journey

Pelajaran dari Pulau Salura // Part 1

Pelajaran dari Pulau Salura // Part 1

Perjalanan dimulai dari Kota Waingapu, Sumba Timur, NTT. Saya mengikuti sebuah program Pekan Nusantara yang diadakan oleh yayasan Generasi Emas Nusantara. Pekan Nusantara sendiri adalah sebuah program mengajar yang dilakukan selama seminggu, yang kali ini dilakukan di Pulau Salura, Sumba Timur, NTT, salah satu pulau yang terletak di selatan Indonesia yang berbatasan dengan Australia.

Perjalanan panjang saya tempuh menggunakan bus khas Sumba. Bus tersebut adalah sebuah truk tanah yang di modif dengan dipasangakan atap dan bangku di bagian belakang truk. Tempat bertemu para peserta dengan panitia di lakukan di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapiu, NTT. Di Bandara inilah perkenalan antara peserta dan panitia dilakukan.

DSC00504

Estimasi perjalanan dari kota Waingapu menuju Pulau Salura adalah sekitar 6 jam perjalanan darat dan 1 jam perjalanan laut tetapi saat itu perjalanan yang kami tempuh lebih dari estimasi awal. Kami sempat menginap di rumah salah satu orang terpandang di sumba timur yang disebut Umbu, seorang pangeran daerah Gonggi yang merupakan salah satu daerah di daerah Sumba Timur. Esok harinya kami menuju pelabuhan Katundu untuk menyebrang ke Pulau Salura tempat tujuan mengajar kami.

DSC00533

DSC00801

Perjalanan dari Waingapu ke Pulau Salura memakan waktu lama dikarenakan kami banyak berhenti beberapa kali untuk menikmati pemandangan indah yang disuguhkan oleh alam sumba selama perjalanan. Jalanan yang rusak diimbangi dengan keindahan bukit dengan rumput hijau yang menyelimutinya yang dapat dilihat di kanan kiri jalan.

Kami sampai di Pulau Salura pada sore hari menjelang malam. Sesampainya di Pulau Salura saya di suguhkan keindahan pulau yang memiliki pasir putih dengan air laut berwarna biru muda dan pemandangan bukit indah yang terllihat dari pesisir pantai Pulau Salura. Kami juga disambut oleh pihak sekolah yang lalu mengantar kami ke tempat penginapan kami. Kami menginap di ruang kelas SMP yang ada di pulau Salura.

DSC00862

DSC00984

DSC01028

DSC01069

DSC00524

DSC00770


Photo & Text : @gevaldi

Touchdown at Melbourne

Touchdown at Melbourne

Memulai perjalanan menuju ke Melbourne, tanah Australia yang kata teman teman saya “The Most Liveable City in Australia”. Okeh, mari kita buktikan. Melipirlah kami ke bandara dan terbang dengan penerbangan ala ke luar negeri. Ya, memang menuju luar negeri sih. To us, overnight flight is the best choice for budget savers. Of course, we are saving to more great things that will happen in Melbourne, hopefully. Spesialnya dari terbang malam hari adalah, sampai di tujuan pagi! Mendapatkan pemandangan udara tanpa kabut asap dan horizon yang membelah dua warna tidak terjadi setiap hari di Jakarta. Walaupun Australia terlihat dekat, tapi kesini memakan waktu 8 jam. Ditambah terbang malam hari, tidur nyenyak dengan bantal tambahan merupakan sebuah momen yang patut dilupakan. Karena kami tidur. He. Tapi, bangun di saat yang tepat.

IMG_5993

IMG_5793

Here we come, Melbourne. Skip the boring part as packing out and so on, we managed to find one thing that we need. Coffee, speciality coffee. Disini hampir tidak ada kopi wanita hijau (we’ve said this before, I guess), karena sebagian besar memiliki kemampuan untuk mengolah dan mencari kopinya masing masing menjadi sesuatu yang spesial. Pour over coffee, espresso machines, and a lot of styles of making coffee with each complexity of taste and aroma kept this city cool phase. Selain itu, makanan juga menjadi satu hal yang menyenangkan di sini, bisa dilihat di artikel kami tentang makan minum di Melbourne di sini. Maklum kami turis di kota baru ini jadi semua perlu diabadikan, yeah.

IMG_5427

IMG_5428

IMG_5429

IMG_5434

Di luar itu, terdapat banyak spot menarik yang akan memiliki visual yang berbeda di setiap periodenya. Beberapa yang kami temui adalah seperti tempat semua kereta bertemu, yaitu Melbourne Central. Bangunan yang terlihat tua ini adalah satu bagian yang dilindungi sebagai spot penting di Melbourne secara sejarah. Di bagian depannya terdapat banyak graffiti artist yang berkerja dan membuat lukisan lukisan asik dari film film terkenal seperti Avengers.

IMG_5843

IMG_5872

DSC02138

Perpanjangan Garis Kuliner Asia di Melbourne Central

Perpanjangan Garis Kuliner Asia di Melbourne Central

Hai, hari tidak akan berlalu dengan baik jika makanan yang kamu makan selalu itu itu saja. Selama berapa lama kamu bisa tahan hanya makan tempe, tahu dan sup? Satu tahun? 6 bulan? apa satu minggu saja sudah bosan? Itulah sebabnya manusia, seperti aku, kamu, keluarga kita mencari menu makanan baru setiap hari. Eh, nyatanya kami punya beberapa inspirasi untuk makan di luar negeri. Negara yang mempunyai kategori “liveable country” menurut teman teman Indonesia yang tinggal disana. Melbourne.

DSC02318

Satu hal yang membuat Melbourne tempat yang dapat selalu ditinggali orang Indonesia. Karena banyak makanan Asia disini. Benar. Sangat banyak. Sebanyak apa? sampai masuk ke lantai bawah tanah atau basement pun, resto Asia juga. Gami, sebenarnya ada dimana mana sekitar Melbourne. Chicken and beer culture from Korea. Memang benar enak ayamnya, walau ayam goreng saja lho. Apalagi yang dilapisi dengan saus gochujang .

DSC02317

DSC02313

Melengos lagi ke tempat tujuan lain, berdasarkan rekomendasi salah satu chef teman kami. Chin chin, satu restoran Asian Fusion yang memiliki spesialisasi di Chinese food. Jangan salah, karena bukan selalu Chinese food berhubungan dengan mangkok dan meja bundar. Fine dining experience with mouth watering crispy meat, strong herbs and seasoning, raw-like-sushi fishes and good wines. That’s how we explain our experience.

DSC02230

DSC02224

DSC02223

Tidak lupa sebagai kota dimana kopi-wanita-hijau-lingkaran tidak laku, Melbourne memiliki speciality coffee shop di setiap gangnya. Salah satu yang bikin kami berputar putar mencari adalah Monk Bodhi Dharma. Tempat ini penuh dengan menu vegetarian, tapi tetap kopinya… wuih. Kebetulan salah satu barista yang melayani kami, katanya salah satu yang menang kompetisi. We’d like some large cap please (cap = cappucinno). Share you more about Melbourne later, mazzers!

DSC02375

DSC02383

DSC02377

DSC02379

DSC02380

Photo : @sevencrow

#NJOY – Hangout and Vibes – EP.01

#NJOY – Hangout and Vibes – EP.01

Banyak tempat bisa dikunjungi, secara lokal ataupun internasional. Kami sangat menghargai proses menuju ke suatu tempat, karena bagaimanapun juga ini adalah arti dasar jalan – jalan. Tempat wisata bukanlah satu satunya kenikmatan dari berwisata. Tapi juga proses menuju kesana. Apa saja yang kita lakukan sebelum dan sesudah ke tempat wisata. Satu bagian besar dari “jalan-jalan”.

Dalam kisah kali ini, walau bukan dongeng ya, kami membagi momen agar dinikmati bersama sama. Apalah artinya jalan jalan, dan menikmati sendiri atau hanya untuk bikin kepengen buat yang belum bisa jalan-jalan. Kami pikir membuat sesuatu dari tiap perjalanan. Kondisi ketika bersama sama, menikmati secangkir kopi ataupun semangkuk penuh fruit & granola bowl. Sampai dengan berputar disekitar pantai yang udaranya dingin. Brrrrr.

Cek instagram @mazzeup untuk update yang lebih cepat. Ready for another journey?. Let’s #NJOY every journey!

Menunggu Sumber Cahaya Bertemu di Ampera

Menunggu Sumber Cahaya Bertemu di Ampera

Setelah melakukan beberapa perjalanan yang melelahkan, ada perasaan dimana untuk beristirahat selama satu minggu, Namun, Sangat sulit rasa untuk tidak berpergian, terutama ketika ada tawaran pergi ke Palembang untuk menyaksikan gerhana matahari total secara langsung!

Saya mengambil penerbangan malam dari dari Jakarta satu hari sebelumnya. Tepat jam 9 malam saya sampai di Palembang, saya dan keluarga saya langsung menuju ke hotel yang sudah kami booking beberapa minggu sebelumnya. selama perjalanan menuju hotel, kami melewati beberapa restoran pempek terkenal disana, namun saat itu, kami hanya mengingikan tidur tepat waktu agar bangun pagi tepat waktu. Namun setelah beberapa waktu, kami baru sadar, terjadi kesalahan pada website booking yang kami gunakan, ternyata hotel yang kami booking bukan terletak di kota Palembang

2016-03-10 10.21.05 1

2016-03-10 10.21.06 1

Setelah itu saudara saya langsung mencari hotel lainnya. Hotel termurah yang kami bisa dapatkan saat itu Rp 1.500.000, permalam untuk 2 orang, karna saat itu juga bertepatan dengan waktu liburan, jadi hanya ruangan itu yang bisa kami dapatkan.

Kembali ke topik!

Bangun lebih awal, sambil membuka laptop untuk back up foto foto dari kamera dan membaca buku Crash the Chatterbox karya Steven Furtick dengan lantunan lagu – lagu dari Panama. Kami menyaksikan langsung dari atas Jembatan ampera, kami memilih menggunakan taksi untuk sampai sana dengan waktu 20 menit karna saat itu sangat macet. mobil di parkir di pinggir jalan dan motor motor tidak bisa berjalan dan semua orang jalan menuju Jembatan Ampera.

2016-03-10 10.01.27 1

2016-03-10 10.21.00 1

Tepat sekali saya langsung berada di tengah keramaian yang teramai yang pernah saya lihat, bahkan lebih buruk dari datang ke Konser Boyband Korea. Namun itu bukan bagian terburuk, setelah terpisah dengan keluarga yang lain di tengah tengah keramaian, saya ingin mencari tempat terbaik untuk melihat dan matahari masih bersembunyi di balik awan. Saya merasakan ekspektasi orang – orang perlahan – lahan pergi, saya juga. Orang orang mulai mempertanyakan dimana matahari tersebut, saya sendiri merasa sedih karena sudah terbang kesini dari jauh. Namun saya tidak dapat berbuat banyak, semua ditangan di sang alam. Saya berada di tengah tengah selama 1 jam, dan orang orang lain kecewa bahkan beberapa orang lain lebih memilih kembali pulang, dan selama 1 – 15 saya terdiam, dan akhirnya saya menyerah dan memutuskan untuk keluar dari jembatan dan mencari keluarga saya.

2016-03-10 10.21.01 2

2016-03-10 10.21.02 1

Saya dan beberapa orang lainnya mulai jalan menuju keluar jembatan dan terdengar suara dari belakang yang mengatakan bahwa matahari mulai keluar, dengan sedikit tidak percaya, dan sambil melihat arah orang orang menujukkan tangannya, dan langsung saya mengunakan kamera saya, dan langsung memfoto dari bawah dan beberap saat matahari pun mulai tertutup awan. Meskipun sebentar, bagi saya itu merupakan pemandangan paling menakjubkan buat saya, saya sangat bentung memiliki kesempatan langka yang datang dalam waktu lama.

2016-03-10 10.21.08 1

Saya yakin minggu ini anda sedang repot dan lelah pada minggu ini, ingatlah untuk selalu berusaha, walau dalam saat sulit, tetap tertawa, karena hal-hal baik akan datang kepada orang yang sabar!

Catch more stories in Grace Filled Travel Junkie, Demas Ryan.

Text/Photo : @demasryan
Editor : @ryanrosadi