Photo Story

CHILDHOOD MEMORIES : The Invisible Chapter

CHILDHOOD MEMORIES : The Invisible Chapter

Kita pasti rindu saat dimana kita tanpa rasa takut menumpahkan segala warna, menggoreskan garis tanpa ragu, tanpa ada peduli pendapat orang lain, murni akan kecintaan kita dan keceriaan dalam menggambar pada sebuah kanvas, itulah latar belakang Arkiv Vilamansa pada solo exhibition nya kali ini yang bertajuk Childhood Memories, Arkiv mencoba media baru dan keluar dari gaya nya melukis pada biasanya.

IMG_0372

Explorasi yang berinspirasi dari masa kecil nya lah yang membuat pameran Arkiv kali ini di dominasi dengan gaya abstrak, Arkiv menurut sertakan anak nya untuk ikut andil dengan setiap karya nya yang dibuat, gaya menggambar anak kecil membuat Arkiv berani membuat garis2 abstrak dengan kombinasi warna warna yang kontras.

IMG_0358

IMG_0363

IMG_0368

Pameran berlangsung dari 8 desember 2018 sampai dengan 8 janurai 2019 yang diselenggarakan di Cans Gallery Tanah abang, jadi bagi kalian yang ingin melihat karya – karya Arkiv masih dapat melihat karya dari salah satu seniman kebangga Indonesia ini.

IMG_0356

Dualitas seorang Abenk Alter

Dualitas seorang Abenk Alter

Dikenal sebagai seorang musisi, tidak membuat Abenk Alter untuk membuat sebuah karya seni lainnya, kali ini ia mendalami dunia melukis. Ditengah kesibukannya sekarang, Abenk membuat sebuah pameran tunggal berjudul “Interplay” yang menghadirkan 19 buah karya. Memakai konsep dualitas, dua identitas yang dia miliki dijadikan tema utama pameran yang diselenggarakan dari 14 Desember 2018 sampai 27 Januari 2019 nanti.

IMG_0022

IMG_0055

Mia Maria, kurator untuk pameran Interplay ini membantu Abenk untuk mengeksplorasi konsep dualitas yang saling mempengaruhi satu sama lain lewat karya-karya yang dipamerkan disini. Dualitas yang dimaskud disini mencakup aspek yang dapat ditemukan di lingkungan sehari-hari.

IMG_0024

IMG_0047

Kalian bisa menemukannya dari 19 karya yang tersebar di Ruci Art Space ini, kali ini Abenk memamerkannya tidak hanya memakai medium kertas, kalian bisa menemukannya dari sebuah karpet, besi, sampai instalasi yang menggabungkan sebuah LED dengan Audio. Jadi, jangan sampai kelewatan pameran ini!

Bersantai di Pinggir Danau

Bersantai di Pinggir Danau

Memukau! Satu kata yang menggambarkan destinasi wisata yang kami kunjungi kali ini. Berada di bagian timur Indonesia, tepatnya di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Kota yang memiliki topografi diapit oleh Gunung Lokon dan Gunung Mahawu ini menyajikan udara yang begitu sejuk. Berlukiskan panorama pegunungan dan perbukitan yang begitu indah, membuat kami semakin betah berada di kota ini. Terlepas dari keindahan kota Tomohon, satu destinasi wisata andalannya yang berhasil membuat kami berdecak kagum adalah Danau Linow.

5DD8C332-1985-4EB2-9565-5DB7B2F70BF5

E6D8653D-C00C-4190-BEA9-AC5EB48E4C4E

Untuk sampai di Kota Tomohon, dibutuhkan waktu tempuh  sekitar 1 jam perjalanan dengan jarak kurang lebih 30 km dari Kota Manado. Sedangkan untuk tiba di Danau Linow dapat ditempuh dengan jarak 3 km arah ke barat dari Kota Tomohon. Namun, jauhnya perjalanan terasa tidak melelahkan, karena sepanjang perjalanan kami menikmati sajian indah pemandangan hijau dari perbukitan yang ditumbuhi pepohonan besar. Ditambah lagi cantiknya pemandangan pegunungan yang mengapit Kota Tomohon.

547638FD-6DC3-45B9-8009-D501646BE7D0

97DD1CFC-3598-4971-BF4A-6974A2D7BA81

Sesampainya di Danau Linow, kami disambut dengan bau khas belerang serta uap putih yang menyembur dari area danau. Pada sisi perairannya terdapat gelembung udara kecil yang terlihat meletup-letup. Dan kata warga setempat, air di danau ini dapat berubah menjadi 3 warna yang berbeda! Kalau kita datang disaat yang tepat, kita bisa menyaksikan perubahan warna air danau tersebut. Fenomena alam yang unik ini terbentuk kerena Danau Linow menempati cekungan vulkanik.

88182F40-9661-44CF-92E2-39870500001E

7B795FB2-5112-4001-8E2B-C4BFAB28A195

Tepat di tepi danau terdapat sebuah cafe yang menyajikan secangkir kopi dan teh hangat yang tentunya sangat pas diseruput dengan sejuknya udara saat itu. Ditambah beberapa pilihan makanan khas Kota Tomohon, hari itu rasanya semakin lengkap. Kalau ditanya jika ada kesempatan apakah kami ingin berkunjung kembali kesini? Rasanya tidak ada alasan untuk menolak.

Kembali ke Masa Lalu Bersama Kota Tua

Kembali ke Masa Lalu Bersama Kota Tua

Menghabiskan akhir pekan dengan jalan-jalan merupakan suatu hal yang sudah biasa dilakukan oleh semua orang. Apalagi ketempat yang memiliki spot foto bagus, itu menjadi salah satu syarat untuk mengunjungi tempat tersebut.

Tapi, apa jadinya jika berjalan-jalan ketempat bersejarah? sehingga bisa mengenang sebuah sejarah akan masa lalu. Menyedihkan memang berbicara tentang mengenang masa lalu. Nah, Kali ini kami melakukannya dengan cara yang berbeda, yaitu berjalan-jalan sambil belajar sejarah mengenai tempat tersebut.

0025

Lalu apa yang keluar di pikiran kalian ketika mendengar sejarah? Kebanyakan mungkin berpikiran tua dan tidak terawat. Tapi kali ini kami memilih destinasi yang tempatnya malah justru terawat. Karena Kota tua ini merupakan salah satu destinasi yang bisa dibilang wajib untuk didatangi, mulai dari orang dalam maupun luar negeri. Lokasi ini memang dipenuhi nilai sejarah, mulai dari terdapatnya beberapa museum, lapangan, toko, sistem perairan dan stasiun.

0038

0074

Dengan menggunakan mobil, motor bahkan transportasi umum, kalian bisa datang ketempat ini. Karena Kota Tua sendiri sangat dekat letaknya dengan Stasiun Jakarta Kota dan Halte Transjakarta. Kami juga menjadikan Stasiun Kota sebagai destinasi kami untuk sekedar melihat-lihat tentunya selain museum-museum yang terdapat disana, seperti Museum Fatahilah, Museum Wayang, dan masih banyak Museum lainnya yang bisa didatangi.

0060

0087

0049

So, enjoy Indonesia’s historical place called “Kota Tua”.

Warna – Warna Penuh Makna

Warna – Warna Penuh Makna

Berbeda bukan untuk dibedakan. Berbeda bukan berarti tak bisa.

Kagum saja tak cukup untuk menggambarkan perasaan kami saat menghadiri pameran seni bertajuk “Warna Warna”.

“Mereka (anak disabilitas) bukannya enggak bisa, tapi mereka melihat dari perspektif yang berbeda.”

IMG_0130

Berangkat dari ide tersebut, Penyanyi jazz Andien Aisyah menggelar pameran seni bertajuk “Warna Warna”. Pameran yang diselenggarakan dari 29 Agustus sampai 9 September 2018 di Dia.Lo.Gue Art Space, Kemang, Jakarta Selatan ini menampilkan 62 buah hasil karya yang terbagi dalam tiga kategori yakni karya murni penciptaan, karya dengan referensi foto sebagai objek kekaryaan, dan karya remake. 

IMG_0123-e1536554875609

IMG_0108-e1536555094639

IMG_0103-e1536555035409

IMG_0088-e1536554956167

Berkolaborasi dengan lembaga pendidikan kesenian Art Therapy Center Widyatama (ATC), melalui pameran ini Andien ingin mengajak masyarakat untuk melihat anak-anak berkebutuhan khusus dari perspektif yang berbeda. Salah satu karya yang ditampilkan disini adalah instalasi interaktif,  Tree of Hope yang dibuat oleh Larch Studio, Ogi. Terbuat dari ranting-ranting kayu dan gulungan benang sisa pabrik karpet ternyata pesan yang ingin disampaikan adalah bagaimana sesuatu yang “terbuang” dan “tidak berguna” bisa menjadi cantik dan memiliki nilainya sendiri.

IMG_0126-e1536557316947

Andien juga meluncurkan single dengan judul yang sama dengan pameran ini dan juga memamerkan video klip nya dengan instalasi yang apik.

Sebuah acara yang menarik yang sarat akan pesan, two thumbs up untuk Andien!

Singgah Sejenak di Galeri Nasional

Singgah Sejenak di Galeri Nasional

Apa yang ada di bayangan kalian jika diberi tantangan untuk menjelajahi suatu Galeri di ibukota Jakarta ini dalam sehari? Mungkin ada yang senang, ataupun merasa bosan. Tapi untuk kami, menjelajahi suatu Galeri yang terletak di Pusat Jakarta adalah hal yang menyenangkan apalagi jika didalamnya  disuguhi banyak karya.

Kali ini kami menyempatkan diri untuk bersinggah di Galeri Nasional, ternyata didalamya sedang terdapat pameran  “[Re]kreasi Garis” karya para sketchers se-Indonesia dan”Channel of Light” karya Achmad Krisgatha.

0229

0215

0225

“[Re]kreasi Garis” ini berisikan representasi sebuah wacana perkembangan sketsa dari masa ke masa secara general. Sejauh manapun sketsa berkembang, pasti ada sebuah konteks seni yang dapat ditelusuri.

Pameran yang digelar di Gedung B dan C Galeri Nasional, ini diikuti oleh sketchers dari dalam komunitas-komunitas seni rupa, baik dari sketsa sendiri ataupun seni rupa lainnya. Seperti ada dari KamiSketsaGalNas, Bogor Sketchers, Cianjur Sketchers, Indonesia’s Sketcher Jogja, dan masih banyak lagi. Namun, kami juga menemukan karya-karya dari sketchers individual, seperti Romo Muji, Yusuf Susilo Hartono, Toto BS, Tatas Sehono. Sebanyak 234  karya dari 138 peserta dapat dinikmati disini, juga koleksi Galeri Nasional Indonesia sendiri maupun koleksi negara. Dari Galeri Nasional Indonesia sendiri menampilkan 21 karya sketsa dari Henk Ngantung, Ipe Ma’aruf dan lainnya. 

0178
IMG_0187
20180914_145015

Bergeser sedikit ke Gedung D, “Channel of Light” pameran yang diselenggarakan dari 6 sampai 23 September nanti merupakan pameran tunggal karya dari Achmad Krisgatha. Krisgatha berbeda dari seniman pada umumnya yang tertarik pada medium tertentu saja, namun tidak untuknya, kesehariannya diisi dengan mengerjakan karya-karya desain dan menjadi konsultan seni yang menggabungkan interaksi antara potensi seni rupa, arsitektur, musik dan juga video.

Dalam pameran ini, bisa dibilang sebagai hasil proyeksi kesadaran dirinya terhadap proses kerja kreatif yang telah ia jalani sekaligus menjadi usaha melakukan refleksi atas karir artistiknya selama ini.  Pameran ini ternyata bertujuan untuk menjelaskan semacam ‘belokkan” sikap serta posisi konseptual dirinya mengenai sebuah seni dan sikap atas penghargaan dirinya terhadap pengalaman hidup (realitas).

Dengan adanya beberapa pameran yang sedang berlangsung di Galeri Nasional, tentunya galeri ini bisa menjadi salah satu tujuan kalian untuk menghabiskan akhir pekan bersama teman-teman, jadi jangan sampai ketinggalan!

Sing Along and Dance With LaLaLa Festival 2018!

Sing Along and Dance With LaLaLa Festival 2018!

Magical night with LaLaLa Festival 2018 is back – more magical than ever!

The beautiful International forest festival was held on Saturday, 10 March 2018 in the perplexing woodland of Orchid Forest Cikole. We knew that it would be a magical night as i arrived at the venue. Tidak perlu banyak hiasan di sana karena keindahan alam dari Orchid Forest Cikole sudah sangat menghiasi seluruh tempat mulai dari jalan setapak, pepohonan, tenant, Navajo Stage hingga Ombre Stage.

P1320086

WhatsApp Image 2018-03-11 at 14.52.11

Forest Festival ini juga terkenal karena OOTD (Outfit Of The Day) yang digunakan. People are just all out about their outfit at LaLaLa Festival 2018. Baju yang bisa menghangatkan di hutan Orchid Cikole ini tetapi juga harus tetap fashionable!

456613

cute!
456614

456612

Sejak pukul 12.45, Ombre Stage sudah diramaikan oleh pengunjung yang ingin menyaksikan musisi favorit mereka. Kemudian, Navajo Stage baru ramai pada pukul 14.00. Pas banget, kita datang saat Ten2Five sedang tampil di Navajo Stage dimana semua orang ingin bernostalgia dengan bernyanyi lagu I Will Fly dan You.

P1320143

Selain Ten2Five, Navajo Stage juga diramaikan oleh beberapa musisi lokal lainnya seperti Rendy Pandugo, Pusakata dan ketika malam tiba, seluruh penonton Navajo Stage dibuat berjoget bersama The Groove dengan mereka membawakan lagu – lagu lama seperti ‘Dahulu’, ‘Khayalan’ dan lainnya yang membuat kita nostalgia ke tahun 90an.

WhatsApp Image 2018-03-11 at 14.52.16
Look how magical the stage is!

P1320227

Selain musisi lokal, di LaLaLa Festival 2018 juga dimeriahkan oleh banyak musisi Internasional, seperti di Ombre Stage ada RKCB, Wafia, Route 94 dan Bondax. Kemudian, di Navajo Stage di ‘gebrak’ oleh Tom Odell, blackbear, Oh Wonder dan ditutup oleh Blonde. Walaupun malam itu ‘diguyur’ hujan, para pengunjung LaLaLa Festival 2018 tetap semangat dan antusias dalam menonton musisi favoritnya

WhatsApp Image 2018-03-11 at 14.52.12

WhatsApp Image 2018-03-11 at 14.52.13

Breathtaking moment with Tom Odell

WhatsApp Image 2018-03-11 at 14.52.15

Oh Wonder just….oh….wow…..

We cant wait for LaLaLa Festival next year! 

Check out their social media :

Instagram : @lalala.fest

Twitter : @LalalaFest

Facebook :LaLaLa Festival

Mempelajari Seni Patung di Kota Kembang

Mempelajari Seni Patung di Kota Kembang

Bila kita berbicara tentang Bandung, hal yang terpikir biasanya adalah tentang kuliner. Di mana kita bisa menemukan batagor yang enak? atau sekedar mencari bakso cuankie yang terkenal. Berbeda kali ini, kami menghabiskan waktu di Bandung untuk menikmati karya seni milik I Nyoman Nuarta. Mungkin bagi pengamat seni khususnya yang sangat menyukai bidang seni patung (Sclupture) nama I Nyoman Nuarta sudah tidak asing lagi. Pria ini adalah seniman dibalik patung Garuda Wisnu Kencana setinggi 120 meter yang ada di Bali.

DSC00747

DSC00729

1.174 Km dari Bali (Bandung) ternyata terdapat beberapa karya Nyoman Nuarta yang juga bisa kita nikmati. NuArt Sculpture Park, adalah tempat bagi penikmat seni yang sudah dibuka untuk publik dari tahun 2000. Tempat ini memamerkan karya milik Nyoman Nuarta dari awal karir hingga mahakarya terbaru miliknya. Berlokasi di Ciwaruga, Bandung pameran ini buka dari pukul 9 pagi hingga 5 sore. Suasana dari taman ini sangat sejuk dan rindang, cocok untu kamu yang ingin mencari inspirasi atau untuk sekedar menenangkan diri dari hiruk pikuk kota besar. Mereka memiliki Cafe dan juga tempat makan loh Mazzers. 

DSC00738

DSC00727

DSC00721

Bagi kami menghabiskan waktu di NuArt Sculpture Park adalah hal yang menyenangkan dengan membayar tiket masuk Rp 50.000 dan Rp 25.000 bagi yang memiliki kartu pelajar kamu bisa mencari inspirasi sekaligus mempelajari bagaimana sebuah karya seni dapat tercipta.

Sosok di Balik Perempuan (di) Borobudur

Sosok di Balik Perempuan (di) Borobudur

Pernahkah terbayang oleh kalian apa jadinya kalau sebuah karya sastra digabungkan dengan karya seni rupa? Kemarin ini kami mengunjungi Galeri Nasional untuk melihat perpaduan antara seni rupa dan sastra. Ternyata pameran Perempuan (di) Borobudur memamerkan karya kolaborasi dari perupa Dyan Anggraini dan sastrawan Landung Simatupang. Melalui 37 karya dua dimensi dan tiga dimensi yang mereka hasilkan, diharapkan para perempuan zaman sekarang dapat mengembangkan potensinya demi memajukan bangsa.

567

577

Ternyata mereka tidak main-main dengan membuat kolaborasinya kali ini. Dyan dan Landung berangkat melalui sebuah riset yaitu dengan membaca literatur mengenai Borobudur terlebih dahulu dan tentunya mencari fakta sejarah tertulis mengenai gambar-gambar relief di Borobudur. Sampai pada akhirnya mereka mengamati relief secara langsung dan bertemu dengan masyarakat sekitar demi mendapatkan cerita-cerita mengenai Borobudur itu sendiri.

612

600

580

Dipamerkan di Gedung A, Galeri Nasional pada 20 Februari sampai 5 Maret kemarin. Setiap karya yang ada disini memiliki hubungan dengan relief-relief candi Borobudur dengan pesan moral dan kehadiran serta peran figur perempuan didalamnya. Meskipun pesan-pesan itu merupakan bagian penting dari warisan Borobudur, belum banyak karya seni rupa Indonesia yang diciptakan terkait dengannya. Tetapi, kali ini Dyan bersama Landung pun berhasil menyampaikan pesan tersebut melalui karya yang mereka ciptakan.

Bersantai di Atas Hotel

Bersantai di Atas Hotel

Biasanya kami menghabiskan akhir pekan untuk pergi menjelajahi beberapa tempat baru. Tetapi, beda dengan kali ini, kami hanya memilih untuk menetap di satu tempat untuk bertukar cerita, berbagi canda dan tawa. Bergeser sedikit ke daerah Kemang, Jakarta Selatan, disana kalian akan menemukan tempat yang cocok untuk bersantai bersama teman-teman, di Hotel Monopoli.

p1380622_25311778527_o

p1380592_40151005332_o

Sebelum masuk, hanya dengan melihat arsitektur luar gedung kalian mungkin akan mengenali gedung ini. The Syah Establishment, mungkin itu yang akan terpikirkan oleh kalian yang “sadar”. Grup yang memiliki Bauhaus, The Gunawarman, Lucy in The Sky dan masih banyak lagi. Jadi gak heran, kalau perpaduan seni, budaya, fashion yang ada didalam gedung ini pernah kalian lihat di tempat lain. Karena memang benar Hotel Monopoli merupakan salah satu properti dari The Syah Establishment.

p1380595_39285409505_o

p1380611_39285347295_o

p1380626_28403313779_o

Tiba pukul 5 sore, dan kami langsung menuju rooftop bar yang dimiliki Hotel Monopoli, The Moon. Dengan suasana garden tropis, ditambah kolam renang kecil dipenuhi oleh pelampung-pelampung lucu semakin melengkapi suasana rooftop bar ini sendiri. Makanan yang disediakan pun tidak kalah enak dengan suasananya, apalagi melengkapi keindahan langit Jakarta di sore hari yang tentunya harus diabadikan oleh lensa kamera dan lensa mata kita pastinya.Jangan khawatir, disini juga banyak spot foto bagi kalian yang suka foto. So, jangan lupa abadikan kebersamaanmu dengan teman-temanmu ya!

Romantic Journey with your Loved One

Romantic Journey with your Loved One

Sharing a wonderful journey with your loved one can be a truly incredible experience. 

1518672029084

Selamat datang dibulan penuh kehangatan dari orang tersayang ini. Ya, bulan Februari. Bagi kamu yang merayakan Valentine’s Day tentunya sudah memikirkan dari jauh-jauh hari mau merayakannya dimana bukan? Mulai dari pergi makan ke restoran mewah ataupun yang biasa, pasti memiliki ceritanya masing-masing.

Tapi, apa kalian tertarik untuk mencoba hal yang baru? Seperti jalan-jalan menyatu dengan alam. Yuk, tahun ini kita rayakan dengan cara yang berbeda, let’s have a new journey!

2018-02-15 12.07.03 1

2018-02-15 12.08.13 1

2018-02-15 12.09.38 1

Banyak cerita baru yang didapat dari setiap perjalanannya dan tentunya tetap menyenangkan. Mulai dari mengelilingi pulau dewata, Bali. Menyebrang ke negera tetangga dan bermain di China Town, Singapore. Sampai pergi ke Nami Island pun bisa menjadi destinasi romantis yang baru. Jadi, kemana kami akan menghabiskan liburanmu kali ini?

photo by: Mega Firdaus, Sonya Pandarmawan, Bagja Firdaus & Bob Soerjodipoero

We Are Millenials – The Creative Photography Exhibition

We Are Millenials – The Creative Photography Exhibition

What millennials could do with their smartphone? Art is the answer! 

Acara ini menunjukkan bahwa melalui smartphone saja, anak muda bisa menciptakan karya yang luar biasa. We Are Millennials : The Creative Photography Exhibition diselenggarakan oleh kelas internasional jurusan Public Relations Batch 19. Mereka punya tujuan untuk mengangkat bakat generasi millennial, khususnya dalam seni fotografi.

Pada tanggal 25 – 27 Januari 2018, FX Sudirman lantai F3 diramaikan oleh berbagai kalangan, terutama milenial yang ingin mengetahui kreatifitas dalam seni fotografi ponsel.

IMG_5033

IMG_4937

Selain photo exhibition, ada juga seminar oleh Wira Dhamma Putra, Rafli Zulkarnaen dan Titus O. Mainassy dimana pengunjung pameran We Are Millennials mengetahui bagaimana cara mengambil foto yang berkualitas dan memiliki nilai seni yang tinggi.

Selain itu, ada juga beberapa penampilan yang menghibur seluruh pengunjung We Are Millennials : The Creative Photography Exhibition, yaitu, pertunjukan tari modern oleh GRD, DJ Max Wright. Ada juga penampilan musik dari Balqees, Arul Maulana, Subatomic dan Pertunjukkan unik solo Darbuka oleh Daood Debu.

1517293624626

Ini dia salah satu cara mengambil gambar makanan dengan konsep flatlay.
IMG_4925

IMG_5023

IMG_5028

Diharapkan juga, melalui acara ini, anak muda dapat berkontribusi ‘ala milenial’ untuk kemajuan industri kreatif lokal’.

 

Photos : @desyrufaida/ @anitanita_24

Meraup Jiwa Seni Jakarta Biennale 2017

Meraup Jiwa Seni Jakarta Biennale 2017

Seseorang pernah mengatakan “Karya yang muncul dari dalam jiwa adalah karya yang paling bermakna. Dan merupakan karya terbaik yang dihasilkan oleh para seniman”.

5430

Kami setuju dengan pernyataan itu, karena jiwa merupakan bagian penting dari membuat karya. Setiap karya memiliki cerita dibalik nya. Dengan adanya pesan yang terdapat dalam karya, buat kami semakin merasa. Kami merasakannya di Jakarta Biennale 2017 yang diselenggarakan pada 4 November – 10 Desember 2017 lalu.

Pameran ini ternyata sudah ada sejak tahun 1974 dengan nama Pameran Besar Seni Lukis Indonesia yang digagas oleh Dewan Kesenian Jakarta, dan sekarang lebih dikenal dengan Jakarta Biennale. Pada 2009 pun pameran ini juga sudah bertaraf internasional.

5703

Setiap pameran memiliki ciri khas masing-masing, salah satunya adalah tema dari acaranya. Di tahun ini, pengunjung bisa menikmati jiwa-jiwa yang berkeliaran dari sang seniman, karena tema dari Jakarta Biennale 2017 adalah JIWA. Para Dewan Kurator Jakarta Biennale 2017 lah, yang memilih tema tersebut. Seperti ada Melati Suryodarmo (Direktur Artistik), Annisa Gultom dan Hendro Wiyanto dari Indonesia, Philippe Pirotte dari Frankfurt dan Vit Havranek dari Praha. Tema JIWA tersebut pun jadi acuan para seniman yang bergabung memeriahkan pameran.

1417

Selain tema, juga tempat pameran. Jakarta Biennale 2017 diselenggarakan di tiga titik berbeda, dari Gudang Sarinah di Pancoran, Museum Sejarah Jakarta dan Museum Seni Rupa dan Keramik di Kota Tua. Jadi para pengunjung bisa memilih salah satu tempat, atau datang ketiga-tiganya. Bagi yang ketinggalan tahun ini, jangan khawatir untuk datang ketahun-tahun berikutnya ya!

4235

1133

1511

Seni dan Dunia yang Berputar di MACAN

Seni dan Dunia yang Berputar di MACAN

Apa yang pertama kali kamu pikirkan saat mendengar kata macan? Pasti terbesit bayangan tentang hewan buas dengan loreng hitam oranye yang memiliki gigi tajam. Nah, untuk kali ini MACAN yang dimaksud merupakan nama dari museum yang berada di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tapi, bukan berarti museum ini berisikan kumpulan macan-macan yah, bahkan tidak ada satupun yang berbau macan di dalamnya.

3338

3262

Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Indonesia) baru dibuka pada November 2017 kemarin ternyata lahir dari seorang kolektor ternama dan pengusaha asal Indonesia, Haryanto Adikoesoemo. Ia ternyata telah mengoleksi sekitar 800 karya seni, mulai dari seni rupa modern Indonesia hingga seni modern dan kontemporer dari seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, beliau juga sudah masuk kedalam Top 200 Collector pada 2017 dan 2016 yang lalu dalam dunia seni.

3267

ART TURNS. WORLD TURNS” itulah tema yang dipilih untuk pameran pertama, sekitar 90 dari 800 koleksi Haryanto dipamerkan dalam pameran pembukaan ini. Kamu gak usah terlalu khawatir ketinggalan pameran ini, karena pameran masih ada dari November 2017 sampai 18 Maret 2018 mendatang. Selain itu, seperti museum-museum di ibu kota, museum MACAN juga libur di hari senin. Jadi, kamu bisa mengosongkan jadwal kamu untuk mengunjungi museum di hari kerja maupun weekend.Tentunya jangan lupa untuk membeli tiket, pembelian dapat dilakukan online melalui web officialnya langsung maupun on the spot.

3332

3251

Just dont forget to bring your camera! Mulai dari mengabadikan foto karya seni, foto artistik, bahkan minimalis ala-ala instagram bisa kamu dapatkan disini. So, tunggu apalagi?

Menikmati Seni di Tengah Pusat Perbelanjaan

Menikmati Seni di Tengah Pusat Perbelanjaan

Berkunjung ke mall sekarang bukan hanya untuk memenuhi hasrat berbelanja. Pada 11-13 Agustus 2017 kemarin, kamu bisa menikmati pameran seni di lobby mall Gandaria City yang diharapkan bisa menjadi pintu bagi dunia seni Indonesia semakin dikenal.

00583

Dalam rangka merayakan ARTSTAGE 2017, ada banyak pameran yang bisa dinikmati disini. Mulai dari karya yang berasal dari galeri-galeri terkemuka Indonesia, kolektor seni, bahkan dari senimannya langsung ikut berpartisipasi. Diwarnai isu kontemporer yang terjadi di negara Asia Tenggara saat ini, kamu bisa menemukan karya-karya dari dalam maupun luar negeri. Seperti karya dari Nadi Gallery, Semarang Gallery, Parkview Art Hongkong dan lainnya.

00609

Jika kamu beruntung, kamu juga bisa bertemu dengan para senimannya langsung serta para kolektor yang hadir. Nah bagi para pencinta pencari foto, juga tidak perlu khawatir. Selain banyak karya-karya yang bagus, tentunya disini juga terdapat spot foto bagus yang bisa di pamerkan ke Instagram kamu.

00581

00599

Pea the Peacock – An Illustrated Story by Niken and Sarita

Pea the Peacock – An Illustrated Story by Niken and Sarita

Created with flickr slideshow.

Every individual is as clueless as Pea about their own beauty. It’s true, we said it to ourselves. Tidak perlu melihat orang lain. Banyak yang saya tidak tahu dari diri saya sendiri. Itulah salah satu refleksi yang kami dapat dari cerita pendek bergambar ini.

Kami suka sekali dengan karya yang satu ini. Sudah jarang terlihat beberapa literasi ilustrasi seperti layaknya pada jaman kecil, buku dongeng. Dahulu saya ingat tentang monyet, buaya dan kancil yang semua ceritanya punya gambar dan menggambarkan pelajaran kehidupan.

Kali ini, Niken dan Sarita memiliki cerita yang khusus ditujukan untuk kita teman teman muda yang berusaha setiap harinya. Bahwa semua usaha kita tidak akan sia sia. Bisa saja kita mencari kekuatan kita melalui karya yang kita buat setiap kali. Social media postings, youtube covers, your talent, your business plans, being entrepreneurs, artists, craftsman, or anything you would like to do to achieve more. Let us learn that Pea did all her best like you do, and you have to believe in yourself. Do what you always do, and make yourself bloom!

Menyenangkan bisa menulis seperti ini setiap hari. Tentu terima kasih telah berbagi Niken dan Sarita !

Follow these talented artists :
@srtlrst // https://steller.co/nntmv/
@nntmv // srtlrst.tumblr.com

Wisnu & Garuda di Tanah Dewata

Wisnu & Garuda di Tanah Dewata

Teringat sekilas pelajaran sewaktu kami duduk di bangku Sekolah Dasar. Pelajaran tentang berbagai macam agama yang ada di Indonesia, dan Agama Hindu selalu identik dengan pulau Bali. Kami lihat di televisi sedari kecil meriahnya perayaan ngaben dan juga khusyuknya acara nyepi yang ada di Bali. Ajaran agama Hindu juga identik dengan Dewa, kamu mungkin pernah mendengar seperti Agni (Dewa Api), Brahma (Dewa pencipta, Dewa pengetahuan, dan kebijaksanaan) dan berbagai macam Dewa lainnya.

IMG_0875

P1300165

Bali dan Dewa, kedua hal tersebut mendoroang kami untuk menambah pengetahuan. Garuda Wisnu Kencana menjadi tempat pilihan kami, jaraknya yang tidak terlalu jauh dari bandara & saran dari pemandu wisata (setelah kami mencertiakan tentang ketertarikan kami tentang dewa) menajadi alasan utama kenapa kami memilih tempat rersebut. GWK (Garuda Wisnu Kencana) sendiri memiliki luas sebesar 250 hektar. Poin utama dalam perjalanan kami disini adalah kami ingin melihat patung Dewa Wisnu yang mengendarai Garuda.

P1230106

P1230149

Tinggi patungnya mencapai tinggi 120 meter dengan lebar 64 meter. Patung tersebut dibuat oleh seorang seniman Nyoman Nuarta. Sebenarnya ada 2 patung utama di tempat ini yang pertama adalah patung dewa Wisnu dan patung Garuda. Dewa Wisnu dianggap sebagai dewa yang paling penting dalam bertugas memelihara dan melindungi. Sedangkan Garuda adalah makhluk burung dari mitologi Hindu yang memiliki perpaduan antara elang dan ciri manusia. Semua patung masih dalam masa pembuatan. Selain patung, beragam acara dan juga kegiatan lain seperti flying fox dapat kamu temui di GWK Cultural Park.

P1230101

300 kg ikan di pusat perbelanjaan

300 kg ikan di pusat perbelanjaan

Let’s see a grouper“, satu kalimat yang keluar dari mulut seorang teman. Kami sempat bertanya-tanya apa yang menarik dengan hanya melihat sebuah ikan yang bahkan bisa kamu temukan di restoran. Dia tidak memberikan keterangan lebih lanjut tentang hal tersebut dan meninggalkan kami dalam satu tanda tanya besar.

00778

00785

Kami diarahkan ke pusat perbelanjaan di Barat Jakarta. Neo Soho untuk lebih tepatnya. Sempat terpikir bahwa kami akan diajaknya ke sebuah tempat makan. “mungkin dia hanya bercanda”. Tetapi sesampainya disana kami diarahkan ke sebuah tempat bernama “Jakarta Aquarium” kami sempat mendengar sebelumnya tentang tempat ini, tapi kami belum mencari tahu lebih dalam tentang apa yang ada di dalamnya.

00804

00820

Menghabiskan waktu kurang lebih 1,5 jam di dalam aquarium. Kami banyak berpikir tentang bagaimana bisa mereka memasukkan begitu banyak ikan kedalam sebuah pusat perbelanjaan. Sedikit cerita tentang Jakarta Aquarium, disana kamu bukan hanya akan menemukan ikan saja tetapi ada beberapa satwa lain seperti jenis reptil.

00788

00797

Akhirnya tujuan dari akhir pekan ini semakin jelas saat kami dipampangkan dengan satu aquarium besar. Teman kami dengan semangat menunjuk satu ikan. Ikan kerapu 300Kg adalah maksud teman kami. Melihatnya berenang bebas sangat menghibur kami! Mungkin kami akan lebih sering mengunjungi tempat wisata seperti ini.

00890

00871

00869

00858

Photo : Desy Rufaida