indie pop

Revisiting Sounds / Part 2 : Sharesprings

Revisiting Sounds / Part 2 : Sharesprings

Awan mulai berwarna hitam, terdengar suara – suara petir bersautan, ribuan air mulai turun layaknya pasukan yang membabi buta, terdengar mengerikan namun kita menikmatinya, yak, musim hujan telah datang.

Disaat musim hujan, hal yang paling menarik bagi kami untuk dilakukan adalah menemukan lagu yang cocok untuk menemami kopi dan rasa malas kami, lagu dengan lirik yang sedikit absurd namun terdengar manis, karena kita tidak mau rasa malas yang nyaman ini berganti galau. Sebuah gigs (konser musik) dibilangan Jakarta selatan belum lama ini mempertemukan kami dengan jawaban dari pertanyaan diatas, gigs mungil namun intim ini mempertemukan kami kembali dengan band yang mempunyai ciri khas baik dari musik dan personil nya sendiri, band yang memuaskan pencarian kami akan lagu yang tepat pada musim hujan versi kami dan band itu adalah Sharesprings.

WhatsApp Image 2016-10-21 at 3.28.06 PM

Awal perkenalan kami dengan band indie pop ini. dimulai dari bangku akhir SMA, disaat kami sedang asik-asik nya mendengarkan musik era 90an. setelah kami mulai bosan dengan playlist luar negeri dari Slowdive, Drop Nineteens, Stone Roses ,Weezer, Softies, Sonic Youth dan lain-lain, kami mulai mencari band lokal, dari sekian banyak band, Sharesprings-lah yang membuat kami jatuh hati, suara sound yang terdengar raw atau ketika mendengar musik yang tidak diedit, gitar yang menyisipkan bagian jangly disetiap lagunya, dan suara vokal yang manis dari sang vokalis wanita, benar-benar band dengan sound yang kami idam-idam kan pada saat itu. Terdengar manis namun tidak lembek khas band pop di tahun 90an.

Ini adalah nostalgia untuk mereka yang mendengarkan pada era nya, dan mungkin bisa jadi awal perkenalan kalian dengan Sharesprings. Menurut kami, cara terbaik untuk membantu band – band Indonesia ini tetap diingat adalah dengan cara mendengarkannya kembali.

Hujan kembali turun, jadi biarkan kami menikmati nya bersama Sharesprings sejenak sembari mengingat saat pertama kali mendengarkan band ini, have a good rainy day mazzers!

Revisiting Sounds / Part 1 : The Sastro

Revisiting Sounds / Part 1 : The Sastro

 

Segala yang sudah terlewat baik tentang apapun itu, pasti sangat menarik untuk ditelisik kembali, mungkin akan menjadi nostalgia untuk mereka yang mengalami nya atau akan menjadi pengetahuan baru untuk mereka yang belum mengetahui nya, dan satu hal yang paling menarik untuk ditelisik atau sekedar mengingat kembali adalah rilisan musik.

Revisiting Sounds merupakan proses, mengunjungi kembali album-album musik yang terbilang menandai era dimana rilisan tersebut pertama kali diluncurkan khusus nya di Indonesia, yaa karena kurang nya pendataan musik di Negara kita sehingga kita perlu mundur kebelakang sejenak untuk mengingat bahwa ada rilisan-rilisan Indonesia yang sangat sangat keren yang tidak boleh kita lupakan.

WhatsApp Image 2016-08-19 at 12.56.37 PM

Pada part pertama ini, di medio tahun 2005 ada sebuah band yang mengusung genre indie pop dengan sentuhan musik progressive, di tahun tersebut bahkan sekarang pun sangat jarang band yang bermain di genre ini, sehingga menurut kami album dari band ini telah meninggalkan jejak tersendiri dalam skena musik lokal untuk para penerusnya, mereka adalah The Sastro, namanya terdengar sangat lokal mungkin, namun coba dengarkan album mereka Vol.1, this one is really rad mazzers!

 

Sampai bertemu di part selanjutnya demi melestarikan musik lokal mazzers!

 

Mari kita simak lagu lari 100 album Vol.1 dari The Sastro



Instagram : @sastro_
Twitter : @thesastroband
Soundcloud : Artkelso