kuliner

Proses Takjub Kuliner ala Jepang

Proses Takjub Kuliner ala Jepang

Mungkin ini tergantung selera masing-masing. Tapi bagi saya, Jepang adalah surga di bumi untuk perut saya. Dari restoran dengan antrian panjang sampai toko serba ada, Jepang bisa membuat perut saya tampak lebih buruk dari yang sudah ada (alias gend*t). Jadi di sinilah beberapa makanan yang menakjubkan saat perjalanan terakhir saya ke Jepang.

Pertama adalah ramen ikan Ayu. Seperti namanya, ramen ini disajikan dengan ikan ayu panggang, semacam Sweetfish, rumput laut kering atau nori, diparut lobak daikon dengan tambahan topping telur. Apa yang saya suka dengan ramen ini adalah rasanya berbeda dari ramen dengan rasa berat pada umumnya. Rasa kaldunya ringan dan segar, tidak terlalu asin tapi sedikit manis. Saya benar-benar merasa bisa makan dua porsi ramen itu. Selain ramen, mereka juga menjual onigiri panggang atau nasi dengan topping ikan ayu. Saya tidak mencoba tapi jelas terlihat lezat!

Ramen Ayu dapat dibilang sebagai restoran tradisional karena tokonya adalah bisnis jangka panjang keluarga. Restoran ini sangat kecil dengan hanya tujuh meja dan kursi yang dijalankan hanya dengan dua orang. Menunya ditulis dalam bahasa Jepang. Saya pergi ke sana dengan seorang teman yang cukup fasih berbahasa Jepang jadi entahlah, saya tidak tahu apakah dua orang di resto ini bisa mengerti bahasa Inggris.

Japan4

Japan3

Makanan kedua dalam daftar adalah jenis campuran seafood yang disajikan di atas cangkang kerang di pasar ikan Tsukiji. Saya lupa namanya seperti yang tertulis dalam bahasa Jepang dan saya juga tidak mengambil gambar dari toko tersebut. Jika kamu ke pasar ikan Tsukiji, kamu akan mengetahui bagaimana keramaiannya dan bagaimana hampir setiap toko memiliki antrian yang sangat panjang. Untungnya pada saat itu, yang satu ini tidak. Melihat seorang paman tua membakar makanan laut dengan obor, saya memberitahu teman saya untuk mencobanya. Di antara seafood, ada tuna, kerang, kerang, kepiting, mentaiko dan Shirako atau Milt ikan.

Japan6

Japan5

Terakhir, jelaslah dessert!. Salah satu dari banyak manisan yang terkenal di Jepang adalah pancake, untuk beberapa alasan. Saya pernah mengacak google dan menemukan sebuah website yang hanya mencatatatkan berbagai tempat untuk makan pancake di Jepang. Menakjubkan bukan? tempat ini direkomendasikan oleh teman saya yang kebetulan melihat ulasannya di televisi.

Kafe mewah disebut David Myers, salah satu chef-nya memenangkan penghargaan. Tempatnya terletak di dalam Mitsukoshi Department Store di Ginza, Tokyo. Saya pergi ke sana setelah waktu makan siang tapi saya masih cukup kenyang dan harus menunggu beberapa menit untuk mendapatkan meja. Sebagai tempat berada di area metropolitan, memiliki menu bahasa Inggris dan pelayan juga mampu berbahasa Inggris. Jadi, benar-benar tidak ada kekhawatiran bagi orang asing yang tidak bisa berbahasa Jepang!

Lupa nama pancake-nya, tapi menunya memiliki gambar makanan sehingga seharusnya tidak sulit untuk membuat pesanan. pancake datang dalam piring panjang dan itu benar-benar tidak terlihat seperti yang biasa. Daripada ditumpuk, hanya ada satu putaran pancake tebal yang hampir seperti donat tanpa lubang. Banyak pilihan topping seperti berbagai jenis buah, karamel almond, pecan, es krim dan krim hazelnut di atas.

Japan7


photo / text : Emerentiana Yuan

Perpanjangan Garis Kuliner Asia di Melbourne Central

Perpanjangan Garis Kuliner Asia di Melbourne Central

Hai, hari tidak akan berlalu dengan baik jika makanan yang kamu makan selalu itu itu saja. Selama berapa lama kamu bisa tahan hanya makan tempe, tahu dan sup? Satu tahun? 6 bulan? apa satu minggu saja sudah bosan? Itulah sebabnya manusia, seperti aku, kamu, keluarga kita mencari menu makanan baru setiap hari. Eh, nyatanya kami punya beberapa inspirasi untuk makan di luar negeri. Negara yang mempunyai kategori “liveable country” menurut teman teman Indonesia yang tinggal disana. Melbourne.

DSC02318

Satu hal yang membuat Melbourne tempat yang dapat selalu ditinggali orang Indonesia. Karena banyak makanan Asia disini. Benar. Sangat banyak. Sebanyak apa? sampai masuk ke lantai bawah tanah atau basement pun, resto Asia juga. Gami, sebenarnya ada dimana mana sekitar Melbourne. Chicken and beer culture from Korea. Memang benar enak ayamnya, walau ayam goreng saja lho. Apalagi yang dilapisi dengan saus gochujang .

DSC02317

DSC02313

Melengos lagi ke tempat tujuan lain, berdasarkan rekomendasi salah satu chef teman kami. Chin chin, satu restoran Asian Fusion yang memiliki spesialisasi di Chinese food. Jangan salah, karena bukan selalu Chinese food berhubungan dengan mangkok dan meja bundar. Fine dining experience with mouth watering crispy meat, strong herbs and seasoning, raw-like-sushi fishes and good wines. That’s how we explain our experience.

DSC02230

DSC02224

DSC02223

Tidak lupa sebagai kota dimana kopi-wanita-hijau-lingkaran tidak laku, Melbourne memiliki speciality coffee shop di setiap gangnya. Salah satu yang bikin kami berputar putar mencari adalah Monk Bodhi Dharma. Tempat ini penuh dengan menu vegetarian, tapi tetap kopinya… wuih. Kebetulan salah satu barista yang melayani kami, katanya salah satu yang menang kompetisi. We’d like some large cap please (cap = cappucinno). Share you more about Melbourne later, mazzers!

DSC02375

DSC02383

DSC02377

DSC02379

DSC02380

Photo : @sevencrow

Eatnerary : Mari Makan di Wonderland

Eatnerary : Mari Makan di Wonderland

Akhir-akhir ini Jepang sedang menjadi destinasi favorit banyak orang untuk menghabiskan waktu liburan. Selain karena tradisinya, budaya pop culture juga bisa jadi daya tarik yang unik untuk dikunjungi. Misalnya salah satu cafe tematik  yang berada di daerah Ginza – Tokyo yaitu “Alice In Wonderland Cafe”.

IMG_0037

Ketika masuk, kita akan melewati lorong yang wall-papernya dibuat sedemikian rupa seakan kita masuk ke dalam buku dengan hiasan jam kantong super besar, rasanya semua hal jadi raksasa!

img_9760

Dekorasi didalam ruang cafe sungguh sangat menarik, setiap sudutnya bisa menjadi spot untuk foto-foto. Terinspirasi dari buku anak Alice In Wonderland karya Lewis Caroll, tidak hanya interiornya saja, tapi tema Alice in Wonderland ini sangat konsisten dari perlengkapan makan hingga pelayannya yang menggunakan kostum Alice. Ketika kita masuk ke dalam, sungguh fantasi kita akan dibawa seakan kita ada di Wonderland.

 

Mazzers tahu tidak kira-kira makanan apa yang disajikan di cafe ini? Alice in Wonderland cafe menyajikan menu-menu makanan jepang yang sudah fusion – atau dimodernkan dengan makanan barat. Menu makanan dan minuman yang disajikan juga tidak hilang ke khas-an ala wonderlandnya. Tidak lengkap rasanya, kalau sudah pesan tapi tidak difoto dulu sebelum disantap.

[flickr_set id=”72157661010574935″]

Yang seperti ini, pastinya jadi destinasi menarik untuk masuk dalam list itinerary jalan-jalan kita kalau ke Jepang.

 

PS: Mazzers yang suka dengan Alice, mereka akan kembali dengan “Alice in Wonderland 2 : Through the Looking Glass” pada bulan Mei tahun depan. wow! Seru~

text/photo : @chazky
add photo : favbulous.com