ikkubaru

Baharui Suara dalam Music Gallery 2017

Baharui Suara dalam Music Gallery 2017

Belum lama ini kami datang ke perhelatan musik tahunan dari BSO Band FEB Universitas Indonesia. Sepertinya jika kalian suka sekali musik, tanpa disebut nama acaranya tentu langsung tahu acara yang kami maksud, Music Gallery 2017.

IMG_8393

Tiket habis terjual sebelum acara. Waaaw. Salah satu alasannya karena band asal Inggris yang sedang naik daun yaitu Honne punya dampak yang kuat untuk menarik massa hingga tiket terjual habis. Tapi, apa karena itu saja? Untuk lebih jelas inilah sedikit penerawangan dari Music Gallery 2017. Oh iya, ada sedikit pesan untuk mazzers yang datang ke acara musik. Datanglah dari awal acara karena mungkin. Band-band yang tidak kalian tahu dan tampil di awal acara ini juga akan menjadi band favorit sepanjang hidup kalian.

IMG_8544

IMG_9091

IMG_8209

Berlangsung sesuai jadwal, kami datang dari pagi untuk melihat band-band lokal yang tampil pada Music Gallery kali ini. Beberapa yang memancing perhatian kami adalah Ikkubaru, band city pop ala Jepang dari Bandung. Diikuti Bedchamber, Peonies, dan Gizpel dengan indie pop-nya yang jangly dan manis, Bin Idris yang memainkan folk berkarakter. Berbeda dari band folk lainnya, dan juga Trees and the Wild serta Goodnight Electric yang selalu memberikan performa yang diharapakan para pecinta nya. Malam itu ditutup dengan Honne, suara mantap serta penampilan yang juga keren membuat penonton kerap menyanyi bersama.

Seperti biasa Music Gallery selalu memuaskan ekspetasi kami. Venue yang besar, stand yang cukup variatif, serta line-up yang menarik adalah beberapa hal yang kita garis bawahi sebagai elemen penting dari sebuah konser musik dan Music Gallery berhasil memfasilitasi sebagian besar expektasi.

IMG_0075

IMG_9484

IMG_9879

IMG_8695

Photo : @sujatmko & @bramridho
Text : @sujatmko

Melambat karena Musik

Melambat karena Musik

Tidak ada salahnya sekali kali melambat, karena badan sama seperti pikiran. Perlu keluar sejenak dan memberikan pijatan lembut melalui musik. Berikut beberapa referensi musik melambat untuk kamu sembari bersantai di kafe, di jalan maupun di rumah :

ikkubaru-650


1.IKKUBARU : Indonesian city pop

City pop adalah genre yang muncul dan berkembang di jepang pada tahun 80an yang di populerkan oleh Tatsuro Yamashita , kental dengan campuran funk, disco, dan jazz membuat genre ini mempunyai irama yang sangat catchy. sesuai dengan nama city pop, musik nya sangat pas dinikmati sambil berkendara di malam hari tanpa destinasi pasti , terlibat percakapan panjang bersama kekasih (yang punya) atau sahabat dan ditemani lampu-lampu kota yang menyinari sepanjang perjalan, seakan macet hanya bagian dari mitos masyarakat Jakarta.

Lalu siapa sih Ikkubaru ini? Ikkubaru adalah kuartet asal Bandung yang berisikan Muhammad Iqbal (Vocal, Keyboard, Guitar) Rizki Firdausahlan (Vocal, Guitar) Muhammad Fauzi Rahman (Bass) Banon Gilang (Drum) yang memainkan city pop sebagai genre musik mereka, merupakan suatu penyegaran pada perkembangan musik Indonesia.

Ikkubaru telah merilis EP berjudul “hope your smile” dan satu buah full album “amusement park” pada tahun 2014 yang dirilis oleh perusahan records Jepang, cool right?. Ikkubaru menyajikan music city pop dengan balutan jazz dan funk yang kental tanpa menghilangkan unsur catchy dari pop, merupakan nutrisi yang baik untuk telinga para mazzers!, untuk yang penasaran dengan musik Ikkubaru dapat mendengarkan teaser album Amusement Park dibawah., have a good sound for your ear mazzers!

[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/158274485″ params=”color=ff5500&auto_play=false&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false” width=”100%” height=”166″ iframe=”true” /]

future collective

2. Retroism Futuristic : Future Collective

Kita percaya mengenai 2 hal dalam musik, pertama : berkembang nya zaman membuat musik menjadi lebih kaya dan dapat menciptakan bunyi-bunyi baru yang belum pernah ada sebelumnya , kedua : musik yang dibuat di era dimana kita (penulis dan mungkin pembaca) belum ada menjadi hal baru untuk kita dan menarik untuk didengar dan dipelajari.

Nah, bagaimana kalo 2 hal tersebut dikombinasikan menjadi satu mazzers? Merekalah Future Collective. Future Collective adalah grup indietronica yang dibentuk oleh Sawi Lieu dan Tida Wilson, memainkan suara dengan tema 80s retro-futurism, dengan pengaruh kuat dari spaceage pop sampai krautrock. Dibalut dengan efek sound masa kini, membuat kombinasi dari suara era 60’s dan electronica era sekarang terdengar sangat megah.

Album pertama mereka pun yang bertajuk ‘Ensemble Instrumental de Musique Contemporaine’ berhasil memenangkan penghargaan ICEMA (Indonesia Cutting Edge Music Award) di kategori “Best Electronic Music”. Untuk kalian yang menyukai Air, Belbury Poly, The Free Design, Neu!, Santamonica (Jakarta), maka Future Collective bisa jadi favorit kamu mazzers.

[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/154323390″ params=”color=ff5500&auto_play=false&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false” width=”100%” height=”166″ iframe=”true” /]

[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/144941614″ params=”color=ff5500&auto_play=false&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false” width=”100%” height=”166″ iframe=”true” /]



text/research : @sujatxmiko
photo : @sevencrow
ikkubaru
future collective