Latepost

Bekraf Dorong Startup Pembuat Film dengan Investor di Akatara 2019

Bekraf Dorong Startup Pembuat Film dengan Investor di Akatara 2019

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Akses Permodalan bekerjasama dengan Badan Perfilman Indonesia (BPI), menyelenggarakan Road to Akatara Indonesia Film Business and Market di Jakarta. Acara ini bertujuan untuk mempertemukan para pembuat film (film marker) dengan investor di Jakarta (9/7/19).

Konsep Akatara 2019 yang rencananya akan digelar pada 19-22 September 2019 ini dibuat lebih beragam dari sebelumnya. Tak hanya sebagai ajang perjodohan pembuat film tanah air dengan pemilik modal, Bekraf juga memfasilitasi proyek terpilih dari berbagai macam genre dengan kegiatan perfilman lainnya, dan juga mengedukasi para pemilik kapital mengenai seluk beluk penanaman modal di sektor film.

Fajar Hutomo, Deputi Akses Permodalan Bekraf mengatakan “Kami ingin para pemilik modal ini paham mengenai bagaimana dan apa keuntungan menanamkan modalnya di industri film ini. pada dasarnya kami ingin membangun ekosistem industri film di Indonesia,” ujarnya.

Tahun ini Akatara menyediakan 100 booth mini expo yang jauh lebih beragam. Selain itu, akan ada 40 sumber pendanaan yang hadir selama pitching forum dan speed dating pada sektor investor. Akatara juga akan menciptakan akses permodalan dan mendorong film enterpreneurship yang lebih profesional.

Triawan Munaf, Kepala Bekraf juga menyampaikan “Geliat investasi di bisnis film Indonesia saat ini sudah mulai menunjukkan tren positif. Kami berharap investor serta berbagai pihak pendukung perfilman Indonesia lainnya dapat menjadikan Akatara sebagai meeting point strategis untuk mengembangkan ekosistem perfilman Indonesia.”

Akatara akan bekerjasama dengan banyak pihak dari dalam maupun luar negeri. Kerja sama khusus akan dijalin dengan pihak Aprofi dan Komite Buku Nasional yang menginisiasi program Akatara IP-Market yakni pitching penulis buku/novel kepada para produser film. Selain itu, akan berkolaborasi dengan The United Team of Art (TUTA), yakni lab program investasi proyek film khusus bertema urban legend.

Kerjasama tersebut seperti antara lain, bantuan supervisi kepada sineas, pemodalan, dan mengolah proposal film sampai siap dan matang untuk diajukan kepada investor produksi film.

Chand Parwez, Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) juga menyatakan bahwa BPI serius untuk mendorong Akatara agar lebih besar. “Gelaran ini harus benar-benar bisa menjadi forum titik temu yang produktif dan menguntungkan sineas Indonesia serta investor. Untuk itu kualitas seleksi karya dan calon investor akan menjadi prioritas utama penyelenggaraan Akatara,” kata dia.

 

We are so excited, don’t you?

Perjalanan 12.000 KM Menuju Indonesia

Perjalanan 12.000 KM Menuju Indonesia

Perjalanan 12.000 km dari Nijmegen menuju Jakarta yang penuh makna dan cerita, berhasil ditempuh oleh pasangan Diego dan Marlies. Perjalanan yang biasanya ditempuh hanya dengan kurang lebih 13 jam menggunakan pesawat tidak dirasakan oleh mereka kali ini. Dimulai pada 2 April 2018 dari Nijmegen, mereka mulai mengayuh sepeda dengan membawa perbekalan seberat 50 kg di setiap masing-masing sepeda. Berawal dari mengumpulkan dana pribadi Diego dan Marlies berhasil untuk mewujudkan perjalanan ini, perjalanan yang menjadi sosial yang diberi nama “Everything in Between”.

Dalam perjalanan mengayuh melewati 23 negara menuju Indonesia, Diego dan Marlies mempertanyakan apa artinya hidup. Setelah melalui perjalanannya mereka menemukan arti hidup yang berasal bukan dari rutinitasnya, tetapi lebih mengerucut. Mereka juga mengabadikan perjalanannya melalui akun media sosial @everythinginbetween. Dan mereka membuat sebuah program untuk perjalanan kali ini, program yang dinamakan #ForEverythingThatMatters ini berbentuk donasi yang bekerjasama dengan kitabisa.com, Lestari Sayang Anak, Jakarta Animal Aid Network, dan Kebun Kumara.

Setelah mereka sampai di Indonesia, perjalanan mereka ini amat sangat didukung oleh banyak pihak yang memiliki misi yang sama. Tidak berhenti disitu, Everything in Between membuat sebuah pameran yang berlangsung di Kopi Kalyan Barito. Berkolaborasi dengan Ago Architect, Runhood, Dusdukduk, Big Change Agency, Molecule dan The Fit Company dan tentunya Project Manager dari Everything In Between: The Exhibition selaku kakak dari Diego, Andien Aisyah.

Suasana Sejuk di Tengah Kepadatan Jakarta

Suasana Sejuk di Tengah Kepadatan Jakarta

Ditengah kepadatan ibukota Jakarta, tidak ada salahnya jika melipir untuk menikmati kedai kopi yang tersebar di Jakarta. Dengan konsep yang berbeda dari kedai kopi lainnya, kali ini kalian bisa menikmati kopi dengan suasana alam yang sejuk di tengah hutan kota. Tidak perlu khawatir, kalian tidak usah jauh-jauh untuk pergi ke Kebun Raya Bogor untuk menikmatinya.

Arborea Cafe, kedai kopi ini terletak di pusat Jakarta, tepatnya di kawasan hutan kota Arboterum, Manggala Wanabakti. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mewujudkan konsep kafe di tengah hutan ini tepat saat momen Asian Games 2018, untuk ikut menyemarakkan pesta olahraga Asia tersebut.

Kedai kopi dengan konsep yang unik tentu selalu ramai dengan pengunjung. Kalian akan merasakan suasana ademnya kota Jakarta sambil menikmati kopi dan mengobrol bersama teman-teman. Kalian serasa jauh dari ibukota yang padat ini dan melupakkan kesibukan yang ada. Memiliki bangunan yang minimalis, tentunya menjadi sasaran para pengunjung untuk berfoto. Tenang, mereka tetap menjual makanan dan minuman, tapi bedanya mereka memakai konsep ramah lingkungan untuk peralatan yang ada. Kalian tidak akan menemukan gelas atau piring plastik, karena semuanya disini menggunakan gelas, piring kertas yang menjadi tempat hidangan kalian nantinya.

Tetapi jika ingin berkunjung kesini kalian harus ingat, karena berada di dalam komplek Kementrian, jadwal kedai kopi ini mengikuti jam kantornya yaitu Senin – Jumat, jam 08.00 – 19.00 dan tentunya Sabtu, Minggu libur. Tempat ini juga lebih enak untuk di kunjungi saat tidak hujan, walaupun saat hujan kesejukannnya masih terasa, namun kalian tidak bisa duduk-duduk di area depan kafe ini.

CHILDHOOD MEMORIES : The Invisible Chapter

CHILDHOOD MEMORIES : The Invisible Chapter

Kita pasti rindu saat dimana kita tanpa rasa takut menumpahkan segala warna, menggoreskan garis tanpa ragu, tanpa ada peduli pendapat orang lain, murni akan kecintaan kita dan keceriaan dalam menggambar pada sebuah kanvas, itulah latar belakang Arkiv Vilamansa pada solo exhibition nya kali ini yang bertajuk Childhood Memories, Arkiv mencoba media baru dan keluar dari gaya nya melukis pada biasanya.

IMG_0372

Explorasi yang berinspirasi dari masa kecil nya lah yang membuat pameran Arkiv kali ini di dominasi dengan gaya abstrak, Arkiv menurut sertakan anak nya untuk ikut andil dengan setiap karya nya yang dibuat, gaya menggambar anak kecil membuat Arkiv berani membuat garis2 abstrak dengan kombinasi warna warna yang kontras.

IMG_0358

IMG_0363

IMG_0368

Pameran berlangsung dari 8 desember 2018 sampai dengan 8 janurai 2019 yang diselenggarakan di Cans Gallery Tanah abang, jadi bagi kalian yang ingin melihat karya – karya Arkiv masih dapat melihat karya dari salah satu seniman kebangga Indonesia ini.

IMG_0356

Cuma Rp 1000 Bisa Dapat Sneaker!

Cuma Rp 1000 Bisa Dapat Sneaker!

Sneaker enthusiast, here we go!

Salah satu event sneaker terbesar di Asia Tenggara kembali hadir di Jakarta. Urban Sneakers Society akan diselenggarakan pada 9-11 November di Lantai 3 Pacific Place, SCBD ini dipersembahkan oleh DANA.

Pada penyelenggaraan tahun ini, DANA membantu kalian para pecinta fashion, khususnya streetwear dan sneaker untuk berbelanja di USS. Ribuan sepatu pun disediakan produk-produk terbaik dari brand internasional ataupun lokal bisa kalian temukan disini. Seperti brand-brand terkemuka, Adidas, Puma, Sabotage, Superga, 707, Untold, Nah Project dan masih banyak lagi, ikut menghadirkan berbagai koleksi kolaborasinya dan koleksi ekslusif mereka.

2

Tidak ketinggalan, USS kali ini dimeriahkan oleh artis-artis sneaker ternama dari dalam maupun luar negeri, seperti Timothy Sabajo dari Patta (Belanda), Mark Ong dari SBGT (Singapura) dan Pandupolo dari IST (Jakarta) yang akan berbagi pengalaman di bidang streetwear. Banyak musisi yang ikut meramaikan USS tahun ini, seperti Dipha Barus, Iwa K, Rayi Putra, Ramengvrl dan masih banyak lagi.

So, let’s take your favorite sneaker!

Bermain di Instrumenta 2018

Bermain di Instrumenta 2018

“Apakah permainan dapat disebut dengan seni?”

Pertanyaan itulah menjadi tema utama dari festival seni media internasional yang diresmikan oleh Direktorat Kesenian Kemendikbud yang bekerja sama dengan Galeri Nasional ini.

0370

Berinteraksi dan bermain, mungkin itu juga bisa menjadi gambaran untuk pameran kali ini, ya Pameran Instrumenta 2018: Sandbox. Kemarin ini kami berkesempatan untuk bermain disini, mulai dari permainan yang bisa dimainkan sendiri, berdua maupun lebih dari itu. Banyak pilihan permainan dari instalasi-instalasi yang dipamerkan disini.

0325

0358


Diselenggarakan di gedung B, C, D Galeri Nasional Indonesia 11 – 30 November nanti, pameran ini memang memerlukan interaksi dengan instalasi yang dipamerkan bahkan dengan pengunjung lain yang datang kesini. Jadi kalian tidak perlu khawatir tidak memiliki teman bermain, kalian bisa bermain dengan siapa saja disini, dari teman kalian sendiri atau orang yang kalian tidak kenal sebelumnya.

0335

0342

Ada 29 karya seni yang dipamerkan disini, mulai dari yang menggunakan teknologi virtual reality, game digital, arcade game, kecerdasan buatan (artificial intelligence), bebunyian dan masih banyak lagi. Tentunya pameran ini juga bekerja sama dengan kurang lebih 26 kurator dari dalam maupun luar negeri, mereka semua berhasil membuat pameran ini menjadi hidup dan berbeda dari pameran-pameran lainnya yang pernah diselenggarakan disini.

Jadi, jangan sampai ketinggalan untuk merasakan sensasi bermain di pameran ya!

Kombinasi di Pameran Seni

Kombinasi di Pameran Seni

Apa jadinya jika sebuah instalasi pameran seni digabungkan dengan teknologi dan musik? Minggu kemarin, kami melihat 3 hal itu di pameran Wave of Tomorrow. Pameran yang berlangsung dari 19 sampai 28 Oktober 2018 di The Tribrata Building ini merupakan pameran yang menampilkan cara baru untuk memperkenalkan karya seni kepada para pengunjung. Instalasi seni yang ada disini ingin menyampaikan pesan dari pengalaman manusia dan membuatnya lebih interaktif.

0032

Hampir semua instalasi di pameran ini memadukan lampu – lampu dan kombinasi warna sebagai kekuatan utama dari visual pameran ini, kecuali satu seni instalasi dari Stereoflow, yang membuat mural berukuran cukup besar dan setelah kami lihat ternyata juga satu – satunya karya yang berada di tempat yang terang.

0070

0057

Wave of Tomorrow menampilkan tema yang cukup segar dengan konsep yang terbilang unik walau tidak dapat dibilang sebagai yang pertama. Selain memamerkan instalasi karya seni dari kurator – kurator, acara ini juga diisi oleh kurang lebih 30 penyanyi dan musisi yang ikut meramaikan, mulai dari Maliq & D’Essentials, The Groove, Yura Yunita dan masih banyak lagi. Terima kasih untuk mereka yang selalu menggelar pameran seni khusus nya di Jakarta, karena kami sangat haus akan hal baru.

0046

0043

0090

Warna – Warna Penuh Makna

Warna – Warna Penuh Makna

Berbeda bukan untuk dibedakan. Berbeda bukan berarti tak bisa.

Kagum saja tak cukup untuk menggambarkan perasaan kami saat menghadiri pameran seni bertajuk “Warna Warna”.

“Mereka (anak disabilitas) bukannya enggak bisa, tapi mereka melihat dari perspektif yang berbeda.”

IMG_0130

Berangkat dari ide tersebut, Penyanyi jazz Andien Aisyah menggelar pameran seni bertajuk “Warna Warna”. Pameran yang diselenggarakan dari 29 Agustus sampai 9 September 2018 di Dia.Lo.Gue Art Space, Kemang, Jakarta Selatan ini menampilkan 62 buah hasil karya yang terbagi dalam tiga kategori yakni karya murni penciptaan, karya dengan referensi foto sebagai objek kekaryaan, dan karya remake. 

IMG_0123-e1536554875609

IMG_0108-e1536555094639

IMG_0103-e1536555035409

IMG_0088-e1536554956167

Berkolaborasi dengan lembaga pendidikan kesenian Art Therapy Center Widyatama (ATC), melalui pameran ini Andien ingin mengajak masyarakat untuk melihat anak-anak berkebutuhan khusus dari perspektif yang berbeda. Salah satu karya yang ditampilkan disini adalah instalasi interaktif,  Tree of Hope yang dibuat oleh Larch Studio, Ogi. Terbuat dari ranting-ranting kayu dan gulungan benang sisa pabrik karpet ternyata pesan yang ingin disampaikan adalah bagaimana sesuatu yang “terbuang” dan “tidak berguna” bisa menjadi cantik dan memiliki nilainya sendiri.

IMG_0126-e1536557316947

Andien juga meluncurkan single dengan judul yang sama dengan pameran ini dan juga memamerkan video klip nya dengan instalasi yang apik.

Sebuah acara yang menarik yang sarat akan pesan, two thumbs up untuk Andien!

Kumpulan Ingatan yang Menjadi Karya

Kumpulan Ingatan yang Menjadi Karya

Bagaimana sebuah ingatan bisa menjadi salah satu alasan utama seseorang membuat karya? Apalagi ini bukan ingatan dari dirinya sendiri.

Hal itu terjadi dengan karya-karya di pameran Kisah Dua Kota: Arsip Naratif dari Ingatan yang berlangsung pada 13 sampai 29 September 2018 nanti. Berisikan pengalaman pararel dan gambaran mengenai sejarah modern Korea dengan Indonesia di masa lalu.

0199
0191

Beberapa seniman pun ikut berpartisipasi dalam pameran kali ini, antara lain: Forum Lenteng (Jakarta), Irwan Ahmett & Tita Salina (Jakarta), Jatiwangi art Factory (JaF) dan Badan Kajian Pertanahan (Jatiwangi), mixrace (Seoul), Sulki & Min (Seoul) dan Sunah Choi (Busan, Berlin).

0200
0197
0196
Diselenggarakan di Gedung A, Galeri Nasional, Jakarta Pusat. Kalian bisa menemukan beberapa arsip-arsip yang dikumpulkan, dipelajari maupun didokumentasikan sebuah fakta dari kedua negara yang terlupakan atau teraibaikan dari sejarah dua negara sejak tahun 1945. Di sisi lainnya, “Arsip Naratif” ini menyiratkan adanya sebuah “jurang” yang berlawanan antara kesepakatan sejarah, fakta universal dan kenangan yang subjektif. Pameran ini juga ternyata ingin mengeksplorasi “perbedaan” antara realitas dan ilusi, komunitas dan individu, serta catatan objektif dan terjemahan artistik.

#NJOY – Warna Warni Festival Komunikasi

#NJOY – Warna Warni Festival Komunikasi

Mari rasakan warna-warni keseruan pameran di tengah lobby mall.

Mungkin terasa berbeda dengan pameran lainnya, tetapi kali ini LSPR Communication Festival kembali menyelenggarakan sebuah pameran di FX Sudirman, Jakarta Pusat. Sebuah pameran yang dibuat oleh batch 19 dari LSPR ini berhasil menarik perhatian para pengunjung mall.

Acara yang diadakan tanggal 27 sampai 29 Juli 2018 kemarin pun diisi oleh beragam acara, dimulai daritalkshow mengenai bisnis bersama Marcus Tan, co-founder dari Carousell,  “Entrepreuner Diaries” bersama Ibu Prita Kemal Gani dengan bintang tamu Rachel Vennya dan Prilly Latuconsin sampai pameran karya mahasiswa/mahasiswinya sendiri. Selain itu, ada penampilan dari Hi Friday, Trisouls, Fourtwenty dan juga Jaz yang ikut meramaikan acara yang diadakan 3 hari ini. Njoy!

Welcome Back to Anime Festival Indonesia!

Welcome Back to Anime Festival Indonesia!

Anime Festival Indonesia hadir kembali dengan venue barunya. Tahun 2018 ini AFA kembali ke Indonesia untuk ketujuh kalinya, tentunya dengan menghadirkan sederet bintang JPOP dan antusiasme pop exhibition khas distrik Akibahara & Harajuku ke venue barunya di Indonesia Convention Exhibition, Jakarta pada 31 Agustus, 1 & 2 September 2018.

Anime Festival Indonesia 2018 (C3AFA18 JKT), akan hadir sebagai pesta pop culture terbesar juga terpopuler se-Asia, dan telah mengkonfirmasi enam artis penampil dari Jepang yang akan tampil sebagai sebagai pengisi konser “I LOVE ANISONG” 2018 ini.

C3AFAJKT IMG Stage Jojo
Ami Wajima, Band-Maid, Egoist, Mashiro Ayano, Megumi Nakajima & True, akan tampil di panggung ANISONG C3AFA18 Jakarta dan ini merupakan pertama kalinya kelima artis ini akan tampil di Indonesia. Selain itu, masih banyak special guest yang turut meramaikan acara perayaan budaya Pop Jepang, seperti, JoJo’s Bizarre Adventure Golden Wind, special showcase dari Eri Sasaki, penampilan dari JKT 48 dan tentunya masih banyak lagi!

Kenny G is Coming to Town!

Kenny G is Coming to Town!

You better prepare for the smoothest sound of your night with Kenny G

Pemain saksofon kenamaan dunia, Kenneth Bruce Gorelick atau kita kenal dengan nama Kenny G, akan menggelar konser tunggalnya “One Night Only: Kenny G Live in Jakarta” pada 6 November mendatang.

Dalam konser yang akan diadakan di The Kasablanka, Mall Kota Kasablanka, Jakarta ini, Kenny G akan mengobati kerinduan penggemarnya di Tanah Air dengan menyajikan warna berbeda dari album bertajuk “The Brazillian Nights” yang diluncurkannya pada tahun 2015.

Berkarir selama kurang lebih tiga dekade, Kenny G telah dianugerahi penghargaan bergengsi seperti Grammy Award, dan tercatat telah melahirkan 23 album musik. Keberhasilannya dalam mencetak rekor penjualan lebih dari 75 juta album pun semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu pemain saksofon terbaik di dunia. Kenny G pun berhasil mengambil hati para penggemar di Asia yang menantikan permainan saksofon apik miliknya.

Mengenai konser yang akan diselenggarakan di Indonesia bulan November mendatang, Kenny G mengatakan “Senang rasanya bisa kembali bertatap muka dengan para penikmat musik di Asia, khususnya Indonesia. Saat konser nanti, saya ingin berbagi kecintaan saya terhadap musik Bossa Nova yang telah menginspirasi saya sejak lama. Saya akan mengajak penggemar untuk bersama-sama merasakan romantisme layaknya saat berkeliling menikmati suasana malam di Brasil yang eksotis dan penuh warna, bersama orang tercinta. Saya berharap bisa menyajikan sesuatu yang lain dari yang lain bagi penggemar di Indonesia.” 

KV-2

Jadi, jangan lupa untuk membeli tiket untuk mendengarkan lantunan khas dari Kenny G di The Kasablanka pada November mendatang.

‘10 for 10’ in 10th Years Celebration!

IMG_1647

10 extraordinary installations with the concept of a unique museum show, what a great celebration!

Art  jakarta dengan beragam karyanya selalu tidak pernah mengecewakan kepuasan para penikmat seni. Di perayaan satu dekadenya, Art jakarta kembali menjadi wadah untuk mempertemukan para pelaku seni, pemilik galeri seni dan pecinta seni. Ajang seni kelas dunia ini berlangsung dari tanggal 3-5 Agustus di Grand Ballroom, The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta.

IMG_1656 copy

IMG_1669

Pada perayaan spesial di tahun yang ke 10 ini, Art Jakarta mengangkat konsep ’10 for 10’ yaitu 10 instalasi dengan konsep museum show dari seniman terkemuka Kemal Ezedine, Yani Mariani, Agus Suwage, Syagini Ratnawulan, Bagus Pandega, Hahan, Chinati Juhansyah, Eddie Sutanto, Heri Dono, dan Tere.

IMG_1633

IMG_1619

Namun tentunya tak hanya 10 instalasi itu saja, Art Jakarta juga diramaikan dengan puluhan karya dari seniman lainnya. Baik seniman lokal, maupun internasional.

IMG_1710

IMG_1728

We were drown in the beauty of each masterpiece! Setiap karya yang ada seolah menyampaikan cerita kasat mata yang sarat makna. Kalau ditanya tahun depan akan datang lagi jika ada, HELL YEAH!

 

Jepang “Juara” Di Worldcup Rusia

Jepang “Juara” Di Worldcup Rusia

 

World cup 2018 Rusia telah berakhir, Perancis berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Krosia di partai Final dengan kemenangan 4:2 untuk Perancis, dengan hasil ini Perancis berhak membawa pulang piala worldcup ke negri Perancis.

Selama sebulan event sepak bola terbesar ini telah diseleggarakan di Rusia sebanyak  64 pertandingan telah di selesaikan, tentunya banyak momen penting dan hal hal menarik yang terjadi, baik di dalam lapangan ataupun yang terjadi di luar lapangan bahkan perilaku dan kebiasaan suporter pun ikut meramaikan event 4 tahunan ini.

 

Screen Shot 2018-07-27 at 7.15.03 PM

Perilaku suporter yang paling berkesan selama worldcup 2018 ini adalah tindakan suporter Jepang yang membuat sebuah gebrakan baru dalam dunia sepak bola, bukan dengan tarian atau chant di lapangan layaknya seperti suporter dari negara negara Afrika melainkan dengan melakukan aksi bersih-bersih stadion setelah menyaksikan negara kebanggaannya bertanding.

 

Screen Shot 2018-07-27 at 7.18.47 PM

Aksi bersih bersih ini sudah dilakukan saat Jepang berhadapan dengan Colombia di fase grup. Saat pertandingan selesai para suporter Jepang beramai-ramai melakukan aksi memungut sampah yang berserakan di stadion. Bermodalkan plastik sampah ukuran besar mereka mulai menyusuri tribun stadion untuk mengumpulkan sampah sampah yang berserakan, dimulai dari sampah plastik, bekas botol minuman, dan sisa makanan pun tidak luput dari aksi mereka. Kemudian para suporter jepang mengumpulkan  semua sampah jadi satu untuk mempermudah para petugas kebersihan di stadion.

 

Screen Shot 2018-07-27 at 7.21.10 PM

Tidak hanyak suporternya yang melakukan aksi bersih-bersih, Timnas Jepang pun ikut melakukan aksi hal yang sama di ruang ganti pemain. Aksi ini dilakukan setelah Jepang harus pulang lebih cepat di fase knockout setelah ditumbangkan oleh Belgia. Walaupun menerima kekalahan dan harus kembali ke negaranya para pemain dan staff timnas Jepang melakukan aksi bersih bersih dan kerja bakti di ruang ganti pemain sebelum beranjak dari Rusia. Setelah ruang ganti pemain bersih dan rapih mereka juga meninggalkan secarik kertas dalam bahasa Rusia yang bertuliskan “terima kasih”.

 

Screen Shot 2018-07-27 at 8.09.43 PM

Dengan aksi bersih bersih stadion yang  positif ini, timnas Jepang dan suporternya bisa pulang dengan kepala tegak meski berbanding terbalik dengan hasil yang mereka dapat di worldcup 2018 ini. Karena dengan aksi bersih-bersih tersebut meninggalkan kesan positif bagi timnas Jepang dan suporternya di mata para pencinta sepak bola dunia.

 

Photo courtesy: @fifaworldcup

Sing Along and Dance With LaLaLa Festival 2018!

Sing Along and Dance With LaLaLa Festival 2018!

Magical night with LaLaLa Festival 2018 is back – more magical than ever!

The beautiful International forest festival was held on Saturday, 10 March 2018 in the perplexing woodland of Orchid Forest Cikole. We knew that it would be a magical night as i arrived at the venue. Tidak perlu banyak hiasan di sana karena keindahan alam dari Orchid Forest Cikole sudah sangat menghiasi seluruh tempat mulai dari jalan setapak, pepohonan, tenant, Navajo Stage hingga Ombre Stage.

P1320086

WhatsApp Image 2018-03-11 at 14.52.11

Forest Festival ini juga terkenal karena OOTD (Outfit Of The Day) yang digunakan. People are just all out about their outfit at LaLaLa Festival 2018. Baju yang bisa menghangatkan di hutan Orchid Cikole ini tetapi juga harus tetap fashionable!

456613

cute!
456614

456612

Sejak pukul 12.45, Ombre Stage sudah diramaikan oleh pengunjung yang ingin menyaksikan musisi favorit mereka. Kemudian, Navajo Stage baru ramai pada pukul 14.00. Pas banget, kita datang saat Ten2Five sedang tampil di Navajo Stage dimana semua orang ingin bernostalgia dengan bernyanyi lagu I Will Fly dan You.

P1320143

Selain Ten2Five, Navajo Stage juga diramaikan oleh beberapa musisi lokal lainnya seperti Rendy Pandugo, Pusakata dan ketika malam tiba, seluruh penonton Navajo Stage dibuat berjoget bersama The Groove dengan mereka membawakan lagu – lagu lama seperti ‘Dahulu’, ‘Khayalan’ dan lainnya yang membuat kita nostalgia ke tahun 90an.

WhatsApp Image 2018-03-11 at 14.52.16
Look how magical the stage is!

P1320227

Selain musisi lokal, di LaLaLa Festival 2018 juga dimeriahkan oleh banyak musisi Internasional, seperti di Ombre Stage ada RKCB, Wafia, Route 94 dan Bondax. Kemudian, di Navajo Stage di ‘gebrak’ oleh Tom Odell, blackbear, Oh Wonder dan ditutup oleh Blonde. Walaupun malam itu ‘diguyur’ hujan, para pengunjung LaLaLa Festival 2018 tetap semangat dan antusias dalam menonton musisi favoritnya

WhatsApp Image 2018-03-11 at 14.52.12

WhatsApp Image 2018-03-11 at 14.52.13

Breathtaking moment with Tom Odell

WhatsApp Image 2018-03-11 at 14.52.15

Oh Wonder just….oh….wow…..

We cant wait for LaLaLa Festival next year! 

Check out their social media :

Instagram : @lalala.fest

Twitter : @LalalaFest

Facebook :LaLaLa Festival

Ide – Ide Bisnis Generasi Muda Bersama Priceza

Ide – Ide Bisnis Generasi Muda Bersama Priceza

Priceza Indonesia, salah satu pelopor shopping search engine dan platform pembanding harga di Indonesia, menyelenggarakan “Priceza Young Entrepreneur Competition 2018”, ajang kompetisi bagi generasi muda Indonesia  dalam mewujudkan impian berbisnis.

Kompetisi yang dimulai sejak tanggal 28 Desember 2017 hingga 2 Februari 2018, sukses mendapatkan 12 ide bisnis dari para generasi muda, dari 140 tim yang berasal dari seluruh Universitas di Indonesia, yang telah mendaftar kompetisi tersebut. Berikut adalah pemenang dari kompetisi bisnis yang diselenggarakan oleh Priceza :

foto 2

(dari kiri ke kanan) Kharisma dari (Universitas Indonesia), Khaerul Sandi (Universitas Islam Negeri) dengan ide bisnis Titipin.id yaitu platform digital untuk Jasa Titip Jual-Beli Profesional  dan Bayu Irawan, Co-Founder & Country HeadPriceza Indonesia dan berfoto bersama usai pengumuman  pemenang.

Foto 3

Pemenang lainnya adalah Zhilan Fauzan (IPB) dengan ide bisnis Miara Farm yaitu investasi online peternakan berbasis syariah dan pemenang ketiga adalah Wulan Sari (UNJ) dengan ide bisnis Kommika yaitu komik matematika dan fisika online.

Foto 1

Hadir juga dalam acara awarding tersebut, Pranowo Sukantyoso Putro, Mentor for Indigo Incubator & Co-Founder Tanjoo; Bayu Irawan, Co-Founder & Country Head, Priceza Indonesia dan Hendry Pratama, CMO & Country Manager DI Marketing.

Sekali lagi selamat untuk para pemenang!

Photo Source : Priceza Young Entrepreneur Competition 2018 committee

Mengarungi Inspirasi di LocalStartupFest 2.0!

Mengarungi Inspirasi di LocalStartupFest 2.0!

Penuhnya Ballroom Kuningan City 19 Oktober yang lalu cukup menggambarkan betapa antusiasnya para pengunjung LocalStartupFest 2.0! Dari kaum millenials, bahkan sampai generasi tua pun hadir dalam acara ini. Selain menambah pengalaman, mungkin saja jadi inspirasi untuk punya bisnis startup sendiri.

DSC09974

Karena itu yang kami alami. Kami mengikuti 2 seminar yang memberikan banyak sekali pengetahuan baru tentang dunia startup. Selain itu, dalam seminar ini juga dijelaskan betapa menjanjikannya bisnis startup di era digital sekarang.

DSC09999

Selain belajar dari seminar, di acara ini pengunjung juga dapat mengunjungi booth-booth dari puluhan startup yang turut berpartisipasi dalam LocalStartupFest ini. Baik startup yang bergerak dibidang edukasi, bahkan sampai pada startup yang bergerak di dunia teknologi. Satu hal yang terbersit dipikiran kami selama acara ini adalah, building up our own startup business, why not?

DSC09954

Kalau kata kak Vikra Ijas, Co-founder & CMO Kitabisa, hal basic yang harus kita lakukan untuk membangun usaha startup kita sendiri adalah learning, exploring, and doing! Jangan pernah bosan untuk belajar dan mengeksplor kesempatan-kesempatan yang ada disekitar kita. Dan yang terpenting, just do it!