terkait.

M: Apa yang memotivasi dimboy sampai bisa bikin komik sebanyak ini?
MD: Selagi masih dikasi umur dan kemampuan berkarya, kenapa nggak? Takut nanti kalo udah ga ada kesempatan, yang tersisa hanya penyesalan.

M: Inspirasinya dari mana? kenapa bisa lucu terus?
MD: Lucu itu relatif. Ada kok yg bilang ga lucu (tapi tetep baca, aneh) Tapi niatnya memang mengajak pembaca agar terhibur atau malah berfikir. Inspirasi biasanya dapet dari hasil obrolan sama teman2, bercanda, curhat, berita terkini, suara alam, suara hati, suara pikiran, bahkan ketika bersenda gurau dengan diri sendiri di alam bawah sadar di jam potensial bermimpi di waktu yg seharusnya dipake untuk tidur.

Masdimboy, Si Komik Stripper

M: Kan beberapa ada tuh humor sosial, apa sih tujuannya?
MD: Sederhana sih tujuannya, yauitu menyampaikan pesan. Pesan apaan? Beberapa karya saya pengen coba mengajak pembaca melihat segala sesuatu dari sisi lain. Kalo isu nya negatif, pengen ngajak buat ngeliat dari sudut pandang positif, begitu pula sebaliknya. Kadang juga cuman pengen kasiliat uneg2 aja sih menyikapi dan merespon kondisi sosial di sekitar kita. Tapi itu kadaang.

M: Apa sih arti komik buat dimboy?
MD: Komikstrip buat saya kaya nafas. Selagi masih bisa nafas ya bernafaslah. Nanti kalo udah ga ada oksigen, mau ngapain lagi coba?

M: Penting nggak sih jadi Hits? Tips dong untuk komikus pemula biar bisa ikut jadi hits juga..
MD: Hits? Buat apa? Itu mah nanti aja biar ngikutin kalo emang karyanya bagus. Bagus itu lagi2 relatif. Kadang gampang kadang susah. Banyakin karya dulu aja. Menyombonglah dengan cara berani memperlihatkan ke khalayak ramai. Minta masukan kritik dan saran. Didengerin kritik sarannya, dipelajari kekurangan2 nya. Nanti seiring dengan banyaknya karya dan banyaknya jam terbang akan kebentuk kok ‘kematangan’ karyanya. Nah, abis itu kalo emang pasarnya udah dapet dari hasil ‘nyombong’, kayanya yang disebut hits akan dateng sendiri deh. Intinya adalah, learning by doing aja kalo kata orang kebanyakan. The more you do, more you learn.