story

Pea the Peacock – An Illustrated Story by Niken and Sarita

Pea the Peacock – An Illustrated Story by Niken and Sarita

Created with flickr slideshow.

Every individual is as clueless as Pea about their own beauty. It’s true, we said it to ourselves. Tidak perlu melihat orang lain. Banyak yang saya tidak tahu dari diri saya sendiri. Itulah salah satu refleksi yang kami dapat dari cerita pendek bergambar ini.

Kami suka sekali dengan karya yang satu ini. Sudah jarang terlihat beberapa literasi ilustrasi seperti layaknya pada jaman kecil, buku dongeng. Dahulu saya ingat tentang monyet, buaya dan kancil yang semua ceritanya punya gambar dan menggambarkan pelajaran kehidupan.

Kali ini, Niken dan Sarita memiliki cerita yang khusus ditujukan untuk kita teman teman muda yang berusaha setiap harinya. Bahwa semua usaha kita tidak akan sia sia. Bisa saja kita mencari kekuatan kita melalui karya yang kita buat setiap kali. Social media postings, youtube covers, your talent, your business plans, being entrepreneurs, artists, craftsman, or anything you would like to do to achieve more. Let us learn that Pea did all her best like you do, and you have to believe in yourself. Do what you always do, and make yourself bloom!

Menyenangkan bisa menulis seperti ini setiap hari. Tentu terima kasih telah berbagi Niken dan Sarita !

Follow these talented artists :
@srtlrst // https://steller.co/nntmv/
@nntmv // srtlrst.tumblr.com

Pelajaran dari Pulau Salura // Part 1

Pelajaran dari Pulau Salura // Part 1

Perjalanan dimulai dari Kota Waingapu, Sumba Timur, NTT. Saya mengikuti sebuah program Pekan Nusantara yang diadakan oleh yayasan Generasi Emas Nusantara. Pekan Nusantara sendiri adalah sebuah program mengajar yang dilakukan selama seminggu, yang kali ini dilakukan di Pulau Salura, Sumba Timur, NTT, salah satu pulau yang terletak di selatan Indonesia yang berbatasan dengan Australia.

Perjalanan panjang saya tempuh menggunakan bus khas Sumba. Bus tersebut adalah sebuah truk tanah yang di modif dengan dipasangakan atap dan bangku di bagian belakang truk. Tempat bertemu para peserta dengan panitia di lakukan di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapiu, NTT. Di Bandara inilah perkenalan antara peserta dan panitia dilakukan.

DSC00504

Estimasi perjalanan dari kota Waingapu menuju Pulau Salura adalah sekitar 6 jam perjalanan darat dan 1 jam perjalanan laut tetapi saat itu perjalanan yang kami tempuh lebih dari estimasi awal. Kami sempat menginap di rumah salah satu orang terpandang di sumba timur yang disebut Umbu, seorang pangeran daerah Gonggi yang merupakan salah satu daerah di daerah Sumba Timur. Esok harinya kami menuju pelabuhan Katundu untuk menyebrang ke Pulau Salura tempat tujuan mengajar kami.

DSC00533

DSC00801

Perjalanan dari Waingapu ke Pulau Salura memakan waktu lama dikarenakan kami banyak berhenti beberapa kali untuk menikmati pemandangan indah yang disuguhkan oleh alam sumba selama perjalanan. Jalanan yang rusak diimbangi dengan keindahan bukit dengan rumput hijau yang menyelimutinya yang dapat dilihat di kanan kiri jalan.

Kami sampai di Pulau Salura pada sore hari menjelang malam. Sesampainya di Pulau Salura saya di suguhkan keindahan pulau yang memiliki pasir putih dengan air laut berwarna biru muda dan pemandangan bukit indah yang terllihat dari pesisir pantai Pulau Salura. Kami juga disambut oleh pihak sekolah yang lalu mengantar kami ke tempat penginapan kami. Kami menginap di ruang kelas SMP yang ada di pulau Salura.

DSC00862

DSC00984

DSC01028

DSC01069

DSC00524

DSC00770


Photo & Text : @gevaldi

Serenity of Walking at Kyoto

Serenity of Walking at Kyoto

We know Kyoto is the place for temples, but does the city offers more than that? We had to do trial of wandering around Kyoto.

Setiap kita mau pergi, melihat referensi adalah hal yang biasa dilakukan. Tetapi dimanapun itu, pasti selalu tentang harus pergi kesini, harus pergi kesana, makan ini, lakukan itu dan banyak hal lainnya. Kalau kamu mau tahu tentang itu, jangan lanjutkan membaca artikel ini. It’s about walking experience, street photography type of article.

P1170184

Jalan kaki adalah kendaraan utama ketika di Jepang. Serius. Beneran. Sumpah. Kalau tidak bersiap untuk jalan kaki, siap siaplah koyo, salep, gel untuk sakit otot (saking ga mau nyebut merk), dan lainnya yang bisa menyembuhkan segala penyakit di kaki yang pegal.

Di satu sisi lainnya, memang sangat terorganisir untuk berjalan kaki di hampir seluruh Jepang. Seperti negara negara maju lainnya.

P1170174

The amazing thing about walking in Kyoto besides the good vibe of walking, the windy autumn when we walk around October – November, also the sights to see while walking. Di perjalanan dari pasar, menuju ke kuil – kuil terkenal di Kyoto, kamu bisa melewati berbagai pemandangan. Dari orang orang yang beraktifitas secara lokal seperti membeli minuman di mesin, duduk sambil minum kopi panas kalengan sampai penduduk lokal yang sedang bekerja seperti kurir dan banyak lainnya.

P1170216

P1170221

P1170236

P1170255

Pemandangan lainnya adalah berada di kota tua, kota modern dan taman atau alam terbuka dalam setiap bloknya. Seperti berada di satu tempat di sekitar tengah kota Kyoto, satu sisi melihat toko toko terkenal seperti Disney, Uniqlo dan lainnya. Pindah blok, lalu kita bisa menemukan taman di samping sungai dan kita berjalan di atas jembatan.

P1170225

P1170238

P1170239

We had a time frame to do other things, so that’s the reason not wandering so much at the area. Wish we had more time, will be back here soon!

Sejarah Visual Lewat Visualisasi Jaman

Sejarah Visual Lewat Visualisasi Jaman

Kami bawa banyak cerita dari perjalanan di Melbourne. Salah satunya adalah ketika berada di Federation Square. Satu yang selalu dilewati teman teman Indonesia, museum ini. ACMI, atau disingkat dari Australian Centre for the Moving Image. Satu tempat yang menceritakan sejarah, sekaligus menjadi tempat untuk belajar anak muda di Melbourne. Paling tidak itulah yang diinginkan para pembuatnya.

There are a lot of interesting thing going on at this place. Like every museum, they tried to tell you a story. Cerita tentang bagaimana pertama kali foto dan gambar yang bergerak pertama ditemukan. Lalu berlanjut dengan hal hal yang terasa nostalgis, seperti kartun jaman kecil, figur figur dan berbagai game jaman kecil. Yang merupakan bagian dari gambar bergerak yang dibuat oleh manusia.


One of the places that you adore well, if you liked your childhood movies, games and all. It was always open everyday museum time (means you don’t get it open by 10 PM). See all the pics, there is not a lot to tell if you didn’t see these pics. Till next time, kudos!

DSC02262

DSC02265

DSC02267

DSC02271

DSC02273

DSC02279

DSC02275

DSC02268

DSC02254

DSC02257