new

Sejarah Visual Lewat Visualisasi Jaman

Sejarah Visual Lewat Visualisasi Jaman

Kami bawa banyak cerita dari perjalanan di Melbourne. Salah satunya adalah ketika berada di Federation Square. Satu yang selalu dilewati teman teman Indonesia, museum ini. ACMI, atau disingkat dari Australian Centre for the Moving Image. Satu tempat yang menceritakan sejarah, sekaligus menjadi tempat untuk belajar anak muda di Melbourne. Paling tidak itulah yang diinginkan para pembuatnya.

There are a lot of interesting thing going on at this place. Like every museum, they tried to tell you a story. Cerita tentang bagaimana pertama kali foto dan gambar yang bergerak pertama ditemukan. Lalu berlanjut dengan hal hal yang terasa nostalgis, seperti kartun jaman kecil, figur figur dan berbagai game jaman kecil. Yang merupakan bagian dari gambar bergerak yang dibuat oleh manusia.


One of the places that you adore well, if you liked your childhood movies, games and all. It was always open everyday museum time (means you don’t get it open by 10 PM). See all the pics, there is not a lot to tell if you didn’t see these pics. Till next time, kudos!

DSC02262

DSC02265

DSC02267

DSC02271

DSC02273

DSC02279

DSC02275

DSC02268

DSC02254

DSC02257

Music Goodies – Imogen Heap, Imagine Dragons and Oh Wonder

Music Goodies – Imogen Heap, Imagine Dragons and Oh Wonder

Sudah masuk bulan Mei saja ya, Mazzers. Bagaimana pendapatmu tentang bulan April kemarin? Kalau dilihat kebelakang, (bukan galau yaa..) ternyata ada beberapa lagu asik yang dirilis di bulan April. If you missed the last month’s music moment, just check out the list below! 

Imogen Heap

Menemukan sesuatu yang tidak kita cari pada awalnya, ternyata tidak buruk. Misalnya, ketika sedang browsing lagu, lalu menemukan sebuah lagu dari artis yang sama sekali belum pernah kamu dengar namanya. And surprisingly, lagunya sangat ramah di telinga. Lalu beberapa detik kemudian kamu memutuskan untuk menambahkan lagu tersebut ke dalam playlist.
Tapi ternyata tidak sesederhana itu juga. Sebuah lagu kadang bisa mengingatkan kita dengan lagu lain. Seperti ketika menemukan lagu dari The Japanese House ini, kami jadi langsung teringat dengan lagu Goodnight and Go milik Imogen Heap yang dirilis pada tahun 2005. Dan satu lagi, kami jadi tahu kalau Imogen Heap juga baru saja merilis lagu lho… Mencari, dan menemukan.

Ini lagu milik The Japanese House, ‘Saw You In A Dreams’

Also, take a listen to Goodnight and Go by Imogen Heap

Imagine Dragons
Saat ditanya kapan akan merilis lagu atau album baru, mereka selalu menjawab dengan satu kata, “soon”. Tidak bisa memastikan. “Depends on how soon you think soon is”, katanya. Kadang kami yang menunggu tidak ingin terlalu lama, tapi saat yang ditunggu akhirnya muncul, kami tidak menyangka akan secepat itu.
Akhir Januari lalu, Imagine Dragons merilis sebuah lagu, Believer. Kami pikir ini adalah single pertama untuk album ketiganya. Tetapi pada akhir April, mereka merilis single kedua berjudul Thunder. It came with a really cool artwork. Kemudian di awal Mei, tepatnya tanggal 8 Mei 2017, Imagine Dragons merilis single ‘Whatever It Takes‘ yang juga terdengar menggebu. Tiga lagu yang sangat bersemangat, memberikan kita ‘bocoran’. Akan terdengar seperti apa album ‘Evolve‘ nantinya. Membawa konsep baru yang cukup berbeda dari album sebelumnya.
Soon, album number 3, please?

My personal favorite, Believer.

Ini dia single kedua untuk album Evolve.

The third single!

Oh Wonder
Kami ingat lagu yang kami putar berulang – ulang pada awal 2016 lalu. Sebuah self-titled album dari duo asal Inggris, Oh Wonder. Saya sangat menyukainya hingga memutarnya kapan pun, dimana pun. Butuh waktu selama hampir empat bulan untuk berhenti dan mendapat album lainnya untuk diputar. Cukup lama ya?
Akhir maret lalu Oh Wonder merilis lagu yang menjadi single pertama untuk album keduanya dengan judul yang sama, Ultralife. Disusul dengan Lifetimes pada minggu selanjutnya dan, kemarin, My Friends. Mereka menulis lagu ini ketika sedang menjalani tur, merindukan keluarga dan teman – temannya. Single ketiga ini mengingatakan kami pada lagu Landslide, di album pertamanya yang juga bercerita tentang keluarga dan persahabatan. Play on repeat.

Take a listen to this cheerful song, Ultralife.

This is their latest music, My Friends.

Which is your favorite, Mazzers?

Text/Music Research : @sadidae

Photo : http://www.today.com/popculture/quiz-test-your-imagine-dragons-knowledge-t28496

Our Top Watch List – Horror/Thriller May Day

Our Top Watch List – Horror/Thriller May Day

Apa sih yang membuat kamu suka nonton film bergenre horror/thriller? Film bergenre tersebut memang paling digemari diantara genre film lainnya. Alasannya adalah, karena para penggemarnya memang suka memacu adrenalin mereka dengan menonton film seram. Dari masa ke masa, film bergenre horror/thriller terus berkembang mulai dari segi alur cerita sampai tentunya teknologi berupa efek – efek menakutkan yang digunakan.

Dibawah ini adalah Our Top Watch List untuk kategori film bergenre horror/thriller.

Sinister : 1 & 2 (2012 & 2015)

Film ini adalah gabungan dari genre horror & thriller karena didalamnya ada sosok iblis bernama “Bughuul” atau yang dikenal sebagai Boogieman yang menjadi inisiator untuk pembunuhan antaranggota keluarga. Cara Boogieman membunuh adalah dengan menculik anak bungsu di setiap keluarga yang kemudian dihasut untuk membunuh anggota keluarga yang lain.

Disutradarai oleh Scott Derickson, Sinister & Sinister 2 memiliki konsep yang sama akan tetapi dari sudut pandang yang berbeda. Sinister datang dari sudut pandang kepala keluarga yang diperankan oleh Ethan Hawk, kalau Sinister 2 mengambil sudut pandang dari anak – anak bungsu yang pernah diculik oleh “Bughuul”.

Here’s the trailer for Sinister 1

Aaaand this is the trailer for the sequel :

Don’t Breathe (2016)

Sama halnya dengan film Sinister, Don’t Breathe juga merupakan gabungan dari genre horror & thriller. Sejujurnya, saya bener – bener tidak bernafas ketika adegan – adegan menegangkan dalam film ini. Menurut saya, film Don’t Breathe jauh lebih menegangkan karena Rocky yang diperankan oleh Jane Levy, bersama 2 temannya Alex (Dylan Minnette) dan Money (Daniel Zovatto) harus menghadapi seorang veteran tentara Amerika yang buta (Stephen Lang), namun ia memiliki kemampuan luar biasa untuk menganalisa sekitarnya secara detil. Mereka harus berhadapan dengan veteran tersebut karena mereka terjebak di rumahnya saat melakukan sebuah perampokan. Selain uang, ternyata ada sesuatu yang disembunyikan oleh veteran tentara tersebut dan berhasil ditemukan oleh Rocky dan Alex. Dare to know?

Paranormal Activity (2007)

Untuk film yang satu ini adalah salah satu film horror favorit saya. Bisa dibilang ini adalah film dengan genre horror yang paling realistis. Maksudnya, di film ini benar – benar tidak ditampakkan wujud dari hantu tersebut seperti layaknya film dalam kehidupan sehari – hari. Banyak barang yang berpindah tempat sendiri, terlempar sana sini tanpa kelihatan siapa yang memindahkan dan melempar barang tersebut. Menurut saya, hal misterius ini yang membuat film semakin terasa seram-nya. Adrenalin semakin terpacu ketika scene di malam hari, dimana kita dibuat menunggu – nunggu akan adanya pergerakan dari “si hantu”. After you watch it, if you’re not brave enough, you will stay awake until the sun rise. Personal experience. LOL.

Conjuring 1 & 2 (2013 & 2016)

My favorite one from my favorite Producer, James Wan! Conjuring 1 & 2, sama – sama menceritakan pengalaman sepasang suami istri yang berprofesi sebagai paranormal investigator dalam menangani satu keluarga yang “diganggu” hantu. Dalam film yang pertama, sebuah keluarga (Roger & Caroline Perone) diganggu oleh satu penyihir bernama Bathsebha. Penyihir tersebut memiliki riwayat yang mengerikan, yaitu mengorbankan anaknya sendiri untuk iblis, setelah itu ia bunuh diri. Lebih menyeramkan, Caroline kesurupan arwah Bathsheba yang membuat ia sangat ingin membunuh anaknya sendiri. Everthing was fine until I found a sentence “Based on true story” on the very last part of the movie. Oh, crap.

The sequel is pretty much the same, but different demon. The legendary, Valak. Ini hantu yang awalnya seram, tapi jadi lucu karena banyak yang membuat meme tentang Valak! Well, back to the topic.. Entah kenapa, di sekuel Conjuring kali ini, suasananya terasa jauh lebih seram. Hantu Valak disini digambarkan berpakaian seperti biarawati dengan muka pucat. Keluarga Lutz sebelumnya sempat diganggu oleh hantu lain, namun pada kenyataannya itu hanyalah suatu pengalihan sebelum akhirnya Valak muncul. I got thrilled when Warrens fight so hard against Valak! However, because of the Valak’s fame, James Wan decided to make a spin-off, titled “The Nun” that is scheduled to be released in 2018. Can’t wait!

Insidious : Chapter 1 & 2 (2011 & 2013)

Last but not least, Insidious! For those who follows this movie since the first chapter, must be as excited as i am for the Chapter 4!  Menceritakan tentang Dalton seorang anak yang bisa menjelajahi dunia astral. Akan tetapi, Dalton tersesat dan kemudian terjebak di dunia astral yang dipenuhi arwah – arwah jahat yang ingin mengambil alih tubuh Dalton. Dibantu oleh Elise, seorang paranormal, Josh, ayah Dalton berusaha mati – matian untuk menyelamatkan anaknya.

Biasanya, kalau nonton film horror, pasti kita ketakutan, tapi anehnya untuk Insidious,  malah nangis karena terharu. Despite of the amazing character in each movie, the story line it self it’s touching. It’s about struggle and love inside a family to save their loved one. How sweet is that? Dibalik hantu nenek berpakaian gaun pengantin hitam yang super creepy, hantu iblis merah, hantu kakek – kakek yang sesak nafas dan hantu – hantu lainnya, ternyata film ini cukup membawa pesan yang bagus : Always put family in the first place. 

The sequel is still about Josh’s Family. Kalau di film pertama, Dalton-lah yang terjebak dalam dunia astral, di Chapter 2, ayahnya alias Josh yang terjebak. Kita dibuat terharu lagi oleh perjuangan Dalton dalam menyelamatkan ayahnya.

Kalau kamu penggemar setia dari Insidious, pastinya sangat menunggu – nunggu untuk Insidious : Chapter 4. Sabar ya, Mazzers, kabarnya bakal dirilis di tahun ini kok!

Well, I think that’s all for Our Top Watch List for Horror/Thriller movies. Each movie has it’s own scary ambience that can spur adrenaline.  Mana favorit kamu? Kalau takut, jangan nonton sendirian ya !

 

Photo : http://screencrush.com/sinister-review/

Kongkow Bareng : Calvin Jeremy

Kongkow Bareng : Calvin Jeremy

Instagram : @calvinjeremy
Twitter : @calvinjeremy
Youtube : www.youtube.com/user/calvinjeremy


Kongkow bareng adalah sesi live recording music yang dibuat untuk mazzers. Sederhana, untuk menjadi referensi bagi kamu yang suka musik tanpa batas musik apa. Selain itu juga karena sesi ini live recording, jadi kamu bisa menilai sendiri keren atau kurangnya performance dari masing masing musisi.

Look out for more updates at youtube or stream us here

Melambat karena Musik

Melambat karena Musik

Tidak ada salahnya sekali kali melambat, karena badan sama seperti pikiran. Perlu keluar sejenak dan memberikan pijatan lembut melalui musik. Berikut beberapa referensi musik melambat untuk kamu sembari bersantai di kafe, di jalan maupun di rumah :

ikkubaru-650


1.IKKUBARU : Indonesian city pop

City pop adalah genre yang muncul dan berkembang di jepang pada tahun 80an yang di populerkan oleh Tatsuro Yamashita , kental dengan campuran funk, disco, dan jazz membuat genre ini mempunyai irama yang sangat catchy. sesuai dengan nama city pop, musik nya sangat pas dinikmati sambil berkendara di malam hari tanpa destinasi pasti , terlibat percakapan panjang bersama kekasih (yang punya) atau sahabat dan ditemani lampu-lampu kota yang menyinari sepanjang perjalan, seakan macet hanya bagian dari mitos masyarakat Jakarta.

Lalu siapa sih Ikkubaru ini? Ikkubaru adalah kuartet asal Bandung yang berisikan Muhammad Iqbal (Vocal, Keyboard, Guitar) Rizki Firdausahlan (Vocal, Guitar) Muhammad Fauzi Rahman (Bass) Banon Gilang (Drum) yang memainkan city pop sebagai genre musik mereka, merupakan suatu penyegaran pada perkembangan musik Indonesia.

Ikkubaru telah merilis EP berjudul “hope your smile” dan satu buah full album “amusement park” pada tahun 2014 yang dirilis oleh perusahan records Jepang, cool right?. Ikkubaru menyajikan music city pop dengan balutan jazz dan funk yang kental tanpa menghilangkan unsur catchy dari pop, merupakan nutrisi yang baik untuk telinga para mazzers!, untuk yang penasaran dengan musik Ikkubaru dapat mendengarkan teaser album Amusement Park dibawah., have a good sound for your ear mazzers!

[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/158274485″ params=”color=ff5500&auto_play=false&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false” width=”100%” height=”166″ iframe=”true” /]

future collective

2. Retroism Futuristic : Future Collective

Kita percaya mengenai 2 hal dalam musik, pertama : berkembang nya zaman membuat musik menjadi lebih kaya dan dapat menciptakan bunyi-bunyi baru yang belum pernah ada sebelumnya , kedua : musik yang dibuat di era dimana kita (penulis dan mungkin pembaca) belum ada menjadi hal baru untuk kita dan menarik untuk didengar dan dipelajari.

Nah, bagaimana kalo 2 hal tersebut dikombinasikan menjadi satu mazzers? Merekalah Future Collective. Future Collective adalah grup indietronica yang dibentuk oleh Sawi Lieu dan Tida Wilson, memainkan suara dengan tema 80s retro-futurism, dengan pengaruh kuat dari spaceage pop sampai krautrock. Dibalut dengan efek sound masa kini, membuat kombinasi dari suara era 60’s dan electronica era sekarang terdengar sangat megah.

Album pertama mereka pun yang bertajuk ‘Ensemble Instrumental de Musique Contemporaine’ berhasil memenangkan penghargaan ICEMA (Indonesia Cutting Edge Music Award) di kategori “Best Electronic Music”. Untuk kalian yang menyukai Air, Belbury Poly, The Free Design, Neu!, Santamonica (Jakarta), maka Future Collective bisa jadi favorit kamu mazzers.

[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/154323390″ params=”color=ff5500&auto_play=false&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false” width=”100%” height=”166″ iframe=”true” /]

[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/144941614″ params=”color=ff5500&auto_play=false&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false” width=”100%” height=”166″ iframe=”true” /]



text/research : @sujatxmiko
photo : @sevencrow
ikkubaru
future collective