Photo Story

Clean View at Art Jakarta 2017

Clean View at Art Jakarta 2017

Bisa dibilang, kami sering mengunjungi berbagai macam pameran seni. Mulai dari yang berada di Jakarta hingga pameran yang ada di berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara. Semua pameran memiliki pesan dan artinya masing-masing. Tidak ada kosakata negatif di dalam kamus kami mengenai sebuah pameran. Walaupun begitu kami masih memiliki deretan pameran yang ingin kami kunjung, satu yang selalu menjadi “mark” di kalender adalah Bazaar Art Jakarta.

0274

0294

Kami selalu hadir di Bazaar Art Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Tahun ini mereka berganti nama menjadi ART JAKARTA. “Unity in DIversity” menjadi tema besar dari Art Jakarta tahun ini. Satu kalimat yang bisa menggambarkan tentang Art Jakarta tahun ini adalah “kamu tidak akan bosan”. Kami disuguhi berbagai macam karya seni. Bahkan bisa mengelilingi ruangan berkali-kali untuk menikmati dan mengamati setiap goresan tinta maupun pahatan dari tangan seniman idola.

00422

00440

Mungkin ratusan karya seni tersebar di satu ruangan dalam Ritz Carlton Pacific Place ini. Beberapa menjadi satu perjalanan bagi kami. Terkumpulah foto foto yang memberikan kesan bersih dan minimalis. Tentu perjalanan kami akan berbeda dari teman teman lainnya yang datang ke Art Jakarta kali ini.

Tidak hanya berasal dari Indonesia, karya yang ditampilkan juga merupakan karya dari seniman mancanegara. Kami banyak belajar tentang bagaimana seni seharusnya dinikmati. Seni selalu dapat dilihat, dipelajari dan dimengerti oleh semua orang. Tentu saja juga dapat dibagikan pengalamannya. Kamu datang?

00453

00456

Photo : @desyrufaida

Infus Wayang dan Galau dalam Pagelaran Seni Berdasar Masa

Infus Wayang dan Galau dalam Pagelaran Seni Berdasar Masa

Another weekend, another strolling time! Kali ini saya memilih ngopi sambil menikmati karya-karya yang tergantung di dinding artspace Dia.Lo.Gue sore itu. Kalau boleh jujur, ini pertama kalinya saya mengunjungi tempat yang katanya kekinian itu. Dan seketika saya pun merasa kekinian ! hahaha

6

Hari itu tema dari eksibisi di Dia.Lo.Gue cukup menarik, “Berselingkuh Dengan Masa Lalu, Berkencan Dengan Masa Depan.” Walaupun temanya itu, bukan berarti yang dipajang itu foto mantan dari masa lalu dan foto gebetan di masa depan yaa. Melainkan hasil karya serigrafi atau silkscreen pilihan dari seniman grafis T Sutanto yang dibuat pada periode 1975 – 1983.

7

10

Kemampuan T.Sutanto dalam melahirkan karya-karya serigrafi merupakan suatu hal yang tidak perlu diragukan lagi. Sebagai salah satu pendiri Decenta, perusahaan desain yang terkenal pada 1973 dan bertahan hingga 1983, T.Sutanto dan rekan-rekannya memiliki pengaruh yang cukup besar dalam mengembangkan seni grafis di Indonesia.

12

9

13

Hasil karya T.Sutanto ini mengadopsi bentuk atau figur-figur yang berasal dari cerita rakyat seperti sosok wayang kulit, maupun ikon-ikon budaya populer Indonesia. Selain itu, kebanyakan karyanya juga memiliki makna dan imajinasi yang jenaka, agak aneh dan di luar kenyataan. Cukup unik bukan?!

” Maaf ” a Poetry by Elizabeth Chrysanta

” Maaf ” a Poetry by Elizabeth Chrysanta

Memberi makna dari sebuah cerita. Lalu mengubah makna, menjadi kata berkias penuh anggapan. Ungkap makna asli, atau cari maknamu sendiri. Inilah puisi, sebuah seni berjenis klasik. @eliza_chrysant membangkitkan kembali gairah merajut sebuah sajak.

“Aku, ibaratkan sebuah awan
Bisu, dan hanya bisa dilihat

Tidak bisa dipegang namun bisa buat kamu teduh dari panasnya sinar matahari

waktu, ia selalu menawarkan lembaran yang baru

ia memberiku kehangatan ketika ku merasa kedinginan

ia juga mengajarkanku artinya menunggu
dan setiap detik kulewati

sampai sampai aku lupa sudah berganti hari

bagai pelangi sebagai hujan
bagaikan senyuman setelah kesedihan

bagai lembar baru, setelah selesai sebuah cerita

hanya satu kata yang ada

maaf…..

maaf untuk segala kekacauan

maaf untuk segala kerisauan

aku disini

hanya bisa tersenyum

berharap akan datangnya sebuah keajaiban”

Karya : @eliza_chrysant
Video : @irmaastrilita

Netasin Gambar Bareng Egglustration

Netasin Gambar Bareng Egglustration

Keinginan untuk menggambar sih cukup besar. Tapi selalu terhalang dengan pemikiran, “gak tau gimana cara gambar yang benar, gak tau mau gambar apa, dan gak punya alat gambar yang memadai”. Akhirnya lagi-lagi niatan itu hanya jadi sebatas niatan saja.

4

6

Nah kali ini untuk mewujudkan niatan menggambar, saya memberanikan diri untuk mengikuti salah satu workshop yang diadakan oleh Egglustration di Jakarta Creative Hub. Kalau mendengar kata workshop pasti pertanyaan pertama yang terlintas adalah ”mahal gak ya workshopnya? Kira-kira cocok gak ya?”. Tapi pertanyaan-pertanyaan itu, seketika hilang kalau berpikir, “kapan lagi kalau bukan sekarang?” (well, it sounds like a tagline haha).

Workshop ini bertemakan #netasingambar Vol. 1: Getting To Know Watercolor. Dalam workshop ini para peserta diajak untuk bereksplorasi dengan cat air. Mulai dari teknik sapuan kuas, mencampur warna, hingga berlatih “menetaskan gambar” masing-masing. Dan untuk pertama kalinya saya turut menetaskan gambar saya.

7

2

Seru! Menyenangkan! Berwarna! Mungkin 3 kata itu saja tidak cukup untuk mendeskripsikan betapa senangnya saya mengikuti workshop menggambar seperti ini untuk pertama kalinya. Jadi kalau ditanya, kali ini saya bisa jawab. Sama sekali tidak mahal mengingat semua alat sudah disediakan oleh teman-teman dari Egglustration dan sangat cocok dengan yang saya bayar! Apalagi untuk saya, yang tidak memiliki dasar menggambar sama sekali. Jadi gak sabar deh untuk join di workshop #netasingambar volume selanjutnya!

3

5

1

Cyber-Bullying Awareness Through Fashion

Cyber-Bullying Awareness Through Fashion

Cyberbullying such as mean text messages, posts on social media or any embarrassing pictures or video can happen 24 hours a day, 7 days a week, any time of the day or night.

Bagaimana kesadaran terhadap cyber-bullying bisa tersampaikan melalui fashion?
True Elucidation of Cyberbullying (TRUCE) dari EASTPROD – lah salah satu kampanye anti-cyber bullying yang dikemas dalam fashion teatrikal yang menampilkan 3 aspek yaitu fashion, musik dan kecaman sosial. Menyampaikan cerita tentang korban cyber bullying di media sosial yang dikemas melalui musik hip hop.

Fashion show-nya sendiri menceritakan kisah nyata seorang wanita bernama ‘X’ yang awalnya hidup seperti layaknya remaja seusianya. Kemudian ‘X’ mulai merasa bahwa sikap dan tindakan yang ia lakukan tidak diterima di lingkungannya, bahkan sampai cara berpakaian pun juga tidak disukai oleh orang – orang disekitarnya. ‘X’ memiliki banyak haters di media sosialnya dan hal tersebut menyebabkan ‘X’ depresi dan berakhir dengan tersiksanya mental serta psikologinya.

DSC09754

TRUCE diselenggarakan pada Rabu, 24 Mei 2017 di The Foundry No. 8, SCBD, Jakarta, dengan total penonton yang hadir mencapai 100 orang. Selama 2 jam, fashion show TRUCE menampilkan beberapa koleksi pakaian dan aksesoris dari berbagai brand seperti United Hart, SÖZE, MUZCA, Loony, Kaiga, Insurgent, Good Eyes, Dusky & Nobel.

DSC09736

DSC09698

Acara TRUCE pada hari itu tidak hanya sebatas fashion show saja. Bersamaan dengan fashion show, diiringi juga oleh penampilan musik dari tim EASTPROD dan penampilan dari LSPR Dance. Secara keseluruhan, acara ini sangat positif dan unik karena bisa menyampaikan pesan mengenai kesadaran terhadap cyber bullying melalui seni, yaitu fashion, musik dan tari.

After attending this event, there are thought in my mind about all of this cyber bullying phenomena: “how would you like it , if it were you?”

Cyberbullying is not normal. You can be a part of this campaign, because it all starts within you.

DSC09728

DSC09765

Pelajaran dari Pulau Salura // Part 1

Pelajaran dari Pulau Salura // Part 1

Perjalanan dimulai dari Kota Waingapu, Sumba Timur, NTT. Saya mengikuti sebuah program Pekan Nusantara yang diadakan oleh yayasan Generasi Emas Nusantara. Pekan Nusantara sendiri adalah sebuah program mengajar yang dilakukan selama seminggu, yang kali ini dilakukan di Pulau Salura, Sumba Timur, NTT, salah satu pulau yang terletak di selatan Indonesia yang berbatasan dengan Australia.

Perjalanan panjang saya tempuh menggunakan bus khas Sumba. Bus tersebut adalah sebuah truk tanah yang di modif dengan dipasangakan atap dan bangku di bagian belakang truk. Tempat bertemu para peserta dengan panitia di lakukan di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapiu, NTT. Di Bandara inilah perkenalan antara peserta dan panitia dilakukan.

DSC00504

Estimasi perjalanan dari kota Waingapu menuju Pulau Salura adalah sekitar 6 jam perjalanan darat dan 1 jam perjalanan laut tetapi saat itu perjalanan yang kami tempuh lebih dari estimasi awal. Kami sempat menginap di rumah salah satu orang terpandang di sumba timur yang disebut Umbu, seorang pangeran daerah Gonggi yang merupakan salah satu daerah di daerah Sumba Timur. Esok harinya kami menuju pelabuhan Katundu untuk menyebrang ke Pulau Salura tempat tujuan mengajar kami.

DSC00533

DSC00801

Perjalanan dari Waingapu ke Pulau Salura memakan waktu lama dikarenakan kami banyak berhenti beberapa kali untuk menikmati pemandangan indah yang disuguhkan oleh alam sumba selama perjalanan. Jalanan yang rusak diimbangi dengan keindahan bukit dengan rumput hijau yang menyelimutinya yang dapat dilihat di kanan kiri jalan.

Kami sampai di Pulau Salura pada sore hari menjelang malam. Sesampainya di Pulau Salura saya di suguhkan keindahan pulau yang memiliki pasir putih dengan air laut berwarna biru muda dan pemandangan bukit indah yang terllihat dari pesisir pantai Pulau Salura. Kami juga disambut oleh pihak sekolah yang lalu mengantar kami ke tempat penginapan kami. Kami menginap di ruang kelas SMP yang ada di pulau Salura.

DSC00862

DSC00984

DSC01028

DSC01069

DSC00524

DSC00770


Photo & Text : @gevaldi

Serenity of Walking at Kyoto

Serenity of Walking at Kyoto

We know Kyoto is the place for temples, but does the city offers more than that? We had to do trial of wandering around Kyoto.

Setiap kita mau pergi, melihat referensi adalah hal yang biasa dilakukan. Tetapi dimanapun itu, pasti selalu tentang harus pergi kesini, harus pergi kesana, makan ini, lakukan itu dan banyak hal lainnya. Kalau kamu mau tahu tentang itu, jangan lanjutkan membaca artikel ini. It’s about walking experience, street photography type of article.

P1170184

Jalan kaki adalah kendaraan utama ketika di Jepang. Serius. Beneran. Sumpah. Kalau tidak bersiap untuk jalan kaki, siap siaplah koyo, salep, gel untuk sakit otot (saking ga mau nyebut merk), dan lainnya yang bisa menyembuhkan segala penyakit di kaki yang pegal.

Di satu sisi lainnya, memang sangat terorganisir untuk berjalan kaki di hampir seluruh Jepang. Seperti negara negara maju lainnya.

P1170174

The amazing thing about walking in Kyoto besides the good vibe of walking, the windy autumn when we walk around October – November, also the sights to see while walking. Di perjalanan dari pasar, menuju ke kuil – kuil terkenal di Kyoto, kamu bisa melewati berbagai pemandangan. Dari orang orang yang beraktifitas secara lokal seperti membeli minuman di mesin, duduk sambil minum kopi panas kalengan sampai penduduk lokal yang sedang bekerja seperti kurir dan banyak lainnya.

P1170216

P1170221

P1170236

P1170255

Pemandangan lainnya adalah berada di kota tua, kota modern dan taman atau alam terbuka dalam setiap bloknya. Seperti berada di satu tempat di sekitar tengah kota Kyoto, satu sisi melihat toko toko terkenal seperti Disney, Uniqlo dan lainnya. Pindah blok, lalu kita bisa menemukan taman di samping sungai dan kita berjalan di atas jembatan.

P1170225

P1170238

P1170239

We had a time frame to do other things, so that’s the reason not wandering so much at the area. Wish we had more time, will be back here soon!

Rapor Akademik Mojang Bujang Design, Trajecstory 1.0

Rapor Akademik Mojang Bujang Design, Trajecstory 1.0

Kreatif, teman teman saya selalu ingin menjadi kreatif. Dunia menginginkan kita kreatif. Tapi mau mulai dari mana? Tugas kuliah? Bisa jadi kali ya.

Inspirasi yang kami dapat kali ini datang dari Trajecstory 1.0. Pameran yang karyanya berasal dari mata kuliah ilustrasi & buku anak, grafis portofolio, game design, animasi dan sebagainya di DKV ITB. Sebanyak itu, mazzers.

DSC07467 copy

DSC07464 copy

Sekian banyak tugas yang terpilih menjadi bagian dari eksibisi seni ini menjadi lintasan yang bercerita. Menurut teman teman dari Trajecstory 1.0, tema ini terdiri dari dua kata, trajectory (lintasan/orbit) dan story (cerita).
Semua yang ikut adalah mahasiswa S1 DKV, plus kolaborasi dari teknik elektro dan informatika serta mahasiswa S2 juga. Banyak ide ide menarik muncul dari rapor akademik ala DKV ITB ini. Siapa yang menyangka, ternyata dalam pameran ini ada penampilan animasi dari ASIAGRAPH 2016 juga lho. Menang banyak deh jadinya!

DSC07450 copy

Sangat menyenangkan melihat panel demi panel dan perkembangan lintasan ceritanya. Walau kita tidak mengenal siapapun dalam eksibisi ini, tapi, semuanya terlihat belajar dengan baik yaaa. Sangat menghasilkan! Cool artsy vibes inside academic studies. Will be waiting for the next, 2.0 perhaps?

DSC07460 copy

DSC07469 copy

DSC07476 copy

Photo : @studiogeest / Budhi Susanto

2565 di Atas Permukaan Laut

2565 di Atas Permukaan Laut

Mendaki gunung untuk sebagian orang mungkin merupakan momok yang menakutan, apalagi untuk perempuan. Jalan menanjak yang panjang, panas, medan yang dipenuhi batu, kerikil dan tanah merah. Mendenganya saja sudah melelahkan bukan? Bermula dari ajakan teman, saya pun langsung setuju. Mendaki gunung, salah satu sahabat saya bilang kalau saya sudah gila. Bukan tanpa alasan, karena ini adalah gunung pertama saya,”Mt Prau 2565 mdpl”

2017-05-13 12.48.57 1

2017-05-13 12.49.15 1

Kami berangkat bersama sembilan orang pendaki lainnya. Jujur, saya pun belum mengenal mereka dengan baik. Perjalanan dari Pasar Minggu menuju Wonosobo memakan waktu kurang lebih 9 jam. Sepanjang perjalanan saya habiskan dengan mengobrol, mendengarkan lagu dan tidur dengan harapan sesampainya di Wonosobo saya memiliki cukup energi untuk melanjutkan pendakian. Kami sampai di Teminal Wonosobo pukul 01.00 pagi, lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan dan akhirnya kami pun menunggu di Terminal untuk dijemput dengan mobil jemputan pukul 06.00 pagi.

2017-05-21 01.29.39 2

2017-05-13 12.49.00 1

Pendakian pun dimulai. Tengah perjalanan menuju Dieng, saya terus berpikir apakah keputusan saya untuk mendaki gunung adalah keputusan yang benar. terlebih 2 minggu sebelum keberangkatan kami mendapat berita yang tidak mengenakan yaitu musibah yang terjadi pada pendaki lain ketika mereka mendaki ke Prau. Tapi saya nekat berangkat tentunya dengan izin Allah dan kedua orang tua saya. Sesampainya di Dieng, kami disapa oleh udara pagi yang dingin dan sejuk, embun dan kabut yang masih tebal. Cahaya matahari pun masih samar. Suasanya yang tidak bisa didapatkan di kota besar layaknya Jakarta. Setelah menaruh perlengkapan kami di basecamp, di tengah perkebunan, kami pun sarapan Mie Ongklok, makanan khas Dieng.

2017-05-13 12.49.02 1

2017-05-22 03.32.22 1

Kami sempat mengunjungi beberapa tempat wisata di Dieng seperti Kawah Sikidang, Talaga Warna dan Candi Arjuna. Setelah puas melihat pemandangan dan berfoto-foto kami pun kembali ke basecamp untuk makan siang dan beristirahat sebelum mendaki Gunung Prau. Pukul 16.00 kami berangkat menuju Gunung Prau melalui Jalur Dieng. Sebenarnya terdapat beberapa pilihan jalur menuju puncak Prau, tapi jalur Dieng adalah jalur yang direkomendasikan untuk pemula seperti saya walaupun butuh waktu yang lebih lama yakni 4 – 4,5 jam.

Photo & Text : Deska Dera

Belanja dan Berkarya di Art Market Jakarta 7

Belanja dan Berkarya di Art Market Jakarta 7

Pernah kebayang gak serunya seniman visual, ilustrator, dan designer berkumpul dalam satu event untuk menunjukkan dan menjual hasil karya mereka? Yap! Fascinating! Kata yang paling tepat untuk mendefinisikan Art Market Jakarta 7.

2017-05-16 12.03.56 1

2017-05-16 12.03.24 1

Berawal dari sebuah market kecil-kecilan yang diadakan oleh Kopi Keliling pada tahun 2012, Art Market kini berkembang menjadi lebih besar. Art Market Jakarta 7 yang berlangsung dari tanggal 28-30 April 2017 kali ini diadakan di Kuningan City. Event yang digelar oleh Catalyst Arts ini berhasil mengumpulkan lebih dari puluhan seniman visual, ilustrator, dan designer.

2017-05-16 12.03.36 1

2017-05-16 12.03.28 1

Tak hanya sebagai tempat untuk berjualan, namun art market juga menjadi wadah bagi para seniman untuk menceritakan kisah-kisah menarik dibalik setiap karyanya. Dari lukisan, buku catatan, aksesories, sampai pada hiasan untuk meja belajar atau meja kantor kamu, semuanya ada. Jadi, buat kamu yang hobi berburu barang-barang artsy dan unik harusnya tidak ketinggalan dengan event yang satu ini.

2017-05-16 12.03.49 1

2017-05-16 12.03.54 1

2017-05-16 12.03.57 1

2017-05-16 12.03.35 1

Selain itu, di art market jakarta 7 ini kamu juga bisa ikut berbagai macam workshop. Diantaranya ada Lettering Workshop, Zine Making Workshop, dan Screening Printing Workshop. Dengan mengikuti workshop-workshop ini kamu akan dilatih langsung oleh para mentor yang juga seniman handal dibidangnya. Dan yang lebih menarik lagi, semua workshopnya gratis loh!

2017-05-16 12.03.52 1

2017-05-16 12.03.41 1

EXI(S)T in National Gallery of Indonesia

EXI(S)T in National Gallery of Indonesia

Nampaknya, usia bukan menjadi sebuah tolak ukur dari karya seni yang dihasilkan, melainkan karya nyata yang bisa kita nikmati. DIA.LO.GUE hadir dengan sebuah project yang dinamakan EXI(S)T yang bertujuan sebagai tempat inkubasi calon seniman muda untuk mengembangkan potensi artistiknya dengan mengadakan pameran rutin setiap tahunnya.

abtract

DSC09437 copy

Acara ini bisa kamu nikmati mulai dari tanggal 16 Mei hingga 5 Juni di Gedung B & D Galeri Nasional. Kali ini, EXI(S)T 2017 hadir dengan tema Tomorrow As We Know It. Dengan maksud bisa mengajak para seniman untuk memprediksi dan menginteprestasikan masa yang akan datang. Karena pada dasarnya, baik jauh maupun dekat, masa depan itu memiliki beragam perspektif yang menggambarkan setiap generasi muda pada saat ini.

DSC09451copy

DSC09456 copy

Pameran EXI(S)T ternyata sudah berlangsung selama 5 tahun berturut-turut dan berusaha mengajak para penikmat seni ‘keluar’ (to exit) dari jalur yang sudah mereka jalani untuk ‘ada’ atau ‘hadir’ (to exist) di peta seni rupa Indonesia, khususnya Jakarta. Itulah yang telah dibuktikan oleh Bey Shouqi, Dhanny Sanjaya, Edita Atmaja, Faisal Rahman Ursalim, Fransisca Retno, Gadis Fitriana, Grace Joetama, Ivan Christianto, Kara Andarini, Monica Hapsari, Ratu R. Saraswati, Rianti Gautama, Sarita Ibnoe, Wangsit Firmantika, dan Yaya Sung kali ini. Jadi, mari sempatkan waktu untuk mampir ke Galeri Nasional yang berada di Medan Merdeka Timur ini ya mazzers.

karunf

Photo & Text : desyrufaida

Kita dan Jakarta Kita

Kita dan Jakarta Kita

Berburu tempat-tempat artsy menjadi hobi baru saya. Melihat tuangan karya dari berbagai perspektif selalu memberikan kepuasan tersendiri. Cerita dibaliknya membuat karya tersebut memiliki nilai keunikan.

DSC08952-01

Rabu yang lalu, saat para penduduk kota Jakarta sibuk menentukan pemimpin barunya, saya dan teman-teman saya memilih untuk mengunjungi pameran yang diadakan di Jakarta Creative Hub. Yaa tentunya karena saya perantau, jadi tidak bisa ikutan pemilu juga hahaha. But still, it was a well spent day after all!

DSC09123-01

Seni yang ditampilkan kali ini menceritakan tentang sejarah kota Jakarta dengan tema “Jakarta Kita”. Uniknya, di eksibisi kali ini sejarahnya diceritakan melalui goresan pola batik karya Sejauh Mata Memandang. Bentuk “simpang susun Semanggi” yang menjadi simbol penyatu lima wilayah kota Jakarta tergambar dengan indah di atas sebuah kain. Unik ya mazzers?

DSC09112-01

DSC09017-01

Eksibisi ini berlangsung dari tanggal 18 April sampai 13 Mei loh. Yuk, daripada menghabiskan waktu kalian di rumah sendiri, galau, kepoin mantan (eh). Mending ajak temen-temen kalian (buat yang jomblo), pacar (buat yang punya pacar), mengunjungi tempat bernilai seni dan budaya. Selain bisa seru-seruan, kalian jadi bisa dapet foto-foto baru buat instagram juga hahaha. Tapi lebih dari itu, juga bisa menjadi bentuk nyata kita untuk turut melestarikan karya anak bangsa!

DSC08956-01

DSC08996-01

28-01

Cita-Cita Setinggi Langit RIXA

Cita-Cita Setinggi Langit RIXA

Sewaktu kecil kita sering sekali mendapat pertanyaan tentang cita-cita dari siapa saja, bahkan pertanyaan seputar cita cita itu sudah dilontarkan sejak kita duduk di bangku taman kanak-kanak. Dengan semangat kita menjawab, dokter, guru, pemadam kebakaran dan cita cita lainnya. Kami selalu ingat satu jawaban tentang cita-cita yang mungkin bila dipikirkan lebih lanjut cita cita itu semakin tidak realistis, astronot.

Haryadhi mencoba menghilangkan perspektif tidak realistis tersebut menjadi mungkin dalam sebuah komik. Kalo kamu salah satu yang mengikuti KOSMIK, pasti kamu sudah tidak asing lagi mendengar kata RIXA, komik ini sudah masuk episode kedua. Rixa, berasal dari kata antariksa adalah cerita yang digambarkan oleh Haryadhi yang bercerita tentang perjalanan seorang anak perempuan untuk mewujudukan mimpinya menjadi astronot.

Illustration-Guide---astronaut-suit

Contoh Storyboard

Menjadi bahan bacaan untuk menginspirasi generasi muda, agar mereka lebih banyak mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Komik ini juga untuk menginspirasi khususnya perempuan, karena perempuan juga dapat beraksi sebagai Astronot. Kartini jaman millenial bukan cuma sosial media. Ini adalah tujuan- tujuan Haryadhi dalam membuat komik ini.

Meskipun hanya berbentuk komik fiksi, riset yang dilakukan oleh Haryadhi dilakukan secara dalam dan mendetail. Haryadhi banyak membaca buku dan menonton film tentang luar angkasa. Riset juga dilakukan di LAPAN, Haryadhi mengaku banyak memperoleh pengetahuan tentang antarikasa disana.

maxi 2

maxi 1

Komik RIXA juga dibuat berdasarkan perhitungan yang akurat juga loh mazzers. Beberapa bagian yang ada hadir dengan menguji rumus dan memasukkannya kedalam cerita. RIXA akan keluar sebagai cover dalam Kosmik 2nd Orbit Issue #4. Buat yang ingin langsung baca online, langsung saja klik kosmik.id lalu cari RIXA


Photo : @kosmikspace

 

Gelombang Spektrum, Seniman Muda

Gelombang Spektrum, Seniman Muda

Kamu bisa menyebutkan seniman yang kamu sukai, mulai dari seniman jalanan hingga seniman yang sudah aktif di pameran – pamerean besar yang ada di berbagai belahan dunia. Karya besar dari mereka sudah bisa langsung dinikmati oleh pecinta seni. Tetapi banyak yang tidak mengetahui cerita di balik kesuksesan seorang seniman. Sehingga kita tidak dapat mengetahui karya awal sebelum mereka terkenal.

DSC07292

DSC07293

Untuk memuat karya awal dan merintis seniman dalam negeri, sebuah pagelaran seni yang diselanggarakan oleh ARCOLABS dibuat. Pagelaran ini punya misi untuk membuat acara untuk mahasiswa/mahasiswi yang memiliki ketertarikan terhadap seni untuk bisa memamerkan hasil karya seni yang mereka buat sendiri. Para seniman muda ini juga berkesempatan untuk bisa bekerja sama dengan kurator seni profesional sebelum mereka lulus dari bangku kuliah.

DSC07307

DSC07300

Bukan tanpa persyaratan. SPEKTRUM 2017 diselenggarakan dan diikuti oleh 11 orang mahasiswa atau mahasiswi yang berasal dari 6 pelajar dari institusi di Jakarta, Tanggerang dan Tasmania. Mereka dipilih dan di undang untuk berpartisipasi berdasarkan sekolah yang memiliki jurusan desain komunikasi visual, komunikasi massa dan animasi digital. Tentunya seru melihat kreasi baru dari teman teman yang memiliki bakat dan juga gairah seni tinggi. Menciptakan karya original dan ditampilkan pada orang banyak merupakan impian dari semua seniman muda.

Terlihat dalam beberapa foto, ada lukisan animasi, video mapping dan keseruan visual lainnya dalam eksibisi ini. Apa yang menunggu di tahun depan ya? Semoga kedepannya semakin banyak talenta talenta yang bisa berkarya lebih besar lagi.

photo : @sujatmko & @maitriw

Letakan Pundak di Melbourne Central

Letakan Pundak di Melbourne Central

Berada di kota pasti ada selanya. Ketika sedang bosan, kafe atau taman menjadi pilihan wajar untuk keluar dan menikmati hari yang lebih tenang. Untuk kami, menulis dan menemukan sesuatu yang asik untuk ditulis adalah guna dari sela setiap kota. Makanya, ketika ada di kota Melbourne harus juga mencari tempat beradu sela.

Shopping mall is one of the choice when you got into this city. Namanya memang wajar wajar saja. Seperti di Indonesia, Melbourne juga memiliki mal tempat belanja. Bedanya adalah di kota ini lebih banyak tempat makan dan bersenda gurau dibandingkan tempat untuk membeli barang. Jasa adalah suatu hal yang suci di tempat ini. Queen Victoria Village adalah salah satu tempat yang kami kunjungi untuk mencari sela. Hey, tempat duduk di rumput buatan adalah keasikan yang ditemukan di tempat ini. Bukan untuk futsal, sesimpel untuk duduk dan membuka makanan atau menyeruput kopi saja. Truly a soothing place, isn’t it?

DSC02170

DSC02171

Selain QV, salah satu tempat untuk menyendiri juga ada di dekat stasiun ramai di Central Melbourne. Flinders Station and Federation Square are two of the most popular relationship that we had. Kalau mau ke luar kota dengan kereta, Flinders station jawabannya. Ketika ingin menyendiri atau sekedar ngobrol tanpa harus keluar uang dan meluruskan kaki di Federation Square tepat di seberang St Paul’s Cathedral (sempet masuk foto lalu keluar lagi, padahal ga boleh foto). Disini ada yang jual es krim, bisa duduk di kursi kursi depan ACMI (yang juga menarik tapi nanti aja ceritanya). Tidak lupa juga ada kawanan merpati kadang ikut cari makan disini. Seru dan santai.

DSC02238

DSC02281

DSC02239

Mari kita lanjutkan perjalanan. Stay healthy and explore more mazzers.

Menjadi “Anak“ Wae Rebo

Menjadi “Anak“ Wae Rebo

Menilik persyaratannya, untuk menjadi “anak” Wae Rebo sebetulnya tidak sulit. Desa kecil ini ibarat tangan terbuka, selalu menyambut para pengunjungnya sebagai anak-anak Wae Rebo yang baru kembali dari tanah rantau.

Syaratnya hanya satu, restu dari leluhur yang didapatkan dengan mengikuti upacara penghormatan leluhur atau disebut Waelu’u selama lima hingga sepuluh menit di salah satu rumah Mbaru Niang bernama Niang Gendang. Dalam upacara tersebut tetua adat akan memintakan restu leluhur dan mendoakan setiap pengunjung dalam bahasa setempat. Selepas upacara, persis ketika keluar dari Niang Gendang, kita sudah menjadi “anak” Wae Rebo. Walaupun terkesan sederhana, upacara penerimaan ini begitu penting dan wajib.

6a

Untuk menjadi “anak” Wae Rebo yang sesungguhnya, mengenal sejarah desa ini menjadi suatu keharusan. Dalam buku “Pesan Dari Wae Rebo” oleh Yori Antar, dikisahkan bahwa penduduk Wae Rebo adalah keturunan Empo Maro, pelaut asal Minangkabau yang berlayar bersama keluarganya hingga ke pulau Flores dan menetap di berbagai desa di Manggarai. Setelah lama berpindah-pindah karena berbagai sebab –salah satunya mengikuti arahan rubah, Empo Maro akhirnya mendapat ilham untuk pindah ke sebuah wilayah di timur, menetap di desa tersebut dan memberi nama “Wae Rebo”. Seperti leluhurnya, penduduk Wae Rebo keturunan Empo Maro ini dipercaya sebagai orang-orang yang ahli berkebun dan berburu. Terbukti bahwa berkebun adalah mata pencaharian utama penduduk Wae Rebo dengan menghasilkan kopi, jeruk, sirih, markisa, jahe, dan temulawak. Sedangkan para wanitanya menenun kain Cura.

1b

Saya lalu mencoba sudut pandang berbeda yaitu dengan mengamati anak-anak Wae Rebo yang begitu asyik bermain di alam terbuka, spontan membuat saya gembira karena teringat adegan-adegan film Laskar Pelangi. Namun segala keseruan berakhir ketika hari sudah gelap, ketika semua harus masuk rumah sebab keluar di malam hari tanpa penerangan bisa beresiko bahaya. Bagi anak-anak Wae Rebo masa kecil ialah suatu tempo kehidupan yang singkat, sesingkat pagi berganti malam. Menginjak usia sekolah, anak-anak ini harus merantau ke desa tetangga atas tuntutan literasi dan pendidikan. Sekolah Dasar paling dekat terletak tiga jam berjalan kaki turun gunung ditambah empat jam untuk kembali naik. Melanjutkan ke sekolah menengah berarti harus merantau lebih jauh lagi, kalau perlu sampai ke Ruteng.

4a

Photo & Text : Nur Fadilah

Jogging Seni di ArtJog

Jogging Seni di ArtJog

Setiap tahunnya seni merupakan hal yang penting bagi masyarakat Jogjakarta. Lalu kami berangkat pada satu festival seni modern di Yogyakarta, ArtJog. Tahun ini akan diadakan pada Juni. Setiap bagian seni dari Yogyakarta punya kesenjangan tersendiri, bahkan hingga internasional. Karena pada festival ini, pun banyak turis internasional yang berkunjung.

Punya kesenangan dibidang seni memang akan terpuaskan begitu menuju kemari. Tetapi, buat yang tidak tahu banyak, layaknya kami. Seni di sekitar Museum Nasional Jogja ini punya banyak kejutan. Dari seni rupa, seni panggung, seni visual, seni pencahayaan dan masih banyak lagi bentuk kolaborasi yang bisa ditemui. Beberapa seniman terkenal juga muncul dan ikut berkontribusi. Dalam periode tertentu, terdapat artist talk dimana kamu bisa ketemu langsung sama yang membuat karya seni.

P1110921

Sebenarnya para seniman Jogja punya banyak karya seni yang tersebar di Indonesia. Bahkan sampai ke bandara bandara di Indonesia. Jadi bukan sebuah kejutan kalau banyak studio atau kumpulan karya seni yang dijadikan bagian dari museum di Jogja. Kita akan keliling di beberapa tempat disekitar kota Yogyakarta untuk mencari itu. Ditunggu yaaa. Meanwhile, let’s crave for some jog inside ArtJog that we caught on camera. Let’s roll!

artjog - art jogja

P1120008

P1120010

P1120015

P1120036

Oh iya, ketika malam juga ada beberapa karya spesial yang ditampilkan seperti tari dan teater tradisional. Juga ketika sore, food truck mulai mengisi beberapa bagian dari ArtJog, membantu mengisi perut kita yang bergejolak. Oke banget nih!

P1120141

P1120143

P1120179

Touchdown at Melbourne

Touchdown at Melbourne

Memulai perjalanan menuju ke Melbourne, tanah Australia yang kata teman teman saya “The Most Liveable City in Australia”. Okeh, mari kita buktikan. Melipirlah kami ke bandara dan terbang dengan penerbangan ala ke luar negeri. Ya, memang menuju luar negeri sih. To us, overnight flight is the best choice for budget savers. Of course, we are saving to more great things that will happen in Melbourne, hopefully. Spesialnya dari terbang malam hari adalah, sampai di tujuan pagi! Mendapatkan pemandangan udara tanpa kabut asap dan horizon yang membelah dua warna tidak terjadi setiap hari di Jakarta. Walaupun Australia terlihat dekat, tapi kesini memakan waktu 8 jam. Ditambah terbang malam hari, tidur nyenyak dengan bantal tambahan merupakan sebuah momen yang patut dilupakan. Karena kami tidur. He. Tapi, bangun di saat yang tepat.

IMG_5993

IMG_5793

Here we come, Melbourne. Skip the boring part as packing out and so on, we managed to find one thing that we need. Coffee, speciality coffee. Disini hampir tidak ada kopi wanita hijau (we’ve said this before, I guess), karena sebagian besar memiliki kemampuan untuk mengolah dan mencari kopinya masing masing menjadi sesuatu yang spesial. Pour over coffee, espresso machines, and a lot of styles of making coffee with each complexity of taste and aroma kept this city cool phase. Selain itu, makanan juga menjadi satu hal yang menyenangkan di sini, bisa dilihat di artikel kami tentang makan minum di Melbourne di sini. Maklum kami turis di kota baru ini jadi semua perlu diabadikan, yeah.

IMG_5427

IMG_5428

IMG_5429

IMG_5434

Di luar itu, terdapat banyak spot menarik yang akan memiliki visual yang berbeda di setiap periodenya. Beberapa yang kami temui adalah seperti tempat semua kereta bertemu, yaitu Melbourne Central. Bangunan yang terlihat tua ini adalah satu bagian yang dilindungi sebagai spot penting di Melbourne secara sejarah. Di bagian depannya terdapat banyak graffiti artist yang berkerja dan membuat lukisan lukisan asik dari film film terkenal seperti Avengers.

IMG_5843

IMG_5872

DSC02138