cirebon

Pemula di Dapur Cirebon

Pemula di Dapur Cirebon

Pemuda bukan berarti pemula. Tapi untuk seseorang yang datang ke Cirebon pertama kalinya untuk makanan, pemula. Pertama kali juga makanan makanan ini kami kenal dari namanya. Nasi lengko, nasi jamblang, empal gentong, mie koclok dan banyak lagi. Hanya saja mengenal nama tidak cukup, harus tahu selanya dimana bisa mendapat yang enak mazzers.

P1100731

Pertama tama dari keluarga nasi, lengko. Nasi ini seperti nasi campur. Tahu, tempe, toge, serta hal hal lain dengan hijau dan cokelat memenuhi piring. Kalau lapar banget, sambil makan sate kambing. Rasanya enak, tapi kalau kata sumber terpercaya kami, tambahkan kecap manis biar enak sekali. Pada dasarnya, kita memang cuma makan ini sekali.

P1100732

Masih dari keluarga nasi, nasi jamblang. Jamblang memang terdengar seperti kata yang negatif, tetapi tidak ketika selesai makan nasi jamblang. Nasinya biasa, tapi banyak lauk lauk yang terlihat biasa di mata. Ketika masuk mulut, aw ow aw, mari makan terus. Kalau kamu pernah dengar nasi kucing. Khalayaknya sama, tapi beda daerah. Selain itu, perkedel yang dijual sebagai lauk nasi jamblang mempunyai textur yang berbeda. Kriuk kriuk ketika dimakan, bentuknya seperti tahu bulat walau harganya lebih dari 500 rupiah. Tidak apa, kami ingin satu toples penuh perkedel ini.

P1110089

P1110092

P1110093

Selain keluarga nasi, juga ada keluarga roti panggang di Cirebon. Bukan hal yang luar biasa memang, tapi roti panggang tidak memiliki banyak pilihan makanan. Minuman, hal yang lain. Banyak pilihannya dan setiap tempat ropang punya keindahan tersendiri. Dalam hal ini, es susu ini penuh keindahan di malam yang gelap.

P1110103

Paragraf diatas hanya intermezzo. Tapi ini adalah inti utama perkulineran Cirebon. Empal Gentong. Dari sebuah gentong tanah liat buatan khusus yang tidak pernah dicuci minimal 3 turunan. Empal yang dimasak di gentong ini akan semakin enak seperti meminum anggur. Kuahnya apalagi. Tambah kerupuk juga apalagi. Nikmat apalagi yang bisa diberikan? Apa… apaaaaaaa.

P1110107

P1110108

Batik 101 at Trusmi, Cirebon

Batik 101 at Trusmi, Cirebon

Ibu saya suka sekali dengan batik. Bisa dibilang, cinta. Kalau kamu lihat setiap harinya, dia akan memakai batik 5 hari dalam seminggu. Untuk kerja dan untuk acara formal serta 12 bentuk dan warna lainnya. Belanja batik adalah hal yang akan dilakukan dengan mata gemilang dan ketika selesai, global warming pun kewalahan untuk membakar koleksinya.

Sekarang, menjadi kesukaan juga untuk saya. Bukan salah dia sih, walau percobaan membeli batik kepada anaknya terus berjalan. Tetap akan pakai ke acara formal, tapi bukan untuk sehari-hari.

the-perks-of-being-twenty-travel-cirebon-lifestyle-batik-trusmi-01

Ketika mendengar Cirebon adalah salah satu tempat pembuatan batik terbaik, bukan hanya saya yang bersemangat untuk menuju kesana. Kami memang sangat penasaran dengan proses pembuatannya. Menuju Batik Trusmi!
Di tengah dari kampung pengrajin batik Trusmi. Laki laki dan perempuan, walau lebih banyak perempuan, telah belajar untuk membuat batik sejak masa sekolah dasar. Dengan sekian banyak waktu dan dedikasi tinggi dalam membuat batik, tidak salah kalau Cirebon menjadi terkenal dengan batiknya. Terdapat dua cara membuat batik pada umumnya di Trusmi, tulis dan cap. Menggunakan canting untuk tulis dan menggunakan cetakan untuk cap. Sangat berbeda dengan mewarnai ketika taman kanak kanak, percayalah kalau ini jauh lebih sulit. Karena kami mencoba dan gagal sepenuhnya. Tangan bergetar sedikit saja akan menumpahkan terlalu banyak tinta pada kain. Cukup 15 menit saja saya mencoba sambil ditertawakan oleh pengrajin lainnya.

the-perks-of-being-twenty-travel-cirebon-lifestyle-batik-trusmi-03

the-perks-of-being-twenty-travel-cirebon-lifestyle-batik-trusmi-02

the-perks-of-being-twenty-travel-cirebon-lifestyle-batik-trusmi-07

Setiap rumah produksi batik mampu membuat kurang lebih 60 batik, setiap minggu. Pengrajin sejago apapun, menyelesaikan produksi satu batik dalam seminggu. Semakin idealis, semakin lama proses produksinya karena dianggap lebih pada salah satu bentuk seni dibandingkan produksi untuk retail. Dibuat sesempurna mungkin oleh para pengrajin.

Saya memang jauh dari mengejar skill pengrajin batik, tapi mengejar masterpiece dalam hobby dan pekerjaan yang saya lakukan adalah pelajaran yang saya dapat ketika di Trusmi. Ternyata banyak yang bisa dipelajari dari kunjungan singkat di Trusmi.
Keep exploring.

the-perks-of-being-twenty-travel-cirebon-lifestyle-batik-trusmi-04

the-perks-of-being-twenty-travel-cirebon-lifestyle-batik-trusmi-08

the-perks-of-being-twenty-travel-cirebon-lifestyle-batik-trusmi-11

the-perks-of-being-twenty-travel-cirebon-lifestyle-batik-trusmi-16

the-perks-of-being-twenty-travel-cirebon-lifestyle-batik-trusmi-09

text/photo : @demasryan of @kataimaji
Find their complete post on the blog, theperksofbeingtwenty.com