jalan jalan

Bersantai di Atas Hotel

Bersantai di Atas Hotel

Biasanya kami menghabiskan akhir pekan untuk pergi menjelajahi beberapa tempat baru. Tetapi, beda dengan kali ini, kami hanya memilih untuk menetap di satu tempat untuk bertukar cerita, berbagi canda dan tawa. Bergeser sedikit ke daerah Kemang, Jakarta Selatan, disana kalian akan menemukan tempat yang cocok untuk bersantai bersama teman-teman, di Hotel Monopoli.

p1380622_25311778527_o

p1380592_40151005332_o

Sebelum masuk, hanya dengan melihat arsitektur luar gedung kalian mungkin akan mengenali gedung ini. The Syah Establishment, mungkin itu yang akan terpikirkan oleh kalian yang “sadar”. Grup yang memiliki Bauhaus, The Gunawarman, Lucy in The Sky dan masih banyak lagi. Jadi gak heran, kalau perpaduan seni, budaya, fashion yang ada didalam gedung ini pernah kalian lihat di tempat lain. Karena memang benar Hotel Monopoli merupakan salah satu properti dari The Syah Establishment.

p1380595_39285409505_o

p1380611_39285347295_o

p1380626_28403313779_o

Tiba pukul 5 sore, dan kami langsung menuju rooftop bar yang dimiliki Hotel Monopoli, The Moon. Dengan suasana garden tropis, ditambah kolam renang kecil dipenuhi oleh pelampung-pelampung lucu semakin melengkapi suasana rooftop bar ini sendiri. Makanan yang disediakan pun tidak kalah enak dengan suasananya, apalagi melengkapi keindahan langit Jakarta di sore hari yang tentunya harus diabadikan oleh lensa kamera dan lensa mata kita pastinya.Jangan khawatir, disini juga banyak spot foto bagi kalian yang suka foto. So, jangan lupa abadikan kebersamaanmu dengan teman-temanmu ya!

Mempelajari budaya Tiongkok di Barat Jakarta

Mempelajari budaya Tiongkok di Barat Jakarta

Sabtu lalu, kami menyusuri daerah Jakarta Barat, tepatnya di Kota Tua. Ada beberapa lokasi yang menarik untuk dikunjungi bagi kalian yang ingin merasakan sensasi Chinatown di Jakarta.

40151264102_ac50934439_k

Pertama, kami menghampiri Pancoran Tea House. Kata Pancoran sendiri berasal dari kata Pancuran Air, karena dulu terdapat sumber mata air di daerah ini. Disini, teman – teman dapat menikmati teh yang disediakan secara gratis. Tradisi minum teh disini disebut juga, patekoan atau 8 teko. Karena disini terdapat 4 teko yang berisi teh tawar dan 4 teko lainnya berisi teh manis. Teh yang tersedia disini dapat dinikmati dari pukul 8 pagi hingga 7 malam setiap harinya dan bebas untuk siapa saja yang ingin meminum nya.

26311389208_fbe8c6e5a2_k

39286203105_ad9541629c_k

Kemudian kami menuju Vihara Dharma Bakti. Vihara yang didirikan pada tahun 1650 merupakan Vihara yang memiliki banyak sejarah, salah satunya peristiwa Geger Pecinan yang terjadi pada tahun 1740. Ada banyak masyarakat keturunan tionghoa yang terbakar pada peristiwa tersebut karena hubungan antara pengusaha Belanda dan Cina kala itu tidak akur.

26311186028_2a7b742d0d_k

P1380681

P1380687

Terakhir, kami mengunjungi beberapa pasar yang berada di daerah petak 9. Diluar Gang, banyak pedagang yang menjual pernak – pernik untuk menyambut Imlek seperti; gantungan, lampu lampu kecil, baju cheongsam, angpao hingga lampion. Sedangkan di bagian dalam, terdapat jajanan dan makanan berat khas Tionghoa yang bisa kalian coba.

P1380697

P1380668

Jadi, untuk liburan Imlek kali ini kalian mau jalan – jalan kemana Mazzers?

Photo : Desy Rufaida & Reza Ibrahim

Text : Nurul Rachmadini

Find your Analog Camera at Lowlight Bazaar

Find your Analog Camera at Lowlight Bazaar

Jadul & lampau, adalah ungkapan yang langsung terpikir bila mendengar kata “analog”. Tapi sesuatu yang jadul bukan berarti selalu memberikan konotasi yang negatif kan Mazzers? Contohnya ada ungkapan seperti “age is like fine wine, it gets better with time“. Hal ini juga berlaku di beberapa barang, salah satunya adalah kamera. Bukan tanpa alasan kami mengeluarkan pernyataan tersebut. Kami sempat datang dan menikmati pameran kamera analog.

6678508581410.LINE

6678508604234.LINE

Awal, kami tidak terlalu mengerti mengapa banyak yang bernostalgia dengan kamera tipe ini. Rasa penasaran mendorong kami untuk pergi mengunjungi salah satu pameran “lowlight bazaar 11“. Diadakan di Wisma Subud Fatmawati, dan karena analog, kami sempat berpikir bahwa yang akan datang adalah orang-orang berumur yang ingin bernostalgia dengan masa lalunya. Ternyata dugaan kami salah total, pengunjung acara ini hampir seluruhnya adalah anak muda dengan antusiasme tinggi memilih lensa dan badan kamera untuk keperluan mereka. Hobi ini seperti kembali ke masa lalu, dan tentunya menjadi salah satu investasi yang dapat dipertimbangkan (cie sok tua).

6678508641585.LINE

6678508820076.LINE

Di pameran ini kamu benar benar bisa menemukan berbagai macam pilihan badan kamera analog, lensa dan juga roll film dengan merek yang berbeda – beda. Tapi kamu harus sedikit bersabar karena tempatnya benar-benar penuh dengan antrian pembelian. Acara ini merupakan acara rutin yang diadakan oleh Jelly Playground, cek timeline mereka agar kamu tidak ketinggalan bazaar selanjutnya ya Mazzers.

6678508970850.LINE

6678508988601.LINE

300 kg ikan di pusat perbelanjaan

300 kg ikan di pusat perbelanjaan

Let’s see a grouper“, satu kalimat yang keluar dari mulut seorang teman. Kami sempat bertanya-tanya apa yang menarik dengan hanya melihat sebuah ikan yang bahkan bisa kamu temukan di restoran. Dia tidak memberikan keterangan lebih lanjut tentang hal tersebut dan meninggalkan kami dalam satu tanda tanya besar.

00778

00785

Kami diarahkan ke pusat perbelanjaan di Barat Jakarta. Neo Soho untuk lebih tepatnya. Sempat terpikir bahwa kami akan diajaknya ke sebuah tempat makan. “mungkin dia hanya bercanda”. Tetapi sesampainya disana kami diarahkan ke sebuah tempat bernama “Jakarta Aquarium” kami sempat mendengar sebelumnya tentang tempat ini, tapi kami belum mencari tahu lebih dalam tentang apa yang ada di dalamnya.

00804

00820

Menghabiskan waktu kurang lebih 1,5 jam di dalam aquarium. Kami banyak berpikir tentang bagaimana bisa mereka memasukkan begitu banyak ikan kedalam sebuah pusat perbelanjaan. Sedikit cerita tentang Jakarta Aquarium, disana kamu bukan hanya akan menemukan ikan saja tetapi ada beberapa satwa lain seperti jenis reptil.

00788

00797

Akhirnya tujuan dari akhir pekan ini semakin jelas saat kami dipampangkan dengan satu aquarium besar. Teman kami dengan semangat menunjuk satu ikan. Ikan kerapu 300Kg adalah maksud teman kami. Melihatnya berenang bebas sangat menghibur kami! Mungkin kami akan lebih sering mengunjungi tempat wisata seperti ini.

00890

00871

00869

00858

Photo : Desy Rufaida

Clean View at Art Jakarta 2017

Clean View at Art Jakarta 2017

Bisa dibilang, kami sering mengunjungi berbagai macam pameran seni. Mulai dari yang berada di Jakarta hingga pameran yang ada di berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara. Semua pameran memiliki pesan dan artinya masing-masing. Tidak ada kosakata negatif di dalam kamus kami mengenai sebuah pameran. Walaupun begitu kami masih memiliki deretan pameran yang ingin kami kunjung, satu yang selalu menjadi “mark” di kalender adalah Bazaar Art Jakarta.

0274

0294

Kami selalu hadir di Bazaar Art Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Tahun ini mereka berganti nama menjadi ART JAKARTA. “Unity in DIversity” menjadi tema besar dari Art Jakarta tahun ini. Satu kalimat yang bisa menggambarkan tentang Art Jakarta tahun ini adalah “kamu tidak akan bosan”. Kami disuguhi berbagai macam karya seni. Bahkan bisa mengelilingi ruangan berkali-kali untuk menikmati dan mengamati setiap goresan tinta maupun pahatan dari tangan seniman idola.

00422

00440

Mungkin ratusan karya seni tersebar di satu ruangan dalam Ritz Carlton Pacific Place ini. Beberapa menjadi satu perjalanan bagi kami. Terkumpulah foto foto yang memberikan kesan bersih dan minimalis. Tentu perjalanan kami akan berbeda dari teman teman lainnya yang datang ke Art Jakarta kali ini.

Tidak hanya berasal dari Indonesia, karya yang ditampilkan juga merupakan karya dari seniman mancanegara. Kami banyak belajar tentang bagaimana seni seharusnya dinikmati. Seni selalu dapat dilihat, dipelajari dan dimengerti oleh semua orang. Tentu saja juga dapat dibagikan pengalamannya. Kamu datang?

00453

00456

Photo : @desyrufaida

Serenity of Walking at Kyoto

Serenity of Walking at Kyoto

We know Kyoto is the place for temples, but does the city offers more than that? We had to do trial of wandering around Kyoto.

Setiap kita mau pergi, melihat referensi adalah hal yang biasa dilakukan. Tetapi dimanapun itu, pasti selalu tentang harus pergi kesini, harus pergi kesana, makan ini, lakukan itu dan banyak hal lainnya. Kalau kamu mau tahu tentang itu, jangan lanjutkan membaca artikel ini. It’s about walking experience, street photography type of article.

P1170184

Jalan kaki adalah kendaraan utama ketika di Jepang. Serius. Beneran. Sumpah. Kalau tidak bersiap untuk jalan kaki, siap siaplah koyo, salep, gel untuk sakit otot (saking ga mau nyebut merk), dan lainnya yang bisa menyembuhkan segala penyakit di kaki yang pegal.

Di satu sisi lainnya, memang sangat terorganisir untuk berjalan kaki di hampir seluruh Jepang. Seperti negara negara maju lainnya.

P1170174

The amazing thing about walking in Kyoto besides the good vibe of walking, the windy autumn when we walk around October – November, also the sights to see while walking. Di perjalanan dari pasar, menuju ke kuil – kuil terkenal di Kyoto, kamu bisa melewati berbagai pemandangan. Dari orang orang yang beraktifitas secara lokal seperti membeli minuman di mesin, duduk sambil minum kopi panas kalengan sampai penduduk lokal yang sedang bekerja seperti kurir dan banyak lainnya.

P1170216

P1170221

P1170236

P1170255

Pemandangan lainnya adalah berada di kota tua, kota modern dan taman atau alam terbuka dalam setiap bloknya. Seperti berada di satu tempat di sekitar tengah kota Kyoto, satu sisi melihat toko toko terkenal seperti Disney, Uniqlo dan lainnya. Pindah blok, lalu kita bisa menemukan taman di samping sungai dan kita berjalan di atas jembatan.

P1170225

P1170238

P1170239

We had a time frame to do other things, so that’s the reason not wandering so much at the area. Wish we had more time, will be back here soon!

Sejarah Visual Lewat Visualisasi Jaman

Sejarah Visual Lewat Visualisasi Jaman

Kami bawa banyak cerita dari perjalanan di Melbourne. Salah satunya adalah ketika berada di Federation Square. Satu yang selalu dilewati teman teman Indonesia, museum ini. ACMI, atau disingkat dari Australian Centre for the Moving Image. Satu tempat yang menceritakan sejarah, sekaligus menjadi tempat untuk belajar anak muda di Melbourne. Paling tidak itulah yang diinginkan para pembuatnya.

There are a lot of interesting thing going on at this place. Like every museum, they tried to tell you a story. Cerita tentang bagaimana pertama kali foto dan gambar yang bergerak pertama ditemukan. Lalu berlanjut dengan hal hal yang terasa nostalgis, seperti kartun jaman kecil, figur figur dan berbagai game jaman kecil. Yang merupakan bagian dari gambar bergerak yang dibuat oleh manusia.


One of the places that you adore well, if you liked your childhood movies, games and all. It was always open everyday museum time (means you don’t get it open by 10 PM). See all the pics, there is not a lot to tell if you didn’t see these pics. Till next time, kudos!

DSC02262

DSC02265

DSC02267

DSC02271

DSC02273

DSC02279

DSC02275

DSC02268

DSC02254

DSC02257

Wealthy Belly at Nishiki Market, Kyoto

Wealthy Belly at Nishiki Market, Kyoto

Jangan khawatir dengan bersambungnya setiap perjalanan kami. Kalau saatnya tepat, nantinya juga kamu punya kesempatan kok. Satu yang pasti, jangan sampai lupa untuk berbagi pengalaman.

Dalam kesempatan yang sudah direncanakan sejak lama ini, kami ke Jepang. Negara kecap asin dan teriyaki yang terkenal di seluruh dunia. Makanan adalah satu hal yang sangat menyenangkan untuk didapat dan dicari dalam setiap laju pacu kaki kami.

Dunia jajanan, begitu kami menyebut tempat ini. Pasar tradisional yang sekarang sudah menjadi destinasi turis seperti kami. Nishiki Market, Kyoto lah tempat dimana kami berkelana pertama.

P1170122

P1170123

Baru saja masuk, sudah bertemu dengan satu hal yang membuat hati menyenangkan. Mochi. Sekali lagi, MOCHI. Bukan sembarang mochi, tapi kue kenyal manis yang ini berasal dari Jepang. Mochi Jepang. Oh tenang, kami tidak hanya lebay, tapi pernahkah kamu makan seonggok mochi yang dingin ketika digigit, lumer ketika diemut tetapi tetap memiliki kekenyalan yang hakiki? Ya ini.

P1170125

P1170126

P1170131

P1170133

Sepanjang jalan, kami melihat banyak yang segar. Bukan orang orang yang lewat, tapi seafood, atau sushi karena lagi di Jepang. Rapih tersusun di atas es batu, daging ikan yang putih merah dan berwarna warni meyakinkan kepala kami untuk makan lagi. Tentu kami makan lagi, tapi bukan sushi yang kami genggam.

Takoyaki, original dengan potongan gurita di dalamnya. Sepertinya fokus kami kali ini jajanan ya. Add to that, fresh grinded grapefruit juice for the health! Mmmmmm… sour. Ada juga dango! Seperti bola singkong yang disate, tapi lebih kenyal dan chewy. Disiram dengan saus manis yang terbuat dari soyu atau kecap asin. Agak lucu karena biasanya kita mencium bau soyu selalu terpikir rasa asin, kali ini tidak. Tapi enak. Dilemanya adalah, ketika mau makan banyak tapi melihat banyak yang ingin dan harus dicoba. Bagaimana kalau setiap hari saja kita disini? HA.

P1170149

P1170141

P1170150

P1170152

Di ujung Nishiki, terdapat kuil yang juga menjadi situs terkenal karena kami mengungjunginya. Haha, bercanda sih tapi karena satu jalan, kami pikir, kenapa tidak lihat lihat sekalian? Lalu selesailah situasi pagi kami di Kyoto. Ya, ini baru pagi. Lanjut lagi di artikel lainnya mazzers.

P1170169

P1170161

P1170168

Curug dari Kejauhan

Curug dari Kejauhan

Jika melihat kalender beberapa minggu kemarin, pasti kita akan banyak menemukan tanggal merah yang ada di tengah-tengah minggu. Bisa jadi hari Senin, Kamis, Rabu atau hari lainnya selain Sabtu atau Minggu tentunya. Banyak rencana liburan yang sudah dibuat mulai dari keluar kota ataupun keluar negri.

Short escape kami kali ini dihabiskan di Bumi Parahyangan. Sederhana, waktu liburan kami dihabiskan di Barat Jawa, Bandung. Jenuh dengan pilihan liburan yang sering kami datangi di Bandung, kamipun berinisiatif untuk meminta rekomendasi dari sahabat kami yang sedari kecil tinggal disana. Panggil saja Averous, “Kalo mau main di alam, mending ke Cimahi aja disitu ada tempat yang bagus juga, coba aja ke Curug Cimahi!”. Sejujurnya tujuan utama kami ke Bandung kali ini, bukan sekedar mengisi liburan di tengah-tengah minggu. Tetapi kami harus menghadiri undangan penikahan teman kami.

IMG_0526

Dengan waktu yang singkat kamipun, memasukkan keywords “Curug Cimahi” kedalam GPS. Ternyata letaknya tidak begitu jauh dari kota Bandung. Curuh Cimahi sendiri juga bisa disebut dengan Curug Pelangi. Percaya atau tidak Curug ini terletak di tikungan jalanan, jadi mungkin agak sulit bagi pengendara mobil untuk mendapatkan parkir. Walaupun parkirannya jauh, rasa lelah kami terbayarkan oleh suasana yang terpampang di depan mata kami. Hijau dan Sejuk, lebih dari cukup untuk sekedar melepas kepenatan.

IMG_0545

IMG_0574

Saat kami datang kami hanya bisa menjelajah sampai pos lihat ke 2. Pihak pengelola dari Curug Cimahi sendiri tidak membuka untuk pos-pos selanjutnya, tapi menurut kami itu sudah cukup. Jalan yang harus dilalui memang sudah berbentuk tangga yang rapih sehingga aman untuk naik dan turun, tapi jangan sangka bahwa ada banyak sekali anak tangga yang harus dilewati dari atas menuju ke bawah. Memang kami tidak bisa sampai mendekati air terjun tersebut, tapi memandang dari jauh apa yang Tuhan telah ciptakan sudah memuaskan kami dalam perjalanan kali ini.

IMG_0574

IMG_05372

Danau Terindah Selama Hidup

Danau Terindah Selama Hidup

Ide untuk pergi ke sebuah danau terdengar megah di telinga saya. Setelah perjalanan panjang menuju puncak dan melewati 7 bukit penyesalan, saya benar-benar berhak menerima sebuah hadiah. Satu hal yang saya tahu, jalanan menurun sama sulitnya dengan jalan menanjak.

Setelah 7 jam berjalan, kami akhirnya sampai di tempat perkemahan yang terletak didekat danau. Berjalan di kegelapan bisa mematahkan semangatmu. Ketika malam menjadi semakin gelap, jalan semakin terlihat tidak berujung. Hal menjadi semakin buruk ketika kaki saya cedera dan saya demam pada malam itu. Setelah makan malam yang singkat, saya minum obat dan tidur. Badan saya membutuhkan istirahat setelah 3 hari tidak berhenti berjalan.

rinjani explore porter demas ryan grace filled travel junkie segara anak danau lake summit puncak lintang indonesia lombok backpack (1)

Malam itu terasa seperti mimpi buruk. Ditambah lagi kami harus berjalan 12 jam pada esok hari. Matahari pun terbit dan semua berubah saat pagi hari. Saya bangun di hadapan danau yang sangat indah, bahkan saya bisa menatapnya hingga berjam jam. Otot saya nyeri dan kaki kiri saya masih cedera. Tetapi semangat saya entah bagaimana bangkit hanya dengan melihat danau paling indah yang pernah saya lihat seumur hidup saya. Danau Segara Anak.

rinjani explore porter demas ryan grace filled travel junkie segara anak danau lake summit puncak lintang indonesia lombok backpack 2 (1)

Danau Segara Anak bisa membayar rasa sakit saya. Bila punya waktu lebih, paling tidak kamu harus menghabiskan sehari di sekitar danau. Beberapa aktivitas yang bisa kamu lakukan adalah mandi, berenang, memancing dan merasakan mandi air panas. Sayangnya, rasa sakit ini tidak mengizinkan saya untuk melakukan semua hal itu. Yang saya lakukan hanyalah duduk di tepi danau dengan secangkir kopi panas di tangan saya. Namun itu pun juga momen yang menyenangkan.

rinjani explore porter demas ryan grace filled travel junkie segara anak danau lake summit puncak lintang indonesia lombok backpack 8 (1)

Untuk mencapai ke danau, saya harus melewati perjalanan yang cukup panjang. Ini adalah video yang bisa merangkup itu semua. Perhatian: ini apa yang bisa kamu lihat 4 hari tanpa mandi.

Seperti yang sudah dituliskan di atas, saya harus berjalan 12 jam lagi untuk mencapai ke tempat peristirahatan. Semua orang sebisa mungkin bangun lebih pagi agar bisa sampai pada pukul 8 malam. Bagaimanapun, semua sangat terpesona dengan pemandangan danau tersebut. Kami akhirnya meninggalkan danau pada pukul 10:30 dan sampai pada pukul 12 malam. Perjalanan kembali mamang sangat panjang dan juga melelahkan, tapi sangat menyenangkan ketika kami mulai melihat peradaban. Dengan adanya peradaban, maksud saya, penjual minuman dengan minuman dingin.

Catch full story of this here. More stories in Grace Filled Travel Junkie, Demas Ryan.
Text/Photo : @demasryan

Menjadi “Anak“ Wae Rebo

Menjadi “Anak“ Wae Rebo

Menilik persyaratannya, untuk menjadi “anak” Wae Rebo sebetulnya tidak sulit. Desa kecil ini ibarat tangan terbuka, selalu menyambut para pengunjungnya sebagai anak-anak Wae Rebo yang baru kembali dari tanah rantau.

Syaratnya hanya satu, restu dari leluhur yang didapatkan dengan mengikuti upacara penghormatan leluhur atau disebut Waelu’u selama lima hingga sepuluh menit di salah satu rumah Mbaru Niang bernama Niang Gendang. Dalam upacara tersebut tetua adat akan memintakan restu leluhur dan mendoakan setiap pengunjung dalam bahasa setempat. Selepas upacara, persis ketika keluar dari Niang Gendang, kita sudah menjadi “anak” Wae Rebo. Walaupun terkesan sederhana, upacara penerimaan ini begitu penting dan wajib.

6a

Untuk menjadi “anak” Wae Rebo yang sesungguhnya, mengenal sejarah desa ini menjadi suatu keharusan. Dalam buku “Pesan Dari Wae Rebo” oleh Yori Antar, dikisahkan bahwa penduduk Wae Rebo adalah keturunan Empo Maro, pelaut asal Minangkabau yang berlayar bersama keluarganya hingga ke pulau Flores dan menetap di berbagai desa di Manggarai. Setelah lama berpindah-pindah karena berbagai sebab –salah satunya mengikuti arahan rubah, Empo Maro akhirnya mendapat ilham untuk pindah ke sebuah wilayah di timur, menetap di desa tersebut dan memberi nama “Wae Rebo”. Seperti leluhurnya, penduduk Wae Rebo keturunan Empo Maro ini dipercaya sebagai orang-orang yang ahli berkebun dan berburu. Terbukti bahwa berkebun adalah mata pencaharian utama penduduk Wae Rebo dengan menghasilkan kopi, jeruk, sirih, markisa, jahe, dan temulawak. Sedangkan para wanitanya menenun kain Cura.

1b

Saya lalu mencoba sudut pandang berbeda yaitu dengan mengamati anak-anak Wae Rebo yang begitu asyik bermain di alam terbuka, spontan membuat saya gembira karena teringat adegan-adegan film Laskar Pelangi. Namun segala keseruan berakhir ketika hari sudah gelap, ketika semua harus masuk rumah sebab keluar di malam hari tanpa penerangan bisa beresiko bahaya. Bagi anak-anak Wae Rebo masa kecil ialah suatu tempo kehidupan yang singkat, sesingkat pagi berganti malam. Menginjak usia sekolah, anak-anak ini harus merantau ke desa tetangga atas tuntutan literasi dan pendidikan. Sekolah Dasar paling dekat terletak tiga jam berjalan kaki turun gunung ditambah empat jam untuk kembali naik. Melanjutkan ke sekolah menengah berarti harus merantau lebih jauh lagi, kalau perlu sampai ke Ruteng.

4a

Photo & Text : Nur Fadilah

Fondasi Studi Rantau Negeri

Fondasi Studi Rantau Negeri

Percaya atau tidak, belajar di luar negeri memiliki beberapa prinsip yang sama dengan menikah. Keduanya melibatkan komitmen, menghindari kegagalan dan dimulai dengan mencari ‘sesuatu yang tepat’. Sebelum mengatakan “ya”, kamu harus 100% yakin dengan apa yang kamu inginkan terlebih dahulu. Melakukan hal tersebut akan menyelamatkan kamu dari kemungkinan untuk berubah pikiran. Baik program, universitas, negara tujuan atau pasangan hidup.

Universitas di luar menawarkan berbagai macam program. Sekali lagi, berbagai macam. Goldsmiths misalnya, ada Master of Arts dalam subjek ‘Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Memahami Pelecehan Seksual’. Bagi saya, pertama saya melihat jurusannya terlebih dahulu, diikuti oleh universitas dan negara. Kamu bisa mulai dari mana saja. Jangan malas, lakukan penelitian, temukan kedamaian jiwa, meditasi, atau apa pun kecuali membiarkan orang lain membuat pilihanmu. Kamu tidak akan membiarkan orang lain memutuskan dengan siapa kamu akan menikah, kan? Saya harap tidak, karena kamu yang akan melalui semua lintang kehidupan itu, bukan orang lain. Saya percaya bahwa ketika kamu 100% yakin dengan pilihan mu, semakin besar kemungkinan kamu akan menyukainya. Kemudian jika kamu suka, kamu akan bisa menikmati bagian paling sulit sekalipun.

Abroad2

Abroad1

Bohong jika saya mengatakan, saya tidak punya motif tersembunyi saat belajar di luar negeri. Ini adalah kesempatan untuk bisa bepergian dan tinggal di negara yang saya suka. Meskipun salah satu teman saya berkata, “Having fun needs money“. Kamu mungkin telah mendengar tentang bagaimana uang adalah masalah sensitif bagi siswa. Teman-teman saya di sini harus mencari pekerjaan paruh waktu dan ada yang harus menunda studinya karena alasan keuangan.

Namun, jika kamu menyukai apa yang kamu pilih, kamu bisa bersenang-senang, gratis. Belajar akan menyenangkan karena kamu dapat belajar tentang hal-hal yang benar-benar kamu suka. Bahkan jalan-jalan atau berjalan sendirian di sekitar kota bisa menyenangkan. You are where you want to be. Apakah belajar di luar negeri lebih banyak sengsara daripada keasikannya? Silahkan kamu yang putuskan sendiri.

Satu hal yang pasti, kamu akan tumbuh dari situ.

Photo / text : Emerentiana Yuan

Proses Takjub Kuliner ala Jepang

Proses Takjub Kuliner ala Jepang

Mungkin ini tergantung selera masing-masing. Tapi bagi saya, Jepang adalah surga di bumi untuk perut saya. Dari restoran dengan antrian panjang sampai toko serba ada, Jepang bisa membuat perut saya tampak lebih buruk dari yang sudah ada (alias gend*t). Jadi di sinilah beberapa makanan yang menakjubkan saat perjalanan terakhir saya ke Jepang.

Pertama adalah ramen ikan Ayu. Seperti namanya, ramen ini disajikan dengan ikan ayu panggang, semacam Sweetfish, rumput laut kering atau nori, diparut lobak daikon dengan tambahan topping telur. Apa yang saya suka dengan ramen ini adalah rasanya berbeda dari ramen dengan rasa berat pada umumnya. Rasa kaldunya ringan dan segar, tidak terlalu asin tapi sedikit manis. Saya benar-benar merasa bisa makan dua porsi ramen itu. Selain ramen, mereka juga menjual onigiri panggang atau nasi dengan topping ikan ayu. Saya tidak mencoba tapi jelas terlihat lezat!

Ramen Ayu dapat dibilang sebagai restoran tradisional karena tokonya adalah bisnis jangka panjang keluarga. Restoran ini sangat kecil dengan hanya tujuh meja dan kursi yang dijalankan hanya dengan dua orang. Menunya ditulis dalam bahasa Jepang. Saya pergi ke sana dengan seorang teman yang cukup fasih berbahasa Jepang jadi entahlah, saya tidak tahu apakah dua orang di resto ini bisa mengerti bahasa Inggris.

Japan4

Japan3

Makanan kedua dalam daftar adalah jenis campuran seafood yang disajikan di atas cangkang kerang di pasar ikan Tsukiji. Saya lupa namanya seperti yang tertulis dalam bahasa Jepang dan saya juga tidak mengambil gambar dari toko tersebut. Jika kamu ke pasar ikan Tsukiji, kamu akan mengetahui bagaimana keramaiannya dan bagaimana hampir setiap toko memiliki antrian yang sangat panjang. Untungnya pada saat itu, yang satu ini tidak. Melihat seorang paman tua membakar makanan laut dengan obor, saya memberitahu teman saya untuk mencobanya. Di antara seafood, ada tuna, kerang, kerang, kepiting, mentaiko dan Shirako atau Milt ikan.

Japan6

Japan5

Terakhir, jelaslah dessert!. Salah satu dari banyak manisan yang terkenal di Jepang adalah pancake, untuk beberapa alasan. Saya pernah mengacak google dan menemukan sebuah website yang hanya mencatatatkan berbagai tempat untuk makan pancake di Jepang. Menakjubkan bukan? tempat ini direkomendasikan oleh teman saya yang kebetulan melihat ulasannya di televisi.

Kafe mewah disebut David Myers, salah satu chef-nya memenangkan penghargaan. Tempatnya terletak di dalam Mitsukoshi Department Store di Ginza, Tokyo. Saya pergi ke sana setelah waktu makan siang tapi saya masih cukup kenyang dan harus menunggu beberapa menit untuk mendapatkan meja. Sebagai tempat berada di area metropolitan, memiliki menu bahasa Inggris dan pelayan juga mampu berbahasa Inggris. Jadi, benar-benar tidak ada kekhawatiran bagi orang asing yang tidak bisa berbahasa Jepang!

Lupa nama pancake-nya, tapi menunya memiliki gambar makanan sehingga seharusnya tidak sulit untuk membuat pesanan. pancake datang dalam piring panjang dan itu benar-benar tidak terlihat seperti yang biasa. Daripada ditumpuk, hanya ada satu putaran pancake tebal yang hampir seperti donat tanpa lubang. Banyak pilihan topping seperti berbagai jenis buah, karamel almond, pecan, es krim dan krim hazelnut di atas.

Japan7


photo / text : Emerentiana Yuan

Peradaban Luhur di Haribaan Ancala Manggarai

Peradaban Luhur di Haribaan Ancala Manggarai

Menyebut “Wae Rebo” bahkan kepada sesama kawan Indonesia, seringkali harus disertai dengan keterangan tentang dimana lokasinya ataupun penggambaran deskriptif tentang seperti apa wujudnya. Karena letaknya di ketinggian ancala, saya pun mengasosiasikan Wae Rebo sebagai Machu Picchu-nya Indonesia dengan pengecualian Wae Rebo bukan kota mati namun sebaliknya begitu hidup dengan denyut nadi yang kuat. Sebetulnya saya berharap tidak menggunakan asosiasi ini lagi dalam waktu dekat, karena Wae Rebo sejatinya tidak tergantikan.

7B

Wae Rebo menjadi begitu istimewa karena Mbaru Niang, karya otentik arsitektur rumah tradisional yang diwariskan Empo Maro sang leluhur setempat dan diteruskan oleh para keturunannya. Mbaru Niang di Wae Rebo berjumlah tujuh buah, satu sama lainnya terlihat identik dalam bentuk dan ukuran berupa rumah beratap kerucut besar terbuat dari ijuk. Sebuah Mbaru Niang yang terletak di tengah berukuran sedikit lebih besar dengan tinggi dan diameter 15 meter sedangkan enam lainnya memiliki tinggi dan diameter 11 meter. Di Mbaru Niang yang bernama Niang Gendang atau Mbaru Tembong itulah tempat para tetua adat Wae Rebo berkumpul dan melaksanakan berbagai upacara adat.

7A

Mbaru Niang di Wae Rebo merupakan situs penting bagi para arsitek baik dalam negeri maupun luar negeri. Keunikan dan kekhasan Mbaru Niang berhasil menarik perhatian kalangan ini, diantaranya struktur rumah yang tidak berdinding dengan atap memanjang sampai melampaui lantai yang berbentuk panggung. Atap tersebut terbuat dari kerangka bambu sedangkan untuk penyangga setiap Mbaru Niang digunakan sembilan tiang kayu. Bambu dan kayu-kayu tersebut diikat satu sama lain memakai rotan. Masing-masing Mbaru Niang dihuni bersama oleh delapan kepala keluarga yang saling berbagi satu-satunya ruangan. Saya begitu bahagia karena ada satu Mbaru Niang disebut Niang Gena Maro yang diperuntukkan untuk para wisatawan. Sebagaimana warga asli Wae Rebo, kami berbagi satu ruangan yang sama, tidur berjejer melingkari setengah Mbaru Niang, juga duduk melingkar setiap kali akan makan.

4A

 

4B

Wae Rebo sebagai peradaban di ancala Manggarai ini sungguh mampu memikat hati siapa saja. Kompleks rumah tradisional Mbaru Niang ditata begitu apik membentuk setengah lingkaran, menyisakan halaman tengah yang luas pada puncak gunung yang datar. Di belakangnya, punggung pegunungan yang lebih tinggi melatari seolah-olah menjadi pagar yang memisahkan Wae Rebo dari kehidupan dunia luar. Di atasnya, langit rendah menaungi dengan sesekali membentangkan selimut awan tipis.

7C

Pesona Wae Rebo pun tidak seketika luruh tatkala matahari terbenam. Suasana malam di Wae Rebo tidak kalah memukau, dengan langit biru gelap dibayangi siluet pegunungan dan atap-atap rumah yang menjulang ditambah taburan bintang yang bersinar terang tanpa berkompetisi dengan cahaya lain. Di ketinggian 1.200 mdpl, Wae Rebo seperti asyik sendiri, mengabaikan dunia yang terus bergejolak, hidup dalam tuntutannya sendiri. Bahkan waktu pun seakan berjalan lambat disini. Para tamu yang ingin berkunjung pun harus bersedia melepaskan ego modernisme untuk digadaikan dengan rasa syukur akan kedamaian, kesederhanaan dan kecukupan di peradaban Wae Rebo.

2

Photo/Text : @nfadilah.xi

 

 

Traveling with a Good Cause

Traveling with a Good Cause

Jalan jalan apa ya yang bukan sekedar jalan jalan? Banyak yang bertanya. Nina Tanzil mungkin bisa jadi inspirasi kamu untuk jalan jalan dengan kemanusiaan. Kegiatan yang menyenangkan dicampur dengan kegiatan edukatif.

home_beach_1200px

pulau_komodo_island_landscape_travel_sparks-1024x675-1

Memberikan waktu kamu untuk banyak orang juga bisa menjadi kegiatan jalan jalan. Travel Sparks membawa para traveler menjelajah bumi Indonesia Timur. Kegiatan dalam itinerary-nya bukan hanya mengunjungi tempat-tempat wisata keren, tapi juga berkunjung ke pemukiman penduduk lokal. Ikut menginap dan merasakan bagaimana berbaur dengan tradisi yang ada, ikut serta dalam upacara penyambutan dengan tarian-tarian daerah, snorkling di perairan dengan terumbu karang yang masih asri, menikmati sunset di pantai yang sepi, atau bahkan makan malam di atas kapal? Uh..

flores_pulau_komodo_trip_travel_sparks_1-1080x675

Caci_Dance_Pelangi_crop-768x512

Menjadi volunteer adalah yang akan kamu lakukan. Mengajar di Taman Bacaan Pelangi yang juga diprakarsai oleh Nina Tanzil. Mengajar membaca, atau misalnya bahasa asing kepada anak-anak lokal pastinya akan jadi pengalaman traveling yang nggak biasa. Apalagi yang kita lakukan ini bisa jadi mengangkat cita-cita dan mimpi anak-anak di daerah untuk bisa terus belajar dan berkarya.

volunteering

home_teaching_1200px

Nah mazzers, bisa nih untuk ide tanggal merah. Bukan hanya pergi ke tempat yang eksotis dan menambah teman, tapi juga dengan membawa misi yang baik!

 

photo : @nilatanzil/ travelsparks.co
text :@chazky

 

The Hype of Christmas

The Hype of Christmas

Christmassssss mazzerssss! (kemarin itu sih). Perayaan yang dilakukan juga bisa beragam, mulai dari makan malam bersama orang-orang terkasih, tukar kado dengan sahabat atau bahkan mengadakan kegiatan sosial bersama teman-teman sekelas. Nah! Berikut ini adalah event seru dalam memeriahkan christmas yang diadakan oleh Hype.id di dua area besar di Jakarta yaitu di PIK dan Lippo Mall Puri. Sebuah festival yang diadakan setiap tahun dengan konsep yang selalu berbeda-beda.

P1080270

DSC_8763

Tema yang diusung dalam dua event kali ini adalah Tropical Chrismas di Lippo Mall Puri dan Christmas Story untuk event di PIK. Keduanya sukses diselenggarakan dengan diikuti oleh lebih dari 90 tenant food and beverages juga fashion and lifestyle. Event begini pastinya bisa jadi ajang cari cari oleh-oleh, hadiah maupun pernak pernik untuk natal dan tahun baru.

DSC_8757

P1080287

P1080275

Hype festival seperti ini selalu hadir dengan ide acara yang pastinya seru untuk didatangi oleh kamu yang masih kuliah – atau bahkan keluarga kamu dari yang masih kecil atau sudah dewasa. Melihat berbagai booth yang menawarkan bukan hanya pakaian, tapi juga perlengkapan dekorasi rumah, mainan, DIY Tools sampai makanan pastinya cocok untuk jadi tujuan mengunjungi “mall“. Apalagi kalau datangnya dengan orang yang bisa traktir beli barang-barang lucu yaa…

P1080281

DSC_8755

Banyak keseruan pada hari itu. Selain pertunjukkan  band-band lokal dan atraksi di atas stage, tentunya workshop-workshop yang diadakan untuk semua umur.

P1080285

 

Duuh, kapan lagi ya ada Hype Festival? Let’s check out @hype.id

[flickr_set id=”72157662749121992″]

text : @chazky

Photo : @sevencrow
, @riyanzr
 

Eatnerary : Sabeb Cafe

Eatnerary : Sabeb Cafe

Apa sih Nongkrong? jaman sekarang nongkrong makin mahal kata sebagian orang. Apa iya nongkrong harus mahal?

Di tempat yang satu ini, semuanya “SABEB”!

IMG_6716Sabeb adalah kebalikan kata dari kata “bebas”, terletak di Ruko Mendrisio – Gading Serpong, Sabeb Cafe memiliki visi misi sebagai tempat nongkrong yang serba “bebas” dengan harga makanan dan minuman murah, serta tempat yang didesign dengan nyaman dan asik. Sabeb Cafe buka setiap hari, sedari pukul 10 pagi hingga “sabeb aja”!Untitled-1 Jaman sekarang makin banyak cafe-cafe yang bermunculan, tapi ciri khas Sabeb Cafe ini adalah cara pembuatan kopinya yang manual tanpa mesin. 

IMG_6735

IMG_6739

Para pecinta kopi, bisa pilih menu – mau menikmati kopi yang original, atau mau yang fusion dengan caramel atau marshmallow. Semuanya bisa dipesan custom dan pastinya disajikan dengan ramah oleh baristanya.

Mazzers, main-mainlah ke Sabeb Cafe! Sendirian tidak masalah, karena Sabeb Cafe selain bisa jadi tempat nongkrong dengan teman – tapi juga menawarkan pertemanan. Cafe crew, barista hingga owner akan dengan senang hati mengajak ngobrol pengunjung yang datang, jadi di Sabeb list pertemanan juga bisa bertambah.

Ngerjain tugas kampus di tempat ini, bisa juga jadi pilihan – karena tempatnya betul-betul didesain untuk duduk lama-lama. Ngobrol dengan owner yang baik hati atau dengan barista yang asik bisa juga jadi pembangkit mood. Kamu yang datang kesana, bisa juga ikut dalam Sabeb Project – dimana kamu bisa ikut membuat doodle (gambar tangan) dan memamerkannya di wall of fame Sabeb.

Bisa kan Sabeb Cafe masuk dalam list weekend getaway mazzers?

 

IMG_6708

IMG_6705

[flickr_set id=”72157662506376255″]

Location : @sabebcafe

Eatnerary : Mari Makan di Wonderland

Eatnerary : Mari Makan di Wonderland

Akhir-akhir ini Jepang sedang menjadi destinasi favorit banyak orang untuk menghabiskan waktu liburan. Selain karena tradisinya, budaya pop culture juga bisa jadi daya tarik yang unik untuk dikunjungi. Misalnya salah satu cafe tematik  yang berada di daerah Ginza – Tokyo yaitu “Alice In Wonderland Cafe”.

IMG_0037

Ketika masuk, kita akan melewati lorong yang wall-papernya dibuat sedemikian rupa seakan kita masuk ke dalam buku dengan hiasan jam kantong super besar, rasanya semua hal jadi raksasa!

img_9760

Dekorasi didalam ruang cafe sungguh sangat menarik, setiap sudutnya bisa menjadi spot untuk foto-foto. Terinspirasi dari buku anak Alice In Wonderland karya Lewis Caroll, tidak hanya interiornya saja, tapi tema Alice in Wonderland ini sangat konsisten dari perlengkapan makan hingga pelayannya yang menggunakan kostum Alice. Ketika kita masuk ke dalam, sungguh fantasi kita akan dibawa seakan kita ada di Wonderland.

 

Mazzers tahu tidak kira-kira makanan apa yang disajikan di cafe ini? Alice in Wonderland cafe menyajikan menu-menu makanan jepang yang sudah fusion – atau dimodernkan dengan makanan barat. Menu makanan dan minuman yang disajikan juga tidak hilang ke khas-an ala wonderlandnya. Tidak lengkap rasanya, kalau sudah pesan tapi tidak difoto dulu sebelum disantap.

[flickr_set id=”72157661010574935″]

Yang seperti ini, pastinya jadi destinasi menarik untuk masuk dalam list itinerary jalan-jalan kita kalau ke Jepang.

 

PS: Mazzers yang suka dengan Alice, mereka akan kembali dengan “Alice in Wonderland 2 : Through the Looking Glass” pada bulan Mei tahun depan. wow! Seru~

text/photo : @chazky
add photo : favbulous.com