Ideas

Curug dari Kejauhan

Curug dari Kejauhan

Jika melihat kalender beberapa minggu kemarin, pasti kita akan banyak menemukan tanggal merah yang ada di tengah-tengah minggu. Bisa jadi hari Senin, Kamis, Rabu atau hari lainnya selain Sabtu atau Minggu tentunya. Banyak rencana liburan yang sudah dibuat mulai dari keluar kota ataupun keluar negri.

Short escape kami kali ini dihabiskan di Bumi Parahyangan. Sederhana, waktu liburan kami dihabiskan di Barat Jawa, Bandung. Jenuh dengan pilihan liburan yang sering kami datangi di Bandung, kamipun berinisiatif untuk meminta rekomendasi dari sahabat kami yang sedari kecil tinggal disana. Panggil saja Averous, “Kalo mau main di alam, mending ke Cimahi aja disitu ada tempat yang bagus juga, coba aja ke Curug Cimahi!”. Sejujurnya tujuan utama kami ke Bandung kali ini, bukan sekedar mengisi liburan di tengah-tengah minggu. Tetapi kami harus menghadiri undangan penikahan teman kami.

IMG_0526

Dengan waktu yang singkat kamipun, memasukkan keywords “Curug Cimahi” kedalam GPS. Ternyata letaknya tidak begitu jauh dari kota Bandung. Curuh Cimahi sendiri juga bisa disebut dengan Curug Pelangi. Percaya atau tidak Curug ini terletak di tikungan jalanan, jadi mungkin agak sulit bagi pengendara mobil untuk mendapatkan parkir. Walaupun parkirannya jauh, rasa lelah kami terbayarkan oleh suasana yang terpampang di depan mata kami. Hijau dan Sejuk, lebih dari cukup untuk sekedar melepas kepenatan.

IMG_0545

IMG_0574

Saat kami datang kami hanya bisa menjelajah sampai pos lihat ke 2. Pihak pengelola dari Curug Cimahi sendiri tidak membuka untuk pos-pos selanjutnya, tapi menurut kami itu sudah cukup. Jalan yang harus dilalui memang sudah berbentuk tangga yang rapih sehingga aman untuk naik dan turun, tapi jangan sangka bahwa ada banyak sekali anak tangga yang harus dilewati dari atas menuju ke bawah. Memang kami tidak bisa sampai mendekati air terjun tersebut, tapi memandang dari jauh apa yang Tuhan telah ciptakan sudah memuaskan kami dalam perjalanan kali ini.

IMG_0574

IMG_05372

Danau Terindah Selama Hidup

Danau Terindah Selama Hidup

Ide untuk pergi ke sebuah danau terdengar megah di telinga saya. Setelah perjalanan panjang menuju puncak dan melewati 7 bukit penyesalan, saya benar-benar berhak menerima sebuah hadiah. Satu hal yang saya tahu, jalanan menurun sama sulitnya dengan jalan menanjak.

Setelah 7 jam berjalan, kami akhirnya sampai di tempat perkemahan yang terletak didekat danau. Berjalan di kegelapan bisa mematahkan semangatmu. Ketika malam menjadi semakin gelap, jalan semakin terlihat tidak berujung. Hal menjadi semakin buruk ketika kaki saya cedera dan saya demam pada malam itu. Setelah makan malam yang singkat, saya minum obat dan tidur. Badan saya membutuhkan istirahat setelah 3 hari tidak berhenti berjalan.

rinjani explore porter demas ryan grace filled travel junkie segara anak danau lake summit puncak lintang indonesia lombok backpack (1)

Malam itu terasa seperti mimpi buruk. Ditambah lagi kami harus berjalan 12 jam pada esok hari. Matahari pun terbit dan semua berubah saat pagi hari. Saya bangun di hadapan danau yang sangat indah, bahkan saya bisa menatapnya hingga berjam jam. Otot saya nyeri dan kaki kiri saya masih cedera. Tetapi semangat saya entah bagaimana bangkit hanya dengan melihat danau paling indah yang pernah saya lihat seumur hidup saya. Danau Segara Anak.

rinjani explore porter demas ryan grace filled travel junkie segara anak danau lake summit puncak lintang indonesia lombok backpack 2 (1)

Danau Segara Anak bisa membayar rasa sakit saya. Bila punya waktu lebih, paling tidak kamu harus menghabiskan sehari di sekitar danau. Beberapa aktivitas yang bisa kamu lakukan adalah mandi, berenang, memancing dan merasakan mandi air panas. Sayangnya, rasa sakit ini tidak mengizinkan saya untuk melakukan semua hal itu. Yang saya lakukan hanyalah duduk di tepi danau dengan secangkir kopi panas di tangan saya. Namun itu pun juga momen yang menyenangkan.

rinjani explore porter demas ryan grace filled travel junkie segara anak danau lake summit puncak lintang indonesia lombok backpack 8 (1)

Untuk mencapai ke danau, saya harus melewati perjalanan yang cukup panjang. Ini adalah video yang bisa merangkup itu semua. Perhatian: ini apa yang bisa kamu lihat 4 hari tanpa mandi.

Seperti yang sudah dituliskan di atas, saya harus berjalan 12 jam lagi untuk mencapai ke tempat peristirahatan. Semua orang sebisa mungkin bangun lebih pagi agar bisa sampai pada pukul 8 malam. Bagaimanapun, semua sangat terpesona dengan pemandangan danau tersebut. Kami akhirnya meninggalkan danau pada pukul 10:30 dan sampai pada pukul 12 malam. Perjalanan kembali mamang sangat panjang dan juga melelahkan, tapi sangat menyenangkan ketika kami mulai melihat peradaban. Dengan adanya peradaban, maksud saya, penjual minuman dengan minuman dingin.

Catch full story of this here. More stories in Grace Filled Travel Junkie, Demas Ryan.
Text/Photo : @demasryan

Tangisan di Puncak Gunung Rinjani

Tangisan di Puncak Gunung Rinjani

“True independence and freedom can only exist in doing what’s right.” – Brigham Young

Saya merasa kutipan ini menarik. Kita berhasil mengambil kemerdekaan 71 tahun yang lalu, sementara kita tidak melakukan pekerjaan yang besar untuk menjaganya. Jika kamu orang Indonesia, atau akrab dengan apa yang terjadi di negara saya, mungkin kamu tidak akan butuh penjelasan lagi. Untuk yang belum mengerti, kamu bisa mencari di google dengan kata : korupsi, pendidikan, kesehatan. Kamu akan menemukan angka dan statistik yang memilukan dari negara yang merdeka ini. Ya kami memang negara merdeka. Tetapi, kami tidak seharusnya berada di tempat kami sekarang.

Paragraf di atas mungkin terlihat sangat pesismis. Tapi itu yang benar benar saya rasakan sebelum saya mendaki punjak Rinjani. Saya punya kesempatan untuk merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke 71 di atas puncak Gunung Rinjani dengan @lintang.indonesia. Setelah saya mencapai puncak Gunung Rinjani, beberapa menit sebelum terbitanya matahari, masyarakat lokal menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan rasa bangga melebihi model victoria secret yang berjalan di atas catwalk.

Ini adalah bagaimana penampakkan di puncak Gunung Rinjani waktu itu. Hampir membuat saya menangis.

Minggu ini, saya menemukan sesuatu yang lebih penting dari perjalanan saya sendiri, yaitu harapan. Harapan, yang membuat saya tetap berpikir positif tentang indonesia. Di atas bukit Rinjani, saya melihat orang indonesia yang banggan dan cinta kepada bangsanya atas keberhasilan diatas situasi dan kondisi yang ada, biar seburuk apapun.

Mungkin kita tidak memiliki orang orang yang pintar, atau sumber daya yang besar. Tetapi, semangat kita yang akan merubah negara ini hari demi hari. Tetap nyanyikan lagu kebangsaan dengan lantang dan juga bangga. Seperti kemerdekaan baru didapat kemarin.

Screen Shot 2017-04-05 at 10.54.03 AM

 

Catch full story of this here more stories in Grace Filled Travel Junkie, Demas Ryan.
Text/Photo : @demasryan

Ignite Social Media Positivity with GenPosting

Ignite Social Media Positivity with GenPosting

Kebanyakan dari kita pasti suka mem-posting sesuatu di media sosial. mulai dari hal-hal sederhana hingga informasi penting yang banyak bisa bermanfaat untuk orang banyak. Tapi sampai hari ini tidak sedikit juga orang-orang yang masih melakukan posting  mengenai sesuatu yang bersifat hoax. Konten informasi palsu akan bisa menimbulkan perpecahan dan juga pertikaian karena tidak ada kejelasan tentang sumber yang didapat.

Nah mazzers, sebagai generasi muda yang sudah paham akan penggunaan media sosial, baiknya kita selalu mengunggah konten yang positif. Bila informasi yang kita sebarkan bersifat positif tentu informasi tersebut bisa digunkan juga oleh orang lain. Semua hal yang postif akan memberikan dampak yang positif pula, makannya namanya post kan? *he maksa*.

Sebagai langkah untuk mendukung positif dalam beraksi di media sosial, MENKOMINFO bekerja sama dengan LSPR, Majalah Sindo dan juga MNC Media mengadakan sebuah lomba nih Mazzers. Generasi Positve Thinking (Genposting), kalo kamu tertarik nantinya kamu bisa ikutan membuat komik atau video kreatif dengan tema antisipasi hoax, kebhinekaan, revolusi mental dan lingkungan hidup.

Penasaran? Follow aja media sosial GenPosting di :

Facebook : Genposting

Instagram : @genposting

Fondasi Studi Rantau Negeri

Fondasi Studi Rantau Negeri

Percaya atau tidak, belajar di luar negeri memiliki beberapa prinsip yang sama dengan menikah. Keduanya melibatkan komitmen, menghindari kegagalan dan dimulai dengan mencari ‘sesuatu yang tepat’. Sebelum mengatakan “ya”, kamu harus 100% yakin dengan apa yang kamu inginkan terlebih dahulu. Melakukan hal tersebut akan menyelamatkan kamu dari kemungkinan untuk berubah pikiran. Baik program, universitas, negara tujuan atau pasangan hidup.

Universitas di luar menawarkan berbagai macam program. Sekali lagi, berbagai macam. Goldsmiths misalnya, ada Master of Arts dalam subjek ‘Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Memahami Pelecehan Seksual’. Bagi saya, pertama saya melihat jurusannya terlebih dahulu, diikuti oleh universitas dan negara. Kamu bisa mulai dari mana saja. Jangan malas, lakukan penelitian, temukan kedamaian jiwa, meditasi, atau apa pun kecuali membiarkan orang lain membuat pilihanmu. Kamu tidak akan membiarkan orang lain memutuskan dengan siapa kamu akan menikah, kan? Saya harap tidak, karena kamu yang akan melalui semua lintang kehidupan itu, bukan orang lain. Saya percaya bahwa ketika kamu 100% yakin dengan pilihan mu, semakin besar kemungkinan kamu akan menyukainya. Kemudian jika kamu suka, kamu akan bisa menikmati bagian paling sulit sekalipun.

Abroad2

Abroad1

Bohong jika saya mengatakan, saya tidak punya motif tersembunyi saat belajar di luar negeri. Ini adalah kesempatan untuk bisa bepergian dan tinggal di negara yang saya suka. Meskipun salah satu teman saya berkata, “Having fun needs money“. Kamu mungkin telah mendengar tentang bagaimana uang adalah masalah sensitif bagi siswa. Teman-teman saya di sini harus mencari pekerjaan paruh waktu dan ada yang harus menunda studinya karena alasan keuangan.

Namun, jika kamu menyukai apa yang kamu pilih, kamu bisa bersenang-senang, gratis. Belajar akan menyenangkan karena kamu dapat belajar tentang hal-hal yang benar-benar kamu suka. Bahkan jalan-jalan atau berjalan sendirian di sekitar kota bisa menyenangkan. You are where you want to be. Apakah belajar di luar negeri lebih banyak sengsara daripada keasikannya? Silahkan kamu yang putuskan sendiri.

Satu hal yang pasti, kamu akan tumbuh dari situ.

Photo / text : Emerentiana Yuan

Peradaban Luhur di Haribaan Ancala Manggarai

Peradaban Luhur di Haribaan Ancala Manggarai

Menyebut “Wae Rebo” bahkan kepada sesama kawan Indonesia, seringkali harus disertai dengan keterangan tentang dimana lokasinya ataupun penggambaran deskriptif tentang seperti apa wujudnya. Karena letaknya di ketinggian ancala, saya pun mengasosiasikan Wae Rebo sebagai Machu Picchu-nya Indonesia dengan pengecualian Wae Rebo bukan kota mati namun sebaliknya begitu hidup dengan denyut nadi yang kuat. Sebetulnya saya berharap tidak menggunakan asosiasi ini lagi dalam waktu dekat, karena Wae Rebo sejatinya tidak tergantikan.

7B

Wae Rebo menjadi begitu istimewa karena Mbaru Niang, karya otentik arsitektur rumah tradisional yang diwariskan Empo Maro sang leluhur setempat dan diteruskan oleh para keturunannya. Mbaru Niang di Wae Rebo berjumlah tujuh buah, satu sama lainnya terlihat identik dalam bentuk dan ukuran berupa rumah beratap kerucut besar terbuat dari ijuk. Sebuah Mbaru Niang yang terletak di tengah berukuran sedikit lebih besar dengan tinggi dan diameter 15 meter sedangkan enam lainnya memiliki tinggi dan diameter 11 meter. Di Mbaru Niang yang bernama Niang Gendang atau Mbaru Tembong itulah tempat para tetua adat Wae Rebo berkumpul dan melaksanakan berbagai upacara adat.

7A

Mbaru Niang di Wae Rebo merupakan situs penting bagi para arsitek baik dalam negeri maupun luar negeri. Keunikan dan kekhasan Mbaru Niang berhasil menarik perhatian kalangan ini, diantaranya struktur rumah yang tidak berdinding dengan atap memanjang sampai melampaui lantai yang berbentuk panggung. Atap tersebut terbuat dari kerangka bambu sedangkan untuk penyangga setiap Mbaru Niang digunakan sembilan tiang kayu. Bambu dan kayu-kayu tersebut diikat satu sama lain memakai rotan. Masing-masing Mbaru Niang dihuni bersama oleh delapan kepala keluarga yang saling berbagi satu-satunya ruangan. Saya begitu bahagia karena ada satu Mbaru Niang disebut Niang Gena Maro yang diperuntukkan untuk para wisatawan. Sebagaimana warga asli Wae Rebo, kami berbagi satu ruangan yang sama, tidur berjejer melingkari setengah Mbaru Niang, juga duduk melingkar setiap kali akan makan.

4A

 

4B

Wae Rebo sebagai peradaban di ancala Manggarai ini sungguh mampu memikat hati siapa saja. Kompleks rumah tradisional Mbaru Niang ditata begitu apik membentuk setengah lingkaran, menyisakan halaman tengah yang luas pada puncak gunung yang datar. Di belakangnya, punggung pegunungan yang lebih tinggi melatari seolah-olah menjadi pagar yang memisahkan Wae Rebo dari kehidupan dunia luar. Di atasnya, langit rendah menaungi dengan sesekali membentangkan selimut awan tipis.

7C

Pesona Wae Rebo pun tidak seketika luruh tatkala matahari terbenam. Suasana malam di Wae Rebo tidak kalah memukau, dengan langit biru gelap dibayangi siluet pegunungan dan atap-atap rumah yang menjulang ditambah taburan bintang yang bersinar terang tanpa berkompetisi dengan cahaya lain. Di ketinggian 1.200 mdpl, Wae Rebo seperti asyik sendiri, mengabaikan dunia yang terus bergejolak, hidup dalam tuntutannya sendiri. Bahkan waktu pun seakan berjalan lambat disini. Para tamu yang ingin berkunjung pun harus bersedia melepaskan ego modernisme untuk digadaikan dengan rasa syukur akan kedamaian, kesederhanaan dan kecukupan di peradaban Wae Rebo.

2

Photo/Text : @nfadilah.xi

 

 

Perspektif Travel dalam Dokumenter

Perspektif Travel dalam Dokumenter

Jalan-jalan bukan lagi menjadi kebutuhan tersier di masa sekarang. Jalan- jalan atau travelling kini sudah menjadi gaya hidup bagi kebanyakan orang. Sekarang memesan tiket pesawat lebih mudah, pesan kamar hotel juga mudah. Tidak perlu mahal, yang penting bisa untuk tidur sebelum kembali berkelana. Begitu yang kami pikir.

Bagi kami traveling dirasa sangat penting untuk menghilangkan stress dan juga berburu foto foto yang menarik. Berbeda orang, berbeda juga persepsi terhadap traveling. Matter Halo yang terdiri dari Ibnu Dian dan Ganidra Rai juga memiliki perspektif tersendiri mengenai traveling.

Matter Halo berhasil membuat dan menyutradarai sebuah film dokumenter dengan judul Travel Is : The Documentary yang menceritakan akan pentingnya travel yang terkadang tak tersentuh, bias dan abstrak. Pada akhirnya film tersebut akan memperkaya perspektif kahalayak akan travel. bukan hanya menjadi cerita tentang perjalanan saja melaikan menjadi medium eksplorasi, eksistensi, dan refleksi terhadap realitas.

Pagi – Pagi Merapi

Pagi – Pagi Merapi

Beberapa bulan yang lalu kami berkunjung ke Yogyakarta untuk mengisi libur akhir tahun. Membaca beberapa referensi tempat wisata yang bisa dikunjungi di Yogyakarta, kami tertarik dengan satu nama, yaitu “Lava Tour Merapi”.

P1030618

 

Tanpa pikir panjang kami mengikuti arahan dari salah satu situs online. Memakan waktu kurang lebih 1,5 jam dari Malioboro. Perjalanan sejauh 30km, kami tempuh dengan menggunakan mobil yang langsung mengantar ke tempat tujuan. Deretan mobil Jeep mulai terlihat saat kami sampai ke tempat tersebut.

P1030530
Salah satu pemilik mobil tersebut menjelaskan kepada kami bahwa kami dapat menikmati lava tour dengan berbagai macam pilihan. Lintasan pendek, jauh, ataupun sedang. Karena tidak memiliki waktu yang cukup panjang kamipun memilih mengambil jalur yang paling pendek.

P1030539

 

Sepanjang perjalanan, jalur yang kami lewati merupakan perpaduan antara batu-batuan, aspal dan juga tanah. Sebagai tambahan informasi, erupsi besar terjadi di Gunung Merapi pada tahun 2010 yang menelan banyak korban jiwa. Sehingga selama perjalanan kita masih bisa melihat banyak peninggalan letusan gunung merapi. Peninggalan tersebut diantaranya bebatuan yang keluar dari perut bumi dan juga sisa perabotan rumah yang terbakar akibat letusan gunung.

P1030507

P1030510

 

Sangat menarik ketika kami diantarkan dengan menggunakan mobil Jeep terbuka sehingga kita bisa merasakan udara asri pegunungan pada pagi hari. Kalau siang udaranya akan panas terik, tapi untuk yang mencari panas boleh juga. Tidak hanya mobil, disediakan juga motor bagi kamu yang menyukai off road bike.

 

 

Ada Batu di Balik Jawa

Ada Batu di Balik Jawa

Jawa Timur, destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh banyak orang. Sebut saja Malang, Pulau Madura, Sempu, Tambakrejo dan kota-kota lain yang terkenal dengan keindahan alam dan juga tradisi adatnya. Keindahan dan juga keragaman dari Jawa Timur, lantas membuat Jawa Timur kaya akan tempat destinasi wisata.

Berbicara tempat wisata di Jawa Timur, salah satu tempat yang pernah kami kunjungi adalah “Kota Batu”. Kota yang terletak 15 km di sebelah barat laut Malang ini memiliki cukup banyak destinasi wisata. Untuk menghabiskan waktu di kota ini kami lantas membuat rencana perjalanan.

Spot 1 – Zoo Time

Untuk pecinta kebun binatang nama “Batu Secret Zoo” mungkin sudah tidak asing lagi. Tidak seperti kebun binatang pada umumnya, tempat ini mengharuskan pengunjungnya untuk mengikuti alur perjalanan yang sudah dibuat oleh pengelola kebun binatang. Jadi secara langsung kita bisa menikmati segala jenis binatang yang ada di tempat tersebut.

IMG_7920

Kami sangat terkesan dengan konsep yang ada disana. Mereka membuat beberapa tema dari tempat tersebut. Contohnya adalah savanna di dalam komplek savanna kita hanya melihat hewan hewan yang berasal dari ladang rerumputan luas saja. Begitu juga dengan tema bawah air, atas langit dan tema tema lainnya. Jadi sepanjang perjalanan dari pintu masuk hingga pintu keluar kami merasa dekat dengan teman teman jagat raya alam.

IMG_7961

IMG_7898

IMG_7918

Spot 2 – Foto Foto Museum

Indonesia rasa Eropa, Indonesia rasa Broadway. Kami hampir kehabisan kata-kata untuk mendeskripsikan apa yang kami lihat di Museum Angkut. Pertama masuk, kami langsung disuguhkan oleh koleksi berbagai macam mobil dan juga motor motor tua yang dipajang rapi. Berjalan beberapa langkah kemudian kami melihat banyak sekali bangunan bangunan yang serupa dengan arsitektur Eropa dan negara negara lainnya. Selain bangunan-bangunan yang instragammable disana juga ada berbagai macam terdapat patung lilin yang menyerupai berbagai macam tokoh terkenal dari berbagai penjuru dunia.

IMG_8178

IMG_8162

IMG_8177

IMG_8210

Spot 3 – Cahaya di Taman Hiburan

3.3 Km dari Museum Angkut, kita bisa menemukan tempat hiburan malam lainnya. Bukan hiburan malam yang seperti dipikirkan. Tempat ini terlihat lebih menarik jika kita datang pada malam hari, karena tempat ini banyak dihiasi oleh banyak lampu-lampu indah nan romantis.

IMG_8069

Kami berada di dalam “Batu Night Spectacular”. Sesaat ketika kami sampai, kami melihat kerlap kerlip lampu dari kejauhan. Awalnya kami pangling karena harus membayar lagi untuk bisa masuk ke Lampion Garden Batu Night Spectacular, tetapi rasa penasaran kami terbayarkan lunas dengan pangling melihat keindahan harmoni cahaya yang ada dari lampiun yang ada di sekitar kita. Wuoaah!

IMG_8048

 

Photo/text : @rezaibr

Imajinasi Ceramic Sky

Imajinasi Ceramic Sky

“Do our decisions make our fate, or do our fate make our decisions?”
Quote awal yang membuka imajinasi yang dibagikan dari sebuah komik seni berjudul Ceramic Sky. Karya dari Varsam Kurnia dan Sakti Yuwono yang dipublish di kosmik.id. Lain dari yang lain, ketika kami berada di launching dari komik ini. Gambar yang banyak terinspirasi dari style Eropa, serta suasana seperti Gotham (agak gelap gitu deh) menjadi fitur penting dalam Ceramic Sky.

DSCF3220

DSCF3223

DSCF3217

Ceritanya cepat berakhir kok. Seperti cerita pendek yang dibuat dalam kolom gambar. Sehingga, jangan khawatir kamu akan kehilangan arah ketika tidak ada lanjutannya, seperti menonton film seri di TV kabel (yah tahu lah ya). Kamu bisa cek langsung di website kosmik.id untuk Ceramic Sky.

Selain tentang komiknya, tentu gambar artsy seperti ini juga harus menjadi pajangan dong. Setiap helai kolom gambarnya terpampang dalam galeri di Artotel Thamrin, Jakarta dengan detail lukisan yang sebenarnya. So, is this fate or our decision doing? Back at square one.

DSCF3219

DSCF3218

Senandung #WeSingLaLaLa di Hutan Bandung

Senandung #WeSingLaLaLa di Hutan Bandung

The First International Forest Festival in Indonesia – Hutan Cikole, akan menjadi pusat senandung LaLaLa bersama sama mazzers. Kotor itu baik, tapi akan lebih baik kalau ajak- ajak kotornya. Memberikan gradasi warna pada konser yang setiap kali di lapangan tenis, mari coba ke Bandung. Selain kota sejarah karena konferensi Asia Afrika, juga pemandangan alam masih lumayan asri dan punya banyak spot foto terkenal di social media. LaLaLa Festival akan hadir pada tanggal 5 November 2016.

Mari kita lihat beberapa pacuan nonton dan hadir di festivalnya. Suasana akan lebih menuju ke kulturasi masa lalu dan gypsy. Memberikan kesan Indian dan Vintage American pada outfit kita akan lebih membuat kita masuk ke dalam inti suasana festivalnya. Ide ini tergambarkan pada tema foto yang diberikan pihak sana. Mau ramaikan suasana bareng?

LALALA FESTIVAL AMBIANCE

Musisi adalah hal penting dalam sebuah festival berbasis musik ini, kalau mau ramai bisa ikutan #WeSingLaLaLa. Berikut beberapa infonya mazzers :

Jasmine Thompson for Lalala Festival

MYMP for Lalala Festival

NAXXOS for Lalala Festival

Wekeed for Lalala Festival

Kodeline for LaLaLa 2016

Keith Ape for Lalala Festival

Bag Raiders for Lalala Festival

Selain itu juga ada band band Indonesia yang seru. Daripada lama disini, mari sekalian survey di lalalafest.com

You can thank me later. heheehe

Photo : @lalala.fest

Concept Future Ideas from Auto Show

Concept Future Ideas from Auto Show

Berbicara masalah konsep yang terpikir adalah sebuah rancangan yang bisa direalisasikan atau hanya menjadi sebuah wacana yang pada akhirnya akan menjadi hitam diatas putih. Teringat kembali ketika kami sedang berada di Gaikindo International Auto Show 2016. Ada beberapa mobil yang dipamerkan di tempat yang berbeda dibandingkan dengan mobil- mobil lainnya.

P1130336

IMG_8928

Dipagari dengan kaca dan dipamerkan di lantai yang bisa berputar, menarik perhatian kami. Mendekat ke salah satu mobil yang dipamerkan terlihat jelas kata concept car, Sejenak kami berpikir “our future will be awesome” design yang ditawarkan dari mobil-mobil konsep tersebut sangat futuristik mulai dari mobil konsep sport ,mobil-mobil keluarga dan tidak ketinggalan adalah city car yang akan diluncurkan pada tahun 2030.

IMG_9097

Salah satu contoh concept car yang menarik perhatian kami adalah “XM Concept Crossover MPV” keluaran salah satu pabrikan asal Jepang. Dibuat dengan konsep Mini Crossover, yang nantinya akan bisa menampung 7 orang penumpang. Mobil ini juga dilengkapi dengan Dynamic Shield yang berfungsi untuk melindungi kendaraan maupun penumpangnya. Selain itu Crossover ini akan berupaya untuk menggabungkan design dari SUV yang mengedepankan fender depan dan belakang yang melebar yang membuat mobil ini terlihat stabil dengan ground clearance yang tinggi sehinga menambah kesan sporty di mobil tersebut.

Small Crossover MPV ini akan mulai diproduksi mulai Oktober 2017

P1130158

Concept

Pasti penasaran dong Mazzers gimana lagi sih mobil-mobil yang akan melintas di jalanan pada masa yang akan datang? We are so excited!

Extrem Anti-Mainstream

Extrem Anti-Mainstream

Olahraga? yang terpikir dari olahraga biasanya hanya kegiatan yang biasa dilakukan oleh banyak orang setiap harinya. Contohnya olahraga yang bersifat permainan seperti futsal dan basket atau olahraga mainstream yang mudah dilakukan, seperti lari pagi atau pun bersepeda. Selain olahraga yang kita ketahui, sebenarnya banyak juga olahraga ekstrem dan juga tempat yang ekstrem untuk berolahraga di seluruh penjuru Indonesia.

Mengusung nama “Wonderful Extreme Indonesia” Merdeka.com akan memperkenalkan dimana saja tempat-tempat olahraga ekstrem di Indonesia dan akan menampilkan aksi-aksi olahraga extreme oleh talent berbakat yang telah melalui tahap seleksi sebelumnya.

2

Kalau kamu penasaran kamu bisa langsung kunjungi kanal youtube mereka di merdekacom videonews. Siapatau kamu bisa mendapatkan inspirasi dan tertarik untuk mencoba olahraga-olahraga ekstrem di tempat yang ekstrem juga tentunya.

Ben Soebiakto - CMO KapanLagi

A One Day Trip to Beaches of Uluwatu

A One Day Trip to Beaches of Uluwatu

Aku melihat terlalu banyak hijau. Sekarang, saatnya menuju pantai penuh dengan deburan ombak dan semilir angin. Ditemani temanku The Lady Who Travels, menurut dia yang paling menarik di Uluwatu adalah Balangan Beach. Terletak di selatan Bali, perlu 2 jam untuk menuju kesana melalui jalan yang semakin lama semakin kecil. Tetapi lebih dari ekspektasi kami, luar biasa pemandangannya.

2016-01-09 11.50.05 1

A shoutout to my beach travel companion @theladywhotravels, a great photographer and a true lover of Bali!

2016-01-06 11.13.36 2

Balangan adalah pantai yang sangat panjang dengan tebing tinggi di kanan kiri pantai. Dari atas tebing, kita bisa melihat pantai Balangan dan menikmati pemandangannya. Di pantai, bermain dengan deburan ombak, menikmati segarnya air kelapa dan membuat momen romantis yang membuat para jomblo iri. Ya, saya iri.

2016-01-04 04.27.46 1

2016-01-06 11.13.32 3

Nggak ke Bali kalau nggak mengunjungi pantai indah lainnya, Blue Point Beach – misalnya, yang cocok sekali untuk rehat sejenak dari panasnya udara Bali. Jangan lupa bawa cash extra untuk makan atau minum di Blue Point Beach ya, karena mereka tidak menerima jenis pembayaran lainya.

2016-01-06 11.13.41 2

2016-01-06 12.47.16 1

Pantai Padang Padang, juga asik. Dimana pasir putihnya akan selalu menunggu untuk jadi tempat kita berjemur dan bermain ombak dengan keluarga. Complete the story here

2016-01-06 10.54.06 2

2016-01-04 04.02.09 1

Seru ya mazzers? Catch more stories in Grace Filled Travel Junkie, Demas Ryan.

Photo/Text : @demasryan

Share Blood, Spread Love

Share Blood, Spread Love

Sebagai komunitas yang memiliki visi membangun generasi muda Indonesia yang lebih tangguh dan peduli, Young On Top Campus Ambassador (YOTCA) kembali mengadakan acara tahunan, yaitu Love Donation 2016. Dengan mengusung tema “Share Blood, Spread Love”, YOTCA ingin mengajak masyarakat terutama generasi muda untuk lebih peduli akan pola gaya hidup sehat melalui donor darah yang akan dilaksanakan pada tanggal 13-14 Februari 2016 nanti.

Screen Shot 2016-02-04 at 3.19.47 PM

Pada tahun keenam ini, jumlah kantung darah yang ditargetkan lewat acara Love Donation 2016 tidak tanggung-tanggung, yaitu sebanyak 1000 kantung darah. Untuk memenuhi target tersebut, diadakan pula Love Donation Campus Roadshow sebagai pre-event yang menargetkan kampus-kampus sebagai lokasi penyelenggaraan donor darah, mulai dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, ESQ Business School, Bina Sarana Informatika (BSI) BSD Tangerang dan Universitas Bina Nusantara (BINUS).

Poster WEB Donasi

Love Donation 2016 juga mengajak generasi muda untuk menghimpun partisipasi donasi sebesar-besarnya dalam membantu adik-adik penderita leukemia yang tergabung dalam Komunitas Taufan. Berbagai kalangan artis juga akan turut hadir pada puncak acara seperti Rizky Febian, Cherrybelle, Rafael Tan, Rey Hart, JFlow, Barsena Bestandhi, Kila Shafia, Nicky Riyant, Junior Soemantri, Julian Jacob, Rany Ramadhany, Abang None Jakarta Kepulauan Seribu dan masih banyak lagi.

Foto Campaign

Buat kamu yang mau bergabung, yuk cek kitabisa.com atau www.youngontop.com / @YoungOnTop / @YOTEnergy / lovedonation@youngontop.com

Text/Photo : @YoungOnTop

Praktik Siaran Bareng Praktisi

Praktik Siaran Bareng Praktisi

Dimulai dari sekedar mengagumi dari layar televisi dan juga gelombang radio, kemudian turun menjadi passion, ingin tahu lebih jauh bagaimana caranya agar bisa seperti mereka. Mungkin itu yang dirasakan oleh sebagian orang yg tertarik mendalami dunia penyiaran.

CTM3ljbUAAIfRfu

Berdiri pada 12 Desember 2012, berawal dari keinginan untuk berbagi pengalaman & ilmu dengan generasi muda serta meyakini bahwa dunia kepenyiaran (Broadcasting) khususnya radio & TV di Indonesia terus berkembang dinamis membuka pintu kesempatan ke dunia siaran baik radio maupun TV untuk mewujudkan mimpi menjadi seorang Broadcaster dengan belajar bersama Kelas Penyiar Indonesia (KPI).

Kelas Penyiar Indonesia adalah kelas broadcasting dengan konsep fun sharing yang mengkombinasikan teori up to date yg praktis dengan roleplay (praktek) dan terjun langsung ke stasiun TV dan Radio.

CSESgs0UYAEM8QK

COhz3NuU8AANiwt

Hingga saat ini, KPI sudah memiliki kurang lebih 800 anggota yg terdiri dari 17 angkatan. Setiap satu angkatan, mereka mendapatkan 2x pertemuan yg diadakan di LOOP Station Mahakam. Dalam 1x pertemuan terdiri dari 2 sesi.

Setiap sesinya akan diisi oleh para praktisi penyiaran, sebut saja Sachil Mulachela, Daud tobing, Putri Dwiandari, serta Bintang Cahaya yg merupakan mentor sekaligus chairman dari Kelas Penyiar Indonesia.

CSEeEsKUwAAlvGe

Dengan didirikannya Kelas Penyiar Indonesia ini, semoga bisa melahirkan penyiar – penyiar yang professional dan kompeten di dunia penyiaran Indonesia maupun Internasional. Tertarik untuk ikut @kelaspenyiar_id ?

CTNCNAdUEAEc8m9

COhz19YUkAAv4r_

CP0p4rSVAAATD3N

text/photo : @azkaviraya

Menuju Partnach Gorge

Menuju Partnach Gorge

IMG_2963

The world is full of magical places if you know where to go. Partnach Gorge is one of them. Keindahan alam ini hampir tidak pernah terdengar oleh kalangan traveller Asia karena tersaingi oleh megahnya gunung Zugspitze di selatan negara Jerman tepatnya di kota Garmisch-Partenkirchen. Partnach gorge merupakan sebuah jurang yang kedalamannya mencapai 80 meter dan panjang 702 meter dimana aliran sungai berwarna biru mengalir di tengahnya. Warnanya benar-benar biru!

Perjalanan dapat dimulai dari kota Munich dan ditempuh sekitar 1 jam 30 menit dari kota Bavaria terbesar di Jerman tersebut. Di stasiun pemberhentian di kota Garmisch-Partenkirchen terdapat papan petunjuk menuju gunung Zug yang biasanya ramai dikunjungi untuk bermain ski di saat musim dingin, sedangkan untuk menuju Partnach Gorge harus ditempuh dengan naik angkutan umum yaitu bus dengan tujuan akhir Olympic Ski Stadium. Begitu turun dari bus, pemandangan alam berbaur dengan kemegahan bangunan buatan tangan manusia akan membuat siapa pun yang melihatnya berhenti sejenak. Stadium ini resmi dibuka pada tahun 1936 dan pernah dihadiri oleh penakluk Jerman pada masa tersebut yaitu oleh Adolf Hitler. Berlatarkan langit biru bersih dan pohon pinus hijau, sekitar 100.000 penonton pernah menyaksikan Winter Games dihelat disini.

IMG_2951

Setelah puas dan amazed dengan stadium bersejarah ini, kini saatnya untuk memulai berjalan kaki menuju Partnach Gorge. Garis langit yang membingkai Partnach terdiri dari hamparan hijau pohon-pohon pinus dengan semburat warna kuning di bulan November dimana musim gugur telah tiba. Warna biru langit dan hijau segar pohon sangat kontras mengimbangi pegunungan es yang membentang luas dibelakangnya. Rumah-rumah kecil terbuat dari kayu terdapat di kanan kiri jalan sesekali dilewati oleh domba si hewan berbulu tebal berwarna hitam dan putih yang berjalan santai di rerumputan hijau dikelilingi pagar-pagar berkawat. Semakin menuju ke atas, suara halus arus air mulai terdengar. Di sebelah kiri sungai berair sangat jernih dengan bebatuan besar dan kecilnya sementara hutan lebat ada disebelah kanan dengan dedaunan kuning yang sudah mulai rontok dan mulai menutupi tanah menjadikannya warna emas gemilang di bawah sinar matahari terik.

Sampai di penghujung jalan beraspal adalah sebuah jembatan kayu dengan jalan yang semakin mengecil di sisi sebrangnya dan hanya cukup dilewati oleh satu mobil, ini merupakan ‘pintu masuk’ Partnach Gorge. Kereta gantung tersedia untuk membawa pengunjung naik ke atas pegunungan datar dan turun dengan berjalan kaki melewati Partnach gorge atau bisa memilih sebaliknya yaitu jalan menyusuri jurang lalu naik keatas gunung dan turun dengan kereta gantung.

IMG_2838

Jika memilih untuk turun dengan kereta gantung, jalan menyusuri jurang semakin mengerucut dan menarik. Bebatuan tinggi dengan lumut-lumut hijau basah dan sesekali jamur-jamur liar akan menjadi pemandangan di sepanjang jalan. Jalan yang semakin mengecil hanya memungkinkan untuk satu arah saja, jadi harus mengantri dengan pengunjung lain yang berjalan lawan arah. Sebuah loket kecil berwarna coklat tua yang menanti di ujung jalan merupakan tanda bahwa Partnach Gorge sudah didepan mata.

Jalan masuk jurang ini gelap dan lembab. Aliran sungai biru jernih sudah bisa terlihat membelah jurang sempit ini yang dipagari untuk menjaga keselamatan pengunjung. Semakin kedalam semakin mengerucut. Kepala pun bisa menjadi basah karena tetesan air dari bebatuan diatas. Gemericik suara air terdengar dari air terjun mini yang lebih tampak seperti tetesan-tetesan air yang terus menerus mengalir dari atas. Di penghujung jurang ini terdapat sungai besar yang tidak mengalir deras. pada saat musim panas mungkin orang-orang akan terjun masuk dan menikmati dinginnya air sungai atau sekedar berpiknik sambil menyantap sandwich.

IMG_3506

Berjalan balik menuju pintu keluar berarti harus menaiki ratusan anak tangga ke atas gunung untuk bisa mengakses kereta gantung menuju ke Olympic Ski Stadium. Pastikan berjalan perlahan tapi pasti karena trek ini walaupun mudah tapi cukup menguras nafas dan tenaga namun semakin berjalan keatas, pemandangan gunung Zug yang berlapiskan salju putih semakin terlihat dengan jelas. Kereta gantung juga menyuguhkan pemandangan dari sisi lain dimana jurang Partnach dengan sungai yang membelah dan trek yang berliku bisa terlihat dengan jelas dari atas. Sesudah turun dari kereta gantung bisa menikmati hot chocolate di restoran tepat disebelahnya dan berjalan pulang menuju rute yang sama. Dont forget to prepare your camera, charge your phone and powerbank because there’s too many beautiful things to snap! Enjoy Partnach Gorge!

Text/Photo : Nana Labana

Rumah Apung Bontang Kuala

Rumah Apung Bontang Kuala

Air mampu menenggelamkan manusia, tumbuhan, bahkan rumah, hal berbeda justru ada di Bontang, Kalimantan Timur. Siapa yang menyangka air laut mampu menopang rumah warga dan bahkan menjadi sumber kehidupan. Tak hanya itu, wilayah ini bahkan menjadi tempat wisata khas Bontang.

DSC02914

P1010092

Bontang Kuala, adalah nama dari tempat ini. Kita bisa mengelilingi kawasan ini dengan kendaraaan kita, tapi harus berhati – hati saat melewati jembatan yang dikelilingi air laut. Jembatannya terbuat dari kayu ulin yang termasuk pohon langka dan sangat mahal. Tak perlu khawatir dengan kualitas kayunya, karena semakin lama kayu ulin, semakin kuat pula ia

DSC02907

Saat memasuki kawasan Bontang Kuala ini, bau laut sangat mendominasi karena warga menjemur ikan agar bisa dijual kembali. Banyak tempat makan berjejeran disini, diarungi oleh desiran air dan ombak rendah. Dari emperan hingga restoran megah diatas kapal.

P1010103

P1010104

Copy (2) of P1010039

Text/Photo : @jejejeinan