travel

The Most Romantic Place on Earth

The Most Romantic Place on Earth

So how was Valentine for you?

1 tokyo

Mungkin kalian bersemangat, tapi tidak untukku. Hari valentine jauh dari kata seru ketika kamu tidak punya siapa-siapa disampingmu. Silahkan pikir baik-baik. Ketika tidak memiliki pasangan hari itu sama saja seperti hari biasa. And it doesn’t even come with a holiday!

Saya sengaja menyimpan cerita ini dari tahun kemarin, but let me introduce you to Hirosaki Jo the most romantic place on the earth! Kastil yang terletak di kota Hirosaki of Aomori Prefecture ini dibangun pada tahun 1611, kastil ini berpindah tahun lalu untuk diperbaiki pondasinya. Saya sangat kagum dengan teknologi yang mereka gunakan untuk memindahkan kastil itu. Selain itu, indahnya bunga sakura yang bermekaran menghiasi taman. This could really leave you breathless.

2 tokyo

8 tokyo

There was much love in the air, romantically and non-romantically speaking. Ya, kalian bisa mendapatkan banyak pemandangan disini, mulai dari bunga sakura yang membuat taman ini terlihat pink sampai yang paling sering terlihat adalah para pasangan saling bergandengan dan juga keluarga serta teman-teman yang berkumpul menikmati pemandangan kastil tersebut.

Meskipun sore itu adalah sore yang romantis, masih terlihat orang-orang yang menikmati sendirian. Jika saya tinggal di Aomori, itu pasti saya. Tidak masalah jika saya disuruh menikmati pemandangan cantik ini sendirian, Mungkin buku atau cokelat panas adalah teman yang pas untuk menemani.

6 tokyo

4 tokyo

7 tokyo

Catch full story of this here more stories in Grace Filled Travel Junkie, Demas Ryan.
Text/Photo: @demasryan

Find your Analog Camera at Lowlight Bazaar

Find your Analog Camera at Lowlight Bazaar

Jadul & lampau, adalah ungkapan yang langsung terpikir bila mendengar kata “analog”. Tapi sesuatu yang jadul bukan berarti selalu memberikan konotasi yang negatif kan Mazzers? Contohnya ada ungkapan seperti “age is like fine wine, it gets better with time“. Hal ini juga berlaku di beberapa barang, salah satunya adalah kamera. Bukan tanpa alasan kami mengeluarkan pernyataan tersebut. Kami sempat datang dan menikmati pameran kamera analog.

6678508581410.LINE

6678508604234.LINE

Awal, kami tidak terlalu mengerti mengapa banyak yang bernostalgia dengan kamera tipe ini. Rasa penasaran mendorong kami untuk pergi mengunjungi salah satu pameran “lowlight bazaar 11“. Diadakan di Wisma Subud Fatmawati, dan karena analog, kami sempat berpikir bahwa yang akan datang adalah orang-orang berumur yang ingin bernostalgia dengan masa lalunya. Ternyata dugaan kami salah total, pengunjung acara ini hampir seluruhnya adalah anak muda dengan antusiasme tinggi memilih lensa dan badan kamera untuk keperluan mereka. Hobi ini seperti kembali ke masa lalu, dan tentunya menjadi salah satu investasi yang dapat dipertimbangkan (cie sok tua).

6678508641585.LINE

6678508820076.LINE

Di pameran ini kamu benar benar bisa menemukan berbagai macam pilihan badan kamera analog, lensa dan juga roll film dengan merek yang berbeda – beda. Tapi kamu harus sedikit bersabar karena tempatnya benar-benar penuh dengan antrian pembelian. Acara ini merupakan acara rutin yang diadakan oleh Jelly Playground, cek timeline mereka agar kamu tidak ketinggalan bazaar selanjutnya ya Mazzers.

6678508970850.LINE

6678508988601.LINE

Wisnu & Garuda di Tanah Dewata

Wisnu & Garuda di Tanah Dewata

Teringat sekilas pelajaran sewaktu kami duduk di bangku Sekolah Dasar. Pelajaran tentang berbagai macam agama yang ada di Indonesia, dan Agama Hindu selalu identik dengan pulau Bali. Kami lihat di televisi sedari kecil meriahnya perayaan ngaben dan juga khusyuknya acara nyepi yang ada di Bali. Ajaran agama Hindu juga identik dengan Dewa, kamu mungkin pernah mendengar seperti Agni (Dewa Api), Brahma (Dewa pencipta, Dewa pengetahuan, dan kebijaksanaan) dan berbagai macam Dewa lainnya.

IMG_0875

P1300165

Bali dan Dewa, kedua hal tersebut mendoroang kami untuk menambah pengetahuan. Garuda Wisnu Kencana menjadi tempat pilihan kami, jaraknya yang tidak terlalu jauh dari bandara & saran dari pemandu wisata (setelah kami mencertiakan tentang ketertarikan kami tentang dewa) menajadi alasan utama kenapa kami memilih tempat rersebut. GWK (Garuda Wisnu Kencana) sendiri memiliki luas sebesar 250 hektar. Poin utama dalam perjalanan kami disini adalah kami ingin melihat patung Dewa Wisnu yang mengendarai Garuda.

P1230106

P1230149

Tinggi patungnya mencapai tinggi 120 meter dengan lebar 64 meter. Patung tersebut dibuat oleh seorang seniman Nyoman Nuarta. Sebenarnya ada 2 patung utama di tempat ini yang pertama adalah patung dewa Wisnu dan patung Garuda. Dewa Wisnu dianggap sebagai dewa yang paling penting dalam bertugas memelihara dan melindungi. Sedangkan Garuda adalah makhluk burung dari mitologi Hindu yang memiliki perpaduan antara elang dan ciri manusia. Semua patung masih dalam masa pembuatan. Selain patung, beragam acara dan juga kegiatan lain seperti flying fox dapat kamu temui di GWK Cultural Park.

P1230101

300 kg ikan di pusat perbelanjaan

300 kg ikan di pusat perbelanjaan

Let’s see a grouper“, satu kalimat yang keluar dari mulut seorang teman. Kami sempat bertanya-tanya apa yang menarik dengan hanya melihat sebuah ikan yang bahkan bisa kamu temukan di restoran. Dia tidak memberikan keterangan lebih lanjut tentang hal tersebut dan meninggalkan kami dalam satu tanda tanya besar.

00778

00785

Kami diarahkan ke pusat perbelanjaan di Barat Jakarta. Neo Soho untuk lebih tepatnya. Sempat terpikir bahwa kami akan diajaknya ke sebuah tempat makan. “mungkin dia hanya bercanda”. Tetapi sesampainya disana kami diarahkan ke sebuah tempat bernama “Jakarta Aquarium” kami sempat mendengar sebelumnya tentang tempat ini, tapi kami belum mencari tahu lebih dalam tentang apa yang ada di dalamnya.

00804

00820

Menghabiskan waktu kurang lebih 1,5 jam di dalam aquarium. Kami banyak berpikir tentang bagaimana bisa mereka memasukkan begitu banyak ikan kedalam sebuah pusat perbelanjaan. Sedikit cerita tentang Jakarta Aquarium, disana kamu bukan hanya akan menemukan ikan saja tetapi ada beberapa satwa lain seperti jenis reptil.

00788

00797

Akhirnya tujuan dari akhir pekan ini semakin jelas saat kami dipampangkan dengan satu aquarium besar. Teman kami dengan semangat menunjuk satu ikan. Ikan kerapu 300Kg adalah maksud teman kami. Melihatnya berenang bebas sangat menghibur kami! Mungkin kami akan lebih sering mengunjungi tempat wisata seperti ini.

00890

00871

00869

00858

Photo : Desy Rufaida

Aksi Eksplorasi di Tebing Breksi

Aksi Eksplorasi di Tebing Breksi

Jogja, atau kamu bisa sebut juga Yogyakarta. Satu kota yang tidak pernah tidak terdengar. Maksudnya selalu ada saja yang diperbincangkan di satu kota ini (atau sekitarnya). Pun kami berkunjung paling tidak setahun sekali, selalu mendapat hal yang baru. Tempat wisata baru lebih tepatnya.

Tebing Breksi, satu area yang menurut kami berkembang. Layaknya Garuda Wisnu Kencana di Bali. Tebing ini punya ornamen yang tergambar di dinding tebing, tapi karena terlihat seperti tebing yang belum jadi maka dari itu mungkin seperti tebing dalam perkembangan.

P1240834

P1240839

P1240833

Salah satu area yang paling bawah dari tebing ini, memiliki fungsi yang multi. Karena juga digunakan untuk banyak acara. Tuh, lihat saja pada foto di bawah, dilengkapi dengan panggung. Menjadi lebih asik lagi karena ada kendaraan yang bisa membawa kamu keluar jalur (maksudnya off road).

Naik ke atas tebing, maka kamu akan menemukan taman kecil dan beberapa spot foto. Basically this place always be a spot to take photos, even they have some backgrounds and props set up for wedding photos!. Either way, it always good to see something new, doesn’t it?

P1240840

P1240845

P1240846

P1240848

P1240849

P1240853

2565 di Atas Permukaan Laut

2565 di Atas Permukaan Laut

Mendaki gunung untuk sebagian orang mungkin merupakan momok yang menakutan, apalagi untuk perempuan. Jalan menanjak yang panjang, panas, medan yang dipenuhi batu, kerikil dan tanah merah. Mendenganya saja sudah melelahkan bukan? Bermula dari ajakan teman, saya pun langsung setuju. Mendaki gunung, salah satu sahabat saya bilang kalau saya sudah gila. Bukan tanpa alasan, karena ini adalah gunung pertama saya,”Mt Prau 2565 mdpl”

2017-05-13 12.48.57 1

2017-05-13 12.49.15 1

Kami berangkat bersama sembilan orang pendaki lainnya. Jujur, saya pun belum mengenal mereka dengan baik. Perjalanan dari Pasar Minggu menuju Wonosobo memakan waktu kurang lebih 9 jam. Sepanjang perjalanan saya habiskan dengan mengobrol, mendengarkan lagu dan tidur dengan harapan sesampainya di Wonosobo saya memiliki cukup energi untuk melanjutkan pendakian. Kami sampai di Teminal Wonosobo pukul 01.00 pagi, lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan dan akhirnya kami pun menunggu di Terminal untuk dijemput dengan mobil jemputan pukul 06.00 pagi.

2017-05-21 01.29.39 2

2017-05-13 12.49.00 1

Pendakian pun dimulai. Tengah perjalanan menuju Dieng, saya terus berpikir apakah keputusan saya untuk mendaki gunung adalah keputusan yang benar. terlebih 2 minggu sebelum keberangkatan kami mendapat berita yang tidak mengenakan yaitu musibah yang terjadi pada pendaki lain ketika mereka mendaki ke Prau. Tapi saya nekat berangkat tentunya dengan izin Allah dan kedua orang tua saya. Sesampainya di Dieng, kami disapa oleh udara pagi yang dingin dan sejuk, embun dan kabut yang masih tebal. Cahaya matahari pun masih samar. Suasanya yang tidak bisa didapatkan di kota besar layaknya Jakarta. Setelah menaruh perlengkapan kami di basecamp, di tengah perkebunan, kami pun sarapan Mie Ongklok, makanan khas Dieng.

2017-05-13 12.49.02 1

2017-05-22 03.32.22 1

Kami sempat mengunjungi beberapa tempat wisata di Dieng seperti Kawah Sikidang, Talaga Warna dan Candi Arjuna. Setelah puas melihat pemandangan dan berfoto-foto kami pun kembali ke basecamp untuk makan siang dan beristirahat sebelum mendaki Gunung Prau. Pukul 16.00 kami berangkat menuju Gunung Prau melalui Jalur Dieng. Sebenarnya terdapat beberapa pilihan jalur menuju puncak Prau, tapi jalur Dieng adalah jalur yang direkomendasikan untuk pemula seperti saya walaupun butuh waktu yang lebih lama yakni 4 – 4,5 jam.

Photo & Text : Deska Dera

Curug dari Kejauhan

Curug dari Kejauhan

Jika melihat kalender beberapa minggu kemarin, pasti kita akan banyak menemukan tanggal merah yang ada di tengah-tengah minggu. Bisa jadi hari Senin, Kamis, Rabu atau hari lainnya selain Sabtu atau Minggu tentunya. Banyak rencana liburan yang sudah dibuat mulai dari keluar kota ataupun keluar negri.

Short escape kami kali ini dihabiskan di Bumi Parahyangan. Sederhana, waktu liburan kami dihabiskan di Barat Jawa, Bandung. Jenuh dengan pilihan liburan yang sering kami datangi di Bandung, kamipun berinisiatif untuk meminta rekomendasi dari sahabat kami yang sedari kecil tinggal disana. Panggil saja Averous, “Kalo mau main di alam, mending ke Cimahi aja disitu ada tempat yang bagus juga, coba aja ke Curug Cimahi!”. Sejujurnya tujuan utama kami ke Bandung kali ini, bukan sekedar mengisi liburan di tengah-tengah minggu. Tetapi kami harus menghadiri undangan penikahan teman kami.

IMG_0526

Dengan waktu yang singkat kamipun, memasukkan keywords “Curug Cimahi” kedalam GPS. Ternyata letaknya tidak begitu jauh dari kota Bandung. Curuh Cimahi sendiri juga bisa disebut dengan Curug Pelangi. Percaya atau tidak Curug ini terletak di tikungan jalanan, jadi mungkin agak sulit bagi pengendara mobil untuk mendapatkan parkir. Walaupun parkirannya jauh, rasa lelah kami terbayarkan oleh suasana yang terpampang di depan mata kami. Hijau dan Sejuk, lebih dari cukup untuk sekedar melepas kepenatan.

IMG_0545

IMG_0574

Saat kami datang kami hanya bisa menjelajah sampai pos lihat ke 2. Pihak pengelola dari Curug Cimahi sendiri tidak membuka untuk pos-pos selanjutnya, tapi menurut kami itu sudah cukup. Jalan yang harus dilalui memang sudah berbentuk tangga yang rapih sehingga aman untuk naik dan turun, tapi jangan sangka bahwa ada banyak sekali anak tangga yang harus dilewati dari atas menuju ke bawah. Memang kami tidak bisa sampai mendekati air terjun tersebut, tapi memandang dari jauh apa yang Tuhan telah ciptakan sudah memuaskan kami dalam perjalanan kali ini.

IMG_0574

IMG_05372

A Hipsters Guide To Cafe Hoping In Melbourne

A Hipsters Guide To Cafe Hoping In Melbourne

Melbourne merupakan kota yang penuh dengan kulinernya yang lezat! Selain berjalan – jalan mengelilingi kota sampai pinggirannya, ternyata tidak ada yang lebih seru lagi selain “mengunyah” di berbagai cafe yang berbeda setiap harinya. Walaupun sebenarnya kita punya banyak sekali hipster cafe di Jakarta, namun tempat – tempat ini sangat terkenal untuk penduduk setempat dan kamu akan menemukan kafe – kafe pada saat coffee time (which is pretty much every hour of the day).

Ini adalah beberapa kafe – kafe hipster yang harus kamu kunjungi ketika kamu di Melbourne :
Max Brenner

01

Salah satu teman saya yang merupakan seorang chef, membawa saya kesini untuk mencoba Belgian Waffle. Baru tersadar bahwa waffle ini enak banget! Saya juga sangat penasaran dengan Chocolate Pizza disini, tapi saya sudah kenyang dan harus segera mengejar penerbangan ke Sydney. Andaikan saja saya masih punya banyak waktu luang dan perut yang masih “muat” untuk makan! Untungnya ada Chocolate Shop dimana kamu bisa membawa pulang coklat – coklat lezat sebagai cemilan untuk di perjalanan maupun untuk oleh – oleh.

Hmm….chocolate heaven

02

03

White Mojo

04

White Mojo adalah kafe yang baru buka di awal tahun ini di Hardware Street dan sudah mempunyai cabang di Balwyn. Kafe ini selalu penuh sesak dengan orang – orang yang ingin menikmati hidangan khasnya yaitu soft shell crab croissant burger dan smoked salmon. Pastinya, ini adalah cara yang menarik untuk menempatkan burger America di dalam cangkang kepiting yang lembut ala Jepang, serta French croissant secara bersamaan.  Kafe ini dikenal sebagai kafe yang lebih dari menyediakan kopi saja, melainkan juga dengan menu makan siangnya.

06

Hash Specialty Coffee & Roasters

07

Cafe ini juga berada di Hardware St. Menurut saya, kafe ini pertama kali terkenal berkat vidio viral tentang Fairyfloss Hot Chocolate dan hanya karena itulah, saya kesana dan mencoba menu tersebut. Saya bukan penggemar berat makanan atau minuman manis, jadi saya memilih untuk memesan 1 cangkir cappucino yang terasa pas dengan suasana musim dingin di Melbourne. Cappucino ini terasa kuat dan membuat saya ‘melek’ di cuaca seperti ini. Sebenarnya, hal utama di Hash adalah servis yang diberikan, dimana semua pelayannya sangat baik dan helpful. Plus, they take so much pride in their work!

Look at those sweet cotton candy!

08

09

10

11

The Hardware Societe

12

Saya sendiri tidak datang kesana, tapi kafe ini jadi pusat pembicaraan di seluruh kota! Antriannya sangat panjang, tapi sepertinya kamu bisa book terlebih dahulu melalui telepon. Saya pribadi tidak akan mau mengantri sepanjang itu hanya untuk brunch, mungkin kalau kamu memang seorang yang suka kuliner, pastinya kamu akan mengantri panjang untuk mencoba menu di The Hardware Societe.
Secara keseluruhan, Hardware St. adalah daerah yang patut dikunjungi. Sangat banyak pilihan restoran dan kafe untuk kamu kunjungi.

This is the Hardware Street..

13

Doughboys Doughnuts

14

Merupakan tempat donat terenak yang ada di Melbourne! Yaa walaupun tetap kembali pada selera masing – masing dan yang saya tau, orang – orang lokal disana sangat menyukai donat! Bahkan, ketika saya sibuk mengambil foto donat – donat ini, salah satu teman yang merupakan orang lokal Melbourne menyuruh saya untuk berhenti memotret dan segera makan doantnya sebelum dingin.

Kafe ini tidak menyediakan menu lain selain donat, kopi dan minuman lain yang tersedia. Minimalis, karena hanya ada 3 – 4 meja disini, tetapi antriannya tidak terlalu panjang. Kafe ini memang di desain untuk takeaway, bukan untuk nongkrong. Yang paling menarik adalah, menu di Doughboys Doughnuts selalu berinovasi, selalu ada menu baru setiap minggunya, maka dari itu teman saya selalu kembali ke kafe ini untuk mencoba menu barunya!

Yummy!

15

16

Degraves Street

17

Kalau Mazzers kehabisan tempat untuk dikunjungi, Degrave St. selalu bisa menjadi pilihan! Kafe ini dipenuhi oleh Waffles, Cupcakes dan bahkan Espresso. Degrave St is a lovely choice for brunch!
Setelah selesai brunch, kamu bisa melihat – lihat pameran dari seniman lokal atau belaanja – belanja di toko yang ada di dekat kafe itu, yaitu di Flinders St Station. Dengan berjalan – jalan beberapa menit di sana, kamu akan menemukan Hosier Lane dan State Library Victoria, atau hanya dalam waktu 20 menit menggunakan mobil, kamu sudah bisa sampai ke National Gallery of Victoria!

Melbourne punya banyak kafe dan restoran yang bisa kamu kunjungi di sepanjang tahun. Sedikit saran, kalau kamu menjelajahi kota ini ketika musim dingin, pastinya kamu akan menemukan pengalaman yang berbeda! Just make sure to keep yourself fed and warm, Mazzers.

Catch full story of this here. More stories in Grace Filled Travel Junkie, Demas Ryan.

Text/Photo : @demasryan

Candi dan Bintang

Candi dan Bintang

“Nenek moyangku seorang pelaut……..” mungkin lagu tersebut sering kita dengar atau bahkan kita nyanyikan saat kita masih kecil. Tapi siapa sangka selain menjadi pelaut, nenek moyang kita juga seorang astronom? Hmm.

Mazzers, kamu pernah mendengar kata rasi bintang? Rasi bintang adalah sekelompok bintang-bintang yang tampak berhubungan dan membentuk pola tertentu. Kembali tentang nenek moyang kita, ternyata ada dugaan bahwa Candi Borobudur, Candi Pawon dan Candi Mendut dibangun berdasarkan deretan rasi bintang orion. Hal tersebut terbukti dari bagaimana candi tersebut dibangun dalam sebuah garis lurus.

Kalo kamu masih penasaran tentang kehebatan nenek moyang kita, mari langsung tonton videonya.

All credits of this video, goes to the makers. Music and sound applied are used for entertainment purposes only.

Video : @yanadid

Danau Terindah Selama Hidup

Danau Terindah Selama Hidup

Ide untuk pergi ke sebuah danau terdengar megah di telinga saya. Setelah perjalanan panjang menuju puncak dan melewati 7 bukit penyesalan, saya benar-benar berhak menerima sebuah hadiah. Satu hal yang saya tahu, jalanan menurun sama sulitnya dengan jalan menanjak.

Setelah 7 jam berjalan, kami akhirnya sampai di tempat perkemahan yang terletak didekat danau. Berjalan di kegelapan bisa mematahkan semangatmu. Ketika malam menjadi semakin gelap, jalan semakin terlihat tidak berujung. Hal menjadi semakin buruk ketika kaki saya cedera dan saya demam pada malam itu. Setelah makan malam yang singkat, saya minum obat dan tidur. Badan saya membutuhkan istirahat setelah 3 hari tidak berhenti berjalan.

rinjani explore porter demas ryan grace filled travel junkie segara anak danau lake summit puncak lintang indonesia lombok backpack (1)

Malam itu terasa seperti mimpi buruk. Ditambah lagi kami harus berjalan 12 jam pada esok hari. Matahari pun terbit dan semua berubah saat pagi hari. Saya bangun di hadapan danau yang sangat indah, bahkan saya bisa menatapnya hingga berjam jam. Otot saya nyeri dan kaki kiri saya masih cedera. Tetapi semangat saya entah bagaimana bangkit hanya dengan melihat danau paling indah yang pernah saya lihat seumur hidup saya. Danau Segara Anak.

rinjani explore porter demas ryan grace filled travel junkie segara anak danau lake summit puncak lintang indonesia lombok backpack 2 (1)

Danau Segara Anak bisa membayar rasa sakit saya. Bila punya waktu lebih, paling tidak kamu harus menghabiskan sehari di sekitar danau. Beberapa aktivitas yang bisa kamu lakukan adalah mandi, berenang, memancing dan merasakan mandi air panas. Sayangnya, rasa sakit ini tidak mengizinkan saya untuk melakukan semua hal itu. Yang saya lakukan hanyalah duduk di tepi danau dengan secangkir kopi panas di tangan saya. Namun itu pun juga momen yang menyenangkan.

rinjani explore porter demas ryan grace filled travel junkie segara anak danau lake summit puncak lintang indonesia lombok backpack 8 (1)

Untuk mencapai ke danau, saya harus melewati perjalanan yang cukup panjang. Ini adalah video yang bisa merangkup itu semua. Perhatian: ini apa yang bisa kamu lihat 4 hari tanpa mandi.

Seperti yang sudah dituliskan di atas, saya harus berjalan 12 jam lagi untuk mencapai ke tempat peristirahatan. Semua orang sebisa mungkin bangun lebih pagi agar bisa sampai pada pukul 8 malam. Bagaimanapun, semua sangat terpesona dengan pemandangan danau tersebut. Kami akhirnya meninggalkan danau pada pukul 10:30 dan sampai pada pukul 12 malam. Perjalanan kembali mamang sangat panjang dan juga melelahkan, tapi sangat menyenangkan ketika kami mulai melihat peradaban. Dengan adanya peradaban, maksud saya, penjual minuman dengan minuman dingin.

Catch full story of this here. More stories in Grace Filled Travel Junkie, Demas Ryan.
Text/Photo : @demasryan

Tangisan di Puncak Gunung Rinjani

Tangisan di Puncak Gunung Rinjani

“True independence and freedom can only exist in doing what’s right.” – Brigham Young

Saya merasa kutipan ini menarik. Kita berhasil mengambil kemerdekaan 71 tahun yang lalu, sementara kita tidak melakukan pekerjaan yang besar untuk menjaganya. Jika kamu orang Indonesia, atau akrab dengan apa yang terjadi di negara saya, mungkin kamu tidak akan butuh penjelasan lagi. Untuk yang belum mengerti, kamu bisa mencari di google dengan kata : korupsi, pendidikan, kesehatan. Kamu akan menemukan angka dan statistik yang memilukan dari negara yang merdeka ini. Ya kami memang negara merdeka. Tetapi, kami tidak seharusnya berada di tempat kami sekarang.

Paragraf di atas mungkin terlihat sangat pesismis. Tapi itu yang benar benar saya rasakan sebelum saya mendaki punjak Rinjani. Saya punya kesempatan untuk merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke 71 di atas puncak Gunung Rinjani dengan @lintang.indonesia. Setelah saya mencapai puncak Gunung Rinjani, beberapa menit sebelum terbitanya matahari, masyarakat lokal menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan rasa bangga melebihi model victoria secret yang berjalan di atas catwalk.

Ini adalah bagaimana penampakkan di puncak Gunung Rinjani waktu itu. Hampir membuat saya menangis.

Minggu ini, saya menemukan sesuatu yang lebih penting dari perjalanan saya sendiri, yaitu harapan. Harapan, yang membuat saya tetap berpikir positif tentang indonesia. Di atas bukit Rinjani, saya melihat orang indonesia yang banggan dan cinta kepada bangsanya atas keberhasilan diatas situasi dan kondisi yang ada, biar seburuk apapun.

Mungkin kita tidak memiliki orang orang yang pintar, atau sumber daya yang besar. Tetapi, semangat kita yang akan merubah negara ini hari demi hari. Tetap nyanyikan lagu kebangsaan dengan lantang dan juga bangga. Seperti kemerdekaan baru didapat kemarin.

Screen Shot 2017-04-05 at 10.54.03 AM

 

Catch full story of this here more stories in Grace Filled Travel Junkie, Demas Ryan.
Text/Photo : @demasryan

Late Night Eats at Melbourne

Late Night Eats at Melbourne

Malam, yang selalu datang di dalam setiap perjalanan. Jika kamu memulai pagi maka akan berakhir malam. Tetapi tidak selalu begitu. Ada harinya ketika kita bersantai di pagi hari, mungkin menghindari rusuhnya jalanan di pagi hari. Oleh karena itu, hari ini kami menjadi anak malam di negara asing. Melbourne.

P1100574

Dimulai dari mengunjungi restoran kesukaan semua orang, di pinggir sungai. Siapa yang tidak suka makan di pinggir sungai dalam suasana yang nyaman tidak terlalu dingin pada bulan April di Australia? Paling tidak teman teman disini sangat menyukainya. Walau malam, tetapi tetap ramai.

Di sekitar South Wharf, perpanjangan dari Southbank dan masih merupakan satu rezim dari sekitar sungai Yarra. Kami mengenal Munich Brauhaus, dari namanya saja sudah sangat Jerman. Sebenarnya mengunjungi teman saja disini, tapi jadinya lihat lihat. Resto ini sangat luas, bisa mencakup sampai 3000 pengunjung. Ruang makan ada 4 area, di setiap area punya karakter masing masing. Ada yang dilengkapi stage, ada ruang setengah berdiri atau meja tinggi dan ruang makan meja formal di atas dan outdoor area. Lengkap untuk semua keluarga, saya rasa.

P1100587

P1100592

P1100591

Selain itu, South Wharf dan sekitar Yarra River memang terkenal dengan beberapa bar dan lounge yang menarik untuk dikunjungi. Melbourne Public Bar, selalu ramai di kala weekend dengan DJ dan penampilan live dari musik lokal (buat kita internasional sih). Plus 5, satu lounge yang menarik karena selalu mengajak untuk undang banyak orang jangan cuma sendiri (oke karena kita tidak sampai lima, kita di depan saja).

Masih banyak tempat bercengkrama malam yang menarik untuk dikunjungi setiap malam. Tidak cukup untuk satu malam berada di lingkungan ini. Beberapa teman berkata, saking Melbourne terkenal dengan kulinernya, banyak resto dan lounge yang tutup dan berganti pemilik semudah menjentikan jari setiap bulannya. Wow, what a challenge that is !

P1100588

P1100580

P1100579

P1100583

Bercerita banyak hal membuat kita yang tadinya jalan- jalan menjadi lapar di saat jalan pulang. Maka, kami berhenti di salah satu gerai masakan Cina yang yaa… terlihat biasa saja seperti gerai yang sering kita temui di Jakarta dengan gantungan daging di depannya. Hanya, bedanya disini tidak digantung. Tapi ya kurang lebih seperti itulah. Tetapi, karena ini adalah rekomendasi dari teman kami, hayuklah kita masuk dan coba apapun yang menanti disini.

Rose Garden. Itulah namanya. It was not rose kind of smell, but smells like oyster sauce, 5 spice melts with dishes, soy sauce and eggs on a pan kinda smell that sings in our garden. Ya, ini sangat menarik hidung kami. Menu, sangat sederhana. Nasi dengan telur dan ayam, atau nasi dengan daging, atau nasi dengan sayuran selayaknya di negara Asia yang mendewakan nasi. Pesanlah kami beberapa macam, dan ternyata enak! Enak! Enaaaaak! Kalau kamu percaya makanan dengan MSG itu enak, ini punya kadar MSG yang cukup di dalam hidup. Porsi, adalah hal yang lain. Banyak! Banyak! Mungkin kalau tidak selapar ini, saya tidak bisa menghabiskan satu porsi dan berakhir untuk makan pagi di esok hari.

DSC02464

DSC02461

DSC02459

DSC02457

Oke sudah lumayan banyak untuk cerita kali ini. Malam hari di Melbourne tentu punya lebih banyak lagi petualangan dibandingkan yang saya lakukan. Kapan kamu kesini mazzers?

Letakan Pundak di Melbourne Central

Letakan Pundak di Melbourne Central

Berada di kota pasti ada selanya. Ketika sedang bosan, kafe atau taman menjadi pilihan wajar untuk keluar dan menikmati hari yang lebih tenang. Untuk kami, menulis dan menemukan sesuatu yang asik untuk ditulis adalah guna dari sela setiap kota. Makanya, ketika ada di kota Melbourne harus juga mencari tempat beradu sela.

Shopping mall is one of the choice when you got into this city. Namanya memang wajar wajar saja. Seperti di Indonesia, Melbourne juga memiliki mal tempat belanja. Bedanya adalah di kota ini lebih banyak tempat makan dan bersenda gurau dibandingkan tempat untuk membeli barang. Jasa adalah suatu hal yang suci di tempat ini. Queen Victoria Village adalah salah satu tempat yang kami kunjungi untuk mencari sela. Hey, tempat duduk di rumput buatan adalah keasikan yang ditemukan di tempat ini. Bukan untuk futsal, sesimpel untuk duduk dan membuka makanan atau menyeruput kopi saja. Truly a soothing place, isn’t it?

DSC02170

DSC02171

Selain QV, salah satu tempat untuk menyendiri juga ada di dekat stasiun ramai di Central Melbourne. Flinders Station and Federation Square are two of the most popular relationship that we had. Kalau mau ke luar kota dengan kereta, Flinders station jawabannya. Ketika ingin menyendiri atau sekedar ngobrol tanpa harus keluar uang dan meluruskan kaki di Federation Square tepat di seberang St Paul’s Cathedral (sempet masuk foto lalu keluar lagi, padahal ga boleh foto). Disini ada yang jual es krim, bisa duduk di kursi kursi depan ACMI (yang juga menarik tapi nanti aja ceritanya). Tidak lupa juga ada kawanan merpati kadang ikut cari makan disini. Seru dan santai.

DSC02238

DSC02281

DSC02239

Mari kita lanjutkan perjalanan. Stay healthy and explore more mazzers.

Menjadi “Anak“ Wae Rebo

Menjadi “Anak“ Wae Rebo

Menilik persyaratannya, untuk menjadi “anak” Wae Rebo sebetulnya tidak sulit. Desa kecil ini ibarat tangan terbuka, selalu menyambut para pengunjungnya sebagai anak-anak Wae Rebo yang baru kembali dari tanah rantau.

Syaratnya hanya satu, restu dari leluhur yang didapatkan dengan mengikuti upacara penghormatan leluhur atau disebut Waelu’u selama lima hingga sepuluh menit di salah satu rumah Mbaru Niang bernama Niang Gendang. Dalam upacara tersebut tetua adat akan memintakan restu leluhur dan mendoakan setiap pengunjung dalam bahasa setempat. Selepas upacara, persis ketika keluar dari Niang Gendang, kita sudah menjadi “anak” Wae Rebo. Walaupun terkesan sederhana, upacara penerimaan ini begitu penting dan wajib.

6a

Untuk menjadi “anak” Wae Rebo yang sesungguhnya, mengenal sejarah desa ini menjadi suatu keharusan. Dalam buku “Pesan Dari Wae Rebo” oleh Yori Antar, dikisahkan bahwa penduduk Wae Rebo adalah keturunan Empo Maro, pelaut asal Minangkabau yang berlayar bersama keluarganya hingga ke pulau Flores dan menetap di berbagai desa di Manggarai. Setelah lama berpindah-pindah karena berbagai sebab –salah satunya mengikuti arahan rubah, Empo Maro akhirnya mendapat ilham untuk pindah ke sebuah wilayah di timur, menetap di desa tersebut dan memberi nama “Wae Rebo”. Seperti leluhurnya, penduduk Wae Rebo keturunan Empo Maro ini dipercaya sebagai orang-orang yang ahli berkebun dan berburu. Terbukti bahwa berkebun adalah mata pencaharian utama penduduk Wae Rebo dengan menghasilkan kopi, jeruk, sirih, markisa, jahe, dan temulawak. Sedangkan para wanitanya menenun kain Cura.

1b

Saya lalu mencoba sudut pandang berbeda yaitu dengan mengamati anak-anak Wae Rebo yang begitu asyik bermain di alam terbuka, spontan membuat saya gembira karena teringat adegan-adegan film Laskar Pelangi. Namun segala keseruan berakhir ketika hari sudah gelap, ketika semua harus masuk rumah sebab keluar di malam hari tanpa penerangan bisa beresiko bahaya. Bagi anak-anak Wae Rebo masa kecil ialah suatu tempo kehidupan yang singkat, sesingkat pagi berganti malam. Menginjak usia sekolah, anak-anak ini harus merantau ke desa tetangga atas tuntutan literasi dan pendidikan. Sekolah Dasar paling dekat terletak tiga jam berjalan kaki turun gunung ditambah empat jam untuk kembali naik. Melanjutkan ke sekolah menengah berarti harus merantau lebih jauh lagi, kalau perlu sampai ke Ruteng.

4a

Photo & Text : Nur Fadilah

Pagi – Pagi Merapi

Pagi – Pagi Merapi

Beberapa bulan yang lalu kami berkunjung ke Yogyakarta untuk mengisi libur akhir tahun. Membaca beberapa referensi tempat wisata yang bisa dikunjungi di Yogyakarta, kami tertarik dengan satu nama, yaitu “Lava Tour Merapi”.

P1030618

 

Tanpa pikir panjang kami mengikuti arahan dari salah satu situs online. Memakan waktu kurang lebih 1,5 jam dari Malioboro. Perjalanan sejauh 30km, kami tempuh dengan menggunakan mobil yang langsung mengantar ke tempat tujuan. Deretan mobil Jeep mulai terlihat saat kami sampai ke tempat tersebut.

P1030530
Salah satu pemilik mobil tersebut menjelaskan kepada kami bahwa kami dapat menikmati lava tour dengan berbagai macam pilihan. Lintasan pendek, jauh, ataupun sedang. Karena tidak memiliki waktu yang cukup panjang kamipun memilih mengambil jalur yang paling pendek.

P1030539

 

Sepanjang perjalanan, jalur yang kami lewati merupakan perpaduan antara batu-batuan, aspal dan juga tanah. Sebagai tambahan informasi, erupsi besar terjadi di Gunung Merapi pada tahun 2010 yang menelan banyak korban jiwa. Sehingga selama perjalanan kita masih bisa melihat banyak peninggalan letusan gunung merapi. Peninggalan tersebut diantaranya bebatuan yang keluar dari perut bumi dan juga sisa perabotan rumah yang terbakar akibat letusan gunung.

P1030507

P1030510

 

Sangat menarik ketika kami diantarkan dengan menggunakan mobil Jeep terbuka sehingga kita bisa merasakan udara asri pegunungan pada pagi hari. Kalau siang udaranya akan panas terik, tapi untuk yang mencari panas boleh juga. Tidak hanya mobil, disediakan juga motor bagi kamu yang menyukai off road bike.

 

 

Touchdown at Melbourne

Touchdown at Melbourne

Memulai perjalanan menuju ke Melbourne, tanah Australia yang kata teman teman saya “The Most Liveable City in Australia”. Okeh, mari kita buktikan. Melipirlah kami ke bandara dan terbang dengan penerbangan ala ke luar negeri. Ya, memang menuju luar negeri sih. To us, overnight flight is the best choice for budget savers. Of course, we are saving to more great things that will happen in Melbourne, hopefully. Spesialnya dari terbang malam hari adalah, sampai di tujuan pagi! Mendapatkan pemandangan udara tanpa kabut asap dan horizon yang membelah dua warna tidak terjadi setiap hari di Jakarta. Walaupun Australia terlihat dekat, tapi kesini memakan waktu 8 jam. Ditambah terbang malam hari, tidur nyenyak dengan bantal tambahan merupakan sebuah momen yang patut dilupakan. Karena kami tidur. He. Tapi, bangun di saat yang tepat.

IMG_5993

IMG_5793

Here we come, Melbourne. Skip the boring part as packing out and so on, we managed to find one thing that we need. Coffee, speciality coffee. Disini hampir tidak ada kopi wanita hijau (we’ve said this before, I guess), karena sebagian besar memiliki kemampuan untuk mengolah dan mencari kopinya masing masing menjadi sesuatu yang spesial. Pour over coffee, espresso machines, and a lot of styles of making coffee with each complexity of taste and aroma kept this city cool phase. Selain itu, makanan juga menjadi satu hal yang menyenangkan di sini, bisa dilihat di artikel kami tentang makan minum di Melbourne di sini. Maklum kami turis di kota baru ini jadi semua perlu diabadikan, yeah.

IMG_5427

IMG_5428

IMG_5429

IMG_5434

Di luar itu, terdapat banyak spot menarik yang akan memiliki visual yang berbeda di setiap periodenya. Beberapa yang kami temui adalah seperti tempat semua kereta bertemu, yaitu Melbourne Central. Bangunan yang terlihat tua ini adalah satu bagian yang dilindungi sebagai spot penting di Melbourne secara sejarah. Di bagian depannya terdapat banyak graffiti artist yang berkerja dan membuat lukisan lukisan asik dari film film terkenal seperti Avengers.

IMG_5843

IMG_5872

DSC02138

Pemula di Dapur Cirebon

Pemula di Dapur Cirebon

Pemuda bukan berarti pemula. Tapi untuk seseorang yang datang ke Cirebon pertama kalinya untuk makanan, pemula. Pertama kali juga makanan makanan ini kami kenal dari namanya. Nasi lengko, nasi jamblang, empal gentong, mie koclok dan banyak lagi. Hanya saja mengenal nama tidak cukup, harus tahu selanya dimana bisa mendapat yang enak mazzers.

P1100731

Pertama tama dari keluarga nasi, lengko. Nasi ini seperti nasi campur. Tahu, tempe, toge, serta hal hal lain dengan hijau dan cokelat memenuhi piring. Kalau lapar banget, sambil makan sate kambing. Rasanya enak, tapi kalau kata sumber terpercaya kami, tambahkan kecap manis biar enak sekali. Pada dasarnya, kita memang cuma makan ini sekali.

P1100732

Masih dari keluarga nasi, nasi jamblang. Jamblang memang terdengar seperti kata yang negatif, tetapi tidak ketika selesai makan nasi jamblang. Nasinya biasa, tapi banyak lauk lauk yang terlihat biasa di mata. Ketika masuk mulut, aw ow aw, mari makan terus. Kalau kamu pernah dengar nasi kucing. Khalayaknya sama, tapi beda daerah. Selain itu, perkedel yang dijual sebagai lauk nasi jamblang mempunyai textur yang berbeda. Kriuk kriuk ketika dimakan, bentuknya seperti tahu bulat walau harganya lebih dari 500 rupiah. Tidak apa, kami ingin satu toples penuh perkedel ini.

P1110089

P1110092

P1110093

Selain keluarga nasi, juga ada keluarga roti panggang di Cirebon. Bukan hal yang luar biasa memang, tapi roti panggang tidak memiliki banyak pilihan makanan. Minuman, hal yang lain. Banyak pilihannya dan setiap tempat ropang punya keindahan tersendiri. Dalam hal ini, es susu ini penuh keindahan di malam yang gelap.

P1110103

Paragraf diatas hanya intermezzo. Tapi ini adalah inti utama perkulineran Cirebon. Empal Gentong. Dari sebuah gentong tanah liat buatan khusus yang tidak pernah dicuci minimal 3 turunan. Empal yang dimasak di gentong ini akan semakin enak seperti meminum anggur. Kuahnya apalagi. Tambah kerupuk juga apalagi. Nikmat apalagi yang bisa diberikan? Apa… apaaaaaaa.

P1110107

P1110108

Ada Batu di Balik Jawa

Ada Batu di Balik Jawa

Jawa Timur, destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh banyak orang. Sebut saja Malang, Pulau Madura, Sempu, Tambakrejo dan kota-kota lain yang terkenal dengan keindahan alam dan juga tradisi adatnya. Keindahan dan juga keragaman dari Jawa Timur, lantas membuat Jawa Timur kaya akan tempat destinasi wisata.

Berbicara tempat wisata di Jawa Timur, salah satu tempat yang pernah kami kunjungi adalah “Kota Batu”. Kota yang terletak 15 km di sebelah barat laut Malang ini memiliki cukup banyak destinasi wisata. Untuk menghabiskan waktu di kota ini kami lantas membuat rencana perjalanan.

Spot 1 – Zoo Time

Untuk pecinta kebun binatang nama “Batu Secret Zoo” mungkin sudah tidak asing lagi. Tidak seperti kebun binatang pada umumnya, tempat ini mengharuskan pengunjungnya untuk mengikuti alur perjalanan yang sudah dibuat oleh pengelola kebun binatang. Jadi secara langsung kita bisa menikmati segala jenis binatang yang ada di tempat tersebut.

IMG_7920

Kami sangat terkesan dengan konsep yang ada disana. Mereka membuat beberapa tema dari tempat tersebut. Contohnya adalah savanna di dalam komplek savanna kita hanya melihat hewan hewan yang berasal dari ladang rerumputan luas saja. Begitu juga dengan tema bawah air, atas langit dan tema tema lainnya. Jadi sepanjang perjalanan dari pintu masuk hingga pintu keluar kami merasa dekat dengan teman teman jagat raya alam.

IMG_7961

IMG_7898

IMG_7918

Spot 2 – Foto Foto Museum

Indonesia rasa Eropa, Indonesia rasa Broadway. Kami hampir kehabisan kata-kata untuk mendeskripsikan apa yang kami lihat di Museum Angkut. Pertama masuk, kami langsung disuguhkan oleh koleksi berbagai macam mobil dan juga motor motor tua yang dipajang rapi. Berjalan beberapa langkah kemudian kami melihat banyak sekali bangunan bangunan yang serupa dengan arsitektur Eropa dan negara negara lainnya. Selain bangunan-bangunan yang instragammable disana juga ada berbagai macam terdapat patung lilin yang menyerupai berbagai macam tokoh terkenal dari berbagai penjuru dunia.

IMG_8178

IMG_8162

IMG_8177

IMG_8210

Spot 3 – Cahaya di Taman Hiburan

3.3 Km dari Museum Angkut, kita bisa menemukan tempat hiburan malam lainnya. Bukan hiburan malam yang seperti dipikirkan. Tempat ini terlihat lebih menarik jika kita datang pada malam hari, karena tempat ini banyak dihiasi oleh banyak lampu-lampu indah nan romantis.

IMG_8069

Kami berada di dalam “Batu Night Spectacular”. Sesaat ketika kami sampai, kami melihat kerlap kerlip lampu dari kejauhan. Awalnya kami pangling karena harus membayar lagi untuk bisa masuk ke Lampion Garden Batu Night Spectacular, tetapi rasa penasaran kami terbayarkan lunas dengan pangling melihat keindahan harmoni cahaya yang ada dari lampiun yang ada di sekitar kita. Wuoaah!

IMG_8048

 

Photo/text : @rezaibr