melbourne

Sejarah Visual Lewat Visualisasi Jaman

Sejarah Visual Lewat Visualisasi Jaman

Kami bawa banyak cerita dari perjalanan di Melbourne. Salah satunya adalah ketika berada di Federation Square. Satu yang selalu dilewati teman teman Indonesia, museum ini. ACMI, atau disingkat dari Australian Centre for the Moving Image. Satu tempat yang menceritakan sejarah, sekaligus menjadi tempat untuk belajar anak muda di Melbourne. Paling tidak itulah yang diinginkan para pembuatnya.

There are a lot of interesting thing going on at this place. Like every museum, they tried to tell you a story. Cerita tentang bagaimana pertama kali foto dan gambar yang bergerak pertama ditemukan. Lalu berlanjut dengan hal hal yang terasa nostalgis, seperti kartun jaman kecil, figur figur dan berbagai game jaman kecil. Yang merupakan bagian dari gambar bergerak yang dibuat oleh manusia.


One of the places that you adore well, if you liked your childhood movies, games and all. It was always open everyday museum time (means you don’t get it open by 10 PM). See all the pics, there is not a lot to tell if you didn’t see these pics. Till next time, kudos!

DSC02262

DSC02265

DSC02267

DSC02271

DSC02273

DSC02279

DSC02275

DSC02268

DSC02254

DSC02257

A Hipsters Guide To Cafe Hoping In Melbourne

A Hipsters Guide To Cafe Hoping In Melbourne

Melbourne merupakan kota yang penuh dengan kulinernya yang lezat! Selain berjalan – jalan mengelilingi kota sampai pinggirannya, ternyata tidak ada yang lebih seru lagi selain “mengunyah” di berbagai cafe yang berbeda setiap harinya. Walaupun sebenarnya kita punya banyak sekali hipster cafe di Jakarta, namun tempat – tempat ini sangat terkenal untuk penduduk setempat dan kamu akan menemukan kafe – kafe pada saat coffee time (which is pretty much every hour of the day).

Ini adalah beberapa kafe – kafe hipster yang harus kamu kunjungi ketika kamu di Melbourne :
Max Brenner

01

Salah satu teman saya yang merupakan seorang chef, membawa saya kesini untuk mencoba Belgian Waffle. Baru tersadar bahwa waffle ini enak banget! Saya juga sangat penasaran dengan Chocolate Pizza disini, tapi saya sudah kenyang dan harus segera mengejar penerbangan ke Sydney. Andaikan saja saya masih punya banyak waktu luang dan perut yang masih “muat” untuk makan! Untungnya ada Chocolate Shop dimana kamu bisa membawa pulang coklat – coklat lezat sebagai cemilan untuk di perjalanan maupun untuk oleh – oleh.

Hmm….chocolate heaven

02

03

White Mojo

04

White Mojo adalah kafe yang baru buka di awal tahun ini di Hardware Street dan sudah mempunyai cabang di Balwyn. Kafe ini selalu penuh sesak dengan orang – orang yang ingin menikmati hidangan khasnya yaitu soft shell crab croissant burger dan smoked salmon. Pastinya, ini adalah cara yang menarik untuk menempatkan burger America di dalam cangkang kepiting yang lembut ala Jepang, serta French croissant secara bersamaan.  Kafe ini dikenal sebagai kafe yang lebih dari menyediakan kopi saja, melainkan juga dengan menu makan siangnya.

06

Hash Specialty Coffee & Roasters

07

Cafe ini juga berada di Hardware St. Menurut saya, kafe ini pertama kali terkenal berkat vidio viral tentang Fairyfloss Hot Chocolate dan hanya karena itulah, saya kesana dan mencoba menu tersebut. Saya bukan penggemar berat makanan atau minuman manis, jadi saya memilih untuk memesan 1 cangkir cappucino yang terasa pas dengan suasana musim dingin di Melbourne. Cappucino ini terasa kuat dan membuat saya ‘melek’ di cuaca seperti ini. Sebenarnya, hal utama di Hash adalah servis yang diberikan, dimana semua pelayannya sangat baik dan helpful. Plus, they take so much pride in their work!

Look at those sweet cotton candy!

08

09

10

11

The Hardware Societe

12

Saya sendiri tidak datang kesana, tapi kafe ini jadi pusat pembicaraan di seluruh kota! Antriannya sangat panjang, tapi sepertinya kamu bisa book terlebih dahulu melalui telepon. Saya pribadi tidak akan mau mengantri sepanjang itu hanya untuk brunch, mungkin kalau kamu memang seorang yang suka kuliner, pastinya kamu akan mengantri panjang untuk mencoba menu di The Hardware Societe.
Secara keseluruhan, Hardware St. adalah daerah yang patut dikunjungi. Sangat banyak pilihan restoran dan kafe untuk kamu kunjungi.

This is the Hardware Street..

13

Doughboys Doughnuts

14

Merupakan tempat donat terenak yang ada di Melbourne! Yaa walaupun tetap kembali pada selera masing – masing dan yang saya tau, orang – orang lokal disana sangat menyukai donat! Bahkan, ketika saya sibuk mengambil foto donat – donat ini, salah satu teman yang merupakan orang lokal Melbourne menyuruh saya untuk berhenti memotret dan segera makan doantnya sebelum dingin.

Kafe ini tidak menyediakan menu lain selain donat, kopi dan minuman lain yang tersedia. Minimalis, karena hanya ada 3 – 4 meja disini, tetapi antriannya tidak terlalu panjang. Kafe ini memang di desain untuk takeaway, bukan untuk nongkrong. Yang paling menarik adalah, menu di Doughboys Doughnuts selalu berinovasi, selalu ada menu baru setiap minggunya, maka dari itu teman saya selalu kembali ke kafe ini untuk mencoba menu barunya!

Yummy!

15

16

Degraves Street

17

Kalau Mazzers kehabisan tempat untuk dikunjungi, Degrave St. selalu bisa menjadi pilihan! Kafe ini dipenuhi oleh Waffles, Cupcakes dan bahkan Espresso. Degrave St is a lovely choice for brunch!
Setelah selesai brunch, kamu bisa melihat – lihat pameran dari seniman lokal atau belaanja – belanja di toko yang ada di dekat kafe itu, yaitu di Flinders St Station. Dengan berjalan – jalan beberapa menit di sana, kamu akan menemukan Hosier Lane dan State Library Victoria, atau hanya dalam waktu 20 menit menggunakan mobil, kamu sudah bisa sampai ke National Gallery of Victoria!

Melbourne punya banyak kafe dan restoran yang bisa kamu kunjungi di sepanjang tahun. Sedikit saran, kalau kamu menjelajahi kota ini ketika musim dingin, pastinya kamu akan menemukan pengalaman yang berbeda! Just make sure to keep yourself fed and warm, Mazzers.

Catch full story of this here. More stories in Grace Filled Travel Junkie, Demas Ryan.

Text/Photo : @demasryan

Late Night Eats at Melbourne

Late Night Eats at Melbourne

Malam, yang selalu datang di dalam setiap perjalanan. Jika kamu memulai pagi maka akan berakhir malam. Tetapi tidak selalu begitu. Ada harinya ketika kita bersantai di pagi hari, mungkin menghindari rusuhnya jalanan di pagi hari. Oleh karena itu, hari ini kami menjadi anak malam di negara asing. Melbourne.

P1100574

Dimulai dari mengunjungi restoran kesukaan semua orang, di pinggir sungai. Siapa yang tidak suka makan di pinggir sungai dalam suasana yang nyaman tidak terlalu dingin pada bulan April di Australia? Paling tidak teman teman disini sangat menyukainya. Walau malam, tetapi tetap ramai.

Di sekitar South Wharf, perpanjangan dari Southbank dan masih merupakan satu rezim dari sekitar sungai Yarra. Kami mengenal Munich Brauhaus, dari namanya saja sudah sangat Jerman. Sebenarnya mengunjungi teman saja disini, tapi jadinya lihat lihat. Resto ini sangat luas, bisa mencakup sampai 3000 pengunjung. Ruang makan ada 4 area, di setiap area punya karakter masing masing. Ada yang dilengkapi stage, ada ruang setengah berdiri atau meja tinggi dan ruang makan meja formal di atas dan outdoor area. Lengkap untuk semua keluarga, saya rasa.

P1100587

P1100592

P1100591

Selain itu, South Wharf dan sekitar Yarra River memang terkenal dengan beberapa bar dan lounge yang menarik untuk dikunjungi. Melbourne Public Bar, selalu ramai di kala weekend dengan DJ dan penampilan live dari musik lokal (buat kita internasional sih). Plus 5, satu lounge yang menarik karena selalu mengajak untuk undang banyak orang jangan cuma sendiri (oke karena kita tidak sampai lima, kita di depan saja).

Masih banyak tempat bercengkrama malam yang menarik untuk dikunjungi setiap malam. Tidak cukup untuk satu malam berada di lingkungan ini. Beberapa teman berkata, saking Melbourne terkenal dengan kulinernya, banyak resto dan lounge yang tutup dan berganti pemilik semudah menjentikan jari setiap bulannya. Wow, what a challenge that is !

P1100588

P1100580

P1100579

P1100583

Bercerita banyak hal membuat kita yang tadinya jalan- jalan menjadi lapar di saat jalan pulang. Maka, kami berhenti di salah satu gerai masakan Cina yang yaa… terlihat biasa saja seperti gerai yang sering kita temui di Jakarta dengan gantungan daging di depannya. Hanya, bedanya disini tidak digantung. Tapi ya kurang lebih seperti itulah. Tetapi, karena ini adalah rekomendasi dari teman kami, hayuklah kita masuk dan coba apapun yang menanti disini.

Rose Garden. Itulah namanya. It was not rose kind of smell, but smells like oyster sauce, 5 spice melts with dishes, soy sauce and eggs on a pan kinda smell that sings in our garden. Ya, ini sangat menarik hidung kami. Menu, sangat sederhana. Nasi dengan telur dan ayam, atau nasi dengan daging, atau nasi dengan sayuran selayaknya di negara Asia yang mendewakan nasi. Pesanlah kami beberapa macam, dan ternyata enak! Enak! Enaaaaak! Kalau kamu percaya makanan dengan MSG itu enak, ini punya kadar MSG yang cukup di dalam hidup. Porsi, adalah hal yang lain. Banyak! Banyak! Mungkin kalau tidak selapar ini, saya tidak bisa menghabiskan satu porsi dan berakhir untuk makan pagi di esok hari.

DSC02464

DSC02461

DSC02459

DSC02457

Oke sudah lumayan banyak untuk cerita kali ini. Malam hari di Melbourne tentu punya lebih banyak lagi petualangan dibandingkan yang saya lakukan. Kapan kamu kesini mazzers?

Letakan Pundak di Melbourne Central

Letakan Pundak di Melbourne Central

Berada di kota pasti ada selanya. Ketika sedang bosan, kafe atau taman menjadi pilihan wajar untuk keluar dan menikmati hari yang lebih tenang. Untuk kami, menulis dan menemukan sesuatu yang asik untuk ditulis adalah guna dari sela setiap kota. Makanya, ketika ada di kota Melbourne harus juga mencari tempat beradu sela.

Shopping mall is one of the choice when you got into this city. Namanya memang wajar wajar saja. Seperti di Indonesia, Melbourne juga memiliki mal tempat belanja. Bedanya adalah di kota ini lebih banyak tempat makan dan bersenda gurau dibandingkan tempat untuk membeli barang. Jasa adalah suatu hal yang suci di tempat ini. Queen Victoria Village adalah salah satu tempat yang kami kunjungi untuk mencari sela. Hey, tempat duduk di rumput buatan adalah keasikan yang ditemukan di tempat ini. Bukan untuk futsal, sesimpel untuk duduk dan membuka makanan atau menyeruput kopi saja. Truly a soothing place, isn’t it?

DSC02170

DSC02171

Selain QV, salah satu tempat untuk menyendiri juga ada di dekat stasiun ramai di Central Melbourne. Flinders Station and Federation Square are two of the most popular relationship that we had. Kalau mau ke luar kota dengan kereta, Flinders station jawabannya. Ketika ingin menyendiri atau sekedar ngobrol tanpa harus keluar uang dan meluruskan kaki di Federation Square tepat di seberang St Paul’s Cathedral (sempet masuk foto lalu keluar lagi, padahal ga boleh foto). Disini ada yang jual es krim, bisa duduk di kursi kursi depan ACMI (yang juga menarik tapi nanti aja ceritanya). Tidak lupa juga ada kawanan merpati kadang ikut cari makan disini. Seru dan santai.

DSC02238

DSC02281

DSC02239

Mari kita lanjutkan perjalanan. Stay healthy and explore more mazzers.

Touchdown at Melbourne

Touchdown at Melbourne

Memulai perjalanan menuju ke Melbourne, tanah Australia yang kata teman teman saya “The Most Liveable City in Australia”. Okeh, mari kita buktikan. Melipirlah kami ke bandara dan terbang dengan penerbangan ala ke luar negeri. Ya, memang menuju luar negeri sih. To us, overnight flight is the best choice for budget savers. Of course, we are saving to more great things that will happen in Melbourne, hopefully. Spesialnya dari terbang malam hari adalah, sampai di tujuan pagi! Mendapatkan pemandangan udara tanpa kabut asap dan horizon yang membelah dua warna tidak terjadi setiap hari di Jakarta. Walaupun Australia terlihat dekat, tapi kesini memakan waktu 8 jam. Ditambah terbang malam hari, tidur nyenyak dengan bantal tambahan merupakan sebuah momen yang patut dilupakan. Karena kami tidur. He. Tapi, bangun di saat yang tepat.

IMG_5993

IMG_5793

Here we come, Melbourne. Skip the boring part as packing out and so on, we managed to find one thing that we need. Coffee, speciality coffee. Disini hampir tidak ada kopi wanita hijau (we’ve said this before, I guess), karena sebagian besar memiliki kemampuan untuk mengolah dan mencari kopinya masing masing menjadi sesuatu yang spesial. Pour over coffee, espresso machines, and a lot of styles of making coffee with each complexity of taste and aroma kept this city cool phase. Selain itu, makanan juga menjadi satu hal yang menyenangkan di sini, bisa dilihat di artikel kami tentang makan minum di Melbourne di sini. Maklum kami turis di kota baru ini jadi semua perlu diabadikan, yeah.

IMG_5427

IMG_5428

IMG_5429

IMG_5434

Di luar itu, terdapat banyak spot menarik yang akan memiliki visual yang berbeda di setiap periodenya. Beberapa yang kami temui adalah seperti tempat semua kereta bertemu, yaitu Melbourne Central. Bangunan yang terlihat tua ini adalah satu bagian yang dilindungi sebagai spot penting di Melbourne secara sejarah. Di bagian depannya terdapat banyak graffiti artist yang berkerja dan membuat lukisan lukisan asik dari film film terkenal seperti Avengers.

IMG_5843

IMG_5872

DSC02138

Perpanjangan Garis Kuliner Asia di Melbourne Central

Perpanjangan Garis Kuliner Asia di Melbourne Central

Hai, hari tidak akan berlalu dengan baik jika makanan yang kamu makan selalu itu itu saja. Selama berapa lama kamu bisa tahan hanya makan tempe, tahu dan sup? Satu tahun? 6 bulan? apa satu minggu saja sudah bosan? Itulah sebabnya manusia, seperti aku, kamu, keluarga kita mencari menu makanan baru setiap hari. Eh, nyatanya kami punya beberapa inspirasi untuk makan di luar negeri. Negara yang mempunyai kategori “liveable country” menurut teman teman Indonesia yang tinggal disana. Melbourne.

DSC02318

Satu hal yang membuat Melbourne tempat yang dapat selalu ditinggali orang Indonesia. Karena banyak makanan Asia disini. Benar. Sangat banyak. Sebanyak apa? sampai masuk ke lantai bawah tanah atau basement pun, resto Asia juga. Gami, sebenarnya ada dimana mana sekitar Melbourne. Chicken and beer culture from Korea. Memang benar enak ayamnya, walau ayam goreng saja lho. Apalagi yang dilapisi dengan saus gochujang .

DSC02317

DSC02313

Melengos lagi ke tempat tujuan lain, berdasarkan rekomendasi salah satu chef teman kami. Chin chin, satu restoran Asian Fusion yang memiliki spesialisasi di Chinese food. Jangan salah, karena bukan selalu Chinese food berhubungan dengan mangkok dan meja bundar. Fine dining experience with mouth watering crispy meat, strong herbs and seasoning, raw-like-sushi fishes and good wines. That’s how we explain our experience.

DSC02230

DSC02224

DSC02223

Tidak lupa sebagai kota dimana kopi-wanita-hijau-lingkaran tidak laku, Melbourne memiliki speciality coffee shop di setiap gangnya. Salah satu yang bikin kami berputar putar mencari adalah Monk Bodhi Dharma. Tempat ini penuh dengan menu vegetarian, tapi tetap kopinya… wuih. Kebetulan salah satu barista yang melayani kami, katanya salah satu yang menang kompetisi. We’d like some large cap please (cap = cappucinno). Share you more about Melbourne later, mazzers!

DSC02375

DSC02383

DSC02377

DSC02379

DSC02380

Photo : @sevencrow

#NJOY – Hangout and Vibes – EP.01

#NJOY – Hangout and Vibes – EP.01

Banyak tempat bisa dikunjungi, secara lokal ataupun internasional. Kami sangat menghargai proses menuju ke suatu tempat, karena bagaimanapun juga ini adalah arti dasar jalan – jalan. Tempat wisata bukanlah satu satunya kenikmatan dari berwisata. Tapi juga proses menuju kesana. Apa saja yang kita lakukan sebelum dan sesudah ke tempat wisata. Satu bagian besar dari “jalan-jalan”.

Dalam kisah kali ini, walau bukan dongeng ya, kami membagi momen agar dinikmati bersama sama. Apalah artinya jalan jalan, dan menikmati sendiri atau hanya untuk bikin kepengen buat yang belum bisa jalan-jalan. Kami pikir membuat sesuatu dari tiap perjalanan. Kondisi ketika bersama sama, menikmati secangkir kopi ataupun semangkuk penuh fruit & granola bowl. Sampai dengan berputar disekitar pantai yang udaranya dingin. Brrrrr.

Cek instagram @mazzeup untuk update yang lebih cepat. Ready for another journey?. Let’s #NJOY every journey!