Video

Holiday Covers by Kezia Fortunata & Khairul Rizky [Talent IO]

Holiday Covers by Kezia Fortunata & Khairul Rizky [Talent IO]

Kezia Fortunata’s Social Media
Twitter : @kezia_pianist
Facebook : Kezia Fortunata
Instagram : @keziafortunata

Khairul Rizky’s Social Media
Instagram: @khairulrizkyy

A Collaborative Project : Olivia Pardede & Wendy Marc in Christmas Medley

A Collaborative Project : Olivia Pardede & Wendy Marc in Christmas Medley

Main.Musik X Mazzeup mengucapkan selamat datang di minggu penuh liburan dan kesenangan. Oleh karena itu, makanya ada kolaborasi yang bisa bikin kamu lebih senang di rumah. Featuring both of these great artists, Olivia Pardede and Wendy Marc.

Selamat Natal dan Tahun Baru dari kami semua. Catch you up later on!

Selain itu juga ada sedikit perjalanan dan behind the scene yang bisa kamu tonton melalui channel kakak Wendy Marc. Right here :

#NJOY – Hangout and Vibes – EP.01

#NJOY – Hangout and Vibes – EP.01

Banyak tempat bisa dikunjungi, secara lokal ataupun internasional. Kami sangat menghargai proses menuju ke suatu tempat, karena bagaimanapun juga ini adalah arti dasar jalan – jalan. Tempat wisata bukanlah satu satunya kenikmatan dari berwisata. Tapi juga proses menuju kesana. Apa saja yang kita lakukan sebelum dan sesudah ke tempat wisata. Satu bagian besar dari “jalan-jalan”.

Dalam kisah kali ini, walau bukan dongeng ya, kami membagi momen agar dinikmati bersama sama. Apalah artinya jalan jalan, dan menikmati sendiri atau hanya untuk bikin kepengen buat yang belum bisa jalan-jalan. Kami pikir membuat sesuatu dari tiap perjalanan. Kondisi ketika bersama sama, menikmati secangkir kopi ataupun semangkuk penuh fruit & granola bowl. Sampai dengan berputar disekitar pantai yang udaranya dingin. Brrrrr.

Cek instagram @mazzeup untuk update yang lebih cepat. Ready for another journey?. Let’s #NJOY every journey!

Ambitions

Ambitions

Jika kamu memiliki 12 menit lebih 12 detik lebih dalam hari kamu, mungkin ini dapat membuat hari kamu lebih berambisi. Lebih cocok lagi, buat kamu yang ingin menjadi wartawan. Find a hint of the story down here.

Pram adalah seorang karyawan baru yang mendapatkan tugas di hari pertamanya bekerja, untuk mencari berita. Tetapi dalam menjalankan tugasnya, Pram menemukan banyak kejanggalan yang memaksanya untuk belajar lebih banyak tentang pekerjaan ini. Ternyata penyesuaian menjadi wartawan, memiliki banyak tantangan di perjalanannya.
Dapatkah Pram melewati masa-masa awal karirnya sebagai jurnalis?


All credits of this film, goes to the makers. Music and sound applied are used for entertainment purposes only.

Text : @rezaibr

Mrs Little Sunshine

Mrs Little Sunshine

Pernikahan bukanlah hal kecil. Untuk Jazlyn, inilah yang dia inginkan dari kecil. Hanya saja tidak semua yang diinginkan selalu akan terjadi, ada elemen penting yang hilang.

Sesaat sebelum hari pernikahannya, teringat semua kenangan masa lalu Jazlyn yang masih menghantuinya. Kenangan yang selama ini disimpan sebagai rahasia besar hidupnya. Teringat kembali pria tua itu masih berdiri disana, kenangan dimana pria itu terus memperhatikan Jazlyn ketika dia bermain di taman. Bisakah jazlyn menjalani kehidupan dan melanjutkan pernikahan dengan segala kenangan yang menghantui pikirannya?


All credits of this film, goes to the makers. Music and sound applied are used for entertainment purposes only.

Text : @rezaibr

Disciple of Dance : The World District Stage Dance

Disciple of Dance : The World District Stage Dance

Menari di panggung bukanlah hal yang mudah.. tapi menyenangkan. Memberikan penampilan gerak tari secara grup, sendiri dan berpasangan memiliki ketegangan dan ambience yang berbeda. Permainan perasaan ini ditunjukan di Dance On “The World District” sebuah pagelaran tari modern dengan arah street dance dan contemporary dance oleh LSPR Dance.

P1080123

Cerita Dance On memberikan kisah pertandingan dance dari negara- negara di dunia dengan karakter tari masing masing. Dilengkapi dengan perseteruan dan cerita dalam dua tim, memberikan kesan seperti dalam film Step Up. Tapi bukan itu sisi wow-nya. Tetapi penampilan pertama sampai terakhir dengan pengaturan jeda antar penampilan, membuat menonton pertunjukan Dance On menjadi intense!

P1080139

P1080146

We will let you see some of the show highlights here mazzers. Be inspired, and let’s dance on!

P1080129

P1080114

Photo/Video : @sevencrow
Presenter : @karinasyahna

S e l a n g [sepekanpulang] – Nusa Tenggara To Maumere , Flores

S e l a n g [sepekanpulang] – Nusa Tenggara To Maumere , Flores

Tentang esensi hari terakhir rangkaian perjalanan sepekanpulang. Dalam euforia yang agak melankolis, (anti) memabukkan. Dua belas jam yang kekal berkelok di sepanjang “adimarga” Flores jalur Ruteng- Maumere.

Saya, si “pemabuk” yang payah ini, sukses bertahan tanpa tidur dan tidak sedikit pun merasa mual, tidak juga nyeri kepala. Mungkin, ini efek “rindu setengah mati”. Atau sepertinya, saya telah berhasil mencapai standar derajat sinkron tertentu sehingga kompatibel dengan yang namanya perjalanan darat overland. Bisa jadi. Yang jelas, saya berhasil survived dari hagemoni kerinduan dan mengubahnya menjadi kekuatan positif yang membesarkan hati. Saya masih sabar mengikuti permainan waktu, berkendara berjam-jam lagi untuk sampai ke rumah, kembali ke pelukan ibu, nanti malam!

Saya akan mengulang perjalanan ini dengan total overland via darat dari Jakarta-Malang-Bali-Lombok-Labuan Bajo-Maumere dengan destinasi utama di Labuhan Bajo (Pulau Komodo, Rinca, Padar dan Kenawa)! Saya tidak berniat solo lagi! 😀 Jadi, bagi siapapun yang butuh teman perjalanan dalam rute tersebut pada akhir Januari hingga awal Februari 2016, saya akan dengan senang hati berbagi perjalanan #sepekanpulang_II ^^

Terima kasih banyak untuk yang sudah mengikuti rangkaian cerita sepekanpulang ini!

Project from @f.flaurndhia
Wait for more to come, or simply goes here

Editorial : @sadidae

Disciple of Dance : The Blossoms of Ballet

Disciple of Dance : The Blossoms of Ballet

Ballet adalah sebuah seni olah tubuh yang dipadu dengan musik membentuk sebuah tarian yang mengedepankan keanggunan dan teknikalitas yang tinggi. Ballet sendiri di cipatakan di Italia pada abad ke 15 renaisans dan menjadi populer hingga sekarang.

Balet_GKJ_jaws_03

Di Indonesia sendiri banyak sekali berkembang studio-studio ballet yang tentunya memiliki banyak siswa dan banyak pula yang melanjutkan menjadi ballerina profesional. Salah satunya Studio Ballet Yumiko , Bogor Jawa Barat. Setiap dua tahun Studio Ballet Yumiko menyelenggarakan pagelaran amal untuk disumbangkan ke Yayasan Pengembangan Anak Istimewa Indriya yang juga berada di Bogor.  Event yang dimeriahkan oleh para ballerina dari Studio Ballet Yumiko ini juga semakin mantap dengan kehadiran empat ballerina profesional dari Jepang: Mami Mori, Megumi Matsuoka, Saori Nagata, Yuma Miki.

Balet_GKJ_jaws_04

Balet_GKJ_jaws_02

Sebuah pertunjukkan spektakuler pastinya membutuhkan banyak persiapan dan latihan demi latihan demi performa yang maksimal. Kali ini, tim mazzeup diberi kesempatan untuk dapat melihat secara langsung kegiatan dibalik layar yang pastinya jarang sekali bisa disaksikan dalam sebuah pertunjukkan. And we are about to share our chills while watching.. ready?
 

Balet_GKJ_jaws_00

Balet_GKJ_jaws_05

Text : @chazky
Photo : @jawswatulingas
Video : @sevencrow

 

S e l a n g [sepekanpulang] – A State of Peace #Ruteng

S e l a n g [sepekanpulang] – A State of Peace #Ruteng

Pertama kali saya melihat Wae Rebo adalah melalui foto-foto di penelusuran gambar Google ketika mencari informasi destinasi wisata kota Ruteng. Dikuasai perasaan subyektif, saya menyematkan gelar pada Wae Rebo, sebagai “Macchu Picchu-nya Indonesia”. 

Ketika menghabiskan dua hari satu malam di Negeri Atas Awan itu, hidup seperti penduduk lokal, saya merasakan suka-duka mereka. Kedekatan yang tenteram dengan alam memang merupakan kebahagiaan terbesar. Terlebih, saya salut dengan keharmonisan masyarakatnya. Mereka memiliki hunian yang sama, tujuh buah rumah Mbaru Niang yang persis seragam, masing-masingnya dihuni bersama-sama oleh 6 hingga 8 keluarga. Mereka juga punya mata pencaharian dan sumber daya yang sama, berupa lahan-lahan perkebunan kopi dan kayu manis. Bahkan, halaman rumah mereka adalah satu bidang datar yang sama di tengah-tengah desa, digunakan untuk menjemur kopi pada siang hari dan sore harinya untuk tempat berkumpul serta dijadikan lapangan bermain bola oleh anak-anak Wae Rebo. 

Walaupun tempat tinggalnya jauh di dalam hutan di puncak bukit, saya yakin mereka bukan ingin mengasingkan diri. Keluarga besar Wae Rebo terlahir dengan sifat dermawan. Prinsip hidupnya adalah untuk berbagi bukan hanya diantara mereka sendiri, tapi juga dengan generasi sebelumnya dan generasi masa depan, bahkan dengan para tamu yang datang!

Namun anehnya, saya masih saja khawatir dengan listrik yang cuma ada pada malam hari, takut tidak bisa mengecas baterai kamera. Selain itu . . . Empat jam naik dan empat jam turun, itu bukan waktu yang sedikit untuk berjalan kaki dengan medan hutan berjurang-jurang, membawa turun hasil kebun lalu membawa naik berkilo-kilo beras, pakaian, solar dan kebutuhan lainnya. Lalu, tentang anak-anak yang sudah harus merantau keluar desa di usia sekolah dasar, hanya pulang saat akhir pekan atau bahkan menunggu hingga akhir semester. Bayangkan saja, rindu yang harus mereka tahan untuk sekedar bercerita pengalaman sekolah sehari-hari kepada ayah, ibu dan keluarga. 

Karena itu semua, saya berhasil untuk tidak merasa cemburu pada intimasi bumi dan manusia di tanah ini. Satu-satunya yang saya rasakan adalah kepuasan yang penuh syukur. Terima kasih, Wae Rebo, untuk pembelajaran hidup yang memanusiakan!

Saya akan mengulang perjalanan ini dengan total overland via darat dari Jakarta-Malang-Bali-Lombok-Labuan Bajo-Maumere dengan destinasi utama di Labuhan Bajo (Pulau Komodo, Rinca, Padar dan Kenawa)! Saya tidak berniat solo lagi! 😀 Jadi, bagi siapapun yang butuh teman perjalanan dalam rute tersebut pada akhir Januari hingga awal Februari 2016, saya akan dengan senang hati berbagi perjalanan #sepekanpulang_II ^^

Terima kasih banyak untuk yang sudah mengikuti rangkaian cerita sepekanpulang ini!

Project from @f.flaurndhia
Wait for more to come, or simply goes here

Editorial : @sadidae

S e l a n g [sepekanpulang] – A Sunset from Waringin

S e l a n g [sepekanpulang] – A Sunset from Waringin

Saya kembali tiba untuk kedua kalinya di Labuhan Bajo, pada waktu yang sama: petang hari. Tidak mengapa. Saya toh senang menjadi akrab dengan petang.

Pakaian belum sempuna mengering dan kecapan masih terasa asin selepas tadi siang snorkeling di Pink Beach dan Manta Point. Seketika terlintas di benak, pesan seorang kakak pengelana yang merekomendasikan sunset di Puncak Waringin. Tanpa terlebih dulu mampir ke penginapan, saya jalan kaki lewat gang-gang kecil di perumahan warga, mendaki hingga tiba di sebuah jalan raya yang ramai.

Saya memutar badan, langsung disilaukan oleh matahari yang bersiap terbenam. Luar biasa! Senja dalam busana terbaiknya, jingga!

Saya akan mengulang perjalanan ini dengan total overland via darat dari Jakarta-Malang-Bali-Lombok-Labuan Bajo-Maumere dengan destinasi utama di Labuhan Bajo (Pulau Komodo, Rinca, Padar dan Kenawa)! Saya tidak berniat solo lagi! 😀 Jadi, bagi siapapun yang butuh teman perjalanan dalam rute tersebut pada akhir Januari hingga awal Februari 2016, saya akan dengan senang hati berbagi perjalanan #sepekanpulang_II ^^

Terima kasih banyak untuk yang sudah mengikuti rangkaian cerita sepekanpulang ini!

Project from @f.flaurndhia
Wait for more to come, or simply goes here

Editorial : @sadidae

S e l a n g [sepekanpulang] A Dream Came True – Pulau Komodo

S e l a n g [sepekanpulang] A Dream Came True – Pulau Komodo

Petang hari, kami sampai di Labuan Bajo! Walau faktanya sedang kemarau, saya merasakan dingin angin dari kota sebelah, Ruteng, memanggil dari kejauhan dan mengajak segera menuju destinasi utama. Namun, saya terlanjur jatuh hati dan setengah mati penasaran dengan pulau-pulau yang tadi terlewati selama berlayar. Lagipula, sejak dulu saya bermimpi ingin melihat komodo! Saya bergeming sesaat sedang berpikir keras, sementara teman-teman perjalanan satu per satu mengucap selamat tinggal karena keluarganya sudah datang menjemput.

Ah. Beranilah sedikit! Jangan lagi ada senja biru seperti di Lombok, menatap tanpa daya pada Rinjani yang berdiri tepat di depan, menyaksikan mimpi tersia-sia. Maka, petang itu juga, usai check in di hostel, saya keluar menyusuri sepanjang jalan Soekarno-Hatta, berburu paket wisata ke Taman Nasional Komodo. Begitu banyak paket-paket pulau yang ditawarkan, namun saya hanya ingin ke Pulau Komodo!

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, mimpi besar itu betul-betul tergenapi.

Saya akan mengulang perjalanan ini dengan total overland via darat dari Jakarta-Malang-Bali-Lombok-Labuan Bajo-Maumere dengan destinasi utama di Labuhan Bajo (Pulau Komodo, Rinca, Padar dan Kenawa)! Saya tidak berniat solo lagi! 😀 Jadi, bagi siapapun yang butuh teman perjalanan dalam rute tersebut pada akhir Januari hingga awal Februari 2016, saya akan dengan senang hati berbagi perjalanan #sepekanpulang_II ^^

Terima kasih banyak untuk yang sudah mengikuti rangkaian cerita sepekanpulang ini!

Project from @f.flaurndhia
Wait for more to come, or simply goes here

Editorial : @sadidae

S e l a n g [sepekanpulang] – Between Sape & Labuan Bajo

S e l a n g [sepekanpulang] – Between Sape & Labuan Bajo

Dua belas jam berlalu sejak menaiki bus di terminal Mandalika sampai pada perhentian terakhir: Bima, wilayah administratif paling ujung di timur Nusa Tenggara Barat, kami akhirnya turun. Kami? Ya. Siapa sangka, begitu banyak yang terjadi selama dua belas jam di jalan. Saya berbagi bagian perjalanan ini dengan beberapa teman baru yang kebetulan sama-sama mengarah ke Flores.

Menghabiskan satu subuh yang tenang di terminal Dara Bima, kami menunggu terang untuk melanjutkan ke Pelabuhan Sape. Sayang sekali, waktu mulai tidak sabaran, mengajak berkejaran. Perkenalan dengan Bima jadinya sangat ringkas. Susah payah saya menghimpun dalam memori, kelebat pemandangan pagi hari kota Bima dari jendela mobil yang melaju kencang menuju pelabuhan selama dua jam, membentuk gambar yang paling jelas: kotak-kotak tambak garam dan kereta kuda benhur. Lalu kenangan terakhir, sambutan gerimis di pelabuhan, membuat kami berlari-lari kecil menyalip porter yang gontai memikul karung-karung besar, masuk ke dalam ferry yang dijadwalkan berangkat pukul 8 pagi, ke Labuan Bajo.

Tinggal sekali “melompat” untuk sampai ke seberang, ke daratan yang sama dengan rumah. Di Selat Sape, transisi antara Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur berlangsung meriah dikelilingi kembang-kembang air laut berbuih putih serta iringan parade lumba-lumba yang gembira menyambut para perantau, kembali pulang.

Saya akan mengulang perjalanan ini dengan total overland via darat dari Jakarta-Malang-Bali-Lombok-Labuan Bajo-Maumere dengan destinasi utama di Labuhan Bajo (Pulau Komodo, Rinca, Padar dan Kenawa)! Saya tidak berniat solo lagi! 😀 Jadi, bagi siapapun yang butuh teman perjalanan dalam rute tersebut pada akhir Januari hingga awal Februari 2016, saya akan dengan senang hati berbagi perjalanan #sepekanpulang_II ^^

Terima kasih banyak untuk yang sudah mengikuti rangkaian cerita sepekanpulang ini!

Project from @f.flaurndhia
Wait for more to come, or simply goes here

Editorial : @sadidae

Kongkow Bareng : Danilla Riyadi

Kongkow Bareng : Danilla Riyadi

Kongkow bareng adalah sesi live recording music yang dibuat untuk mazzers. Sederhana, untuk menjadi referensi bagi kamu yang suka musik tanpa batas musik apa. Selain itu juga karena sesi ini live recording, jadi kamu bisa menilai sendiri keren atau kurangnya performance dari masing masing musisi.

Have a great look, and look out for more updates at youtube or stream us here