Posts by: Tonny Sutiono

a kind of editorial team that meets Google.

Warm Welcome at the WindChime

Warm Welcome at the WindChime

Melihat ke kalender lalu tersadar sebentar lagi Valentine dan libur panjang. A mixed up situation and we would say, festive! Siapa yang berencana pergi keluar kota?

Kami menemukan restoran ini di Bandung, lengkapnya disini. Dibuat dengan konsep rumah yang terlihat tua, atau bahasa kerennya vintage. Restoran ini memiliki suasana yang hangat seperti di rumah nenek. Chef Felix lah pemilik rumah ini, dan kami pengunjungnya untuk mencicipi (sampai kenyang) makanan dari seorang chef yang sepertinya banyak belajar dari masakan Mediterania atau Eropa.

DSCF9117

DSCF9116

If you see the plating and how does the food looks, it looks exquisite ! Memesan beberapa masakan yang menjadi menu andalan dan menu yang kami lihat. Dimulai dari mushroom soup yang cukup menghangatkan malam kami, namun porsinya sesuai untuk permulaan. Membuat lidah kami semakin bergoyang akan apa yang datang kemudian. Oh ya, kalau pesan makan disini sudah termasuk dengan roti kecil dan mentega sebagai awalan indah kita ya.

DSCF9119

Sebagai orang Indonesia yang baik, melihatlah kami ke main course. Tanpa menunggu lama (setelah foto foto makanannya), kami memotong dan melahap makanan enak ini. Jangan salah ketika melihat keindahan plating dari dapur The WindChime, semuanya tentu bisa dimakan. Daging steak terpotong seperti meleleh di mulut dengan lapisan dari saus yang menempel di dagingnya. Saladnya segar dan asamnya seimbang dengan gurihnya main course kami.

DSCF9122

DSCF9129

DSCF9142 copy

Dessert! Siapa yang dapat melewatkatan dessert ketika makan perlu mendapat tepuk tangan dari saya. Tapi dessertnya buat saya ya (he). Chocolate lava cake dengan pelengkap es krimnya seperti mempermainkan suhu mulut. Lalu panna cotta dengan buah buahan dan sedikit selai membuat pengalaman makan yang baru. Enak dan selain itu, sepertinya cocok nih untuk malam romantis kamu. Sekarang pertanyaanya, sama siapa kamu mau pergi?

DSCF9145 copy

DSCF9156 copy

DSCF9141

DSCF9114

Pea the Peacock – An Illustrated Story by Niken and Sarita

Pea the Peacock – An Illustrated Story by Niken and Sarita

Created with flickr slideshow.

Every individual is as clueless as Pea about their own beauty. It’s true, we said it to ourselves. Tidak perlu melihat orang lain. Banyak yang saya tidak tahu dari diri saya sendiri. Itulah salah satu refleksi yang kami dapat dari cerita pendek bergambar ini.

Kami suka sekali dengan karya yang satu ini. Sudah jarang terlihat beberapa literasi ilustrasi seperti layaknya pada jaman kecil, buku dongeng. Dahulu saya ingat tentang monyet, buaya dan kancil yang semua ceritanya punya gambar dan menggambarkan pelajaran kehidupan.

Kali ini, Niken dan Sarita memiliki cerita yang khusus ditujukan untuk kita teman teman muda yang berusaha setiap harinya. Bahwa semua usaha kita tidak akan sia sia. Bisa saja kita mencari kekuatan kita melalui karya yang kita buat setiap kali. Social media postings, youtube covers, your talent, your business plans, being entrepreneurs, artists, craftsman, or anything you would like to do to achieve more. Let us learn that Pea did all her best like you do, and you have to believe in yourself. Do what you always do, and make yourself bloom!

Menyenangkan bisa menulis seperti ini setiap hari. Tentu terima kasih telah berbagi Niken dan Sarita !

Follow these talented artists :
@srtlrst // https://steller.co/nntmv/
@nntmv // srtlrst.tumblr.com

Underwater Cleanup with Seambodive

Underwater Cleanup with Seambodive

Bersih untuk lingkungan kita. Seambodive, salah satu dive center di Jakarta yang tidak jarang pergi ke Pulau Pramuka juga ikut membersihkan Jakarta. Tetapi, di dalam air. Underwater cleanup is one activity that they always done, included to their license test.

Seambodive, sebagai salah satu bagian dari Green Diver NAUI sambil membagikan ilmu dan lisensi, juga ikut memelihara lingkungan. Dengan melakukan Underwater Cleanup. Kali ini bersama Putri Pariwisata Indonesia 2016 dan Miss Earth Indonesia 2016, kembali ke laut untuk melakukan tes, dan juga membersihkan ekosistem laut dari sampah.

Tentu tidak hanya itu. Tetapi juga selalu ikut jalan jalan dalam air. Sambil bersih bersih, sambil pula menikmati keindahan laut. Mengarungi meter demi meter dalam kedalaman air. Tonton lengkapnya di atas ya mazzers.

Thanks to :
Seambodive
Putri Pariwisata Indonesia
Miss Earth Indonesia
El John Pageants

Terhanyut Inovasi Pelengkap Konvensi GIIAS 2017

Terhanyut Inovasi Pelengkap Konvensi GIIAS 2017

Gaikindo Indonesia International Auto Show hadir setiap tahunnya untuk pencinta otomotif. Kini, tidak hanya penyuka mobil saja yang datang ke acara ini. Saya juga datang. Ya, saya hanya penikmat duduk di kursi nyaman mobil dan berkomuter sekeliling rutinitas dan kesenangan di tengah kota layaknya Jakarta. Tapi ini bukan tentang saya, tapi juga teman teman muda, belia, serta keluarga datang untuk melihat konvensi ini.

DSC00818

Kira kira apa ya yang didapat dari datang ke pameran yang terpampang di Indonesia Convention Exhibition ini? Tentunya teknologi terbaru dari otomotif, perayaan 17an karena diadakan dalam lingkaran Agustus pertengahan dan juga banyak test drive serta makanan! Hal inilah yang setiap tahun diadakan oleh GIIAS 2017. Tapi tunggu dulu. Ternyata setiap tahun juga punya perbedaan dan inovasi baru dalam pameran otomotif ini.

Selain ada konvoi khusus 17an seperti foto di atas, banyak permainan seru dan kolaborasi menarik nan mendorong untuk coba atau bermain. Penggunaan Virtual Reality, dilakukan oleh berbagai booth otomotif. Bahkan, Kidzania juga ikut berkolaborasi yang lebih banyak dinikmati oleh adik adik lucu. Permainan dengan memakai kacamata virtual reality juga bertebaran di pinggiran booth booth seperti Daihatsu.

DSC00829

DSC00827

Mata kami juga selalu tertuju pada tempat “adem” di sekitar pameran otomotif ini. Tidak salah jika sambil menikmati pameran, juga sambil meranah ke tugas sekolah atau kampus. Karena pasti ada yang membuat kami nyaman duduk, charging station, dan wi-fi gratis. Pegal juga kan kalau jalan jalan lebih dari 7 area pameran. Kalau ditanya, akan kembali lagi atau tidak, ya mazzers pasti tahu dong jawabannya! YES.

DSC00830

DSC00823

DSC00822

DSC00821

DSC00819

DSC00816

Aksi Eksplorasi di Tebing Breksi

Aksi Eksplorasi di Tebing Breksi

Jogja, atau kamu bisa sebut juga Yogyakarta. Satu kota yang tidak pernah tidak terdengar. Maksudnya selalu ada saja yang diperbincangkan di satu kota ini (atau sekitarnya). Pun kami berkunjung paling tidak setahun sekali, selalu mendapat hal yang baru. Tempat wisata baru lebih tepatnya.

Tebing Breksi, satu area yang menurut kami berkembang. Layaknya Garuda Wisnu Kencana di Bali. Tebing ini punya ornamen yang tergambar di dinding tebing, tapi karena terlihat seperti tebing yang belum jadi maka dari itu mungkin seperti tebing dalam perkembangan.

P1240834

P1240839

P1240833

Salah satu area yang paling bawah dari tebing ini, memiliki fungsi yang multi. Karena juga digunakan untuk banyak acara. Tuh, lihat saja pada foto di bawah, dilengkapi dengan panggung. Menjadi lebih asik lagi karena ada kendaraan yang bisa membawa kamu keluar jalur (maksudnya off road).

Naik ke atas tebing, maka kamu akan menemukan taman kecil dan beberapa spot foto. Basically this place always be a spot to take photos, even they have some backgrounds and props set up for wedding photos!. Either way, it always good to see something new, doesn’t it?

P1240840

P1240845

P1240846

P1240848

P1240849

P1240853

” Maaf ” a Poetry by Elizabeth Chrysanta

” Maaf ” a Poetry by Elizabeth Chrysanta

Memberi makna dari sebuah cerita. Lalu mengubah makna, menjadi kata berkias penuh anggapan. Ungkap makna asli, atau cari maknamu sendiri. Inilah puisi, sebuah seni berjenis klasik. @eliza_chrysant membangkitkan kembali gairah merajut sebuah sajak.

“Aku, ibaratkan sebuah awan
Bisu, dan hanya bisa dilihat

Tidak bisa dipegang namun bisa buat kamu teduh dari panasnya sinar matahari

waktu, ia selalu menawarkan lembaran yang baru

ia memberiku kehangatan ketika ku merasa kedinginan

ia juga mengajarkanku artinya menunggu
dan setiap detik kulewati

sampai sampai aku lupa sudah berganti hari

bagai pelangi sebagai hujan
bagaikan senyuman setelah kesedihan

bagai lembar baru, setelah selesai sebuah cerita

hanya satu kata yang ada

maaf…..

maaf untuk segala kekacauan

maaf untuk segala kerisauan

aku disini

hanya bisa tersenyum

berharap akan datangnya sebuah keajaiban”

Karya : @eliza_chrysant
Video : @irmaastrilita

Heir of the Future Fashion, LSPR SAGA 2017

Heir of the Future Fashion, LSPR SAGA 2017

Tangga dan satuan langkah berderap bersama lagu. Bukan hanya derap langkah saja yang menyisir mata, tetapi juga postur, desain, tatapan, semua sisi dari seorang model dapat membuat ruangan memaku. Mungkin itulah yang menjelasakan pengalaman kami berada di LSPR SAGA 2017, Futurashion.

Tentu semua kompetisi membutuhkan pemenang, tetapi proses pemilihan model tidak hanya perlombaan menjadi yang tercantik dan terganteng. Hey, we all could be fabulous and amazing as our makeup and outfit we wore. But, not with models. Mereka ada makeup artist memberi makeup, ada designer yang memberi baju dan aksesoris, stylist yang mengarahkan gaya mereka ketika membawakan outfit dan tema tertentu. Semua ini harus dan tidak bisa ditolak untuk diterima model. Tapi, tuntutan mereka adalah menjalani runway dengan baik dan membawakan pakaian mereka dengan sebaik baiknya. Permintaan yang banyak dalam satu orang ya. Begitulah model seperti yang kami lihat.

P1280237

P1280248

Semua terpampang oleh LSPR SAGA yang merupakan ajang pencarian model terbaik di kampus. Tidak main main karena jurinya juga model, kritikus dan juga dari para penonton yang mungkin awam, mungkin juga undangan. Mereka membawakan banyak fase dari berjalan dan jenis perasaan yang dibawa ketika berpindah designer. Semua harus dibawakan dengan baik. Satu designer yang kami ingin sebut dalam artikel ini, @ajisuropati yang dibawakan oleh para model SAGA tahun ini. Ungu, merah dan corak etnis yang digambarkan dalam setiap baju yang dibawakan oleh designer ini, menurut kami, dieksekusikan dengan menyenangkan, bernuansa indonesia serta bertaraf internasional. Seperti memang sangat memanjakan mata, dan mungkin memang koleksi ini layak untuk mendapat perhatian dari para pencinta fashion.

P1280230

P1280226

P1280209

Dipilihlah para pemenang LSPR SAGA dari teman teman London School of Public Relations ini. Dari best catwalk, photoshoot dan juga the winner of SAGA 2017. Menyenangkan juga karena bisa melihat kolaborasi model dengan band serta tari artistik ala fashion (agak bingung ya tapi benar kok) di acara ini. Let’s check the next episode of fashion SAGA, follow @lsprmodelling for more.

P1280276

Pelajaran dari Pulau Salura // Part 1

Pelajaran dari Pulau Salura // Part 1

Perjalanan dimulai dari Kota Waingapu, Sumba Timur, NTT. Saya mengikuti sebuah program Pekan Nusantara yang diadakan oleh yayasan Generasi Emas Nusantara. Pekan Nusantara sendiri adalah sebuah program mengajar yang dilakukan selama seminggu, yang kali ini dilakukan di Pulau Salura, Sumba Timur, NTT, salah satu pulau yang terletak di selatan Indonesia yang berbatasan dengan Australia.

Perjalanan panjang saya tempuh menggunakan bus khas Sumba. Bus tersebut adalah sebuah truk tanah yang di modif dengan dipasangakan atap dan bangku di bagian belakang truk. Tempat bertemu para peserta dengan panitia di lakukan di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapiu, NTT. Di Bandara inilah perkenalan antara peserta dan panitia dilakukan.

DSC00504

Estimasi perjalanan dari kota Waingapu menuju Pulau Salura adalah sekitar 6 jam perjalanan darat dan 1 jam perjalanan laut tetapi saat itu perjalanan yang kami tempuh lebih dari estimasi awal. Kami sempat menginap di rumah salah satu orang terpandang di sumba timur yang disebut Umbu, seorang pangeran daerah Gonggi yang merupakan salah satu daerah di daerah Sumba Timur. Esok harinya kami menuju pelabuhan Katundu untuk menyebrang ke Pulau Salura tempat tujuan mengajar kami.

DSC00533

DSC00801

Perjalanan dari Waingapu ke Pulau Salura memakan waktu lama dikarenakan kami banyak berhenti beberapa kali untuk menikmati pemandangan indah yang disuguhkan oleh alam sumba selama perjalanan. Jalanan yang rusak diimbangi dengan keindahan bukit dengan rumput hijau yang menyelimutinya yang dapat dilihat di kanan kiri jalan.

Kami sampai di Pulau Salura pada sore hari menjelang malam. Sesampainya di Pulau Salura saya di suguhkan keindahan pulau yang memiliki pasir putih dengan air laut berwarna biru muda dan pemandangan bukit indah yang terllihat dari pesisir pantai Pulau Salura. Kami juga disambut oleh pihak sekolah yang lalu mengantar kami ke tempat penginapan kami. Kami menginap di ruang kelas SMP yang ada di pulau Salura.

DSC00862

DSC00984

DSC01028

DSC01069

DSC00524

DSC00770


Photo & Text : @gevaldi

Serenity of Walking at Kyoto

Serenity of Walking at Kyoto

We know Kyoto is the place for temples, but does the city offers more than that? We had to do trial of wandering around Kyoto.

Setiap kita mau pergi, melihat referensi adalah hal yang biasa dilakukan. Tetapi dimanapun itu, pasti selalu tentang harus pergi kesini, harus pergi kesana, makan ini, lakukan itu dan banyak hal lainnya. Kalau kamu mau tahu tentang itu, jangan lanjutkan membaca artikel ini. It’s about walking experience, street photography type of article.

P1170184

Jalan kaki adalah kendaraan utama ketika di Jepang. Serius. Beneran. Sumpah. Kalau tidak bersiap untuk jalan kaki, siap siaplah koyo, salep, gel untuk sakit otot (saking ga mau nyebut merk), dan lainnya yang bisa menyembuhkan segala penyakit di kaki yang pegal.

Di satu sisi lainnya, memang sangat terorganisir untuk berjalan kaki di hampir seluruh Jepang. Seperti negara negara maju lainnya.

P1170174

The amazing thing about walking in Kyoto besides the good vibe of walking, the windy autumn when we walk around October – November, also the sights to see while walking. Di perjalanan dari pasar, menuju ke kuil – kuil terkenal di Kyoto, kamu bisa melewati berbagai pemandangan. Dari orang orang yang beraktifitas secara lokal seperti membeli minuman di mesin, duduk sambil minum kopi panas kalengan sampai penduduk lokal yang sedang bekerja seperti kurir dan banyak lainnya.

P1170216

P1170221

P1170236

P1170255

Pemandangan lainnya adalah berada di kota tua, kota modern dan taman atau alam terbuka dalam setiap bloknya. Seperti berada di satu tempat di sekitar tengah kota Kyoto, satu sisi melihat toko toko terkenal seperti Disney, Uniqlo dan lainnya. Pindah blok, lalu kita bisa menemukan taman di samping sungai dan kita berjalan di atas jembatan.

P1170225

P1170238

P1170239

We had a time frame to do other things, so that’s the reason not wandering so much at the area. Wish we had more time, will be back here soon!

Sejarah Visual Lewat Visualisasi Jaman

Sejarah Visual Lewat Visualisasi Jaman

Kami bawa banyak cerita dari perjalanan di Melbourne. Salah satunya adalah ketika berada di Federation Square. Satu yang selalu dilewati teman teman Indonesia, museum ini. ACMI, atau disingkat dari Australian Centre for the Moving Image. Satu tempat yang menceritakan sejarah, sekaligus menjadi tempat untuk belajar anak muda di Melbourne. Paling tidak itulah yang diinginkan para pembuatnya.

There are a lot of interesting thing going on at this place. Like every museum, they tried to tell you a story. Cerita tentang bagaimana pertama kali foto dan gambar yang bergerak pertama ditemukan. Lalu berlanjut dengan hal hal yang terasa nostalgis, seperti kartun jaman kecil, figur figur dan berbagai game jaman kecil. Yang merupakan bagian dari gambar bergerak yang dibuat oleh manusia.


One of the places that you adore well, if you liked your childhood movies, games and all. It was always open everyday museum time (means you don’t get it open by 10 PM). See all the pics, there is not a lot to tell if you didn’t see these pics. Till next time, kudos!

DSC02262

DSC02265

DSC02267

DSC02271

DSC02273

DSC02279

DSC02275

DSC02268

DSC02254

DSC02257

Wealthy Belly at Nishiki Market, Kyoto

Wealthy Belly at Nishiki Market, Kyoto

Jangan khawatir dengan bersambungnya setiap perjalanan kami. Kalau saatnya tepat, nantinya juga kamu punya kesempatan kok. Satu yang pasti, jangan sampai lupa untuk berbagi pengalaman.

Dalam kesempatan yang sudah direncanakan sejak lama ini, kami ke Jepang. Negara kecap asin dan teriyaki yang terkenal di seluruh dunia. Makanan adalah satu hal yang sangat menyenangkan untuk didapat dan dicari dalam setiap laju pacu kaki kami.

Dunia jajanan, begitu kami menyebut tempat ini. Pasar tradisional yang sekarang sudah menjadi destinasi turis seperti kami. Nishiki Market, Kyoto lah tempat dimana kami berkelana pertama.

P1170122

P1170123

Baru saja masuk, sudah bertemu dengan satu hal yang membuat hati menyenangkan. Mochi. Sekali lagi, MOCHI. Bukan sembarang mochi, tapi kue kenyal manis yang ini berasal dari Jepang. Mochi Jepang. Oh tenang, kami tidak hanya lebay, tapi pernahkah kamu makan seonggok mochi yang dingin ketika digigit, lumer ketika diemut tetapi tetap memiliki kekenyalan yang hakiki? Ya ini.

P1170125

P1170126

P1170131

P1170133

Sepanjang jalan, kami melihat banyak yang segar. Bukan orang orang yang lewat, tapi seafood, atau sushi karena lagi di Jepang. Rapih tersusun di atas es batu, daging ikan yang putih merah dan berwarna warni meyakinkan kepala kami untuk makan lagi. Tentu kami makan lagi, tapi bukan sushi yang kami genggam.

Takoyaki, original dengan potongan gurita di dalamnya. Sepertinya fokus kami kali ini jajanan ya. Add to that, fresh grinded grapefruit juice for the health! Mmmmmm… sour. Ada juga dango! Seperti bola singkong yang disate, tapi lebih kenyal dan chewy. Disiram dengan saus manis yang terbuat dari soyu atau kecap asin. Agak lucu karena biasanya kita mencium bau soyu selalu terpikir rasa asin, kali ini tidak. Tapi enak. Dilemanya adalah, ketika mau makan banyak tapi melihat banyak yang ingin dan harus dicoba. Bagaimana kalau setiap hari saja kita disini? HA.

P1170149

P1170141

P1170150

P1170152

Di ujung Nishiki, terdapat kuil yang juga menjadi situs terkenal karena kami mengungjunginya. Haha, bercanda sih tapi karena satu jalan, kami pikir, kenapa tidak lihat lihat sekalian? Lalu selesailah situasi pagi kami di Kyoto. Ya, ini baru pagi. Lanjut lagi di artikel lainnya mazzers.

P1170169

P1170161

P1170168

Rapor Akademik Mojang Bujang Design, Trajecstory 1.0

Rapor Akademik Mojang Bujang Design, Trajecstory 1.0

Kreatif, teman teman saya selalu ingin menjadi kreatif. Dunia menginginkan kita kreatif. Tapi mau mulai dari mana? Tugas kuliah? Bisa jadi kali ya.

Inspirasi yang kami dapat kali ini datang dari Trajecstory 1.0. Pameran yang karyanya berasal dari mata kuliah ilustrasi & buku anak, grafis portofolio, game design, animasi dan sebagainya di DKV ITB. Sebanyak itu, mazzers.

DSC07467 copy

DSC07464 copy

Sekian banyak tugas yang terpilih menjadi bagian dari eksibisi seni ini menjadi lintasan yang bercerita. Menurut teman teman dari Trajecstory 1.0, tema ini terdiri dari dua kata, trajectory (lintasan/orbit) dan story (cerita).
Semua yang ikut adalah mahasiswa S1 DKV, plus kolaborasi dari teknik elektro dan informatika serta mahasiswa S2 juga. Banyak ide ide menarik muncul dari rapor akademik ala DKV ITB ini. Siapa yang menyangka, ternyata dalam pameran ini ada penampilan animasi dari ASIAGRAPH 2016 juga lho. Menang banyak deh jadinya!

DSC07450 copy

Sangat menyenangkan melihat panel demi panel dan perkembangan lintasan ceritanya. Walau kita tidak mengenal siapapun dalam eksibisi ini, tapi, semuanya terlihat belajar dengan baik yaaa. Sangat menghasilkan! Cool artsy vibes inside academic studies. Will be waiting for the next, 2.0 perhaps?

DSC07460 copy

DSC07469 copy

DSC07476 copy

Photo : @studiogeest / Budhi Susanto

Late Night Eats at Melbourne

Late Night Eats at Melbourne

Malam, yang selalu datang di dalam setiap perjalanan. Jika kamu memulai pagi maka akan berakhir malam. Tetapi tidak selalu begitu. Ada harinya ketika kita bersantai di pagi hari, mungkin menghindari rusuhnya jalanan di pagi hari. Oleh karena itu, hari ini kami menjadi anak malam di negara asing. Melbourne.

P1100574

Dimulai dari mengunjungi restoran kesukaan semua orang, di pinggir sungai. Siapa yang tidak suka makan di pinggir sungai dalam suasana yang nyaman tidak terlalu dingin pada bulan April di Australia? Paling tidak teman teman disini sangat menyukainya. Walau malam, tetapi tetap ramai.

Di sekitar South Wharf, perpanjangan dari Southbank dan masih merupakan satu rezim dari sekitar sungai Yarra. Kami mengenal Munich Brauhaus, dari namanya saja sudah sangat Jerman. Sebenarnya mengunjungi teman saja disini, tapi jadinya lihat lihat. Resto ini sangat luas, bisa mencakup sampai 3000 pengunjung. Ruang makan ada 4 area, di setiap area punya karakter masing masing. Ada yang dilengkapi stage, ada ruang setengah berdiri atau meja tinggi dan ruang makan meja formal di atas dan outdoor area. Lengkap untuk semua keluarga, saya rasa.

P1100587

P1100592

P1100591

Selain itu, South Wharf dan sekitar Yarra River memang terkenal dengan beberapa bar dan lounge yang menarik untuk dikunjungi. Melbourne Public Bar, selalu ramai di kala weekend dengan DJ dan penampilan live dari musik lokal (buat kita internasional sih). Plus 5, satu lounge yang menarik karena selalu mengajak untuk undang banyak orang jangan cuma sendiri (oke karena kita tidak sampai lima, kita di depan saja).

Masih banyak tempat bercengkrama malam yang menarik untuk dikunjungi setiap malam. Tidak cukup untuk satu malam berada di lingkungan ini. Beberapa teman berkata, saking Melbourne terkenal dengan kulinernya, banyak resto dan lounge yang tutup dan berganti pemilik semudah menjentikan jari setiap bulannya. Wow, what a challenge that is !

P1100588

P1100580

P1100579

P1100583

Bercerita banyak hal membuat kita yang tadinya jalan- jalan menjadi lapar di saat jalan pulang. Maka, kami berhenti di salah satu gerai masakan Cina yang yaa… terlihat biasa saja seperti gerai yang sering kita temui di Jakarta dengan gantungan daging di depannya. Hanya, bedanya disini tidak digantung. Tapi ya kurang lebih seperti itulah. Tetapi, karena ini adalah rekomendasi dari teman kami, hayuklah kita masuk dan coba apapun yang menanti disini.

Rose Garden. Itulah namanya. It was not rose kind of smell, but smells like oyster sauce, 5 spice melts with dishes, soy sauce and eggs on a pan kinda smell that sings in our garden. Ya, ini sangat menarik hidung kami. Menu, sangat sederhana. Nasi dengan telur dan ayam, atau nasi dengan daging, atau nasi dengan sayuran selayaknya di negara Asia yang mendewakan nasi. Pesanlah kami beberapa macam, dan ternyata enak! Enak! Enaaaaak! Kalau kamu percaya makanan dengan MSG itu enak, ini punya kadar MSG yang cukup di dalam hidup. Porsi, adalah hal yang lain. Banyak! Banyak! Mungkin kalau tidak selapar ini, saya tidak bisa menghabiskan satu porsi dan berakhir untuk makan pagi di esok hari.

DSC02464

DSC02461

DSC02459

DSC02457

Oke sudah lumayan banyak untuk cerita kali ini. Malam hari di Melbourne tentu punya lebih banyak lagi petualangan dibandingkan yang saya lakukan. Kapan kamu kesini mazzers?

Soothe Stream : Good 7AM

Soothe Stream : Good 7AM

Nikmat apalagi yang ingin diekspresikan bumi ketika bangun pada musik. Untuk itulah ada banyak lagu menjadi bahan untuk bangun tidur. Kami bangun pada lagu lagu ini, di weekend. Merujuk pada kemalasan yang merupakan sumber kerajinan di esok hari. Kami bangun, lalu tidur kembali.

Seperti hari minggu. Langit biru.

Kalimat terakhir tidak ada hubungannya. Baik seperti jam tujuh. Enjoy Good 7 AM.

Letakan Pundak di Melbourne Central

Letakan Pundak di Melbourne Central

Berada di kota pasti ada selanya. Ketika sedang bosan, kafe atau taman menjadi pilihan wajar untuk keluar dan menikmati hari yang lebih tenang. Untuk kami, menulis dan menemukan sesuatu yang asik untuk ditulis adalah guna dari sela setiap kota. Makanya, ketika ada di kota Melbourne harus juga mencari tempat beradu sela.

Shopping mall is one of the choice when you got into this city. Namanya memang wajar wajar saja. Seperti di Indonesia, Melbourne juga memiliki mal tempat belanja. Bedanya adalah di kota ini lebih banyak tempat makan dan bersenda gurau dibandingkan tempat untuk membeli barang. Jasa adalah suatu hal yang suci di tempat ini. Queen Victoria Village adalah salah satu tempat yang kami kunjungi untuk mencari sela. Hey, tempat duduk di rumput buatan adalah keasikan yang ditemukan di tempat ini. Bukan untuk futsal, sesimpel untuk duduk dan membuka makanan atau menyeruput kopi saja. Truly a soothing place, isn’t it?

DSC02170

DSC02171

Selain QV, salah satu tempat untuk menyendiri juga ada di dekat stasiun ramai di Central Melbourne. Flinders Station and Federation Square are two of the most popular relationship that we had. Kalau mau ke luar kota dengan kereta, Flinders station jawabannya. Ketika ingin menyendiri atau sekedar ngobrol tanpa harus keluar uang dan meluruskan kaki di Federation Square tepat di seberang St Paul’s Cathedral (sempet masuk foto lalu keluar lagi, padahal ga boleh foto). Disini ada yang jual es krim, bisa duduk di kursi kursi depan ACMI (yang juga menarik tapi nanti aja ceritanya). Tidak lupa juga ada kawanan merpati kadang ikut cari makan disini. Seru dan santai.

DSC02238

DSC02281

DSC02239

Mari kita lanjutkan perjalanan. Stay healthy and explore more mazzers.

Jogging Seni di ArtJog

Jogging Seni di ArtJog

Setiap tahunnya seni merupakan hal yang penting bagi masyarakat Jogjakarta. Lalu kami berangkat pada satu festival seni modern di Yogyakarta, ArtJog. Tahun ini akan diadakan pada Juni. Setiap bagian seni dari Yogyakarta punya kesenjangan tersendiri, bahkan hingga internasional. Karena pada festival ini, pun banyak turis internasional yang berkunjung.

Punya kesenangan dibidang seni memang akan terpuaskan begitu menuju kemari. Tetapi, buat yang tidak tahu banyak, layaknya kami. Seni di sekitar Museum Nasional Jogja ini punya banyak kejutan. Dari seni rupa, seni panggung, seni visual, seni pencahayaan dan masih banyak lagi bentuk kolaborasi yang bisa ditemui. Beberapa seniman terkenal juga muncul dan ikut berkontribusi. Dalam periode tertentu, terdapat artist talk dimana kamu bisa ketemu langsung sama yang membuat karya seni.

P1110921

Sebenarnya para seniman Jogja punya banyak karya seni yang tersebar di Indonesia. Bahkan sampai ke bandara bandara di Indonesia. Jadi bukan sebuah kejutan kalau banyak studio atau kumpulan karya seni yang dijadikan bagian dari museum di Jogja. Kita akan keliling di beberapa tempat disekitar kota Yogyakarta untuk mencari itu. Ditunggu yaaa. Meanwhile, let’s crave for some jog inside ArtJog that we caught on camera. Let’s roll!

artjog - art jogja

P1120008

P1120010

P1120015

P1120036

Oh iya, ketika malam juga ada beberapa karya spesial yang ditampilkan seperti tari dan teater tradisional. Juga ketika sore, food truck mulai mengisi beberapa bagian dari ArtJog, membantu mengisi perut kita yang bergejolak. Oke banget nih!

P1120141

P1120143

P1120179

Touchdown at Melbourne

Touchdown at Melbourne

Memulai perjalanan menuju ke Melbourne, tanah Australia yang kata teman teman saya “The Most Liveable City in Australia”. Okeh, mari kita buktikan. Melipirlah kami ke bandara dan terbang dengan penerbangan ala ke luar negeri. Ya, memang menuju luar negeri sih. To us, overnight flight is the best choice for budget savers. Of course, we are saving to more great things that will happen in Melbourne, hopefully. Spesialnya dari terbang malam hari adalah, sampai di tujuan pagi! Mendapatkan pemandangan udara tanpa kabut asap dan horizon yang membelah dua warna tidak terjadi setiap hari di Jakarta. Walaupun Australia terlihat dekat, tapi kesini memakan waktu 8 jam. Ditambah terbang malam hari, tidur nyenyak dengan bantal tambahan merupakan sebuah momen yang patut dilupakan. Karena kami tidur. He. Tapi, bangun di saat yang tepat.

IMG_5993

IMG_5793

Here we come, Melbourne. Skip the boring part as packing out and so on, we managed to find one thing that we need. Coffee, speciality coffee. Disini hampir tidak ada kopi wanita hijau (we’ve said this before, I guess), karena sebagian besar memiliki kemampuan untuk mengolah dan mencari kopinya masing masing menjadi sesuatu yang spesial. Pour over coffee, espresso machines, and a lot of styles of making coffee with each complexity of taste and aroma kept this city cool phase. Selain itu, makanan juga menjadi satu hal yang menyenangkan di sini, bisa dilihat di artikel kami tentang makan minum di Melbourne di sini. Maklum kami turis di kota baru ini jadi semua perlu diabadikan, yeah.

IMG_5427

IMG_5428

IMG_5429

IMG_5434

Di luar itu, terdapat banyak spot menarik yang akan memiliki visual yang berbeda di setiap periodenya. Beberapa yang kami temui adalah seperti tempat semua kereta bertemu, yaitu Melbourne Central. Bangunan yang terlihat tua ini adalah satu bagian yang dilindungi sebagai spot penting di Melbourne secara sejarah. Di bagian depannya terdapat banyak graffiti artist yang berkerja dan membuat lukisan lukisan asik dari film film terkenal seperti Avengers.

IMG_5843

IMG_5872

DSC02138

Pemula di Dapur Cirebon

Pemula di Dapur Cirebon

Pemuda bukan berarti pemula. Tapi untuk seseorang yang datang ke Cirebon pertama kalinya untuk makanan, pemula. Pertama kali juga makanan makanan ini kami kenal dari namanya. Nasi lengko, nasi jamblang, empal gentong, mie koclok dan banyak lagi. Hanya saja mengenal nama tidak cukup, harus tahu selanya dimana bisa mendapat yang enak mazzers.

P1100731

Pertama tama dari keluarga nasi, lengko. Nasi ini seperti nasi campur. Tahu, tempe, toge, serta hal hal lain dengan hijau dan cokelat memenuhi piring. Kalau lapar banget, sambil makan sate kambing. Rasanya enak, tapi kalau kata sumber terpercaya kami, tambahkan kecap manis biar enak sekali. Pada dasarnya, kita memang cuma makan ini sekali.

P1100732

Masih dari keluarga nasi, nasi jamblang. Jamblang memang terdengar seperti kata yang negatif, tetapi tidak ketika selesai makan nasi jamblang. Nasinya biasa, tapi banyak lauk lauk yang terlihat biasa di mata. Ketika masuk mulut, aw ow aw, mari makan terus. Kalau kamu pernah dengar nasi kucing. Khalayaknya sama, tapi beda daerah. Selain itu, perkedel yang dijual sebagai lauk nasi jamblang mempunyai textur yang berbeda. Kriuk kriuk ketika dimakan, bentuknya seperti tahu bulat walau harganya lebih dari 500 rupiah. Tidak apa, kami ingin satu toples penuh perkedel ini.

P1110089

P1110092

P1110093

Selain keluarga nasi, juga ada keluarga roti panggang di Cirebon. Bukan hal yang luar biasa memang, tapi roti panggang tidak memiliki banyak pilihan makanan. Minuman, hal yang lain. Banyak pilihannya dan setiap tempat ropang punya keindahan tersendiri. Dalam hal ini, es susu ini penuh keindahan di malam yang gelap.

P1110103

Paragraf diatas hanya intermezzo. Tapi ini adalah inti utama perkulineran Cirebon. Empal Gentong. Dari sebuah gentong tanah liat buatan khusus yang tidak pernah dicuci minimal 3 turunan. Empal yang dimasak di gentong ini akan semakin enak seperti meminum anggur. Kuahnya apalagi. Tambah kerupuk juga apalagi. Nikmat apalagi yang bisa diberikan? Apa… apaaaaaaa.

P1110107

P1110108