seni

We Are Millenials – The Creative Photography Exhibition

We Are Millenials – The Creative Photography Exhibition

What millennials could do with their smartphone? Art is the answer! 

Acara ini menunjukkan bahwa melalui smartphone saja, anak muda bisa menciptakan karya yang luar biasa. We Are Millennials : The Creative Photography Exhibition diselenggarakan oleh kelas internasional jurusan Public Relations Batch 19. Mereka punya tujuan untuk mengangkat bakat generasi millennial, khususnya dalam seni fotografi.

Pada tanggal 25 – 27 Januari 2018, FX Sudirman lantai F3 diramaikan oleh berbagai kalangan, terutama milenial yang ingin mengetahui kreatifitas dalam seni fotografi ponsel.

IMG_5033

IMG_4937

Selain photo exhibition, ada juga seminar oleh Wira Dhamma Putra, Rafli Zulkarnaen dan Titus O. Mainassy dimana pengunjung pameran We Are Millennials mengetahui bagaimana cara mengambil foto yang berkualitas dan memiliki nilai seni yang tinggi.

Selain itu, ada juga beberapa penampilan yang menghibur seluruh pengunjung We Are Millennials : The Creative Photography Exhibition, yaitu, pertunjukan tari modern oleh GRD, DJ Max Wright. Ada juga penampilan musik dari Balqees, Arul Maulana, Subatomic dan Pertunjukkan unik solo Darbuka oleh Daood Debu.

1517293624626

Ini dia salah satu cara mengambil gambar makanan dengan konsep flatlay.
IMG_4925

IMG_5023

IMG_5028

Diharapkan juga, melalui acara ini, anak muda dapat berkontribusi ‘ala milenial’ untuk kemajuan industri kreatif lokal’.

 

Photos : @desyrufaida/ @anitanita_24

Menikmati Seni di Tengah Pusat Perbelanjaan

Menikmati Seni di Tengah Pusat Perbelanjaan

Berkunjung ke mall sekarang bukan hanya untuk memenuhi hasrat berbelanja. Pada 11-13 Agustus 2017 kemarin, kamu bisa menikmati pameran seni di lobby mall Gandaria City yang diharapkan bisa menjadi pintu bagi dunia seni Indonesia semakin dikenal.

00583

Dalam rangka merayakan ARTSTAGE 2017, ada banyak pameran yang bisa dinikmati disini. Mulai dari karya yang berasal dari galeri-galeri terkemuka Indonesia, kolektor seni, bahkan dari senimannya langsung ikut berpartisipasi. Diwarnai isu kontemporer yang terjadi di negara Asia Tenggara saat ini, kamu bisa menemukan karya-karya dari dalam maupun luar negeri. Seperti karya dari Nadi Gallery, Semarang Gallery, Parkview Art Hongkong dan lainnya.

00609

Jika kamu beruntung, kamu juga bisa bertemu dengan para senimannya langsung serta para kolektor yang hadir. Nah bagi para pencinta pencari foto, juga tidak perlu khawatir. Selain banyak karya-karya yang bagus, tentunya disini juga terdapat spot foto bagus yang bisa di pamerkan ke Instagram kamu.

00581

00599

Pea the Peacock – An Illustrated Story by Niken and Sarita

Pea the Peacock – An Illustrated Story by Niken and Sarita

Created with flickr slideshow.

Every individual is as clueless as Pea about their own beauty. It’s true, we said it to ourselves. Tidak perlu melihat orang lain. Banyak yang saya tidak tahu dari diri saya sendiri. Itulah salah satu refleksi yang kami dapat dari cerita pendek bergambar ini.

Kami suka sekali dengan karya yang satu ini. Sudah jarang terlihat beberapa literasi ilustrasi seperti layaknya pada jaman kecil, buku dongeng. Dahulu saya ingat tentang monyet, buaya dan kancil yang semua ceritanya punya gambar dan menggambarkan pelajaran kehidupan.

Kali ini, Niken dan Sarita memiliki cerita yang khusus ditujukan untuk kita teman teman muda yang berusaha setiap harinya. Bahwa semua usaha kita tidak akan sia sia. Bisa saja kita mencari kekuatan kita melalui karya yang kita buat setiap kali. Social media postings, youtube covers, your talent, your business plans, being entrepreneurs, artists, craftsman, or anything you would like to do to achieve more. Let us learn that Pea did all her best like you do, and you have to believe in yourself. Do what you always do, and make yourself bloom!

Menyenangkan bisa menulis seperti ini setiap hari. Tentu terima kasih telah berbagi Niken dan Sarita !

Follow these talented artists :
@srtlrst // https://steller.co/nntmv/
@nntmv // srtlrst.tumblr.com

Clean View at Art Jakarta 2017

Clean View at Art Jakarta 2017

Bisa dibilang, kami sering mengunjungi berbagai macam pameran seni. Mulai dari yang berada di Jakarta hingga pameran yang ada di berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara. Semua pameran memiliki pesan dan artinya masing-masing. Tidak ada kosakata negatif di dalam kamus kami mengenai sebuah pameran. Walaupun begitu kami masih memiliki deretan pameran yang ingin kami kunjung, satu yang selalu menjadi “mark” di kalender adalah Bazaar Art Jakarta.

0274

0294

Kami selalu hadir di Bazaar Art Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Tahun ini mereka berganti nama menjadi ART JAKARTA. “Unity in DIversity” menjadi tema besar dari Art Jakarta tahun ini. Satu kalimat yang bisa menggambarkan tentang Art Jakarta tahun ini adalah “kamu tidak akan bosan”. Kami disuguhi berbagai macam karya seni. Bahkan bisa mengelilingi ruangan berkali-kali untuk menikmati dan mengamati setiap goresan tinta maupun pahatan dari tangan seniman idola.

00422

00440

Mungkin ratusan karya seni tersebar di satu ruangan dalam Ritz Carlton Pacific Place ini. Beberapa menjadi satu perjalanan bagi kami. Terkumpulah foto foto yang memberikan kesan bersih dan minimalis. Tentu perjalanan kami akan berbeda dari teman teman lainnya yang datang ke Art Jakarta kali ini.

Tidak hanya berasal dari Indonesia, karya yang ditampilkan juga merupakan karya dari seniman mancanegara. Kami banyak belajar tentang bagaimana seni seharusnya dinikmati. Seni selalu dapat dilihat, dipelajari dan dimengerti oleh semua orang. Tentu saja juga dapat dibagikan pengalamannya. Kamu datang?

00453

00456

Photo : @desyrufaida

Infus Wayang dan Galau dalam Pagelaran Seni Berdasar Masa

Infus Wayang dan Galau dalam Pagelaran Seni Berdasar Masa

Another weekend, another strolling time! Kali ini saya memilih ngopi sambil menikmati karya-karya yang tergantung di dinding artspace Dia.Lo.Gue sore itu. Kalau boleh jujur, ini pertama kalinya saya mengunjungi tempat yang katanya kekinian itu. Dan seketika saya pun merasa kekinian ! hahaha

6

Hari itu tema dari eksibisi di Dia.Lo.Gue cukup menarik, “Berselingkuh Dengan Masa Lalu, Berkencan Dengan Masa Depan.” Walaupun temanya itu, bukan berarti yang dipajang itu foto mantan dari masa lalu dan foto gebetan di masa depan yaa. Melainkan hasil karya serigrafi atau silkscreen pilihan dari seniman grafis T Sutanto yang dibuat pada periode 1975 – 1983.

7

10

Kemampuan T.Sutanto dalam melahirkan karya-karya serigrafi merupakan suatu hal yang tidak perlu diragukan lagi. Sebagai salah satu pendiri Decenta, perusahaan desain yang terkenal pada 1973 dan bertahan hingga 1983, T.Sutanto dan rekan-rekannya memiliki pengaruh yang cukup besar dalam mengembangkan seni grafis di Indonesia.

12

9

13

Hasil karya T.Sutanto ini mengadopsi bentuk atau figur-figur yang berasal dari cerita rakyat seperti sosok wayang kulit, maupun ikon-ikon budaya populer Indonesia. Selain itu, kebanyakan karyanya juga memiliki makna dan imajinasi yang jenaka, agak aneh dan di luar kenyataan. Cukup unik bukan?!

” Maaf ” a Poetry by Elizabeth Chrysanta

” Maaf ” a Poetry by Elizabeth Chrysanta

Memberi makna dari sebuah cerita. Lalu mengubah makna, menjadi kata berkias penuh anggapan. Ungkap makna asli, atau cari maknamu sendiri. Inilah puisi, sebuah seni berjenis klasik. @eliza_chrysant membangkitkan kembali gairah merajut sebuah sajak.

“Aku, ibaratkan sebuah awan
Bisu, dan hanya bisa dilihat

Tidak bisa dipegang namun bisa buat kamu teduh dari panasnya sinar matahari

waktu, ia selalu menawarkan lembaran yang baru

ia memberiku kehangatan ketika ku merasa kedinginan

ia juga mengajarkanku artinya menunggu
dan setiap detik kulewati

sampai sampai aku lupa sudah berganti hari

bagai pelangi sebagai hujan
bagaikan senyuman setelah kesedihan

bagai lembar baru, setelah selesai sebuah cerita

hanya satu kata yang ada

maaf…..

maaf untuk segala kekacauan

maaf untuk segala kerisauan

aku disini

hanya bisa tersenyum

berharap akan datangnya sebuah keajaiban”

Karya : @eliza_chrysant
Video : @irmaastrilita

Netasin Gambar Bareng Egglustration

Netasin Gambar Bareng Egglustration

Keinginan untuk menggambar sih cukup besar. Tapi selalu terhalang dengan pemikiran, “gak tau gimana cara gambar yang benar, gak tau mau gambar apa, dan gak punya alat gambar yang memadai”. Akhirnya lagi-lagi niatan itu hanya jadi sebatas niatan saja.

4

6

Nah kali ini untuk mewujudkan niatan menggambar, saya memberanikan diri untuk mengikuti salah satu workshop yang diadakan oleh Egglustration di Jakarta Creative Hub. Kalau mendengar kata workshop pasti pertanyaan pertama yang terlintas adalah ”mahal gak ya workshopnya? Kira-kira cocok gak ya?”. Tapi pertanyaan-pertanyaan itu, seketika hilang kalau berpikir, “kapan lagi kalau bukan sekarang?” (well, it sounds like a tagline haha).

Workshop ini bertemakan #netasingambar Vol. 1: Getting To Know Watercolor. Dalam workshop ini para peserta diajak untuk bereksplorasi dengan cat air. Mulai dari teknik sapuan kuas, mencampur warna, hingga berlatih “menetaskan gambar” masing-masing. Dan untuk pertama kalinya saya turut menetaskan gambar saya.

7

2

Seru! Menyenangkan! Berwarna! Mungkin 3 kata itu saja tidak cukup untuk mendeskripsikan betapa senangnya saya mengikuti workshop menggambar seperti ini untuk pertama kalinya. Jadi kalau ditanya, kali ini saya bisa jawab. Sama sekali tidak mahal mengingat semua alat sudah disediakan oleh teman-teman dari Egglustration dan sangat cocok dengan yang saya bayar! Apalagi untuk saya, yang tidak memiliki dasar menggambar sama sekali. Jadi gak sabar deh untuk join di workshop #netasingambar volume selanjutnya!

3

5

1

Belanja dan Berkarya di Art Market Jakarta 7

Belanja dan Berkarya di Art Market Jakarta 7

Pernah kebayang gak serunya seniman visual, ilustrator, dan designer berkumpul dalam satu event untuk menunjukkan dan menjual hasil karya mereka? Yap! Fascinating! Kata yang paling tepat untuk mendefinisikan Art Market Jakarta 7.

2017-05-16 12.03.56 1

2017-05-16 12.03.24 1

Berawal dari sebuah market kecil-kecilan yang diadakan oleh Kopi Keliling pada tahun 2012, Art Market kini berkembang menjadi lebih besar. Art Market Jakarta 7 yang berlangsung dari tanggal 28-30 April 2017 kali ini diadakan di Kuningan City. Event yang digelar oleh Catalyst Arts ini berhasil mengumpulkan lebih dari puluhan seniman visual, ilustrator, dan designer.

2017-05-16 12.03.36 1

2017-05-16 12.03.28 1

Tak hanya sebagai tempat untuk berjualan, namun art market juga menjadi wadah bagi para seniman untuk menceritakan kisah-kisah menarik dibalik setiap karyanya. Dari lukisan, buku catatan, aksesories, sampai pada hiasan untuk meja belajar atau meja kantor kamu, semuanya ada. Jadi, buat kamu yang hobi berburu barang-barang artsy dan unik harusnya tidak ketinggalan dengan event yang satu ini.

2017-05-16 12.03.49 1

2017-05-16 12.03.54 1

2017-05-16 12.03.57 1

2017-05-16 12.03.35 1

Selain itu, di art market jakarta 7 ini kamu juga bisa ikut berbagai macam workshop. Diantaranya ada Lettering Workshop, Zine Making Workshop, dan Screening Printing Workshop. Dengan mengikuti workshop-workshop ini kamu akan dilatih langsung oleh para mentor yang juga seniman handal dibidangnya. Dan yang lebih menarik lagi, semua workshopnya gratis loh!

2017-05-16 12.03.52 1

2017-05-16 12.03.41 1

EXI(S)T in National Gallery of Indonesia

EXI(S)T in National Gallery of Indonesia

Nampaknya, usia bukan menjadi sebuah tolak ukur dari karya seni yang dihasilkan, melainkan karya nyata yang bisa kita nikmati. DIA.LO.GUE hadir dengan sebuah project yang dinamakan EXI(S)T yang bertujuan sebagai tempat inkubasi calon seniman muda untuk mengembangkan potensi artistiknya dengan mengadakan pameran rutin setiap tahunnya.

abtract

DSC09437 copy

Acara ini bisa kamu nikmati mulai dari tanggal 16 Mei hingga 5 Juni di Gedung B & D Galeri Nasional. Kali ini, EXI(S)T 2017 hadir dengan tema Tomorrow As We Know It. Dengan maksud bisa mengajak para seniman untuk memprediksi dan menginteprestasikan masa yang akan datang. Karena pada dasarnya, baik jauh maupun dekat, masa depan itu memiliki beragam perspektif yang menggambarkan setiap generasi muda pada saat ini.

DSC09451copy

DSC09456 copy

Pameran EXI(S)T ternyata sudah berlangsung selama 5 tahun berturut-turut dan berusaha mengajak para penikmat seni ‘keluar’ (to exit) dari jalur yang sudah mereka jalani untuk ‘ada’ atau ‘hadir’ (to exist) di peta seni rupa Indonesia, khususnya Jakarta. Itulah yang telah dibuktikan oleh Bey Shouqi, Dhanny Sanjaya, Edita Atmaja, Faisal Rahman Ursalim, Fransisca Retno, Gadis Fitriana, Grace Joetama, Ivan Christianto, Kara Andarini, Monica Hapsari, Ratu R. Saraswati, Rianti Gautama, Sarita Ibnoe, Wangsit Firmantika, dan Yaya Sung kali ini. Jadi, mari sempatkan waktu untuk mampir ke Galeri Nasional yang berada di Medan Merdeka Timur ini ya mazzers.

karunf

Photo & Text : desyrufaida

Kita dan Jakarta Kita

Kita dan Jakarta Kita

Berburu tempat-tempat artsy menjadi hobi baru saya. Melihat tuangan karya dari berbagai perspektif selalu memberikan kepuasan tersendiri. Cerita dibaliknya membuat karya tersebut memiliki nilai keunikan.

DSC08952-01

Rabu yang lalu, saat para penduduk kota Jakarta sibuk menentukan pemimpin barunya, saya dan teman-teman saya memilih untuk mengunjungi pameran yang diadakan di Jakarta Creative Hub. Yaa tentunya karena saya perantau, jadi tidak bisa ikutan pemilu juga hahaha. But still, it was a well spent day after all!

DSC09123-01

Seni yang ditampilkan kali ini menceritakan tentang sejarah kota Jakarta dengan tema “Jakarta Kita”. Uniknya, di eksibisi kali ini sejarahnya diceritakan melalui goresan pola batik karya Sejauh Mata Memandang. Bentuk “simpang susun Semanggi” yang menjadi simbol penyatu lima wilayah kota Jakarta tergambar dengan indah di atas sebuah kain. Unik ya mazzers?

DSC09112-01

DSC09017-01

Eksibisi ini berlangsung dari tanggal 18 April sampai 13 Mei loh. Yuk, daripada menghabiskan waktu kalian di rumah sendiri, galau, kepoin mantan (eh). Mending ajak temen-temen kalian (buat yang jomblo), pacar (buat yang punya pacar), mengunjungi tempat bernilai seni dan budaya. Selain bisa seru-seruan, kalian jadi bisa dapet foto-foto baru buat instagram juga hahaha. Tapi lebih dari itu, juga bisa menjadi bentuk nyata kita untuk turut melestarikan karya anak bangsa!

DSC08956-01

DSC08996-01

28-01

Cita-Cita Setinggi Langit RIXA

Cita-Cita Setinggi Langit RIXA

Sewaktu kecil kita sering sekali mendapat pertanyaan tentang cita-cita dari siapa saja, bahkan pertanyaan seputar cita cita itu sudah dilontarkan sejak kita duduk di bangku taman kanak-kanak. Dengan semangat kita menjawab, dokter, guru, pemadam kebakaran dan cita cita lainnya. Kami selalu ingat satu jawaban tentang cita-cita yang mungkin bila dipikirkan lebih lanjut cita cita itu semakin tidak realistis, astronot.

Haryadhi mencoba menghilangkan perspektif tidak realistis tersebut menjadi mungkin dalam sebuah komik. Kalo kamu salah satu yang mengikuti KOSMIK, pasti kamu sudah tidak asing lagi mendengar kata RIXA, komik ini sudah masuk episode kedua. Rixa, berasal dari kata antariksa adalah cerita yang digambarkan oleh Haryadhi yang bercerita tentang perjalanan seorang anak perempuan untuk mewujudukan mimpinya menjadi astronot.

Illustration-Guide---astronaut-suit

Contoh Storyboard

Menjadi bahan bacaan untuk menginspirasi generasi muda, agar mereka lebih banyak mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Komik ini juga untuk menginspirasi khususnya perempuan, karena perempuan juga dapat beraksi sebagai Astronot. Kartini jaman millenial bukan cuma sosial media. Ini adalah tujuan- tujuan Haryadhi dalam membuat komik ini.

Meskipun hanya berbentuk komik fiksi, riset yang dilakukan oleh Haryadhi dilakukan secara dalam dan mendetail. Haryadhi banyak membaca buku dan menonton film tentang luar angkasa. Riset juga dilakukan di LAPAN, Haryadhi mengaku banyak memperoleh pengetahuan tentang antarikasa disana.

maxi 2

maxi 1

Komik RIXA juga dibuat berdasarkan perhitungan yang akurat juga loh mazzers. Beberapa bagian yang ada hadir dengan menguji rumus dan memasukkannya kedalam cerita. RIXA akan keluar sebagai cover dalam Kosmik 2nd Orbit Issue #4. Buat yang ingin langsung baca online, langsung saja klik kosmik.id lalu cari RIXA


Photo : @kosmikspace

 

Gelombang Spektrum, Seniman Muda

Gelombang Spektrum, Seniman Muda

Kamu bisa menyebutkan seniman yang kamu sukai, mulai dari seniman jalanan hingga seniman yang sudah aktif di pameran – pamerean besar yang ada di berbagai belahan dunia. Karya besar dari mereka sudah bisa langsung dinikmati oleh pecinta seni. Tetapi banyak yang tidak mengetahui cerita di balik kesuksesan seorang seniman. Sehingga kita tidak dapat mengetahui karya awal sebelum mereka terkenal.

DSC07292

DSC07293

Untuk memuat karya awal dan merintis seniman dalam negeri, sebuah pagelaran seni yang diselanggarakan oleh ARCOLABS dibuat. Pagelaran ini punya misi untuk membuat acara untuk mahasiswa/mahasiswi yang memiliki ketertarikan terhadap seni untuk bisa memamerkan hasil karya seni yang mereka buat sendiri. Para seniman muda ini juga berkesempatan untuk bisa bekerja sama dengan kurator seni profesional sebelum mereka lulus dari bangku kuliah.

DSC07307

DSC07300

Bukan tanpa persyaratan. SPEKTRUM 2017 diselenggarakan dan diikuti oleh 11 orang mahasiswa atau mahasiswi yang berasal dari 6 pelajar dari institusi di Jakarta, Tanggerang dan Tasmania. Mereka dipilih dan di undang untuk berpartisipasi berdasarkan sekolah yang memiliki jurusan desain komunikasi visual, komunikasi massa dan animasi digital. Tentunya seru melihat kreasi baru dari teman teman yang memiliki bakat dan juga gairah seni tinggi. Menciptakan karya original dan ditampilkan pada orang banyak merupakan impian dari semua seniman muda.

Terlihat dalam beberapa foto, ada lukisan animasi, video mapping dan keseruan visual lainnya dalam eksibisi ini. Apa yang menunggu di tahun depan ya? Semoga kedepannya semakin banyak talenta talenta yang bisa berkarya lebih besar lagi.

photo : @sujatmko & @maitriw

Jogging Seni di ArtJog

Jogging Seni di ArtJog

Setiap tahunnya seni merupakan hal yang penting bagi masyarakat Jogjakarta. Lalu kami berangkat pada satu festival seni modern di Yogyakarta, ArtJog. Tahun ini akan diadakan pada Juni. Setiap bagian seni dari Yogyakarta punya kesenjangan tersendiri, bahkan hingga internasional. Karena pada festival ini, pun banyak turis internasional yang berkunjung.

Punya kesenangan dibidang seni memang akan terpuaskan begitu menuju kemari. Tetapi, buat yang tidak tahu banyak, layaknya kami. Seni di sekitar Museum Nasional Jogja ini punya banyak kejutan. Dari seni rupa, seni panggung, seni visual, seni pencahayaan dan masih banyak lagi bentuk kolaborasi yang bisa ditemui. Beberapa seniman terkenal juga muncul dan ikut berkontribusi. Dalam periode tertentu, terdapat artist talk dimana kamu bisa ketemu langsung sama yang membuat karya seni.

P1110921

Sebenarnya para seniman Jogja punya banyak karya seni yang tersebar di Indonesia. Bahkan sampai ke bandara bandara di Indonesia. Jadi bukan sebuah kejutan kalau banyak studio atau kumpulan karya seni yang dijadikan bagian dari museum di Jogja. Kita akan keliling di beberapa tempat disekitar kota Yogyakarta untuk mencari itu. Ditunggu yaaa. Meanwhile, let’s crave for some jog inside ArtJog that we caught on camera. Let’s roll!

artjog - art jogja

P1120008

P1120010

P1120015

P1120036

Oh iya, ketika malam juga ada beberapa karya spesial yang ditampilkan seperti tari dan teater tradisional. Juga ketika sore, food truck mulai mengisi beberapa bagian dari ArtJog, membantu mengisi perut kita yang bergejolak. Oke banget nih!

P1120141

P1120143

P1120179

Imajinasi Ceramic Sky

Imajinasi Ceramic Sky

“Do our decisions make our fate, or do our fate make our decisions?”
Quote awal yang membuka imajinasi yang dibagikan dari sebuah komik seni berjudul Ceramic Sky. Karya dari Varsam Kurnia dan Sakti Yuwono yang dipublish di kosmik.id. Lain dari yang lain, ketika kami berada di launching dari komik ini. Gambar yang banyak terinspirasi dari style Eropa, serta suasana seperti Gotham (agak gelap gitu deh) menjadi fitur penting dalam Ceramic Sky.

DSCF3220

DSCF3223

DSCF3217

Ceritanya cepat berakhir kok. Seperti cerita pendek yang dibuat dalam kolom gambar. Sehingga, jangan khawatir kamu akan kehilangan arah ketika tidak ada lanjutannya, seperti menonton film seri di TV kabel (yah tahu lah ya). Kamu bisa cek langsung di website kosmik.id untuk Ceramic Sky.

Selain tentang komiknya, tentu gambar artsy seperti ini juga harus menjadi pajangan dong. Setiap helai kolom gambarnya terpampang dalam galeri di Artotel Thamrin, Jakarta dengan detail lukisan yang sebenarnya. So, is this fate or our decision doing? Back at square one.

DSCF3219

DSCF3218

Melewati Senja Dengan Kuas

Melewati Senja Dengan Kuas

Saat senja merupakan bagian dari hari yang paling nyaman dan asik untuk melakukan kegiatan-kegiatan ringan, diselingi dengan lontar cerita dengan orang di sekeliling kita, setidaknya begitu menurut kami. Beruntung kali ini kita mendapatkan kesempatan untuk sedikit berbincang dengan seseorang pelukis yang karya nya dapat merepresentasikan senja, penggunaan warna yang sejuk, garis-garis tipis di tiap karya yang menjadikanya lebih hidup, terkesan simple namun penuh makna, membuat gambar nya begitu nyaman, sejuk, adem, teduh, ok cukup, sepertinya akan lebih menarik jika kita berbincang dan mengenal lebih dalam dengan pelukisnya. Let’s go!

Screen Shot 2016-10-05 at 9.48.16 AM

Halo, sebelum masuk mulai ke pertanyaan nya, bisa perkenalkan dan ceritain tentang diri kamu?
Halo! Aku Alif, mahasiswi Performing Arts tapi sukanya gambar.

Lagi ada kesibukan apa sekarang-sekarang ini?
Sekarang lagi berusaha menyelesaikan revisian skripsi sama ngewujudin mimpi yang belum kesampean aja hehehe.

Sejak kapan sih kamu mulai menggambar?
Kalo mulai gambar, udah dari kecil, sejak ayah bawain krayon, TK kali ya? ahaha. Tapi mulai rutin bangetnya sekitar tahun-tahun 2012 waktu lulus SMA.

Latar belakang apa yang membuat kamu saat itu merasa kalo menggambar adalah hobi kamu seperti, “nah! ini hobi gue” ?
Hahahaha, sebenernya hobiku tuh bukan gambar! Jadi, pada dasarnya aku suka banget curhat, entah karena ada yang lagi aku suka, ada yang aku sebelin, atau sekedar nyeritain hal yang pengen aku sampein ke orang lain tapi ngga berani. Dari situ lah akhirnya aku suka gambar. Gambar itu semacam media pengumbar perasaan buat aku. Plus adanya dukungan media sosial yang memfasilitasiku untuk membagikan gambar-gambar itu ke seluruh dunia, jadi, apa yang aku ceritain lewat gambar, bisa aja diliat sama orang yang aku diem-diem tuju dan kalau orangnya liat, secara nggak sadar, dia udah nerima pesan yang ngga berani kusampaikan langsung. Makanya, kebanyakan yang aku gambar adalah potret wajah, ya, karena emang aku lagi ngomongin orang :p

Screen Shot 2016-10-05 at 11.05.56 AM

Apa yang menjadi inspirasi kamu dalam menggambar?
Kesedihan. Sebenernya yang jadi inspirasiku itu macem-macem sih, kayak lagu, puisi, potongan dialog film, bahkan obrolan-obrolan kecil yang menarik juga jadi sumber inspirasiku.
Tapi, rasa sedih adalah yang paling powerful menurutku, soalnya waktu sedih kayak langsung tau mau dengerin lagu apa, mau nonton apa, dan dialog-dialog menarik dari orang sekitar secara otomatis ke-recall. Setiap ngerasa sedih, untuk aku menginterpretasikan sesuatu jadi gambar udah yang paling cepet dan paling nyampe deh pokoknya.

Kalo misalnya gambar kamu dijadikan genre sebuah musik, kira-kira genre musik apa dan kenapa memilih genre itu?
JPop kali ya? ahaha, sebenernya ngga gitu banyak denger musik bergenre ini, tapi acuanku ke 48 group di mana musik yang mereka bawain tuh kadang gitu-gitu aja dan buat yang ngga biasa mungkin bikin pusing dengernya, udah gitu dibawain sama cewe-cewe yang dikonsep lucu sambil joget rame-rame gitu kan, tapi, sebenernya kalo dibaca sungguh-sungguh lirik lagunya, mereka tuh nyeritain suatu hal dengan sangat detail, latar waktu, tempat, sosok orang yang dibicarain tuh jelas kayak gimana. Singkatnya, orang-orang lebih fokus ke siapa yang bawain dari pada ke isi lagunya lah.

Gambarku kurang lebih seperti itu, polanya gitu-gitu aja, bentukannya terkesan lucu atau bahkan kesannya cemen banget kan cuma basic shape bulet titik, dll hahaha. Tapi, seringkali cerita dibaliknya ngga selucu itu. Kalo yang baru-baru liat mungkin cuma akan sekedar nikmatin bentuknya aja, sekalipun ada deskripsi langsung di captionnya mungkin ngga akan terlalu diperhatiin, tapi sebenernya setiap gambarku (yang bukan request) mengandung cerita yang kucoba sampaikan se-jelas mungkin dan jarang yang perhatiin itu.

20150925_220317

Punya artist favorit? kenapa suka dia?
Pasti! Tapi ada banyak nih, harus disebutin engga?
Intinya, aku suka mereka karena karyanya bagus (udah pasti lah ya), selain itu personality mereka semuanya menyenangkan, aku suka cara mereka bercerita dan apa yang mereka ceritakan:)
Kalau harus disebutin dan dideskripsiin satu-satu…

Dari Indonesia ada Eugenia Clara dan Ryan Adriandhy, aku tau mereka dari instagram, karya mereka selalu ada ceritanya, selain visualnya yang emang cantik banget, mereka selalu melengkapi itu dengan caption yang dikemas dengan sangat puitis. Mereka sama-sama ngangkat pengalaman pribadi sih, tapi walaupun ngga kenal sama sekali, rasanya menyenangkan nikmatin karya mereka. Kalo di musik ada istilah easy-listening, nah, mereka semacam itu.

Ada juga Dias Agatha, idola pertamaku waktu awal mulai rutin menggambar. Kalau diperhatikan, style gambarku banyak dipengarui Mbak Dias ini. Karena, waktu awal belajar dulu memang suka banget lihat gambarnya Mbak Dias, akhirnya jadi nyoba ngikutin sampe tools-nya juga, dulu aku sempet ikutan gambar pakai spidol biar kayak si-mbaknya hehe. Ditambah lagi, Mbak Dias ini termasuk yang pertama kali ngasih aku semangat untuk terus latihan. Sampai hari ini aku selalu suka karya-karyanya Mbak Dias!

Dari negeri seberang ada om Peter H. Reynolds, beliau ini ilustrator buku anak-anak. Beliau juga menulis buku sendiri, salah satunya berjudul The Dot. Di buku inilah aku jatuh cinta. Beliau bercerita tentang seorang anak yang merasa tidak bisa menggambar sampai suatu hari gurunya meminta dia untuk membuat sebuah titik lalu menandatanganinya seakan itu adalah sebuah karya seni. Dan memang, walaupun hanya titik, tetap, itu adalah sebuah karya. Di akhir cerita anak yang menjadi tokoh utama itu akhirnya tidak pernah berhenti melukis titik, ia menghasilkan berbagai rupa titik yang indan dan memamerkannya di sebuah pameran. Pesannya sangat kuat.

Style om Peter ini juga sangat menarik. Karakter-karakter yang kelihatannya mudah digambar (padahal mah engga) dan warna-warna pilihannya yang enak banget diliat.Gambarnya selalu sederhana dan ceria. Setiap lihat karya-karyanya jadi pengen latihan. He’s my hero!

Nampaknya kamu suka dengan hasil-hasil karya dari Studio Ghibli, apakah Ghibli punya andil juga dalam hasil karya kamu?
Betuuul! Aku suka karakter-karakter garapan Studio Ghibli, terutama yang bentuknya kayak Ponyo, Jiji-nya Kiki’s Delivery Service, makhluk-makhluk di Spirited Away, dan pastinya Totoro. Sedikit banyak, Ghibli punya andil dalam memperkaya referensiku akan warna-warna dan bentuk-bentuk unik yang mereka buat. Selain itu, tokoh kenamaannya, Hayao Miyazaki juga ikut menginspirasi aku dari bagaimana beliau bertindak sebagai sutradara. Apa aja yang beliau lakuin sebelum meng-approve semua draft animasi yang udah dibuat, apa aja yang jadi pertimbangan beliau, dan hal-hal semacam itu. Ghibli mengajarkanku menghargai detail dan passion.

Kalau kamu punya kesempatan untuk kolaborasi, kamu bakal milih siapa untuk kolaborasi sama kamu?
Ngga ada nama spesifik, tapi aku pengen banget kolaborasi sama anak-anak dan berbagai macam orang yang basicnya bukan perupa.
Tapi, kalo cuma boleh pilih satu, aku pilih anak-anak.

S__93929504

Punya impian untuk punya pameran sendiri?
Kalo literally sendiri belum, ngga tau kalau akan. Tapi, kalo pameran kolaborasi, punya bangettttt!

Oke pertanyaan terakhir, ada pesan atau qoutes yang mau disampaikan dari menjalankan hobi atau passion?
Waduh, do what you like passionately! :p

Tak lengkap tampaknya jika kita tidak melihat proses Alif menggambar, yuk mazzers tonton video bagaimana Alif menciptakan karya-seninya. Selamat menikmati.

Tinta Cumi Cumi di Lorong Mall

Tinta Cumi Cumi di Lorong Mall

Darbotz, street artist asal Jakarta mempersembahkan pameran solo MONSTER IN DISGUISE #2. Bersamaan dengan ulang tahun ke 8 vivi yip artspace, serta merupakan lanjutan dari pamerannya yang pernah diadakan di Singapura pada tahun 2009. Dengan menceritakan kehidupan sehari-hari di kota besar, Darbotz membawa artworknya yang berupa “cumi” sebagai simbol yang dapat menggambarkan hal-hal yang kita lihat setiap hari di kota, suka atau tidak itu sudah jadi bagian dari hidup kita.

DSC00795
P9730662

Media yang digunakan pada pameran kali ini mulai dari resin,wood cut, kanvas, dan video visual menjadikan pameran ini menarik dan unik, walau graffiti biasa kita lihat di tembok- tembok dan jalanan, semoga dari sini akan banyak pameran dari para seniman publik dengan media-media baru seperti yang Darbotz lakukan pada pameran kali ini.

P9730661
P9730663

Ketika Darbotz bicara banyak lewat karya. Kita bikin apa ya? Ada ide mazzers? Lihat seni lebih banyak bersama ART/cle.