art

Warna – Warna Penuh Makna

Warna – Warna Penuh Makna

Berbeda bukan untuk dibedakan. Berbeda bukan berarti tak bisa.

Kagum saja tak cukup untuk menggambarkan perasaan kami saat menghadiri pameran seni bertajuk “Warna Warna”.

“Mereka (anak disabilitas) bukannya enggak bisa, tapi mereka melihat dari perspektif yang berbeda.”

IMG_0130

Berangkat dari ide tersebut, Penyanyi jazz Andien Aisyah menggelar pameran seni bertajuk “Warna Warna”. Pameran yang diselenggarakan dari 29 Agustus sampai 9 September 2018 di Dia.Lo.Gue Art Space, Kemang, Jakarta Selatan ini menampilkan 62 buah hasil karya yang terbagi dalam tiga kategori yakni karya murni penciptaan, karya dengan referensi foto sebagai objek kekaryaan, dan karya remake. 

IMG_0123-e1536554875609

IMG_0108-e1536555094639

IMG_0103-e1536555035409

IMG_0088-e1536554956167

Berkolaborasi dengan lembaga pendidikan kesenian Art Therapy Center Widyatama (ATC), melalui pameran ini Andien ingin mengajak masyarakat untuk melihat anak-anak berkebutuhan khusus dari perspektif yang berbeda. Salah satu karya yang ditampilkan disini adalah instalasi interaktif,  Tree of Hope yang dibuat oleh Larch Studio, Ogi. Terbuat dari ranting-ranting kayu dan gulungan benang sisa pabrik karpet ternyata pesan yang ingin disampaikan adalah bagaimana sesuatu yang “terbuang” dan “tidak berguna” bisa menjadi cantik dan memiliki nilainya sendiri.

IMG_0126-e1536557316947

Andien juga meluncurkan single dengan judul yang sama dengan pameran ini dan juga memamerkan video klip nya dengan instalasi yang apik.

Sebuah acara yang menarik yang sarat akan pesan, two thumbs up untuk Andien!

Singgah Sejenak di Galeri Nasional

Singgah Sejenak di Galeri Nasional

Apa yang ada di bayangan kalian jika diberi tantangan untuk menjelajahi suatu Galeri di ibukota Jakarta ini dalam sehari? Mungkin ada yang senang, ataupun merasa bosan. Tapi untuk kami, menjelajahi suatu Galeri yang terletak di Pusat Jakarta adalah hal yang menyenangkan apalagi jika didalamnya  disuguhi banyak karya.

Kali ini kami menyempatkan diri untuk bersinggah di Galeri Nasional, ternyata didalamya sedang terdapat pameran  “[Re]kreasi Garis” karya para sketchers se-Indonesia dan”Channel of Light” karya Achmad Krisgatha.

0229

0215

0225

“[Re]kreasi Garis” ini berisikan representasi sebuah wacana perkembangan sketsa dari masa ke masa secara general. Sejauh manapun sketsa berkembang, pasti ada sebuah konteks seni yang dapat ditelusuri.

Pameran yang digelar di Gedung B dan C Galeri Nasional, ini diikuti oleh sketchers dari dalam komunitas-komunitas seni rupa, baik dari sketsa sendiri ataupun seni rupa lainnya. Seperti ada dari KamiSketsaGalNas, Bogor Sketchers, Cianjur Sketchers, Indonesia’s Sketcher Jogja, dan masih banyak lagi. Namun, kami juga menemukan karya-karya dari sketchers individual, seperti Romo Muji, Yusuf Susilo Hartono, Toto BS, Tatas Sehono. Sebanyak 234  karya dari 138 peserta dapat dinikmati disini, juga koleksi Galeri Nasional Indonesia sendiri maupun koleksi negara. Dari Galeri Nasional Indonesia sendiri menampilkan 21 karya sketsa dari Henk Ngantung, Ipe Ma’aruf dan lainnya. 

0178
IMG_0187
20180914_145015

Bergeser sedikit ke Gedung D, “Channel of Light” pameran yang diselenggarakan dari 6 sampai 23 September nanti merupakan pameran tunggal karya dari Achmad Krisgatha. Krisgatha berbeda dari seniman pada umumnya yang tertarik pada medium tertentu saja, namun tidak untuknya, kesehariannya diisi dengan mengerjakan karya-karya desain dan menjadi konsultan seni yang menggabungkan interaksi antara potensi seni rupa, arsitektur, musik dan juga video.

Dalam pameran ini, bisa dibilang sebagai hasil proyeksi kesadaran dirinya terhadap proses kerja kreatif yang telah ia jalani sekaligus menjadi usaha melakukan refleksi atas karir artistiknya selama ini.  Pameran ini ternyata bertujuan untuk menjelaskan semacam ‘belokkan” sikap serta posisi konseptual dirinya mengenai sebuah seni dan sikap atas penghargaan dirinya terhadap pengalaman hidup (realitas).

Dengan adanya beberapa pameran yang sedang berlangsung di Galeri Nasional, tentunya galeri ini bisa menjadi salah satu tujuan kalian untuk menghabiskan akhir pekan bersama teman-teman, jadi jangan sampai ketinggalan!

‘10 for 10’ in 10th Years Celebration!

IMG_1647

10 extraordinary installations with the concept of a unique museum show, what a great celebration!

Art  jakarta dengan beragam karyanya selalu tidak pernah mengecewakan kepuasan para penikmat seni. Di perayaan satu dekadenya, Art jakarta kembali menjadi wadah untuk mempertemukan para pelaku seni, pemilik galeri seni dan pecinta seni. Ajang seni kelas dunia ini berlangsung dari tanggal 3-5 Agustus di Grand Ballroom, The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta.

IMG_1656 copy

IMG_1669

Pada perayaan spesial di tahun yang ke 10 ini, Art Jakarta mengangkat konsep ’10 for 10’ yaitu 10 instalasi dengan konsep museum show dari seniman terkemuka Kemal Ezedine, Yani Mariani, Agus Suwage, Syagini Ratnawulan, Bagus Pandega, Hahan, Chinati Juhansyah, Eddie Sutanto, Heri Dono, dan Tere.

IMG_1633

IMG_1619

Namun tentunya tak hanya 10 instalasi itu saja, Art Jakarta juga diramaikan dengan puluhan karya dari seniman lainnya. Baik seniman lokal, maupun internasional.

IMG_1710

IMG_1728

We were drown in the beauty of each masterpiece! Setiap karya yang ada seolah menyampaikan cerita kasat mata yang sarat makna. Kalau ditanya tahun depan akan datang lagi jika ada, HELL YEAH!

 

We Are Millenials – The Creative Photography Exhibition

We Are Millenials – The Creative Photography Exhibition

What millennials could do with their smartphone? Art is the answer! 

Acara ini menunjukkan bahwa melalui smartphone saja, anak muda bisa menciptakan karya yang luar biasa. We Are Millennials : The Creative Photography Exhibition diselenggarakan oleh kelas internasional jurusan Public Relations Batch 19. Mereka punya tujuan untuk mengangkat bakat generasi millennial, khususnya dalam seni fotografi.

Pada tanggal 25 – 27 Januari 2018, FX Sudirman lantai F3 diramaikan oleh berbagai kalangan, terutama milenial yang ingin mengetahui kreatifitas dalam seni fotografi ponsel.

IMG_5033

IMG_4937

Selain photo exhibition, ada juga seminar oleh Wira Dhamma Putra, Rafli Zulkarnaen dan Titus O. Mainassy dimana pengunjung pameran We Are Millennials mengetahui bagaimana cara mengambil foto yang berkualitas dan memiliki nilai seni yang tinggi.

Selain itu, ada juga beberapa penampilan yang menghibur seluruh pengunjung We Are Millennials : The Creative Photography Exhibition, yaitu, pertunjukan tari modern oleh GRD, DJ Max Wright. Ada juga penampilan musik dari Balqees, Arul Maulana, Subatomic dan Pertunjukkan unik solo Darbuka oleh Daood Debu.

1517293624626

Ini dia salah satu cara mengambil gambar makanan dengan konsep flatlay.
IMG_4925

IMG_5023

IMG_5028

Diharapkan juga, melalui acara ini, anak muda dapat berkontribusi ‘ala milenial’ untuk kemajuan industri kreatif lokal’.

 

Photos : @desyrufaida/ @anitanita_24

Soothe Stream : Dope Drown with Kaytranada

Soothe Stream : Dope Drown with Kaytranada

Have you ever feel driven by music as if you are possessed by it? Someone down here will tell you how it feels.

Meet the one who is possessed by his own music, KAYTRANADA

Sejak umur 19 tahun, ia sudah memiliki programnya sendiri! DJ, Produser and ‘beat maker’ yang berasal dari Haiti ini sudah membuat musik – musik nya sejak ia berusia 15 tahun. Selama tinggal di Montreal, ia selalu aktif membuat musik – musik yang unik. Yup, because he blend so many genres like, Hip-Hop, Pop, Electronic and of course Compas – a genre that originally comes from Haiti.

Berawal dari mengunggah remix yang ia buat ke akun SoundCloudnya, hanya butuh waktu 1 hari untuk membuat karyanya menjadi viral dan disukai banyak penikmat musik urban hip-hop dan elektronik. Not too shocked about that, since all of his music are magical.

Find yourself drown in KAYTRANADA’s piece :

Look out for more updates on our website and support the artist :
Instagram     : @kaytranada

SoundCloud  : kaytranada

Twitter           : @kaytranada

YouTube        : Kaytranada

Photo source : http://www.factmag.com/2016/05/11/kaytranada-99-9-interview/

Chill and soothe your mind by streaming to our #SOOTHESTREAM . Music for the minds and souls. Find more at our youtube chanel

Meraup Jiwa Seni Jakarta Biennale 2017

Meraup Jiwa Seni Jakarta Biennale 2017

Seseorang pernah mengatakan “Karya yang muncul dari dalam jiwa adalah karya yang paling bermakna. Dan merupakan karya terbaik yang dihasilkan oleh para seniman”.

5430

Kami setuju dengan pernyataan itu, karena jiwa merupakan bagian penting dari membuat karya. Setiap karya memiliki cerita dibalik nya. Dengan adanya pesan yang terdapat dalam karya, buat kami semakin merasa. Kami merasakannya di Jakarta Biennale 2017 yang diselenggarakan pada 4 November – 10 Desember 2017 lalu.

Pameran ini ternyata sudah ada sejak tahun 1974 dengan nama Pameran Besar Seni Lukis Indonesia yang digagas oleh Dewan Kesenian Jakarta, dan sekarang lebih dikenal dengan Jakarta Biennale. Pada 2009 pun pameran ini juga sudah bertaraf internasional.

5703

Setiap pameran memiliki ciri khas masing-masing, salah satunya adalah tema dari acaranya. Di tahun ini, pengunjung bisa menikmati jiwa-jiwa yang berkeliaran dari sang seniman, karena tema dari Jakarta Biennale 2017 adalah JIWA. Para Dewan Kurator Jakarta Biennale 2017 lah, yang memilih tema tersebut. Seperti ada Melati Suryodarmo (Direktur Artistik), Annisa Gultom dan Hendro Wiyanto dari Indonesia, Philippe Pirotte dari Frankfurt dan Vit Havranek dari Praha. Tema JIWA tersebut pun jadi acuan para seniman yang bergabung memeriahkan pameran.

1417

Selain tema, juga tempat pameran. Jakarta Biennale 2017 diselenggarakan di tiga titik berbeda, dari Gudang Sarinah di Pancoran, Museum Sejarah Jakarta dan Museum Seni Rupa dan Keramik di Kota Tua. Jadi para pengunjung bisa memilih salah satu tempat, atau datang ketiga-tiganya. Bagi yang ketinggalan tahun ini, jangan khawatir untuk datang ketahun-tahun berikutnya ya!

4235

1133

1511

Street Art X Content Creation – LXPR Development Program

Street Art X Content Creation – LXPR Development Program

Kami percaya bahwa belajar tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas. Datang dari pagi hingga malam setiap harinya akan sangat membosankan. Nyatanya, kita bisa belajar dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun. Banyak media yang bisa dijadikan sarana untuk belajar. Salah satu contohnya, kamu bisa datang ke sebuah workshop!

WhatsApp Image 2017-11-11 at 16.16.04

WhatsApp Image 2017-11-11 at 16.16.51

Akan tetapi, sebelum datang ke sebuah workshop kamu harus mencari tahu terelebih dahulu tentang workshop yang akan kamu tuju. Kamu tidak ingin, kan, duduk dan menghabiskan waktu untuk hal yang kamu tidak suka? Kalau kamu menyukai topik dan isi dari workshop tersebut, pastinya kamu akan mengikuti sesinya dengan serius dan senang hati. Beside, by participating on a workshop, we will get more experience, knowledge and soft skill!

WhatsApp Image 2017-11-11 at 16.16.52 (1)

WhatsApp Image 2017-11-11 at 16.16.53

Salah satu workshop yang bisa kamu kunjungi adalah LXPR Development Programme atau disingkat XDP. Workshop kreatif ini adalah workshop yang selalu diadakan setiap bulan, pastinya dengan tema yang berbeda – beda. Kali ini, @lxprjakarta bekerja sama dengan @pedmons kembali menggelar LXPR Development Programme #002 dengan tema “Creative Content Making in Terms of Public Relations“. Street Art x Content Creation adalah bahasan utamanya.

WhatsApp Image 2017-11-11 at 16.16.55

Selain membuat sebuah street art, didalam workshop tersebut, @pedmons juga tips and trick untuk membuat konten yang baik dan efektif dalam industri humas, agar pesan dari konten kita bisa tersampaikan dengan baik. He also told all participants on how street art could merge to modern industry!

WhatsApp Image 2017-11-11 at 19.03.08 (1)

Kalau kamu penasaran dan ingin berpartisipasi dalam workshop XDP, kamu bisa pantau terus instagram @lxprjakarta dan tunggu workshop selanjutnya ya!

Stay creative, Mazzers! 

Speaker – Pratama Eka Dharma : @pedmons

LXPR : @lxprjakarta

Seni dan Dunia yang Berputar di MACAN

Seni dan Dunia yang Berputar di MACAN

Apa yang pertama kali kamu pikirkan saat mendengar kata macan? Pasti terbesit bayangan tentang hewan buas dengan loreng hitam oranye yang memiliki gigi tajam. Nah, untuk kali ini MACAN yang dimaksud merupakan nama dari museum yang berada di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tapi, bukan berarti museum ini berisikan kumpulan macan-macan yah, bahkan tidak ada satupun yang berbau macan di dalamnya.

3338

3262

Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Indonesia) baru dibuka pada November 2017 kemarin ternyata lahir dari seorang kolektor ternama dan pengusaha asal Indonesia, Haryanto Adikoesoemo. Ia ternyata telah mengoleksi sekitar 800 karya seni, mulai dari seni rupa modern Indonesia hingga seni modern dan kontemporer dari seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, beliau juga sudah masuk kedalam Top 200 Collector pada 2017 dan 2016 yang lalu dalam dunia seni.

3267

ART TURNS. WORLD TURNS” itulah tema yang dipilih untuk pameran pertama, sekitar 90 dari 800 koleksi Haryanto dipamerkan dalam pameran pembukaan ini. Kamu gak usah terlalu khawatir ketinggalan pameran ini, karena pameran masih ada dari November 2017 sampai 18 Maret 2018 mendatang. Selain itu, seperti museum-museum di ibu kota, museum MACAN juga libur di hari senin. Jadi, kamu bisa mengosongkan jadwal kamu untuk mengunjungi museum di hari kerja maupun weekend.Tentunya jangan lupa untuk membeli tiket, pembelian dapat dilakukan online melalui web officialnya langsung maupun on the spot.

3332

3251

Just dont forget to bring your camera! Mulai dari mengabadikan foto karya seni, foto artistik, bahkan minimalis ala-ala instagram bisa kamu dapatkan disini. So, tunggu apalagi?

Kongkow Bareng : Teddy Adhitya

Kongkow Bareng : Teddy Adhitya

Kongkow bareng adalah sesi live recording music yang dibuat untuk mazzers. Sederhana, untuk menjadi referensi bagi kamu yang suka musik tanpa batas musik apa. Selain itu juga karena sesi ini live recording, jadi kamu bisa menilai sendiri keren atau kurangnya performance dari masing masing musisi.

Look out for more updates on our website and support the artist :

Soundcloud : teddyadhitya

Twitter : @teddyadhitya

Instagram : teddyadhitya

Menikmati Seni di Tengah Pusat Perbelanjaan

Menikmati Seni di Tengah Pusat Perbelanjaan

Berkunjung ke mall sekarang bukan hanya untuk memenuhi hasrat berbelanja. Pada 11-13 Agustus 2017 kemarin, kamu bisa menikmati pameran seni di lobby mall Gandaria City yang diharapkan bisa menjadi pintu bagi dunia seni Indonesia semakin dikenal.

00583

Dalam rangka merayakan ARTSTAGE 2017, ada banyak pameran yang bisa dinikmati disini. Mulai dari karya yang berasal dari galeri-galeri terkemuka Indonesia, kolektor seni, bahkan dari senimannya langsung ikut berpartisipasi. Diwarnai isu kontemporer yang terjadi di negara Asia Tenggara saat ini, kamu bisa menemukan karya-karya dari dalam maupun luar negeri. Seperti karya dari Nadi Gallery, Semarang Gallery, Parkview Art Hongkong dan lainnya.

00609

Jika kamu beruntung, kamu juga bisa bertemu dengan para senimannya langsung serta para kolektor yang hadir. Nah bagi para pencinta pencari foto, juga tidak perlu khawatir. Selain banyak karya-karya yang bagus, tentunya disini juga terdapat spot foto bagus yang bisa di pamerkan ke Instagram kamu.

00581

00599

Pea the Peacock – An Illustrated Story by Niken and Sarita

Pea the Peacock – An Illustrated Story by Niken and Sarita

Created with flickr slideshow.

Every individual is as clueless as Pea about their own beauty. It’s true, we said it to ourselves. Tidak perlu melihat orang lain. Banyak yang saya tidak tahu dari diri saya sendiri. Itulah salah satu refleksi yang kami dapat dari cerita pendek bergambar ini.

Kami suka sekali dengan karya yang satu ini. Sudah jarang terlihat beberapa literasi ilustrasi seperti layaknya pada jaman kecil, buku dongeng. Dahulu saya ingat tentang monyet, buaya dan kancil yang semua ceritanya punya gambar dan menggambarkan pelajaran kehidupan.

Kali ini, Niken dan Sarita memiliki cerita yang khusus ditujukan untuk kita teman teman muda yang berusaha setiap harinya. Bahwa semua usaha kita tidak akan sia sia. Bisa saja kita mencari kekuatan kita melalui karya yang kita buat setiap kali. Social media postings, youtube covers, your talent, your business plans, being entrepreneurs, artists, craftsman, or anything you would like to do to achieve more. Let us learn that Pea did all her best like you do, and you have to believe in yourself. Do what you always do, and make yourself bloom!

Menyenangkan bisa menulis seperti ini setiap hari. Tentu terima kasih telah berbagi Niken dan Sarita !

Follow these talented artists :
@srtlrst // https://steller.co/nntmv/
@nntmv // srtlrst.tumblr.com

Wisnu & Garuda di Tanah Dewata

Wisnu & Garuda di Tanah Dewata

Teringat sekilas pelajaran sewaktu kami duduk di bangku Sekolah Dasar. Pelajaran tentang berbagai macam agama yang ada di Indonesia, dan Agama Hindu selalu identik dengan pulau Bali. Kami lihat di televisi sedari kecil meriahnya perayaan ngaben dan juga khusyuknya acara nyepi yang ada di Bali. Ajaran agama Hindu juga identik dengan Dewa, kamu mungkin pernah mendengar seperti Agni (Dewa Api), Brahma (Dewa pencipta, Dewa pengetahuan, dan kebijaksanaan) dan berbagai macam Dewa lainnya.

IMG_0875

P1300165

Bali dan Dewa, kedua hal tersebut mendoroang kami untuk menambah pengetahuan. Garuda Wisnu Kencana menjadi tempat pilihan kami, jaraknya yang tidak terlalu jauh dari bandara & saran dari pemandu wisata (setelah kami mencertiakan tentang ketertarikan kami tentang dewa) menajadi alasan utama kenapa kami memilih tempat rersebut. GWK (Garuda Wisnu Kencana) sendiri memiliki luas sebesar 250 hektar. Poin utama dalam perjalanan kami disini adalah kami ingin melihat patung Dewa Wisnu yang mengendarai Garuda.

P1230106

P1230149

Tinggi patungnya mencapai tinggi 120 meter dengan lebar 64 meter. Patung tersebut dibuat oleh seorang seniman Nyoman Nuarta. Sebenarnya ada 2 patung utama di tempat ini yang pertama adalah patung dewa Wisnu dan patung Garuda. Dewa Wisnu dianggap sebagai dewa yang paling penting dalam bertugas memelihara dan melindungi. Sedangkan Garuda adalah makhluk burung dari mitologi Hindu yang memiliki perpaduan antara elang dan ciri manusia. Semua patung masih dalam masa pembuatan. Selain patung, beragam acara dan juga kegiatan lain seperti flying fox dapat kamu temui di GWK Cultural Park.

P1230101

Betah di KROMA

Betah di KROMA

Have you ever been to a coffee shop, but feels like home? We actually found it –the homey atmosphere- at KROMA

Banyak yang bertanya – tanya, kenapa diberi nama KROMA? Ternyata suatu makna ‘mudah menyerap’ dari kata kromatin yang diambil sebagai identitas. Namun, menyerap seperti apa ya yang diinginkan KROMA?

Pada Sabtu sore tepat di hari kemerdekaan Indonesia yang ke 72, terbukalah secara resmi sebuah coffee shop yang sebenarnya malah terlihat seperti rumah. Kebetulan, tema dari #bukabeneran dari cafe KROMA adalah, #BetahDirumah dan memang selama kami disana, kami merasa ‘betah’ terutama karena suasananya yang homey dan para penggagas KROMA, Edward Gautama, Evelyn Gasman, Dinar Yuni Angelita dan Dimas Danang Suryonegoro yang sangat friendly.

DSC00880

Ketika baru masuk KROMA, kami sudah ‘disambut’ dengan suasana Kijen (Kitchen) yang dipenuhi cupcakes dan kami juga ‘disambut’ oleh wangi kopi khas KROMA dari Kaffe (Cafe). Berbagai pilihan minuman seperti, Kopi Susu Rumah, Kopi Coklat Rumah, Kopi Hitam Rumah, dan Susu Coklat Rumah (semua tersedia dalam panas dan dingin), bisa kamu pilih utk dinikmati ketika kamu mampir ke KROMA. Di lantai yang sama, terdapat juga beberapa makanan dan barang dari sponsor grand opening KROMA.

DSC00843

DSC00869

Kemudian kami diajak ke lantai 2 untuk mengikuti serangkaian acara grand opening KROMA di ‘rumah’ yang baru. Kami memasuki sebuah ruangan serba putih dengan meja yang sudah dihiasi oleh rangkaian bunga dan paper art yang masih ‘mentah’. Kami langsung tahu bahwa itu adalah ruangan Klass dan Kiosk, terbagi menjadi 2 bagian yaitu Ruang Tuang dibagian depan dan Ruang Luang dibagian belakang.

DSC00974

Kami diarahkan untuk masuk ke Ruang Luang merupakan rumah dari KROMA Klass. Kelas ini berupa workshop tentang keterampilan tangan, seperti needle & thread crafting, painting, printing, home product making, mold-modeling, wood working, leather working dan kami diberikan kesempatan untuk mencoba paper crafting.

DSC00913

DSC00923

Salah satu rangkaian acara grand opening ini adalah “Temu – Temu Media” untuk media partner, komunitas dan blogger yang hadir dalam grand opening KROMA. Didalamnya juga terdapat sesi berbagi pengalaman dari Evelyn mengenai awal mula KROMA dibentuk hingga memiliki ‘Rumah’ yang sekarang.

As we mention earlier, we tried to make a paper craft! From a simple flower pattern, to this beautiful flower craft and we also enjoy the tasty ‘Kopi Susu Rumah’ by KROMA while crafting. What a fun session!

DSC00933

Here is the result of our paper art!

DSC00942

Dengan berakhirnya sesi paper crafting, berakhir pula “Temu – Temu Media” pada hari itu di KROMA. Sebelum pulang, pastinya kami berfoto bersama para penggagas KROMA, para komunitas, blogger dan teman – teman media lainnya. KROMA juga membagikan goodie bag yang berisi banyak barang-barang serta makanan dari sponsor acara Grand Opening “Buka Beneran” KROMA dengan tema #BetahdiRumah – yang akhirnya kami jadi betah beneran, deh….

Clean View at Art Jakarta 2017

Clean View at Art Jakarta 2017

Bisa dibilang, kami sering mengunjungi berbagai macam pameran seni. Mulai dari yang berada di Jakarta hingga pameran yang ada di berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara. Semua pameran memiliki pesan dan artinya masing-masing. Tidak ada kosakata negatif di dalam kamus kami mengenai sebuah pameran. Walaupun begitu kami masih memiliki deretan pameran yang ingin kami kunjung, satu yang selalu menjadi “mark” di kalender adalah Bazaar Art Jakarta.

0274

0294

Kami selalu hadir di Bazaar Art Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Tahun ini mereka berganti nama menjadi ART JAKARTA. “Unity in DIversity” menjadi tema besar dari Art Jakarta tahun ini. Satu kalimat yang bisa menggambarkan tentang Art Jakarta tahun ini adalah “kamu tidak akan bosan”. Kami disuguhi berbagai macam karya seni. Bahkan bisa mengelilingi ruangan berkali-kali untuk menikmati dan mengamati setiap goresan tinta maupun pahatan dari tangan seniman idola.

00422

00440

Mungkin ratusan karya seni tersebar di satu ruangan dalam Ritz Carlton Pacific Place ini. Beberapa menjadi satu perjalanan bagi kami. Terkumpulah foto foto yang memberikan kesan bersih dan minimalis. Tentu perjalanan kami akan berbeda dari teman teman lainnya yang datang ke Art Jakarta kali ini.

Tidak hanya berasal dari Indonesia, karya yang ditampilkan juga merupakan karya dari seniman mancanegara. Kami banyak belajar tentang bagaimana seni seharusnya dinikmati. Seni selalu dapat dilihat, dipelajari dan dimengerti oleh semua orang. Tentu saja juga dapat dibagikan pengalamannya. Kamu datang?

00453

00456

Photo : @desyrufaida

Mengintip Industri Helikopter, Bingo!

Mengintip Industri Helikopter, Bingo!

Pernah kebayang gak bagaimana kalau helikopter jadi transportasi umum? Bahkan bisa diakses secara online?! Pasti sangat menyenangkan! Lumayan kan siapa tau bisa berangkat ke kampus atau sekolah naik helikopter!

kilang minyak lepas pantai

maintenence rotor

Untuk menjawab khayalan, Kosmik meluncurkan komik barunya, berjudul Bingo. Komik ini menceritakan tentang perjalanan karir seorang pilot perempuan bernama Aviati. Menariknya, informasi dan kasus yang diceritakan dalam komik ini based on true story loh!

BINGO-COVER

Komik ini dibuat oleh Cessa Lafalika dengan bantuan Dimas Khairi Farhan sebagai narasumber. Dimas adalah seorang pilot helikopter di salah satu perusahaan penyedia jasa layanan helikopter komersial. Lulus dari Bristow Academy di Amerika Serikat, Dimas sudah tujuh tahun menggeluti profesi sebagai pilot.

peralatan yang rumit butuh skill

Melalui komik ini Cessa dan Dimas ingin memperkenalkan industri jasa helikopter komersial kepada masyarakat luas. Dibandingkan dengan pesawat terbang, helikopter dipandang lebih efektif dan efisien menyelesaikan masalah transportasi untuk wilayah Indonesia yang terdiri dari banyak pulau. Bayangkan saja kalau khayalan ini terwujud, kita bisa ke pulau seribu tanpa harus menggunakan kapal laut. Usaha ini dapat mengurangi korban-korban mabuk laut, haha!

Bingo akan terbit setiap bulannya di majalah Kosmik Second Orbit. Komik ini luncur dalam 3 volume. Jadi buat yang pada penasaran bisa langsung baca komiknya, di website kosmik.id . Siapa tahu habis baca, tertarik buat jadi pilot juga.

01-02_B

03-04

05-06

Photo : @kosmikspace

Infus Wayang dan Galau dalam Pagelaran Seni Berdasar Masa

Infus Wayang dan Galau dalam Pagelaran Seni Berdasar Masa

Another weekend, another strolling time! Kali ini saya memilih ngopi sambil menikmati karya-karya yang tergantung di dinding artspace Dia.Lo.Gue sore itu. Kalau boleh jujur, ini pertama kalinya saya mengunjungi tempat yang katanya kekinian itu. Dan seketika saya pun merasa kekinian ! hahaha

6

Hari itu tema dari eksibisi di Dia.Lo.Gue cukup menarik, “Berselingkuh Dengan Masa Lalu, Berkencan Dengan Masa Depan.” Walaupun temanya itu, bukan berarti yang dipajang itu foto mantan dari masa lalu dan foto gebetan di masa depan yaa. Melainkan hasil karya serigrafi atau silkscreen pilihan dari seniman grafis T Sutanto yang dibuat pada periode 1975 – 1983.

7

10

Kemampuan T.Sutanto dalam melahirkan karya-karya serigrafi merupakan suatu hal yang tidak perlu diragukan lagi. Sebagai salah satu pendiri Decenta, perusahaan desain yang terkenal pada 1973 dan bertahan hingga 1983, T.Sutanto dan rekan-rekannya memiliki pengaruh yang cukup besar dalam mengembangkan seni grafis di Indonesia.

12

9

13

Hasil karya T.Sutanto ini mengadopsi bentuk atau figur-figur yang berasal dari cerita rakyat seperti sosok wayang kulit, maupun ikon-ikon budaya populer Indonesia. Selain itu, kebanyakan karyanya juga memiliki makna dan imajinasi yang jenaka, agak aneh dan di luar kenyataan. Cukup unik bukan?!

” Maaf ” a Poetry by Elizabeth Chrysanta

” Maaf ” a Poetry by Elizabeth Chrysanta

Memberi makna dari sebuah cerita. Lalu mengubah makna, menjadi kata berkias penuh anggapan. Ungkap makna asli, atau cari maknamu sendiri. Inilah puisi, sebuah seni berjenis klasik. @eliza_chrysant membangkitkan kembali gairah merajut sebuah sajak.

“Aku, ibaratkan sebuah awan
Bisu, dan hanya bisa dilihat

Tidak bisa dipegang namun bisa buat kamu teduh dari panasnya sinar matahari

waktu, ia selalu menawarkan lembaran yang baru

ia memberiku kehangatan ketika ku merasa kedinginan

ia juga mengajarkanku artinya menunggu
dan setiap detik kulewati

sampai sampai aku lupa sudah berganti hari

bagai pelangi sebagai hujan
bagaikan senyuman setelah kesedihan

bagai lembar baru, setelah selesai sebuah cerita

hanya satu kata yang ada

maaf…..

maaf untuk segala kekacauan

maaf untuk segala kerisauan

aku disini

hanya bisa tersenyum

berharap akan datangnya sebuah keajaiban”

Karya : @eliza_chrysant
Video : @irmaastrilita

Netasin Gambar Bareng Egglustration

Netasin Gambar Bareng Egglustration

Keinginan untuk menggambar sih cukup besar. Tapi selalu terhalang dengan pemikiran, “gak tau gimana cara gambar yang benar, gak tau mau gambar apa, dan gak punya alat gambar yang memadai”. Akhirnya lagi-lagi niatan itu hanya jadi sebatas niatan saja.

4

6

Nah kali ini untuk mewujudkan niatan menggambar, saya memberanikan diri untuk mengikuti salah satu workshop yang diadakan oleh Egglustration di Jakarta Creative Hub. Kalau mendengar kata workshop pasti pertanyaan pertama yang terlintas adalah ”mahal gak ya workshopnya? Kira-kira cocok gak ya?”. Tapi pertanyaan-pertanyaan itu, seketika hilang kalau berpikir, “kapan lagi kalau bukan sekarang?” (well, it sounds like a tagline haha).

Workshop ini bertemakan #netasingambar Vol. 1: Getting To Know Watercolor. Dalam workshop ini para peserta diajak untuk bereksplorasi dengan cat air. Mulai dari teknik sapuan kuas, mencampur warna, hingga berlatih “menetaskan gambar” masing-masing. Dan untuk pertama kalinya saya turut menetaskan gambar saya.

7

2

Seru! Menyenangkan! Berwarna! Mungkin 3 kata itu saja tidak cukup untuk mendeskripsikan betapa senangnya saya mengikuti workshop menggambar seperti ini untuk pertama kalinya. Jadi kalau ditanya, kali ini saya bisa jawab. Sama sekali tidak mahal mengingat semua alat sudah disediakan oleh teman-teman dari Egglustration dan sangat cocok dengan yang saya bayar! Apalagi untuk saya, yang tidak memiliki dasar menggambar sama sekali. Jadi gak sabar deh untuk join di workshop #netasingambar volume selanjutnya!

3

5

1