ART/cle

CHILDHOOD MEMORIES : The Invisible Chapter

CHILDHOOD MEMORIES : The Invisible Chapter

Kita pasti rindu saat dimana kita tanpa rasa takut menumpahkan segala warna, menggoreskan garis tanpa ragu, tanpa ada peduli pendapat orang lain, murni akan kecintaan kita dan keceriaan dalam menggambar pada sebuah kanvas, itulah latar belakang Arkiv Vilamansa pada solo exhibition nya kali ini yang bertajuk Childhood Memories, Arkiv mencoba media baru dan keluar dari gaya nya melukis pada biasanya.

IMG_0372

Explorasi yang berinspirasi dari masa kecil nya lah yang membuat pameran Arkiv kali ini di dominasi dengan gaya abstrak, Arkiv menurut sertakan anak nya untuk ikut andil dengan setiap karya nya yang dibuat, gaya menggambar anak kecil membuat Arkiv berani membuat garis2 abstrak dengan kombinasi warna warna yang kontras.

IMG_0358

IMG_0363

IMG_0368

Pameran berlangsung dari 8 desember 2018 sampai dengan 8 janurai 2019 yang diselenggarakan di Cans Gallery Tanah abang, jadi bagi kalian yang ingin melihat karya – karya Arkiv masih dapat melihat karya dari salah satu seniman kebangga Indonesia ini.

IMG_0356

Dualitas seorang Abenk Alter

Dualitas seorang Abenk Alter

Dikenal sebagai seorang musisi, tidak membuat Abenk Alter untuk membuat sebuah karya seni lainnya, kali ini ia mendalami dunia melukis. Ditengah kesibukannya sekarang, Abenk membuat sebuah pameran tunggal berjudul “Interplay” yang menghadirkan 19 buah karya. Memakai konsep dualitas, dua identitas yang dia miliki dijadikan tema utama pameran yang diselenggarakan dari 14 Desember 2018 sampai 27 Januari 2019 nanti.

IMG_0022

IMG_0055

Mia Maria, kurator untuk pameran Interplay ini membantu Abenk untuk mengeksplorasi konsep dualitas yang saling mempengaruhi satu sama lain lewat karya-karya yang dipamerkan disini. Dualitas yang dimaskud disini mencakup aspek yang dapat ditemukan di lingkungan sehari-hari.

IMG_0024

IMG_0047

Kalian bisa menemukannya dari 19 karya yang tersebar di Ruci Art Space ini, kali ini Abenk memamerkannya tidak hanya memakai medium kertas, kalian bisa menemukannya dari sebuah karpet, besi, sampai instalasi yang menggabungkan sebuah LED dengan Audio. Jadi, jangan sampai kelewatan pameran ini!

Warna – Warna Penuh Makna

Warna – Warna Penuh Makna

Berbeda bukan untuk dibedakan. Berbeda bukan berarti tak bisa.

Kagum saja tak cukup untuk menggambarkan perasaan kami saat menghadiri pameran seni bertajuk “Warna Warna”.

“Mereka (anak disabilitas) bukannya enggak bisa, tapi mereka melihat dari perspektif yang berbeda.”

IMG_0130

Berangkat dari ide tersebut, Penyanyi jazz Andien Aisyah menggelar pameran seni bertajuk “Warna Warna”. Pameran yang diselenggarakan dari 29 Agustus sampai 9 September 2018 di Dia.Lo.Gue Art Space, Kemang, Jakarta Selatan ini menampilkan 62 buah hasil karya yang terbagi dalam tiga kategori yakni karya murni penciptaan, karya dengan referensi foto sebagai objek kekaryaan, dan karya remake. 

IMG_0123-e1536554875609

IMG_0108-e1536555094639

IMG_0103-e1536555035409

IMG_0088-e1536554956167

Berkolaborasi dengan lembaga pendidikan kesenian Art Therapy Center Widyatama (ATC), melalui pameran ini Andien ingin mengajak masyarakat untuk melihat anak-anak berkebutuhan khusus dari perspektif yang berbeda. Salah satu karya yang ditampilkan disini adalah instalasi interaktif,  Tree of Hope yang dibuat oleh Larch Studio, Ogi. Terbuat dari ranting-ranting kayu dan gulungan benang sisa pabrik karpet ternyata pesan yang ingin disampaikan adalah bagaimana sesuatu yang “terbuang” dan “tidak berguna” bisa menjadi cantik dan memiliki nilainya sendiri.

IMG_0126-e1536557316947

Andien juga meluncurkan single dengan judul yang sama dengan pameran ini dan juga memamerkan video klip nya dengan instalasi yang apik.

Sebuah acara yang menarik yang sarat akan pesan, two thumbs up untuk Andien!

Singgah Sejenak di Galeri Nasional

Singgah Sejenak di Galeri Nasional

Apa yang ada di bayangan kalian jika diberi tantangan untuk menjelajahi suatu Galeri di ibukota Jakarta ini dalam sehari? Mungkin ada yang senang, ataupun merasa bosan. Tapi untuk kami, menjelajahi suatu Galeri yang terletak di Pusat Jakarta adalah hal yang menyenangkan apalagi jika didalamnya  disuguhi banyak karya.

Kali ini kami menyempatkan diri untuk bersinggah di Galeri Nasional, ternyata didalamya sedang terdapat pameran  “[Re]kreasi Garis” karya para sketchers se-Indonesia dan”Channel of Light” karya Achmad Krisgatha.

0229

0215

0225

“[Re]kreasi Garis” ini berisikan representasi sebuah wacana perkembangan sketsa dari masa ke masa secara general. Sejauh manapun sketsa berkembang, pasti ada sebuah konteks seni yang dapat ditelusuri.

Pameran yang digelar di Gedung B dan C Galeri Nasional, ini diikuti oleh sketchers dari dalam komunitas-komunitas seni rupa, baik dari sketsa sendiri ataupun seni rupa lainnya. Seperti ada dari KamiSketsaGalNas, Bogor Sketchers, Cianjur Sketchers, Indonesia’s Sketcher Jogja, dan masih banyak lagi. Namun, kami juga menemukan karya-karya dari sketchers individual, seperti Romo Muji, Yusuf Susilo Hartono, Toto BS, Tatas Sehono. Sebanyak 234  karya dari 138 peserta dapat dinikmati disini, juga koleksi Galeri Nasional Indonesia sendiri maupun koleksi negara. Dari Galeri Nasional Indonesia sendiri menampilkan 21 karya sketsa dari Henk Ngantung, Ipe Ma’aruf dan lainnya. 

0178
IMG_0187
20180914_145015

Bergeser sedikit ke Gedung D, “Channel of Light” pameran yang diselenggarakan dari 6 sampai 23 September nanti merupakan pameran tunggal karya dari Achmad Krisgatha. Krisgatha berbeda dari seniman pada umumnya yang tertarik pada medium tertentu saja, namun tidak untuknya, kesehariannya diisi dengan mengerjakan karya-karya desain dan menjadi konsultan seni yang menggabungkan interaksi antara potensi seni rupa, arsitektur, musik dan juga video.

Dalam pameran ini, bisa dibilang sebagai hasil proyeksi kesadaran dirinya terhadap proses kerja kreatif yang telah ia jalani sekaligus menjadi usaha melakukan refleksi atas karir artistiknya selama ini.  Pameran ini ternyata bertujuan untuk menjelaskan semacam ‘belokkan” sikap serta posisi konseptual dirinya mengenai sebuah seni dan sikap atas penghargaan dirinya terhadap pengalaman hidup (realitas).

Dengan adanya beberapa pameran yang sedang berlangsung di Galeri Nasional, tentunya galeri ini bisa menjadi salah satu tujuan kalian untuk menghabiskan akhir pekan bersama teman-teman, jadi jangan sampai ketinggalan!

Mempelajari Seni Patung di Kota Kembang

Mempelajari Seni Patung di Kota Kembang

Bila kita berbicara tentang Bandung, hal yang terpikir biasanya adalah tentang kuliner. Di mana kita bisa menemukan batagor yang enak? atau sekedar mencari bakso cuankie yang terkenal. Berbeda kali ini, kami menghabiskan waktu di Bandung untuk menikmati karya seni milik I Nyoman Nuarta. Mungkin bagi pengamat seni khususnya yang sangat menyukai bidang seni patung (Sclupture) nama I Nyoman Nuarta sudah tidak asing lagi. Pria ini adalah seniman dibalik patung Garuda Wisnu Kencana setinggi 120 meter yang ada di Bali.

DSC00747

DSC00729

1.174 Km dari Bali (Bandung) ternyata terdapat beberapa karya Nyoman Nuarta yang juga bisa kita nikmati. NuArt Sculpture Park, adalah tempat bagi penikmat seni yang sudah dibuka untuk publik dari tahun 2000. Tempat ini memamerkan karya milik Nyoman Nuarta dari awal karir hingga mahakarya terbaru miliknya. Berlokasi di Ciwaruga, Bandung pameran ini buka dari pukul 9 pagi hingga 5 sore. Suasana dari taman ini sangat sejuk dan rindang, cocok untu kamu yang ingin mencari inspirasi atau untuk sekedar menenangkan diri dari hiruk pikuk kota besar. Mereka memiliki Cafe dan juga tempat makan loh Mazzers. 

DSC00738

DSC00727

DSC00721

Bagi kami menghabiskan waktu di NuArt Sculpture Park adalah hal yang menyenangkan dengan membayar tiket masuk Rp 50.000 dan Rp 25.000 bagi yang memiliki kartu pelajar kamu bisa mencari inspirasi sekaligus mempelajari bagaimana sebuah karya seni dapat tercipta.

Sosok di Balik Perempuan (di) Borobudur

Sosok di Balik Perempuan (di) Borobudur

Pernahkah terbayang oleh kalian apa jadinya kalau sebuah karya sastra digabungkan dengan karya seni rupa? Kemarin ini kami mengunjungi Galeri Nasional untuk melihat perpaduan antara seni rupa dan sastra. Ternyata pameran Perempuan (di) Borobudur memamerkan karya kolaborasi dari perupa Dyan Anggraini dan sastrawan Landung Simatupang. Melalui 37 karya dua dimensi dan tiga dimensi yang mereka hasilkan, diharapkan para perempuan zaman sekarang dapat mengembangkan potensinya demi memajukan bangsa.

567

577

Ternyata mereka tidak main-main dengan membuat kolaborasinya kali ini. Dyan dan Landung berangkat melalui sebuah riset yaitu dengan membaca literatur mengenai Borobudur terlebih dahulu dan tentunya mencari fakta sejarah tertulis mengenai gambar-gambar relief di Borobudur. Sampai pada akhirnya mereka mengamati relief secara langsung dan bertemu dengan masyarakat sekitar demi mendapatkan cerita-cerita mengenai Borobudur itu sendiri.

612

600

580

Dipamerkan di Gedung A, Galeri Nasional pada 20 Februari sampai 5 Maret kemarin. Setiap karya yang ada disini memiliki hubungan dengan relief-relief candi Borobudur dengan pesan moral dan kehadiran serta peran figur perempuan didalamnya. Meskipun pesan-pesan itu merupakan bagian penting dari warisan Borobudur, belum banyak karya seni rupa Indonesia yang diciptakan terkait dengannya. Tetapi, kali ini Dyan bersama Landung pun berhasil menyampaikan pesan tersebut melalui karya yang mereka ciptakan.

We Are Millenials – The Creative Photography Exhibition

We Are Millenials – The Creative Photography Exhibition

What millennials could do with their smartphone? Art is the answer! 

Acara ini menunjukkan bahwa melalui smartphone saja, anak muda bisa menciptakan karya yang luar biasa. We Are Millennials : The Creative Photography Exhibition diselenggarakan oleh kelas internasional jurusan Public Relations Batch 19. Mereka punya tujuan untuk mengangkat bakat generasi millennial, khususnya dalam seni fotografi.

Pada tanggal 25 – 27 Januari 2018, FX Sudirman lantai F3 diramaikan oleh berbagai kalangan, terutama milenial yang ingin mengetahui kreatifitas dalam seni fotografi ponsel.

IMG_5033

IMG_4937

Selain photo exhibition, ada juga seminar oleh Wira Dhamma Putra, Rafli Zulkarnaen dan Titus O. Mainassy dimana pengunjung pameran We Are Millennials mengetahui bagaimana cara mengambil foto yang berkualitas dan memiliki nilai seni yang tinggi.

Selain itu, ada juga beberapa penampilan yang menghibur seluruh pengunjung We Are Millennials : The Creative Photography Exhibition, yaitu, pertunjukan tari modern oleh GRD, DJ Max Wright. Ada juga penampilan musik dari Balqees, Arul Maulana, Subatomic dan Pertunjukkan unik solo Darbuka oleh Daood Debu.

1517293624626

Ini dia salah satu cara mengambil gambar makanan dengan konsep flatlay.
IMG_4925

IMG_5023

IMG_5028

Diharapkan juga, melalui acara ini, anak muda dapat berkontribusi ‘ala milenial’ untuk kemajuan industri kreatif lokal’.

 

Photos : @desyrufaida/ @anitanita_24

Meraup Jiwa Seni Jakarta Biennale 2017

Meraup Jiwa Seni Jakarta Biennale 2017

Seseorang pernah mengatakan “Karya yang muncul dari dalam jiwa adalah karya yang paling bermakna. Dan merupakan karya terbaik yang dihasilkan oleh para seniman”.

5430

Kami setuju dengan pernyataan itu, karena jiwa merupakan bagian penting dari membuat karya. Setiap karya memiliki cerita dibalik nya. Dengan adanya pesan yang terdapat dalam karya, buat kami semakin merasa. Kami merasakannya di Jakarta Biennale 2017 yang diselenggarakan pada 4 November – 10 Desember 2017 lalu.

Pameran ini ternyata sudah ada sejak tahun 1974 dengan nama Pameran Besar Seni Lukis Indonesia yang digagas oleh Dewan Kesenian Jakarta, dan sekarang lebih dikenal dengan Jakarta Biennale. Pada 2009 pun pameran ini juga sudah bertaraf internasional.

5703

Setiap pameran memiliki ciri khas masing-masing, salah satunya adalah tema dari acaranya. Di tahun ini, pengunjung bisa menikmati jiwa-jiwa yang berkeliaran dari sang seniman, karena tema dari Jakarta Biennale 2017 adalah JIWA. Para Dewan Kurator Jakarta Biennale 2017 lah, yang memilih tema tersebut. Seperti ada Melati Suryodarmo (Direktur Artistik), Annisa Gultom dan Hendro Wiyanto dari Indonesia, Philippe Pirotte dari Frankfurt dan Vit Havranek dari Praha. Tema JIWA tersebut pun jadi acuan para seniman yang bergabung memeriahkan pameran.

1417

Selain tema, juga tempat pameran. Jakarta Biennale 2017 diselenggarakan di tiga titik berbeda, dari Gudang Sarinah di Pancoran, Museum Sejarah Jakarta dan Museum Seni Rupa dan Keramik di Kota Tua. Jadi para pengunjung bisa memilih salah satu tempat, atau datang ketiga-tiganya. Bagi yang ketinggalan tahun ini, jangan khawatir untuk datang ketahun-tahun berikutnya ya!

4235

1133

1511

Seni dan Dunia yang Berputar di MACAN

Seni dan Dunia yang Berputar di MACAN

Apa yang pertama kali kamu pikirkan saat mendengar kata macan? Pasti terbesit bayangan tentang hewan buas dengan loreng hitam oranye yang memiliki gigi tajam. Nah, untuk kali ini MACAN yang dimaksud merupakan nama dari museum yang berada di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tapi, bukan berarti museum ini berisikan kumpulan macan-macan yah, bahkan tidak ada satupun yang berbau macan di dalamnya.

3338

3262

Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Indonesia) baru dibuka pada November 2017 kemarin ternyata lahir dari seorang kolektor ternama dan pengusaha asal Indonesia, Haryanto Adikoesoemo. Ia ternyata telah mengoleksi sekitar 800 karya seni, mulai dari seni rupa modern Indonesia hingga seni modern dan kontemporer dari seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, beliau juga sudah masuk kedalam Top 200 Collector pada 2017 dan 2016 yang lalu dalam dunia seni.

3267

ART TURNS. WORLD TURNS” itulah tema yang dipilih untuk pameran pertama, sekitar 90 dari 800 koleksi Haryanto dipamerkan dalam pameran pembukaan ini. Kamu gak usah terlalu khawatir ketinggalan pameran ini, karena pameran masih ada dari November 2017 sampai 18 Maret 2018 mendatang. Selain itu, seperti museum-museum di ibu kota, museum MACAN juga libur di hari senin. Jadi, kamu bisa mengosongkan jadwal kamu untuk mengunjungi museum di hari kerja maupun weekend.Tentunya jangan lupa untuk membeli tiket, pembelian dapat dilakukan online melalui web officialnya langsung maupun on the spot.

3332

3251

Just dont forget to bring your camera! Mulai dari mengabadikan foto karya seni, foto artistik, bahkan minimalis ala-ala instagram bisa kamu dapatkan disini. So, tunggu apalagi?

Menikmati Seni di Tengah Pusat Perbelanjaan

Menikmati Seni di Tengah Pusat Perbelanjaan

Berkunjung ke mall sekarang bukan hanya untuk memenuhi hasrat berbelanja. Pada 11-13 Agustus 2017 kemarin, kamu bisa menikmati pameran seni di lobby mall Gandaria City yang diharapkan bisa menjadi pintu bagi dunia seni Indonesia semakin dikenal.

00583

Dalam rangka merayakan ARTSTAGE 2017, ada banyak pameran yang bisa dinikmati disini. Mulai dari karya yang berasal dari galeri-galeri terkemuka Indonesia, kolektor seni, bahkan dari senimannya langsung ikut berpartisipasi. Diwarnai isu kontemporer yang terjadi di negara Asia Tenggara saat ini, kamu bisa menemukan karya-karya dari dalam maupun luar negeri. Seperti karya dari Nadi Gallery, Semarang Gallery, Parkview Art Hongkong dan lainnya.

00609

Jika kamu beruntung, kamu juga bisa bertemu dengan para senimannya langsung serta para kolektor yang hadir. Nah bagi para pencinta pencari foto, juga tidak perlu khawatir. Selain banyak karya-karya yang bagus, tentunya disini juga terdapat spot foto bagus yang bisa di pamerkan ke Instagram kamu.

00581

00599

Pea the Peacock – An Illustrated Story by Niken and Sarita

Pea the Peacock – An Illustrated Story by Niken and Sarita

Created with flickr slideshow.

Every individual is as clueless as Pea about their own beauty. It’s true, we said it to ourselves. Tidak perlu melihat orang lain. Banyak yang saya tidak tahu dari diri saya sendiri. Itulah salah satu refleksi yang kami dapat dari cerita pendek bergambar ini.

Kami suka sekali dengan karya yang satu ini. Sudah jarang terlihat beberapa literasi ilustrasi seperti layaknya pada jaman kecil, buku dongeng. Dahulu saya ingat tentang monyet, buaya dan kancil yang semua ceritanya punya gambar dan menggambarkan pelajaran kehidupan.

Kali ini, Niken dan Sarita memiliki cerita yang khusus ditujukan untuk kita teman teman muda yang berusaha setiap harinya. Bahwa semua usaha kita tidak akan sia sia. Bisa saja kita mencari kekuatan kita melalui karya yang kita buat setiap kali. Social media postings, youtube covers, your talent, your business plans, being entrepreneurs, artists, craftsman, or anything you would like to do to achieve more. Let us learn that Pea did all her best like you do, and you have to believe in yourself. Do what you always do, and make yourself bloom!

Menyenangkan bisa menulis seperti ini setiap hari. Tentu terima kasih telah berbagi Niken dan Sarita !

Follow these talented artists :
@srtlrst // https://steller.co/nntmv/
@nntmv // srtlrst.tumblr.com

Clean View at Art Jakarta 2017

Clean View at Art Jakarta 2017

Bisa dibilang, kami sering mengunjungi berbagai macam pameran seni. Mulai dari yang berada di Jakarta hingga pameran yang ada di berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara. Semua pameran memiliki pesan dan artinya masing-masing. Tidak ada kosakata negatif di dalam kamus kami mengenai sebuah pameran. Walaupun begitu kami masih memiliki deretan pameran yang ingin kami kunjung, satu yang selalu menjadi “mark” di kalender adalah Bazaar Art Jakarta.

0274

0294

Kami selalu hadir di Bazaar Art Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Tahun ini mereka berganti nama menjadi ART JAKARTA. “Unity in DIversity” menjadi tema besar dari Art Jakarta tahun ini. Satu kalimat yang bisa menggambarkan tentang Art Jakarta tahun ini adalah “kamu tidak akan bosan”. Kami disuguhi berbagai macam karya seni. Bahkan bisa mengelilingi ruangan berkali-kali untuk menikmati dan mengamati setiap goresan tinta maupun pahatan dari tangan seniman idola.

00422

00440

Mungkin ratusan karya seni tersebar di satu ruangan dalam Ritz Carlton Pacific Place ini. Beberapa menjadi satu perjalanan bagi kami. Terkumpulah foto foto yang memberikan kesan bersih dan minimalis. Tentu perjalanan kami akan berbeda dari teman teman lainnya yang datang ke Art Jakarta kali ini.

Tidak hanya berasal dari Indonesia, karya yang ditampilkan juga merupakan karya dari seniman mancanegara. Kami banyak belajar tentang bagaimana seni seharusnya dinikmati. Seni selalu dapat dilihat, dipelajari dan dimengerti oleh semua orang. Tentu saja juga dapat dibagikan pengalamannya. Kamu datang?

00453

00456

Photo : @desyrufaida

Infus Wayang dan Galau dalam Pagelaran Seni Berdasar Masa

Infus Wayang dan Galau dalam Pagelaran Seni Berdasar Masa

Another weekend, another strolling time! Kali ini saya memilih ngopi sambil menikmati karya-karya yang tergantung di dinding artspace Dia.Lo.Gue sore itu. Kalau boleh jujur, ini pertama kalinya saya mengunjungi tempat yang katanya kekinian itu. Dan seketika saya pun merasa kekinian ! hahaha

6

Hari itu tema dari eksibisi di Dia.Lo.Gue cukup menarik, “Berselingkuh Dengan Masa Lalu, Berkencan Dengan Masa Depan.” Walaupun temanya itu, bukan berarti yang dipajang itu foto mantan dari masa lalu dan foto gebetan di masa depan yaa. Melainkan hasil karya serigrafi atau silkscreen pilihan dari seniman grafis T Sutanto yang dibuat pada periode 1975 – 1983.

7

10

Kemampuan T.Sutanto dalam melahirkan karya-karya serigrafi merupakan suatu hal yang tidak perlu diragukan lagi. Sebagai salah satu pendiri Decenta, perusahaan desain yang terkenal pada 1973 dan bertahan hingga 1983, T.Sutanto dan rekan-rekannya memiliki pengaruh yang cukup besar dalam mengembangkan seni grafis di Indonesia.

12

9

13

Hasil karya T.Sutanto ini mengadopsi bentuk atau figur-figur yang berasal dari cerita rakyat seperti sosok wayang kulit, maupun ikon-ikon budaya populer Indonesia. Selain itu, kebanyakan karyanya juga memiliki makna dan imajinasi yang jenaka, agak aneh dan di luar kenyataan. Cukup unik bukan?!

” Maaf ” a Poetry by Elizabeth Chrysanta

” Maaf ” a Poetry by Elizabeth Chrysanta

Memberi makna dari sebuah cerita. Lalu mengubah makna, menjadi kata berkias penuh anggapan. Ungkap makna asli, atau cari maknamu sendiri. Inilah puisi, sebuah seni berjenis klasik. @eliza_chrysant membangkitkan kembali gairah merajut sebuah sajak.

“Aku, ibaratkan sebuah awan
Bisu, dan hanya bisa dilihat

Tidak bisa dipegang namun bisa buat kamu teduh dari panasnya sinar matahari

waktu, ia selalu menawarkan lembaran yang baru

ia memberiku kehangatan ketika ku merasa kedinginan

ia juga mengajarkanku artinya menunggu
dan setiap detik kulewati

sampai sampai aku lupa sudah berganti hari

bagai pelangi sebagai hujan
bagaikan senyuman setelah kesedihan

bagai lembar baru, setelah selesai sebuah cerita

hanya satu kata yang ada

maaf…..

maaf untuk segala kekacauan

maaf untuk segala kerisauan

aku disini

hanya bisa tersenyum

berharap akan datangnya sebuah keajaiban”

Karya : @eliza_chrysant
Video : @irmaastrilita

Netasin Gambar Bareng Egglustration

Netasin Gambar Bareng Egglustration

Keinginan untuk menggambar sih cukup besar. Tapi selalu terhalang dengan pemikiran, “gak tau gimana cara gambar yang benar, gak tau mau gambar apa, dan gak punya alat gambar yang memadai”. Akhirnya lagi-lagi niatan itu hanya jadi sebatas niatan saja.

4

6

Nah kali ini untuk mewujudkan niatan menggambar, saya memberanikan diri untuk mengikuti salah satu workshop yang diadakan oleh Egglustration di Jakarta Creative Hub. Kalau mendengar kata workshop pasti pertanyaan pertama yang terlintas adalah ”mahal gak ya workshopnya? Kira-kira cocok gak ya?”. Tapi pertanyaan-pertanyaan itu, seketika hilang kalau berpikir, “kapan lagi kalau bukan sekarang?” (well, it sounds like a tagline haha).

Workshop ini bertemakan #netasingambar Vol. 1: Getting To Know Watercolor. Dalam workshop ini para peserta diajak untuk bereksplorasi dengan cat air. Mulai dari teknik sapuan kuas, mencampur warna, hingga berlatih “menetaskan gambar” masing-masing. Dan untuk pertama kalinya saya turut menetaskan gambar saya.

7

2

Seru! Menyenangkan! Berwarna! Mungkin 3 kata itu saja tidak cukup untuk mendeskripsikan betapa senangnya saya mengikuti workshop menggambar seperti ini untuk pertama kalinya. Jadi kalau ditanya, kali ini saya bisa jawab. Sama sekali tidak mahal mengingat semua alat sudah disediakan oleh teman-teman dari Egglustration dan sangat cocok dengan yang saya bayar! Apalagi untuk saya, yang tidak memiliki dasar menggambar sama sekali. Jadi gak sabar deh untuk join di workshop #netasingambar volume selanjutnya!

3

5

1

Cyber-Bullying Awareness Through Fashion

Cyber-Bullying Awareness Through Fashion

Cyberbullying such as mean text messages, posts on social media or any embarrassing pictures or video can happen 24 hours a day, 7 days a week, any time of the day or night.

Bagaimana kesadaran terhadap cyber-bullying bisa tersampaikan melalui fashion?
True Elucidation of Cyberbullying (TRUCE) dari EASTPROD – lah salah satu kampanye anti-cyber bullying yang dikemas dalam fashion teatrikal yang menampilkan 3 aspek yaitu fashion, musik dan kecaman sosial. Menyampaikan cerita tentang korban cyber bullying di media sosial yang dikemas melalui musik hip hop.

Fashion show-nya sendiri menceritakan kisah nyata seorang wanita bernama ‘X’ yang awalnya hidup seperti layaknya remaja seusianya. Kemudian ‘X’ mulai merasa bahwa sikap dan tindakan yang ia lakukan tidak diterima di lingkungannya, bahkan sampai cara berpakaian pun juga tidak disukai oleh orang – orang disekitarnya. ‘X’ memiliki banyak haters di media sosialnya dan hal tersebut menyebabkan ‘X’ depresi dan berakhir dengan tersiksanya mental serta psikologinya.

DSC09754

TRUCE diselenggarakan pada Rabu, 24 Mei 2017 di The Foundry No. 8, SCBD, Jakarta, dengan total penonton yang hadir mencapai 100 orang. Selama 2 jam, fashion show TRUCE menampilkan beberapa koleksi pakaian dan aksesoris dari berbagai brand seperti United Hart, SÖZE, MUZCA, Loony, Kaiga, Insurgent, Good Eyes, Dusky & Nobel.

DSC09736

DSC09698

Acara TRUCE pada hari itu tidak hanya sebatas fashion show saja. Bersamaan dengan fashion show, diiringi juga oleh penampilan musik dari tim EASTPROD dan penampilan dari LSPR Dance. Secara keseluruhan, acara ini sangat positif dan unik karena bisa menyampaikan pesan mengenai kesadaran terhadap cyber bullying melalui seni, yaitu fashion, musik dan tari.

After attending this event, there are thought in my mind about all of this cyber bullying phenomena: “how would you like it , if it were you?”

Cyberbullying is not normal. You can be a part of this campaign, because it all starts within you.

DSC09728

DSC09765

Rapor Akademik Mojang Bujang Design, Trajecstory 1.0

Rapor Akademik Mojang Bujang Design, Trajecstory 1.0

Kreatif, teman teman saya selalu ingin menjadi kreatif. Dunia menginginkan kita kreatif. Tapi mau mulai dari mana? Tugas kuliah? Bisa jadi kali ya.

Inspirasi yang kami dapat kali ini datang dari Trajecstory 1.0. Pameran yang karyanya berasal dari mata kuliah ilustrasi & buku anak, grafis portofolio, game design, animasi dan sebagainya di DKV ITB. Sebanyak itu, mazzers.

DSC07467 copy

DSC07464 copy

Sekian banyak tugas yang terpilih menjadi bagian dari eksibisi seni ini menjadi lintasan yang bercerita. Menurut teman teman dari Trajecstory 1.0, tema ini terdiri dari dua kata, trajectory (lintasan/orbit) dan story (cerita).
Semua yang ikut adalah mahasiswa S1 DKV, plus kolaborasi dari teknik elektro dan informatika serta mahasiswa S2 juga. Banyak ide ide menarik muncul dari rapor akademik ala DKV ITB ini. Siapa yang menyangka, ternyata dalam pameran ini ada penampilan animasi dari ASIAGRAPH 2016 juga lho. Menang banyak deh jadinya!

DSC07450 copy

Sangat menyenangkan melihat panel demi panel dan perkembangan lintasan ceritanya. Walau kita tidak mengenal siapapun dalam eksibisi ini, tapi, semuanya terlihat belajar dengan baik yaaa. Sangat menghasilkan! Cool artsy vibes inside academic studies. Will be waiting for the next, 2.0 perhaps?

DSC07460 copy

DSC07469 copy

DSC07476 copy

Photo : @studiogeest / Budhi Susanto

Belanja dan Berkarya di Art Market Jakarta 7

Belanja dan Berkarya di Art Market Jakarta 7

Pernah kebayang gak serunya seniman visual, ilustrator, dan designer berkumpul dalam satu event untuk menunjukkan dan menjual hasil karya mereka? Yap! Fascinating! Kata yang paling tepat untuk mendefinisikan Art Market Jakarta 7.

2017-05-16 12.03.56 1

2017-05-16 12.03.24 1

Berawal dari sebuah market kecil-kecilan yang diadakan oleh Kopi Keliling pada tahun 2012, Art Market kini berkembang menjadi lebih besar. Art Market Jakarta 7 yang berlangsung dari tanggal 28-30 April 2017 kali ini diadakan di Kuningan City. Event yang digelar oleh Catalyst Arts ini berhasil mengumpulkan lebih dari puluhan seniman visual, ilustrator, dan designer.

2017-05-16 12.03.36 1

2017-05-16 12.03.28 1

Tak hanya sebagai tempat untuk berjualan, namun art market juga menjadi wadah bagi para seniman untuk menceritakan kisah-kisah menarik dibalik setiap karyanya. Dari lukisan, buku catatan, aksesories, sampai pada hiasan untuk meja belajar atau meja kantor kamu, semuanya ada. Jadi, buat kamu yang hobi berburu barang-barang artsy dan unik harusnya tidak ketinggalan dengan event yang satu ini.

2017-05-16 12.03.49 1

2017-05-16 12.03.54 1

2017-05-16 12.03.57 1

2017-05-16 12.03.35 1

Selain itu, di art market jakarta 7 ini kamu juga bisa ikut berbagai macam workshop. Diantaranya ada Lettering Workshop, Zine Making Workshop, dan Screening Printing Workshop. Dengan mengikuti workshop-workshop ini kamu akan dilatih langsung oleh para mentor yang juga seniman handal dibidangnya. Dan yang lebih menarik lagi, semua workshopnya gratis loh!

2017-05-16 12.03.52 1

2017-05-16 12.03.41 1