Posts by: Desy Rufaida

Perjalanan 12.000 KM Menuju Indonesia

Perjalanan 12.000 KM Menuju Indonesia

Perjalanan 12.000 km dari Nijmegen menuju Jakarta yang penuh makna dan cerita, berhasil ditempuh oleh pasangan Diego dan Marlies. Perjalanan yang biasanya ditempuh hanya dengan kurang lebih 13 jam menggunakan pesawat tidak dirasakan oleh mereka kali ini. Dimulai pada 2 April 2018 dari Nijmegen, mereka mulai mengayuh sepeda dengan membawa perbekalan seberat 50 kg di setiap masing-masing sepeda. Berawal dari mengumpulkan dana pribadi Diego dan Marlies berhasil untuk mewujudkan perjalanan ini, perjalanan yang menjadi sosial yang diberi nama “Everything in Between”.

Dalam perjalanan mengayuh melewati 23 negara menuju Indonesia, Diego dan Marlies mempertanyakan apa artinya hidup. Setelah melalui perjalanannya mereka menemukan arti hidup yang berasal bukan dari rutinitasnya, tetapi lebih mengerucut. Mereka juga mengabadikan perjalanannya melalui akun media sosial @everythinginbetween. Dan mereka membuat sebuah program untuk perjalanan kali ini, program yang dinamakan #ForEverythingThatMatters ini berbentuk donasi yang bekerjasama dengan kitabisa.com, Lestari Sayang Anak, Jakarta Animal Aid Network, dan Kebun Kumara.

Setelah mereka sampai di Indonesia, perjalanan mereka ini amat sangat didukung oleh banyak pihak yang memiliki misi yang sama. Tidak berhenti disitu, Everything in Between membuat sebuah pameran yang berlangsung di Kopi Kalyan Barito. Berkolaborasi dengan Ago Architect, Runhood, Dusdukduk, Big Change Agency, Molecule dan The Fit Company dan tentunya Project Manager dari Everything In Between: The Exhibition selaku kakak dari Diego, Andien Aisyah.

Hidden Cafe in Bogor

Hidden Cafe in Bogor

Menarik namun terpencil, mungkin itu yang bisa menjelaskan salah satu cafe di Bogor ini. Dekat dari Tol Jagorawi membuat kalian yang dari luar Bogor gampang untuk mengunjunginya. Dengan interior yang didominasi dengan warna putih dan dekorasi kayu sebagai furniture nya. Membuat tempat ini semakin terlihat minimalis, cozy dan tentunya luas.

Dengan maraknya perkembangan coffee shop, Bogor merupakan salah satu kota yang memiliki perkembangan coffee shop yang cukup pesat, membuat tempat ini juga banyak pengunjungnya, mulai dari anak muda, orang tua maupun anak-anak. Salah satunya cafe baru yang ada di Bogor ini, Awal Mula Coffee, menu yang disajikan disini juga berbeda dari coffee shop yang biasanya ada di Bogor, karena menu makanan berat disini cocok untuk dimakan bersama keluarga.

Tetapi seperti coffee shop pada umumnya, mereka tentunya menyajikan kopi unggulannya yaitu Ice Kopi Amul, namun kali ini kami mencoba menu yang berbeda, menu hits yang kami pilih adalah Thai Tea Cube dan tidak ketinggalan Brownies with Ice Cream. Rasanya kurang jika kesebuah cafe tanpa mencicipi browniesnya.

Berlari Mengelilingi Kedai Kopi

Berlari Mengelilingi Kedai Kopi

Apa rasanya mengopi ditengah-tengah tempat berolahraga? Kali ini kami berkesempatan untuk mencobanya. Menempati area yang tidak biasa untuk sebuah cafe pada umumnya. Dari sebuah tempat bekas pos satpam di Bandung, cafe ini pun membuka tempatnya di Jakarta dan tentunya berbeda dari yang lain. Berada di bangunan Stadion Utama Gelora Bungkarno (GBK), Senayan, Dreezel cafe yang bermula di daerah Cisangkuy Bandung ini ternyata memang menyediakan tempat konsumsi kopi dan olahan cokelat buat orang-orang yang sedang berolahraga di GBK.

Tapi jangan khawatir, untuk pengunjung yang ingin mampir ketempat ini tanpa berolahraga, karena itu bisa, tempat ini dibuka untuk umum, jadi kalian bisa mampir kesini. Dengan interior yang minimalis, Dreezel pun digemari oleh banyak orang, hanya untuk bersantai, sehabis atau sebelum olahraga atau hanya sekedar mengobrol biasa dengan teman-teman. Menu yang tersedia memang tidak banyak, tapi cukup untuk menemani obrolanmu disini.

Suasana Sejuk di Tengah Kepadatan Jakarta

Suasana Sejuk di Tengah Kepadatan Jakarta

Ditengah kepadatan ibukota Jakarta, tidak ada salahnya jika melipir untuk menikmati kedai kopi yang tersebar di Jakarta. Dengan konsep yang berbeda dari kedai kopi lainnya, kali ini kalian bisa menikmati kopi dengan suasana alam yang sejuk di tengah hutan kota. Tidak perlu khawatir, kalian tidak usah jauh-jauh untuk pergi ke Kebun Raya Bogor untuk menikmatinya.

Arborea Cafe, kedai kopi ini terletak di pusat Jakarta, tepatnya di kawasan hutan kota Arboterum, Manggala Wanabakti. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mewujudkan konsep kafe di tengah hutan ini tepat saat momen Asian Games 2018, untuk ikut menyemarakkan pesta olahraga Asia tersebut.

Kedai kopi dengan konsep yang unik tentu selalu ramai dengan pengunjung. Kalian akan merasakan suasana ademnya kota Jakarta sambil menikmati kopi dan mengobrol bersama teman-teman. Kalian serasa jauh dari ibukota yang padat ini dan melupakkan kesibukan yang ada. Memiliki bangunan yang minimalis, tentunya menjadi sasaran para pengunjung untuk berfoto. Tenang, mereka tetap menjual makanan dan minuman, tapi bedanya mereka memakai konsep ramah lingkungan untuk peralatan yang ada. Kalian tidak akan menemukan gelas atau piring plastik, karena semuanya disini menggunakan gelas, piring kertas yang menjadi tempat hidangan kalian nantinya.

Tetapi jika ingin berkunjung kesini kalian harus ingat, karena berada di dalam komplek Kementrian, jadwal kedai kopi ini mengikuti jam kantornya yaitu Senin – Jumat, jam 08.00 – 19.00 dan tentunya Sabtu, Minggu libur. Tempat ini juga lebih enak untuk di kunjungi saat tidak hujan, walaupun saat hujan kesejukannnya masih terasa, namun kalian tidak bisa duduk-duduk di area depan kafe ini.

Menyambut Perayaan Imlek bersama Ann’s Bakehouse

Menyambut Perayaan Imlek bersama Ann’s Bakehouse

Kue, sebuah adonan yang sengaja dibuat dengan rasa berbeda dan tentunya dihias semenarik mungkin dengan ciri khasnya masing-masing. Memiliki rasa yang bermacam-macam, dari manis hingga gurih membuat daya tarik sendiri bagi orang-orang. Sekarang kalian bisa merasakannya di toko kue yang berada di Jakarta atau kota-kota lainnya. Namun, kali ini kita mencoba cita rasa dari toko kue yang berada di daerah Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ann’s Bakehouse & Creamery.

Menyambut perayaan Imlek 2019, Ann’s Bakehouse & Creamery menghadirkan kreasi istimewanya kali ini, yaitu Ann’s Chinese New Year Signature: Java Orange Coco (JAVO) dan Lapis Legit. Dalam pembuatannya kali ini Ann’s juga bekerja sama dengan Happy Fresh dalam menyediakan jeruk berkualitas tinggi yang bisa kalian nikmati jika mencoba JAVO ini. JAVO memang sudah menjadi kue favorit orang-orang disaat imlek, perpaduan cokelat yang manis dan kesegaran dari jeruk yang ada didalam kuenyalah yang ditunggu-tunggu.

Namun, ada yang berbeda dengan perayaan Imlek tahun ini, Ann’s menyediakan kue baru yaitu Lapis Legit. Dengan tekstur yang berbeda dari kue lapis legit kebanyakan, mungkin bisa menjadi salah satu rekomendasi kalian untuk membelinya.

Dedikasi Radiohead Dalam Film

Dedikasi Radiohead Dalam Film

Siapa yang tak kenal Radiohead, Band rock asal Inggris yang terdiri dari Thom Yorke (vocals, guitar, piano, keyboards), Jonny Greenwood (lead guitar, keyboards, others), Colin Greenwood (bass), Ed O’Brien (guitar, backing vocals) dan Philip Selway (drums, percussion) ini ternyata dibentuk pada tahun 1985. Pada awalnya mereka merilis single debut yang berjudul “Creep” pada tahun 1992, itu menjadi hits diseluruh dunia setelah mereka merilis album debut “Pablo Honey” (1993). Ke populeran mereka pun tidak berhenti sampai disitu saja, setelah merilis album-album berikutnya, sampai album ke 9. Mereka pun mencoba menjadi pengisi soundtrack beberapa film ternama yang masuk dalam nominasi Academy Award, salah satunya menjadi nominasi untuk Best Original Score at this year’s Oscars pada tahun 2018 kemarin. Dan berikut ini beberapa film yang juga diiringi oleh Radiohead:

 

children of men

Children of Men (Alfonso Cuarón, 2006)
Cast: Julianne Moore, Clive Owen, Chiwetel Ejiofor
Songs: Life in a Glasshouse

Sutradara Alfonso Cuarón, membuat film Children of Men dengan visual yang kuat dan keras, dan ternyata film ini berhasil melekat di memori kalian setelah melihatnya. Dengan soundtrack Radiohead, ‘Life in Glasshouse’ yang mengiringi satu adegan mengesankan yang menampilkan Michael Caine sebagai seorang pensiunan politik dan Jasper Plamer. Ketika Clive Owen bersembunyi dari dunia luar yang menakutkan di tempat Palmer yang terpencil, Radiohead pun berhasil mengiringinya.

50:50

50/50 (Jonathan Levine, 2011)
Cast: Joseph Gordon-Levitt, Seth Rogen, Anna Kendrick
Songs: High and Dry

Kali ini sutradara sekaligus penulis skrip Amerika, Jonathan Levine membuat film 50/50 yang menceritakan tentang seorang jurnalis yang divonis dengan penyakit kanker langka dan harus di kemoterapi. Dengan bantuan sahabatnya, ibunya dan terapis di pusat kanker. Sang jurnalis ini mendapatkan pelajaran apa saja dan siapa yang berperan paling penting didalam hidupnya. Dengan genre comedy, drama, romance, Radiohead berhasil mengiringi salah satu adegan di dalam film ini dengan lagunya yaitu ‘High and Dry.

There will be blood

There Will Be Blood (Paul Thomas Anderson, 2007)
Cast: Daniel Day-Lewis, Barry Del Sherman, Martin Stringer
Songs: There Will Be Blood – Jonny Greenwood

Paul Thomas Anderson seorang sutradara berasal dari Amerika yang sudah masuk nominasi 25 Academy Awards dan menang 3 kali untuk kategori cast dan crew. Dari beberapa filmnya There Will Be Blood merupakan salah satu yang memenangkan Academy Award for Best Actor. Film yang menceritakan tentang seorang penambang yang berubah menjadi pengusaha minyak di awal abad dua puluh di California. Dia bekerja keras tetapi juga mengambil keuntungan dari orang-orang disekitarnya dengan biaya mereka jika itu diperlukan. Ketegangan film ini juga dibantu dengan iringan seorang musisi inggris dan komposer Jonny Greenwood atau yang dikenal sebagai lead guitarist dan keyboardist dari Radiohead, ia berhasil mengiringinya dengan soundtrack khusus There Will Be Blood.

Suspiria

Suspiria (Luca Guadagnino, 2018)
Cast: Dakota Johnson, Tilda Swinton, Chloe Grace Moretz
Songs: Has Ended – Thom Yorke

Sutradara kelahiran Itali, Luca Guadagnino kali ini membuat film bergenre fantasy, horror, mystery, thriller. Film ini menceritakan mengenai sebuah kegelapan di tengah perusahaan tari yang terkenal di dunia, dengan menghadirkan seorang penari muda yang ambisius, seorang psikoterapis yang berduka. Dan pada akhirnya beberapa orang akan menyerah pada mimpi buruknya, serta yang lain akhirnya akan bangun. Ketegangan film ini pun dilengkapi dengan iringan dari Thom Yorke, penyanyi dan penulis lagu dari Radiohead yang menghidupi ke hororan dari film ini sendiri.

The Master

The Master (Paul Thomas Anderson, 2012)
Cast: Philip Seymour Hoffman, Joaquin Phoenix, Amy Adams
Songs: composed by Jonny Greenwood

Paul Thomas Anderson kembali reuni bersama Jonny Greenwood dalam filmnya yang berjudul The Master. Film yang menceritakan tentang kembalinya Freddie Quell dari dinas Angkatan Laut dalam Perang Dunia II, dalam perjalannya ia menemukan sekte yang melakukan latihan untuk membersihkan emosi dan ia jadi sangat terlibat dengan sekte tersebut. Kesan drama dari film ini dan peran Freddie Quell yang diperankan oleh Joaquin Phoenix ini sangat terasa dengan iringan musik dari Jonny Greenwood.

Phantom Thread

Phantom Thread (Paul Thomas Anderson, 2017)
Cast: Vicky Krieps, Daniel Day-Lewis, Lesley Manville
Songs: composed by Jonny Greenwood

Phantom Thread, film yang berhasil mendapatkan 5 nominasi dari Academy Award, dengan salah satu nominasi dari segi Best Original Music Score. Film yang menceritakan tentang pembuat pakaian terkenal Reynolds Woodcook (Daniel Day-Lewis) dan saudara perempuannya Cyril (Lesley Manville) yang berada di pusat Inggris, mulai dari berpakaian royalti, bintang film, sosialita dibuat dengan gaya berbeda dari The House of Woodcock. Jonny Greenwood pun lagi-lagi berhasil menyusun melodi untuk soundtrack dari film ini.

You Were Never Really Here

You Were Never Really Here (Lynne Ramsay, 2017)
Cast: Joaquin Phoenix, Judith Roberts, Ekaterina Samsonov
Songs: You Were Never Really Here – Jonny Greenwood

Film yang menceritakan tentang seorang veteran Perang Teluk yang trauma akan hal yang pernah dialaminya dan sekarang menjadi seorang penyeawa bayaran yang sudah lanjut usia, ia gigih untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dengan reputasi yang buruk sebagai seorang yang brutal, ia harus melarikan diri dari rasa sakit yang akan membawanya lebih dekat ke kegilaan. Pada akhirnya ia harus menyeimbangkan mana yang nyata dan mana yang mimpi? Mungkinkan akan ada babak baru dalam kehidupannya ketika dia terus berlarian berputar-putar? Sang gitaris, Jonny Greenwood berhasil mengiringi film ini dengan lagu yang berjudul You Were Never Really Here.

Vanilla Sky

Vanilla Sky (Cameron Crowe, 2001)
Cast: Tom Cruise, Penélope Cruz, Cameron Diaz
Songs: Everything in its Right Place

Drama psikologis Cameron Crowe bukan menjadi sebuah potongan bagi karya asli Spanyol yang menginspirasinya, Abre Los Ojos (1997) yang juga dibintangi oleh Penélope Cruz juga. Tapi itu bisa menjadi pengantar untuk menampilkan lagu pembuka untuk mimpi Radiohead, dengan lagu “Everything in its Right Place), kegelisahan David Aames yang diperankan oleh Tom Cruise saat ia pergi dengan santai dari kehidupan New York-nya yang sempurna. Ia dikurung dan didakwa atas pembunuhan, David Aames Jr akhirnya menceritakan kisah bagaimana dia sampai ditempat dia berada dengan psikolog polisi. Dengan iringan Radiohead, penonton akan lebih merasakan fantasy, misteri, romansa dari film ini.

Prisoners

Prisoners (Denis Villeneuve, 2013)
Cast: Hugh Jackman, Jake Gyllenhaal, Viola Davis
Songs: Codex

Denis Villeneuve, seorang sutradara asal Kanada ini membuat film berjudul Prisoners. Film ini menceritakan mengenai sebuah keluarga, yang dimana akan menimbulkan pertanyaan seberapa jauh anda akan melindungi keluarga anda? Keller Dover (Hugh Jackman) menghadapi mimpi terburuk untuk setiap orang tua, ia kehilangan putrinya yang berumur 6 tahun. Kepanikan pun dimulai ketika beberapa menit terasa seperti beberapa jam, dengan petunjuk yang minim akhirnya Dover yang panik pun memutuskan bahwa ia tidak punya pilihan untuk mengatasi masalahnya sendiri tanpa bantuan seorang detektif. Tetapi seberapa jauh ayah yang sedang putus asa ini akan pergi melindungi keluarganya? Dengan iringan Radiohead – Codex untuk penutup, menambah kesan drama, misteri, crime dari film ini sendiri.

Westworld

Westworld (Jonathan Nolan & Lisa Joy, 2016)
Cast: Evan Rachel Wood, Jeffrey Wright, Ed Harris
Songs: Codex

Sebuah serial science fiction dari Jonathan Nolan dan Lisa Joy yang terinspirasi dari film Michael Crichton 1973 dengan nama yang sama dan diatur di taman hiburan Wild West yang dibuat oleh Dr. Robert Ford (Anthony Hopkins) dengan android mirip manusia dimana para tamu didorong untuk menikmati fantasi dan keinginan mereka. Radiohead pun menjadi salah satu soundtrack seri ini dengan lagu Codex.

The Prestige

The Prestige (Christopher Nolan, 2006)
Cast: Christian Bale, Hugh Jackman, Scarlett Johansson
Songs: Analyse

Seorang sutradara, penulis asal Inggris, Christopher Nolan, kali ini membuat film berjudul The Prestige yang menceritakan tentang akhir abad kesembilan belas. Berlatar belakang di London, Robert Angier (Hugh Jackman), bersama istrinya Julia McCullough (Piper Perabo) dan Alfred Borden (Christian Bale) seorang teman dan asisten nya seorang pesulap. Ketika Julia tidak sengaja meninggal selama pertunjukan, Robert menyalahkan Alfred atas kematiannya dan mereka menjadi musuh. Lalu keduanya menjadi pesulap terkenal, mereka bersaing sampai Robert menjadi terobsesi mencoba mengungkapkan rahasia kompetitornya dengan konsekuensinya yang tragis. Dengan lagu Analyse Radiohead yang dibuat oleh Thom Yorke menjadi track kedua dalam album The Eraser pada 2006, drama dan misteri dari film ini pun semakin terasa.

A Scanner Darkly

A Scanner Darkly (Richard Linklater, 2006)
Cast: Keanue Reeves, Winona Ryder, Robert Downey Jr.
Songs: Fog’, ‘Amazing Sounds of Orgy’, ‘Skttrbrain (Four Tet Remix)’, ‘Pulk/Pull Revolving Doors’, ‘Reckoner’

Dengan setting berbentuk animasi – coretan tangan, Richard Linklater berhasil menyuguhkan sebuah ketegangan, kegelisahan dan narkotika dalam film ini. Ditambah dengan iringan dari Radiohead yang menambah kesan drama. Film yang menceritakan tentang seorang detektif yang menyamar bekerja dengan sekelompok kecil pengguna narkoba yang mencoba menghubungi distributor besar obat perusak otak. Penugasannya dipromosikan oleh pusat pemulihan tetapi ketika Bob mulai kehilangan identitas, ia harus mengikuti tes untuk memeriksa kondisi mentalnya sendiri.

Film Review I Origins

I Origins (Mike Cahill, 2014)
Cast: Michael Pitt, Steven Yeun, Astrid Bergès-Frisbey
Songs: Melatonin, Motion Picture Soundtrack

Seorang ilmuwan muda sedang melakukan penelitian mengenai evolusi mata manusia untuk membuktikan bahwa mata telah berevolusi. Setiap mata ternyata memiliki daya tarik tersendiri dan memiliki konsekuensi pribadi dan budaya yang mendalam. Film yang menceritakan seorang ilmuwan muda yang sedang melakukan penelitian mengenai evolusi mata manusia untuk membuktikan bahwa mata telah berevolusi. Setiap mata ternyata memiliki daya tarik tersendiri dan memiliki konsekuensi pribadi dan budaya yang mendalam. Film garapan Mike Cahill ini memiliki soundtrack yang diisi oleh Radiohead dan menambah kesan genre drama, romance, sci-fi yang memang diciptakan nya dari awal.

Black Mirror; Shut up and Dance

Black Mirror: Shut Up and Dance (James Watkins, 2016)
Cast: Alex Lawther, Jerome Flynn, Susannah Doyle
Songs: Exit Music (For a Film)

Sebuah serial science fiction Netflix yang dibuat oleh Charlie Brooker ini menceritakan tentang penelitian akan masyarakat modern terutama yang berkaitan dengan konsekuensi yang tidak terduga dari teknologi-teknologi baru. Memiliki cerita yang berbeda dari setiap episode, dari yang bisa ditebak ceritanya dalam waktu dekat, seringkali menyindir hingga beberapa lebih bereksperimen dan adapula yang lebih ringan. Shut Up and Dance merupakan salah satu episode dari season 3, yang disutradarai oleh James Watkins. Dalam episode kali ini menceritakan seorang remaja yang mendapatkan blackmailed dan disuruh untuk melakukan tindakan aneh dan kriminal oleh seorang hacker misterius. Ia bisa keluar dari perangkap online itu dengan cara mengikuti perintah dari orang yang tidak dikenalnya ini. Diakhir film kesan drama lebih terasa ditambah dengan alunan musik dari Radiohead untuk menutup film tersebut.

CHILDHOOD MEMORIES : The Invisible Chapter

CHILDHOOD MEMORIES : The Invisible Chapter

Kita pasti rindu saat dimana kita tanpa rasa takut menumpahkan segala warna, menggoreskan garis tanpa ragu, tanpa ada peduli pendapat orang lain, murni akan kecintaan kita dan keceriaan dalam menggambar pada sebuah kanvas, itulah latar belakang Arkiv Vilamansa pada solo exhibition nya kali ini yang bertajuk Childhood Memories, Arkiv mencoba media baru dan keluar dari gaya nya melukis pada biasanya.

IMG_0372

Explorasi yang berinspirasi dari masa kecil nya lah yang membuat pameran Arkiv kali ini di dominasi dengan gaya abstrak, Arkiv menurut sertakan anak nya untuk ikut andil dengan setiap karya nya yang dibuat, gaya menggambar anak kecil membuat Arkiv berani membuat garis2 abstrak dengan kombinasi warna warna yang kontras.

IMG_0358

IMG_0363

IMG_0368

Pameran berlangsung dari 8 desember 2018 sampai dengan 8 janurai 2019 yang diselenggarakan di Cans Gallery Tanah abang, jadi bagi kalian yang ingin melihat karya – karya Arkiv masih dapat melihat karya dari salah satu seniman kebangga Indonesia ini.

IMG_0356

Dualitas seorang Abenk Alter

Dualitas seorang Abenk Alter

Dikenal sebagai seorang musisi, tidak membuat Abenk Alter untuk membuat sebuah karya seni lainnya, kali ini ia mendalami dunia melukis. Ditengah kesibukannya sekarang, Abenk membuat sebuah pameran tunggal berjudul “Interplay” yang menghadirkan 19 buah karya. Memakai konsep dualitas, dua identitas yang dia miliki dijadikan tema utama pameran yang diselenggarakan dari 14 Desember 2018 sampai 27 Januari 2019 nanti.

IMG_0022

IMG_0055

Mia Maria, kurator untuk pameran Interplay ini membantu Abenk untuk mengeksplorasi konsep dualitas yang saling mempengaruhi satu sama lain lewat karya-karya yang dipamerkan disini. Dualitas yang dimaskud disini mencakup aspek yang dapat ditemukan di lingkungan sehari-hari.

IMG_0024

IMG_0047

Kalian bisa menemukannya dari 19 karya yang tersebar di Ruci Art Space ini, kali ini Abenk memamerkannya tidak hanya memakai medium kertas, kalian bisa menemukannya dari sebuah karpet, besi, sampai instalasi yang menggabungkan sebuah LED dengan Audio. Jadi, jangan sampai kelewatan pameran ini!

Bermain di Instrumenta 2018

Bermain di Instrumenta 2018

“Apakah permainan dapat disebut dengan seni?”

Pertanyaan itulah menjadi tema utama dari festival seni media internasional yang diresmikan oleh Direktorat Kesenian Kemendikbud yang bekerja sama dengan Galeri Nasional ini.

0370

Berinteraksi dan bermain, mungkin itu juga bisa menjadi gambaran untuk pameran kali ini, ya Pameran Instrumenta 2018: Sandbox. Kemarin ini kami berkesempatan untuk bermain disini, mulai dari permainan yang bisa dimainkan sendiri, berdua maupun lebih dari itu. Banyak pilihan permainan dari instalasi-instalasi yang dipamerkan disini.

0325

0358


Diselenggarakan di gedung B, C, D Galeri Nasional Indonesia 11 – 30 November nanti, pameran ini memang memerlukan interaksi dengan instalasi yang dipamerkan bahkan dengan pengunjung lain yang datang kesini. Jadi kalian tidak perlu khawatir tidak memiliki teman bermain, kalian bisa bermain dengan siapa saja disini, dari teman kalian sendiri atau orang yang kalian tidak kenal sebelumnya.

0335

0342

Ada 29 karya seni yang dipamerkan disini, mulai dari yang menggunakan teknologi virtual reality, game digital, arcade game, kecerdasan buatan (artificial intelligence), bebunyian dan masih banyak lagi. Tentunya pameran ini juga bekerja sama dengan kurang lebih 26 kurator dari dalam maupun luar negeri, mereka semua berhasil membuat pameran ini menjadi hidup dan berbeda dari pameran-pameran lainnya yang pernah diselenggarakan disini.

Jadi, jangan sampai ketinggalan untuk merasakan sensasi bermain di pameran ya!

Kongkow Bareng : Trisouls

Kongkow Bareng : Trisouls

Kongkow bareng adalah sesi live recording music yang dibuat untuk mazzers. Sederhana, untuk menjadi referensi bagi kamu yang suka musik tanpa batas musik apa. Selain itu juga karena sesi ini live recording, jadi kamu bisa menilai sendiri keren atau kurangnya performance dari masing masing musisi.

Look out for more updates on our website and support the artist :
Twitter: trisoulsmusic
Instagram: trisoulsmusic

Kombinasi di Pameran Seni

Kombinasi di Pameran Seni

Apa jadinya jika sebuah instalasi pameran seni digabungkan dengan teknologi dan musik? Minggu kemarin, kami melihat 3 hal itu di pameran Wave of Tomorrow. Pameran yang berlangsung dari 19 sampai 28 Oktober 2018 di The Tribrata Building ini merupakan pameran yang menampilkan cara baru untuk memperkenalkan karya seni kepada para pengunjung. Instalasi seni yang ada disini ingin menyampaikan pesan dari pengalaman manusia dan membuatnya lebih interaktif.

0032

Hampir semua instalasi di pameran ini memadukan lampu – lampu dan kombinasi warna sebagai kekuatan utama dari visual pameran ini, kecuali satu seni instalasi dari Stereoflow, yang membuat mural berukuran cukup besar dan setelah kami lihat ternyata juga satu – satunya karya yang berada di tempat yang terang.

0070

0057

Wave of Tomorrow menampilkan tema yang cukup segar dengan konsep yang terbilang unik walau tidak dapat dibilang sebagai yang pertama. Selain memamerkan instalasi karya seni dari kurator – kurator, acara ini juga diisi oleh kurang lebih 30 penyanyi dan musisi yang ikut meramaikan, mulai dari Maliq & D’Essentials, The Groove, Yura Yunita dan masih banyak lagi. Terima kasih untuk mereka yang selalu menggelar pameran seni khusus nya di Jakarta, karena kami sangat haus akan hal baru.

0046

0043

0090

Kembali ke Masa Lalu Bersama Kota Tua

Kembali ke Masa Lalu Bersama Kota Tua

Menghabiskan akhir pekan dengan jalan-jalan merupakan suatu hal yang sudah biasa dilakukan oleh semua orang. Apalagi ketempat yang memiliki spot foto bagus, itu menjadi salah satu syarat untuk mengunjungi tempat tersebut.

Tapi, apa jadinya jika berjalan-jalan ketempat bersejarah? sehingga bisa mengenang sebuah sejarah akan masa lalu. Menyedihkan memang berbicara tentang mengenang masa lalu. Nah, Kali ini kami melakukannya dengan cara yang berbeda, yaitu berjalan-jalan sambil belajar sejarah mengenai tempat tersebut.

0025

Lalu apa yang keluar di pikiran kalian ketika mendengar sejarah? Kebanyakan mungkin berpikiran tua dan tidak terawat. Tapi kali ini kami memilih destinasi yang tempatnya malah justru terawat. Karena Kota tua ini merupakan salah satu destinasi yang bisa dibilang wajib untuk didatangi, mulai dari orang dalam maupun luar negeri. Lokasi ini memang dipenuhi nilai sejarah, mulai dari terdapatnya beberapa museum, lapangan, toko, sistem perairan dan stasiun.

0038

0074

Dengan menggunakan mobil, motor bahkan transportasi umum, kalian bisa datang ketempat ini. Karena Kota Tua sendiri sangat dekat letaknya dengan Stasiun Jakarta Kota dan Halte Transjakarta. Kami juga menjadikan Stasiun Kota sebagai destinasi kami untuk sekedar melihat-lihat tentunya selain museum-museum yang terdapat disana, seperti Museum Fatahilah, Museum Wayang, dan masih banyak Museum lainnya yang bisa didatangi.

0060

0087

0049

So, enjoy Indonesia’s historical place called “Kota Tua”.

Kumpulan Ingatan yang Menjadi Karya

Kumpulan Ingatan yang Menjadi Karya

Bagaimana sebuah ingatan bisa menjadi salah satu alasan utama seseorang membuat karya? Apalagi ini bukan ingatan dari dirinya sendiri.

Hal itu terjadi dengan karya-karya di pameran Kisah Dua Kota: Arsip Naratif dari Ingatan yang berlangsung pada 13 sampai 29 September 2018 nanti. Berisikan pengalaman pararel dan gambaran mengenai sejarah modern Korea dengan Indonesia di masa lalu.

0199
0191

Beberapa seniman pun ikut berpartisipasi dalam pameran kali ini, antara lain: Forum Lenteng (Jakarta), Irwan Ahmett & Tita Salina (Jakarta), Jatiwangi art Factory (JaF) dan Badan Kajian Pertanahan (Jatiwangi), mixrace (Seoul), Sulki & Min (Seoul) dan Sunah Choi (Busan, Berlin).

0200
0197
0196
Diselenggarakan di Gedung A, Galeri Nasional, Jakarta Pusat. Kalian bisa menemukan beberapa arsip-arsip yang dikumpulkan, dipelajari maupun didokumentasikan sebuah fakta dari kedua negara yang terlupakan atau teraibaikan dari sejarah dua negara sejak tahun 1945. Di sisi lainnya, “Arsip Naratif” ini menyiratkan adanya sebuah “jurang” yang berlawanan antara kesepakatan sejarah, fakta universal dan kenangan yang subjektif. Pameran ini juga ternyata ingin mengeksplorasi “perbedaan” antara realitas dan ilusi, komunitas dan individu, serta catatan objektif dan terjemahan artistik.

#NJOY – Warna Warni Festival Komunikasi

#NJOY – Warna Warni Festival Komunikasi

Mari rasakan warna-warni keseruan pameran di tengah lobby mall.

Mungkin terasa berbeda dengan pameran lainnya, tetapi kali ini LSPR Communication Festival kembali menyelenggarakan sebuah pameran di FX Sudirman, Jakarta Pusat. Sebuah pameran yang dibuat oleh batch 19 dari LSPR ini berhasil menarik perhatian para pengunjung mall.

Acara yang diadakan tanggal 27 sampai 29 Juli 2018 kemarin pun diisi oleh beragam acara, dimulai daritalkshow mengenai bisnis bersama Marcus Tan, co-founder dari Carousell,  “Entrepreuner Diaries” bersama Ibu Prita Kemal Gani dengan bintang tamu Rachel Vennya dan Prilly Latuconsin sampai pameran karya mahasiswa/mahasiswinya sendiri. Selain itu, ada penampilan dari Hi Friday, Trisouls, Fourtwenty dan juga Jaz yang ikut meramaikan acara yang diadakan 3 hari ini. Njoy!

Singgah Sejenak di Galeri Nasional

Singgah Sejenak di Galeri Nasional

Apa yang ada di bayangan kalian jika diberi tantangan untuk menjelajahi suatu Galeri di ibukota Jakarta ini dalam sehari? Mungkin ada yang senang, ataupun merasa bosan. Tapi untuk kami, menjelajahi suatu Galeri yang terletak di Pusat Jakarta adalah hal yang menyenangkan apalagi jika didalamnya  disuguhi banyak karya.

Kali ini kami menyempatkan diri untuk bersinggah di Galeri Nasional, ternyata didalamya sedang terdapat pameran  “[Re]kreasi Garis” karya para sketchers se-Indonesia dan”Channel of Light” karya Achmad Krisgatha.

0229

0215

0225

“[Re]kreasi Garis” ini berisikan representasi sebuah wacana perkembangan sketsa dari masa ke masa secara general. Sejauh manapun sketsa berkembang, pasti ada sebuah konteks seni yang dapat ditelusuri.

Pameran yang digelar di Gedung B dan C Galeri Nasional, ini diikuti oleh sketchers dari dalam komunitas-komunitas seni rupa, baik dari sketsa sendiri ataupun seni rupa lainnya. Seperti ada dari KamiSketsaGalNas, Bogor Sketchers, Cianjur Sketchers, Indonesia’s Sketcher Jogja, dan masih banyak lagi. Namun, kami juga menemukan karya-karya dari sketchers individual, seperti Romo Muji, Yusuf Susilo Hartono, Toto BS, Tatas Sehono. Sebanyak 234  karya dari 138 peserta dapat dinikmati disini, juga koleksi Galeri Nasional Indonesia sendiri maupun koleksi negara. Dari Galeri Nasional Indonesia sendiri menampilkan 21 karya sketsa dari Henk Ngantung, Ipe Ma’aruf dan lainnya. 

0178
IMG_0187
20180914_145015

Bergeser sedikit ke Gedung D, “Channel of Light” pameran yang diselenggarakan dari 6 sampai 23 September nanti merupakan pameran tunggal karya dari Achmad Krisgatha. Krisgatha berbeda dari seniman pada umumnya yang tertarik pada medium tertentu saja, namun tidak untuknya, kesehariannya diisi dengan mengerjakan karya-karya desain dan menjadi konsultan seni yang menggabungkan interaksi antara potensi seni rupa, arsitektur, musik dan juga video.

Dalam pameran ini, bisa dibilang sebagai hasil proyeksi kesadaran dirinya terhadap proses kerja kreatif yang telah ia jalani sekaligus menjadi usaha melakukan refleksi atas karir artistiknya selama ini.  Pameran ini ternyata bertujuan untuk menjelaskan semacam ‘belokkan” sikap serta posisi konseptual dirinya mengenai sebuah seni dan sikap atas penghargaan dirinya terhadap pengalaman hidup (realitas).

Dengan adanya beberapa pameran yang sedang berlangsung di Galeri Nasional, tentunya galeri ini bisa menjadi salah satu tujuan kalian untuk menghabiskan akhir pekan bersama teman-teman, jadi jangan sampai ketinggalan!

Welcome Back to Anime Festival Indonesia!

Welcome Back to Anime Festival Indonesia!

Anime Festival Indonesia hadir kembali dengan venue barunya. Tahun 2018 ini AFA kembali ke Indonesia untuk ketujuh kalinya, tentunya dengan menghadirkan sederet bintang JPOP dan antusiasme pop exhibition khas distrik Akibahara & Harajuku ke venue barunya di Indonesia Convention Exhibition, Jakarta pada 31 Agustus, 1 & 2 September 2018.

Anime Festival Indonesia 2018 (C3AFA18 JKT), akan hadir sebagai pesta pop culture terbesar juga terpopuler se-Asia, dan telah mengkonfirmasi enam artis penampil dari Jepang yang akan tampil sebagai sebagai pengisi konser “I LOVE ANISONG” 2018 ini.

C3AFAJKT IMG Stage Jojo
Ami Wajima, Band-Maid, Egoist, Mashiro Ayano, Megumi Nakajima & True, akan tampil di panggung ANISONG C3AFA18 Jakarta dan ini merupakan pertama kalinya kelima artis ini akan tampil di Indonesia. Selain itu, masih banyak special guest yang turut meramaikan acara perayaan budaya Pop Jepang, seperti, JoJo’s Bizarre Adventure Golden Wind, special showcase dari Eri Sasaki, penampilan dari JKT 48 dan tentunya masih banyak lagi!

Bersepeda Menuju Kedai Kopi

Bersepeda Menuju Kedai Kopi

Apa rasanya singgah ke kedai kopi sehabis bersepeda? Tidak diragukan lagi pasti kalian akan langsung melek.

Mungil dan tersembunyi, itu memang keunikannya. Kalian bisa menjadikan kedai kopi yang satu ini menjadi tempat istirahat sejenak kalian sehabis berolahraga. Terletak di daerah Kemang Utara, tempat ini memang terpencil, tapi jika kalian bermata jeli pasti kalian langsung bisa menemukan 7 Speed Coffee.

3813

3842

Dibuat oleh orang-orang yang memiliki kegemaran sama yaitu mengopi dan bersepeda. Ternyata nama 7 Speed sendiri datang dari jenis sepeda yang terkenal pada zamannya pada tahun 90-an yaitu sepeda dengan 7 gear.

7473

5510

1143

Tidak heran interior kedai kopi ini didekor dengan sepeda-sepeda juga skateboard yang digantung di dinding dalam cafe, karena para pemilik cafe ini memang mengharapkan orang-orang yang berkunjung dari komunitas sepeda dan skateboard itu sendiri. Dan tentunya mereka juga berhasil untuk mendatangkan para pecinta kopi, sepeda dan skateboard. Rasa kopi dan makanan yang dihidangkan juga tidak kalah menarik dengan ciri khas mungil, tersembunyi serta interior yang sangat instagram-able ini.

Photo: Desy Rufaida & Raka Heryanto

Sosok di Balik Perempuan (di) Borobudur

Sosok di Balik Perempuan (di) Borobudur

Pernahkah terbayang oleh kalian apa jadinya kalau sebuah karya sastra digabungkan dengan karya seni rupa? Kemarin ini kami mengunjungi Galeri Nasional untuk melihat perpaduan antara seni rupa dan sastra. Ternyata pameran Perempuan (di) Borobudur memamerkan karya kolaborasi dari perupa Dyan Anggraini dan sastrawan Landung Simatupang. Melalui 37 karya dua dimensi dan tiga dimensi yang mereka hasilkan, diharapkan para perempuan zaman sekarang dapat mengembangkan potensinya demi memajukan bangsa.

567

577

Ternyata mereka tidak main-main dengan membuat kolaborasinya kali ini. Dyan dan Landung berangkat melalui sebuah riset yaitu dengan membaca literatur mengenai Borobudur terlebih dahulu dan tentunya mencari fakta sejarah tertulis mengenai gambar-gambar relief di Borobudur. Sampai pada akhirnya mereka mengamati relief secara langsung dan bertemu dengan masyarakat sekitar demi mendapatkan cerita-cerita mengenai Borobudur itu sendiri.

612

600

580

Dipamerkan di Gedung A, Galeri Nasional pada 20 Februari sampai 5 Maret kemarin. Setiap karya yang ada disini memiliki hubungan dengan relief-relief candi Borobudur dengan pesan moral dan kehadiran serta peran figur perempuan didalamnya. Meskipun pesan-pesan itu merupakan bagian penting dari warisan Borobudur, belum banyak karya seni rupa Indonesia yang diciptakan terkait dengannya. Tetapi, kali ini Dyan bersama Landung pun berhasil menyampaikan pesan tersebut melalui karya yang mereka ciptakan.