artcle

Singgah Sejenak di Galeri Nasional

Singgah Sejenak di Galeri Nasional

Apa yang ada di bayangan kalian jika diberi tantangan untuk menjelajahi suatu Galeri di ibukota Jakarta ini dalam sehari? Mungkin ada yang senang, ataupun merasa bosan. Tapi untuk kami, menjelajahi suatu Galeri yang terletak di Pusat Jakarta adalah hal yang menyenangkan apalagi jika didalamnya  disuguhi banyak karya.

Kali ini kami menyempatkan diri untuk bersinggah di Galeri Nasional, ternyata didalamya sedang terdapat pameran  “[Re]kreasi Garis” karya para sketchers se-Indonesia dan”Channel of Light” karya Achmad Krisgatha.

0229

0215

0225

“[Re]kreasi Garis” ini berisikan representasi sebuah wacana perkembangan sketsa dari masa ke masa secara general. Sejauh manapun sketsa berkembang, pasti ada sebuah konteks seni yang dapat ditelusuri.

Pameran yang digelar di Gedung B dan C Galeri Nasional, ini diikuti oleh sketchers dari dalam komunitas-komunitas seni rupa, baik dari sketsa sendiri ataupun seni rupa lainnya. Seperti ada dari KamiSketsaGalNas, Bogor Sketchers, Cianjur Sketchers, Indonesia’s Sketcher Jogja, dan masih banyak lagi. Namun, kami juga menemukan karya-karya dari sketchers individual, seperti Romo Muji, Yusuf Susilo Hartono, Toto BS, Tatas Sehono. Sebanyak 234  karya dari 138 peserta dapat dinikmati disini, juga koleksi Galeri Nasional Indonesia sendiri maupun koleksi negara. Dari Galeri Nasional Indonesia sendiri menampilkan 21 karya sketsa dari Henk Ngantung, Ipe Ma’aruf dan lainnya. 

0178
IMG_0187
20180914_145015

Bergeser sedikit ke Gedung D, “Channel of Light” pameran yang diselenggarakan dari 6 sampai 23 September nanti merupakan pameran tunggal karya dari Achmad Krisgatha. Krisgatha berbeda dari seniman pada umumnya yang tertarik pada medium tertentu saja, namun tidak untuknya, kesehariannya diisi dengan mengerjakan karya-karya desain dan menjadi konsultan seni yang menggabungkan interaksi antara potensi seni rupa, arsitektur, musik dan juga video.

Dalam pameran ini, bisa dibilang sebagai hasil proyeksi kesadaran dirinya terhadap proses kerja kreatif yang telah ia jalani sekaligus menjadi usaha melakukan refleksi atas karir artistiknya selama ini.  Pameran ini ternyata bertujuan untuk menjelaskan semacam ‘belokkan” sikap serta posisi konseptual dirinya mengenai sebuah seni dan sikap atas penghargaan dirinya terhadap pengalaman hidup (realitas).

Dengan adanya beberapa pameran yang sedang berlangsung di Galeri Nasional, tentunya galeri ini bisa menjadi salah satu tujuan kalian untuk menghabiskan akhir pekan bersama teman-teman, jadi jangan sampai ketinggalan!

Sosok di Balik Perempuan (di) Borobudur

Sosok di Balik Perempuan (di) Borobudur

Pernahkah terbayang oleh kalian apa jadinya kalau sebuah karya sastra digabungkan dengan karya seni rupa? Kemarin ini kami mengunjungi Galeri Nasional untuk melihat perpaduan antara seni rupa dan sastra. Ternyata pameran Perempuan (di) Borobudur memamerkan karya kolaborasi dari perupa Dyan Anggraini dan sastrawan Landung Simatupang. Melalui 37 karya dua dimensi dan tiga dimensi yang mereka hasilkan, diharapkan para perempuan zaman sekarang dapat mengembangkan potensinya demi memajukan bangsa.

567

577

Ternyata mereka tidak main-main dengan membuat kolaborasinya kali ini. Dyan dan Landung berangkat melalui sebuah riset yaitu dengan membaca literatur mengenai Borobudur terlebih dahulu dan tentunya mencari fakta sejarah tertulis mengenai gambar-gambar relief di Borobudur. Sampai pada akhirnya mereka mengamati relief secara langsung dan bertemu dengan masyarakat sekitar demi mendapatkan cerita-cerita mengenai Borobudur itu sendiri.

612

600

580

Dipamerkan di Gedung A, Galeri Nasional pada 20 Februari sampai 5 Maret kemarin. Setiap karya yang ada disini memiliki hubungan dengan relief-relief candi Borobudur dengan pesan moral dan kehadiran serta peran figur perempuan didalamnya. Meskipun pesan-pesan itu merupakan bagian penting dari warisan Borobudur, belum banyak karya seni rupa Indonesia yang diciptakan terkait dengannya. Tetapi, kali ini Dyan bersama Landung pun berhasil menyampaikan pesan tersebut melalui karya yang mereka ciptakan.

Seni dan Dunia yang Berputar di MACAN

Seni dan Dunia yang Berputar di MACAN

Apa yang pertama kali kamu pikirkan saat mendengar kata macan? Pasti terbesit bayangan tentang hewan buas dengan loreng hitam oranye yang memiliki gigi tajam. Nah, untuk kali ini MACAN yang dimaksud merupakan nama dari museum yang berada di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tapi, bukan berarti museum ini berisikan kumpulan macan-macan yah, bahkan tidak ada satupun yang berbau macan di dalamnya.

3338

3262

Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Indonesia) baru dibuka pada November 2017 kemarin ternyata lahir dari seorang kolektor ternama dan pengusaha asal Indonesia, Haryanto Adikoesoemo. Ia ternyata telah mengoleksi sekitar 800 karya seni, mulai dari seni rupa modern Indonesia hingga seni modern dan kontemporer dari seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, beliau juga sudah masuk kedalam Top 200 Collector pada 2017 dan 2016 yang lalu dalam dunia seni.

3267

ART TURNS. WORLD TURNS” itulah tema yang dipilih untuk pameran pertama, sekitar 90 dari 800 koleksi Haryanto dipamerkan dalam pameran pembukaan ini. Kamu gak usah terlalu khawatir ketinggalan pameran ini, karena pameran masih ada dari November 2017 sampai 18 Maret 2018 mendatang. Selain itu, seperti museum-museum di ibu kota, museum MACAN juga libur di hari senin. Jadi, kamu bisa mengosongkan jadwal kamu untuk mengunjungi museum di hari kerja maupun weekend.Tentunya jangan lupa untuk membeli tiket, pembelian dapat dilakukan online melalui web officialnya langsung maupun on the spot.

3332

3251

Just dont forget to bring your camera! Mulai dari mengabadikan foto karya seni, foto artistik, bahkan minimalis ala-ala instagram bisa kamu dapatkan disini. So, tunggu apalagi?

Menikmati Seni di Tengah Pusat Perbelanjaan

Menikmati Seni di Tengah Pusat Perbelanjaan

Berkunjung ke mall sekarang bukan hanya untuk memenuhi hasrat berbelanja. Pada 11-13 Agustus 2017 kemarin, kamu bisa menikmati pameran seni di lobby mall Gandaria City yang diharapkan bisa menjadi pintu bagi dunia seni Indonesia semakin dikenal.

00583

Dalam rangka merayakan ARTSTAGE 2017, ada banyak pameran yang bisa dinikmati disini. Mulai dari karya yang berasal dari galeri-galeri terkemuka Indonesia, kolektor seni, bahkan dari senimannya langsung ikut berpartisipasi. Diwarnai isu kontemporer yang terjadi di negara Asia Tenggara saat ini, kamu bisa menemukan karya-karya dari dalam maupun luar negeri. Seperti karya dari Nadi Gallery, Semarang Gallery, Parkview Art Hongkong dan lainnya.

00609

Jika kamu beruntung, kamu juga bisa bertemu dengan para senimannya langsung serta para kolektor yang hadir. Nah bagi para pencinta pencari foto, juga tidak perlu khawatir. Selain banyak karya-karya yang bagus, tentunya disini juga terdapat spot foto bagus yang bisa di pamerkan ke Instagram kamu.

00581

00599

Pea the Peacock – An Illustrated Story by Niken and Sarita

Pea the Peacock – An Illustrated Story by Niken and Sarita

Created with flickr slideshow.

Every individual is as clueless as Pea about their own beauty. It’s true, we said it to ourselves. Tidak perlu melihat orang lain. Banyak yang saya tidak tahu dari diri saya sendiri. Itulah salah satu refleksi yang kami dapat dari cerita pendek bergambar ini.

Kami suka sekali dengan karya yang satu ini. Sudah jarang terlihat beberapa literasi ilustrasi seperti layaknya pada jaman kecil, buku dongeng. Dahulu saya ingat tentang monyet, buaya dan kancil yang semua ceritanya punya gambar dan menggambarkan pelajaran kehidupan.

Kali ini, Niken dan Sarita memiliki cerita yang khusus ditujukan untuk kita teman teman muda yang berusaha setiap harinya. Bahwa semua usaha kita tidak akan sia sia. Bisa saja kita mencari kekuatan kita melalui karya yang kita buat setiap kali. Social media postings, youtube covers, your talent, your business plans, being entrepreneurs, artists, craftsman, or anything you would like to do to achieve more. Let us learn that Pea did all her best like you do, and you have to believe in yourself. Do what you always do, and make yourself bloom!

Menyenangkan bisa menulis seperti ini setiap hari. Tentu terima kasih telah berbagi Niken dan Sarita !

Follow these talented artists :
@srtlrst // https://steller.co/nntmv/
@nntmv // srtlrst.tumblr.com

Wisnu & Garuda di Tanah Dewata

Wisnu & Garuda di Tanah Dewata

Teringat sekilas pelajaran sewaktu kami duduk di bangku Sekolah Dasar. Pelajaran tentang berbagai macam agama yang ada di Indonesia, dan Agama Hindu selalu identik dengan pulau Bali. Kami lihat di televisi sedari kecil meriahnya perayaan ngaben dan juga khusyuknya acara nyepi yang ada di Bali. Ajaran agama Hindu juga identik dengan Dewa, kamu mungkin pernah mendengar seperti Agni (Dewa Api), Brahma (Dewa pencipta, Dewa pengetahuan, dan kebijaksanaan) dan berbagai macam Dewa lainnya.

IMG_0875

P1300165

Bali dan Dewa, kedua hal tersebut mendoroang kami untuk menambah pengetahuan. Garuda Wisnu Kencana menjadi tempat pilihan kami, jaraknya yang tidak terlalu jauh dari bandara & saran dari pemandu wisata (setelah kami mencertiakan tentang ketertarikan kami tentang dewa) menajadi alasan utama kenapa kami memilih tempat rersebut. GWK (Garuda Wisnu Kencana) sendiri memiliki luas sebesar 250 hektar. Poin utama dalam perjalanan kami disini adalah kami ingin melihat patung Dewa Wisnu yang mengendarai Garuda.

P1230106

P1230149

Tinggi patungnya mencapai tinggi 120 meter dengan lebar 64 meter. Patung tersebut dibuat oleh seorang seniman Nyoman Nuarta. Sebenarnya ada 2 patung utama di tempat ini yang pertama adalah patung dewa Wisnu dan patung Garuda. Dewa Wisnu dianggap sebagai dewa yang paling penting dalam bertugas memelihara dan melindungi. Sedangkan Garuda adalah makhluk burung dari mitologi Hindu yang memiliki perpaduan antara elang dan ciri manusia. Semua patung masih dalam masa pembuatan. Selain patung, beragam acara dan juga kegiatan lain seperti flying fox dapat kamu temui di GWK Cultural Park.

P1230101

Clean View at Art Jakarta 2017

Clean View at Art Jakarta 2017

Bisa dibilang, kami sering mengunjungi berbagai macam pameran seni. Mulai dari yang berada di Jakarta hingga pameran yang ada di berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara. Semua pameran memiliki pesan dan artinya masing-masing. Tidak ada kosakata negatif di dalam kamus kami mengenai sebuah pameran. Walaupun begitu kami masih memiliki deretan pameran yang ingin kami kunjung, satu yang selalu menjadi “mark” di kalender adalah Bazaar Art Jakarta.

0274

0294

Kami selalu hadir di Bazaar Art Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Tahun ini mereka berganti nama menjadi ART JAKARTA. “Unity in DIversity” menjadi tema besar dari Art Jakarta tahun ini. Satu kalimat yang bisa menggambarkan tentang Art Jakarta tahun ini adalah “kamu tidak akan bosan”. Kami disuguhi berbagai macam karya seni. Bahkan bisa mengelilingi ruangan berkali-kali untuk menikmati dan mengamati setiap goresan tinta maupun pahatan dari tangan seniman idola.

00422

00440

Mungkin ratusan karya seni tersebar di satu ruangan dalam Ritz Carlton Pacific Place ini. Beberapa menjadi satu perjalanan bagi kami. Terkumpulah foto foto yang memberikan kesan bersih dan minimalis. Tentu perjalanan kami akan berbeda dari teman teman lainnya yang datang ke Art Jakarta kali ini.

Tidak hanya berasal dari Indonesia, karya yang ditampilkan juga merupakan karya dari seniman mancanegara. Kami banyak belajar tentang bagaimana seni seharusnya dinikmati. Seni selalu dapat dilihat, dipelajari dan dimengerti oleh semua orang. Tentu saja juga dapat dibagikan pengalamannya. Kamu datang?

00453

00456

Photo : @desyrufaida

Mengintip Industri Helikopter, Bingo!

Mengintip Industri Helikopter, Bingo!

Pernah kebayang gak bagaimana kalau helikopter jadi transportasi umum? Bahkan bisa diakses secara online?! Pasti sangat menyenangkan! Lumayan kan siapa tau bisa berangkat ke kampus atau sekolah naik helikopter!

kilang minyak lepas pantai

maintenence rotor

Untuk menjawab khayalan, Kosmik meluncurkan komik barunya, berjudul Bingo. Komik ini menceritakan tentang perjalanan karir seorang pilot perempuan bernama Aviati. Menariknya, informasi dan kasus yang diceritakan dalam komik ini based on true story loh!

BINGO-COVER

Komik ini dibuat oleh Cessa Lafalika dengan bantuan Dimas Khairi Farhan sebagai narasumber. Dimas adalah seorang pilot helikopter di salah satu perusahaan penyedia jasa layanan helikopter komersial. Lulus dari Bristow Academy di Amerika Serikat, Dimas sudah tujuh tahun menggeluti profesi sebagai pilot.

peralatan yang rumit butuh skill

Melalui komik ini Cessa dan Dimas ingin memperkenalkan industri jasa helikopter komersial kepada masyarakat luas. Dibandingkan dengan pesawat terbang, helikopter dipandang lebih efektif dan efisien menyelesaikan masalah transportasi untuk wilayah Indonesia yang terdiri dari banyak pulau. Bayangkan saja kalau khayalan ini terwujud, kita bisa ke pulau seribu tanpa harus menggunakan kapal laut. Usaha ini dapat mengurangi korban-korban mabuk laut, haha!

Bingo akan terbit setiap bulannya di majalah Kosmik Second Orbit. Komik ini luncur dalam 3 volume. Jadi buat yang pada penasaran bisa langsung baca komiknya, di website kosmik.id . Siapa tahu habis baca, tertarik buat jadi pilot juga.

01-02_B

03-04

05-06

Photo : @kosmikspace

Infus Wayang dan Galau dalam Pagelaran Seni Berdasar Masa

Infus Wayang dan Galau dalam Pagelaran Seni Berdasar Masa

Another weekend, another strolling time! Kali ini saya memilih ngopi sambil menikmati karya-karya yang tergantung di dinding artspace Dia.Lo.Gue sore itu. Kalau boleh jujur, ini pertama kalinya saya mengunjungi tempat yang katanya kekinian itu. Dan seketika saya pun merasa kekinian ! hahaha

6

Hari itu tema dari eksibisi di Dia.Lo.Gue cukup menarik, “Berselingkuh Dengan Masa Lalu, Berkencan Dengan Masa Depan.” Walaupun temanya itu, bukan berarti yang dipajang itu foto mantan dari masa lalu dan foto gebetan di masa depan yaa. Melainkan hasil karya serigrafi atau silkscreen pilihan dari seniman grafis T Sutanto yang dibuat pada periode 1975 – 1983.

7

10

Kemampuan T.Sutanto dalam melahirkan karya-karya serigrafi merupakan suatu hal yang tidak perlu diragukan lagi. Sebagai salah satu pendiri Decenta, perusahaan desain yang terkenal pada 1973 dan bertahan hingga 1983, T.Sutanto dan rekan-rekannya memiliki pengaruh yang cukup besar dalam mengembangkan seni grafis di Indonesia.

12

9

13

Hasil karya T.Sutanto ini mengadopsi bentuk atau figur-figur yang berasal dari cerita rakyat seperti sosok wayang kulit, maupun ikon-ikon budaya populer Indonesia. Selain itu, kebanyakan karyanya juga memiliki makna dan imajinasi yang jenaka, agak aneh dan di luar kenyataan. Cukup unik bukan?!

” Maaf ” a Poetry by Elizabeth Chrysanta

” Maaf ” a Poetry by Elizabeth Chrysanta

Memberi makna dari sebuah cerita. Lalu mengubah makna, menjadi kata berkias penuh anggapan. Ungkap makna asli, atau cari maknamu sendiri. Inilah puisi, sebuah seni berjenis klasik. @eliza_chrysant membangkitkan kembali gairah merajut sebuah sajak.

“Aku, ibaratkan sebuah awan
Bisu, dan hanya bisa dilihat

Tidak bisa dipegang namun bisa buat kamu teduh dari panasnya sinar matahari

waktu, ia selalu menawarkan lembaran yang baru

ia memberiku kehangatan ketika ku merasa kedinginan

ia juga mengajarkanku artinya menunggu
dan setiap detik kulewati

sampai sampai aku lupa sudah berganti hari

bagai pelangi sebagai hujan
bagaikan senyuman setelah kesedihan

bagai lembar baru, setelah selesai sebuah cerita

hanya satu kata yang ada

maaf…..

maaf untuk segala kekacauan

maaf untuk segala kerisauan

aku disini

hanya bisa tersenyum

berharap akan datangnya sebuah keajaiban”

Karya : @eliza_chrysant
Video : @irmaastrilita

Netasin Gambar Bareng Egglustration

Netasin Gambar Bareng Egglustration

Keinginan untuk menggambar sih cukup besar. Tapi selalu terhalang dengan pemikiran, “gak tau gimana cara gambar yang benar, gak tau mau gambar apa, dan gak punya alat gambar yang memadai”. Akhirnya lagi-lagi niatan itu hanya jadi sebatas niatan saja.

4

6

Nah kali ini untuk mewujudkan niatan menggambar, saya memberanikan diri untuk mengikuti salah satu workshop yang diadakan oleh Egglustration di Jakarta Creative Hub. Kalau mendengar kata workshop pasti pertanyaan pertama yang terlintas adalah ”mahal gak ya workshopnya? Kira-kira cocok gak ya?”. Tapi pertanyaan-pertanyaan itu, seketika hilang kalau berpikir, “kapan lagi kalau bukan sekarang?” (well, it sounds like a tagline haha).

Workshop ini bertemakan #netasingambar Vol. 1: Getting To Know Watercolor. Dalam workshop ini para peserta diajak untuk bereksplorasi dengan cat air. Mulai dari teknik sapuan kuas, mencampur warna, hingga berlatih “menetaskan gambar” masing-masing. Dan untuk pertama kalinya saya turut menetaskan gambar saya.

7

2

Seru! Menyenangkan! Berwarna! Mungkin 3 kata itu saja tidak cukup untuk mendeskripsikan betapa senangnya saya mengikuti workshop menggambar seperti ini untuk pertama kalinya. Jadi kalau ditanya, kali ini saya bisa jawab. Sama sekali tidak mahal mengingat semua alat sudah disediakan oleh teman-teman dari Egglustration dan sangat cocok dengan yang saya bayar! Apalagi untuk saya, yang tidak memiliki dasar menggambar sama sekali. Jadi gak sabar deh untuk join di workshop #netasingambar volume selanjutnya!

3

5

1

Cyber-Bullying Awareness Through Fashion

Cyber-Bullying Awareness Through Fashion

Cyberbullying such as mean text messages, posts on social media or any embarrassing pictures or video can happen 24 hours a day, 7 days a week, any time of the day or night.

Bagaimana kesadaran terhadap cyber-bullying bisa tersampaikan melalui fashion?
True Elucidation of Cyberbullying (TRUCE) dari EASTPROD – lah salah satu kampanye anti-cyber bullying yang dikemas dalam fashion teatrikal yang menampilkan 3 aspek yaitu fashion, musik dan kecaman sosial. Menyampaikan cerita tentang korban cyber bullying di media sosial yang dikemas melalui musik hip hop.

Fashion show-nya sendiri menceritakan kisah nyata seorang wanita bernama ‘X’ yang awalnya hidup seperti layaknya remaja seusianya. Kemudian ‘X’ mulai merasa bahwa sikap dan tindakan yang ia lakukan tidak diterima di lingkungannya, bahkan sampai cara berpakaian pun juga tidak disukai oleh orang – orang disekitarnya. ‘X’ memiliki banyak haters di media sosialnya dan hal tersebut menyebabkan ‘X’ depresi dan berakhir dengan tersiksanya mental serta psikologinya.

DSC09754

TRUCE diselenggarakan pada Rabu, 24 Mei 2017 di The Foundry No. 8, SCBD, Jakarta, dengan total penonton yang hadir mencapai 100 orang. Selama 2 jam, fashion show TRUCE menampilkan beberapa koleksi pakaian dan aksesoris dari berbagai brand seperti United Hart, SÖZE, MUZCA, Loony, Kaiga, Insurgent, Good Eyes, Dusky & Nobel.

DSC09736

DSC09698

Acara TRUCE pada hari itu tidak hanya sebatas fashion show saja. Bersamaan dengan fashion show, diiringi juga oleh penampilan musik dari tim EASTPROD dan penampilan dari LSPR Dance. Secara keseluruhan, acara ini sangat positif dan unik karena bisa menyampaikan pesan mengenai kesadaran terhadap cyber bullying melalui seni, yaitu fashion, musik dan tari.

After attending this event, there are thought in my mind about all of this cyber bullying phenomena: “how would you like it , if it were you?”

Cyberbullying is not normal. You can be a part of this campaign, because it all starts within you.

DSC09728

DSC09765

Rapor Akademik Mojang Bujang Design, Trajecstory 1.0

Rapor Akademik Mojang Bujang Design, Trajecstory 1.0

Kreatif, teman teman saya selalu ingin menjadi kreatif. Dunia menginginkan kita kreatif. Tapi mau mulai dari mana? Tugas kuliah? Bisa jadi kali ya.

Inspirasi yang kami dapat kali ini datang dari Trajecstory 1.0. Pameran yang karyanya berasal dari mata kuliah ilustrasi & buku anak, grafis portofolio, game design, animasi dan sebagainya di DKV ITB. Sebanyak itu, mazzers.

DSC07467 copy

DSC07464 copy

Sekian banyak tugas yang terpilih menjadi bagian dari eksibisi seni ini menjadi lintasan yang bercerita. Menurut teman teman dari Trajecstory 1.0, tema ini terdiri dari dua kata, trajectory (lintasan/orbit) dan story (cerita).
Semua yang ikut adalah mahasiswa S1 DKV, plus kolaborasi dari teknik elektro dan informatika serta mahasiswa S2 juga. Banyak ide ide menarik muncul dari rapor akademik ala DKV ITB ini. Siapa yang menyangka, ternyata dalam pameran ini ada penampilan animasi dari ASIAGRAPH 2016 juga lho. Menang banyak deh jadinya!

DSC07450 copy

Sangat menyenangkan melihat panel demi panel dan perkembangan lintasan ceritanya. Walau kita tidak mengenal siapapun dalam eksibisi ini, tapi, semuanya terlihat belajar dengan baik yaaa. Sangat menghasilkan! Cool artsy vibes inside academic studies. Will be waiting for the next, 2.0 perhaps?

DSC07460 copy

DSC07469 copy

DSC07476 copy

Photo : @studiogeest / Budhi Susanto

Belanja dan Berkarya di Art Market Jakarta 7

Belanja dan Berkarya di Art Market Jakarta 7

Pernah kebayang gak serunya seniman visual, ilustrator, dan designer berkumpul dalam satu event untuk menunjukkan dan menjual hasil karya mereka? Yap! Fascinating! Kata yang paling tepat untuk mendefinisikan Art Market Jakarta 7.

2017-05-16 12.03.56 1

2017-05-16 12.03.24 1

Berawal dari sebuah market kecil-kecilan yang diadakan oleh Kopi Keliling pada tahun 2012, Art Market kini berkembang menjadi lebih besar. Art Market Jakarta 7 yang berlangsung dari tanggal 28-30 April 2017 kali ini diadakan di Kuningan City. Event yang digelar oleh Catalyst Arts ini berhasil mengumpulkan lebih dari puluhan seniman visual, ilustrator, dan designer.

2017-05-16 12.03.36 1

2017-05-16 12.03.28 1

Tak hanya sebagai tempat untuk berjualan, namun art market juga menjadi wadah bagi para seniman untuk menceritakan kisah-kisah menarik dibalik setiap karyanya. Dari lukisan, buku catatan, aksesories, sampai pada hiasan untuk meja belajar atau meja kantor kamu, semuanya ada. Jadi, buat kamu yang hobi berburu barang-barang artsy dan unik harusnya tidak ketinggalan dengan event yang satu ini.

2017-05-16 12.03.49 1

2017-05-16 12.03.54 1

2017-05-16 12.03.57 1

2017-05-16 12.03.35 1

Selain itu, di art market jakarta 7 ini kamu juga bisa ikut berbagai macam workshop. Diantaranya ada Lettering Workshop, Zine Making Workshop, dan Screening Printing Workshop. Dengan mengikuti workshop-workshop ini kamu akan dilatih langsung oleh para mentor yang juga seniman handal dibidangnya. Dan yang lebih menarik lagi, semua workshopnya gratis loh!

2017-05-16 12.03.52 1

2017-05-16 12.03.41 1

EXI(S)T in National Gallery of Indonesia

EXI(S)T in National Gallery of Indonesia

Nampaknya, usia bukan menjadi sebuah tolak ukur dari karya seni yang dihasilkan, melainkan karya nyata yang bisa kita nikmati. DIA.LO.GUE hadir dengan sebuah project yang dinamakan EXI(S)T yang bertujuan sebagai tempat inkubasi calon seniman muda untuk mengembangkan potensi artistiknya dengan mengadakan pameran rutin setiap tahunnya.

abtract

DSC09437 copy

Acara ini bisa kamu nikmati mulai dari tanggal 16 Mei hingga 5 Juni di Gedung B & D Galeri Nasional. Kali ini, EXI(S)T 2017 hadir dengan tema Tomorrow As We Know It. Dengan maksud bisa mengajak para seniman untuk memprediksi dan menginteprestasikan masa yang akan datang. Karena pada dasarnya, baik jauh maupun dekat, masa depan itu memiliki beragam perspektif yang menggambarkan setiap generasi muda pada saat ini.

DSC09451copy

DSC09456 copy

Pameran EXI(S)T ternyata sudah berlangsung selama 5 tahun berturut-turut dan berusaha mengajak para penikmat seni ‘keluar’ (to exit) dari jalur yang sudah mereka jalani untuk ‘ada’ atau ‘hadir’ (to exist) di peta seni rupa Indonesia, khususnya Jakarta. Itulah yang telah dibuktikan oleh Bey Shouqi, Dhanny Sanjaya, Edita Atmaja, Faisal Rahman Ursalim, Fransisca Retno, Gadis Fitriana, Grace Joetama, Ivan Christianto, Kara Andarini, Monica Hapsari, Ratu R. Saraswati, Rianti Gautama, Sarita Ibnoe, Wangsit Firmantika, dan Yaya Sung kali ini. Jadi, mari sempatkan waktu untuk mampir ke Galeri Nasional yang berada di Medan Merdeka Timur ini ya mazzers.

karunf

Photo & Text : desyrufaida

Kita dan Jakarta Kita

Kita dan Jakarta Kita

Berburu tempat-tempat artsy menjadi hobi baru saya. Melihat tuangan karya dari berbagai perspektif selalu memberikan kepuasan tersendiri. Cerita dibaliknya membuat karya tersebut memiliki nilai keunikan.

DSC08952-01

Rabu yang lalu, saat para penduduk kota Jakarta sibuk menentukan pemimpin barunya, saya dan teman-teman saya memilih untuk mengunjungi pameran yang diadakan di Jakarta Creative Hub. Yaa tentunya karena saya perantau, jadi tidak bisa ikutan pemilu juga hahaha. But still, it was a well spent day after all!

DSC09123-01

Seni yang ditampilkan kali ini menceritakan tentang sejarah kota Jakarta dengan tema “Jakarta Kita”. Uniknya, di eksibisi kali ini sejarahnya diceritakan melalui goresan pola batik karya Sejauh Mata Memandang. Bentuk “simpang susun Semanggi” yang menjadi simbol penyatu lima wilayah kota Jakarta tergambar dengan indah di atas sebuah kain. Unik ya mazzers?

DSC09112-01

DSC09017-01

Eksibisi ini berlangsung dari tanggal 18 April sampai 13 Mei loh. Yuk, daripada menghabiskan waktu kalian di rumah sendiri, galau, kepoin mantan (eh). Mending ajak temen-temen kalian (buat yang jomblo), pacar (buat yang punya pacar), mengunjungi tempat bernilai seni dan budaya. Selain bisa seru-seruan, kalian jadi bisa dapet foto-foto baru buat instagram juga hahaha. Tapi lebih dari itu, juga bisa menjadi bentuk nyata kita untuk turut melestarikan karya anak bangsa!

DSC08956-01

DSC08996-01

28-01

Cita-Cita Setinggi Langit RIXA

Cita-Cita Setinggi Langit RIXA

Sewaktu kecil kita sering sekali mendapat pertanyaan tentang cita-cita dari siapa saja, bahkan pertanyaan seputar cita cita itu sudah dilontarkan sejak kita duduk di bangku taman kanak-kanak. Dengan semangat kita menjawab, dokter, guru, pemadam kebakaran dan cita cita lainnya. Kami selalu ingat satu jawaban tentang cita-cita yang mungkin bila dipikirkan lebih lanjut cita cita itu semakin tidak realistis, astronot.

Haryadhi mencoba menghilangkan perspektif tidak realistis tersebut menjadi mungkin dalam sebuah komik. Kalo kamu salah satu yang mengikuti KOSMIK, pasti kamu sudah tidak asing lagi mendengar kata RIXA, komik ini sudah masuk episode kedua. Rixa, berasal dari kata antariksa adalah cerita yang digambarkan oleh Haryadhi yang bercerita tentang perjalanan seorang anak perempuan untuk mewujudukan mimpinya menjadi astronot.

Illustration-Guide---astronaut-suit

Contoh Storyboard

Menjadi bahan bacaan untuk menginspirasi generasi muda, agar mereka lebih banyak mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Komik ini juga untuk menginspirasi khususnya perempuan, karena perempuan juga dapat beraksi sebagai Astronot. Kartini jaman millenial bukan cuma sosial media. Ini adalah tujuan- tujuan Haryadhi dalam membuat komik ini.

Meskipun hanya berbentuk komik fiksi, riset yang dilakukan oleh Haryadhi dilakukan secara dalam dan mendetail. Haryadhi banyak membaca buku dan menonton film tentang luar angkasa. Riset juga dilakukan di LAPAN, Haryadhi mengaku banyak memperoleh pengetahuan tentang antarikasa disana.

maxi 2

maxi 1

Komik RIXA juga dibuat berdasarkan perhitungan yang akurat juga loh mazzers. Beberapa bagian yang ada hadir dengan menguji rumus dan memasukkannya kedalam cerita. RIXA akan keluar sebagai cover dalam Kosmik 2nd Orbit Issue #4. Buat yang ingin langsung baca online, langsung saja klik kosmik.id lalu cari RIXA


Photo : @kosmikspace

 

Gelombang Spektrum, Seniman Muda

Gelombang Spektrum, Seniman Muda

Kamu bisa menyebutkan seniman yang kamu sukai, mulai dari seniman jalanan hingga seniman yang sudah aktif di pameran – pamerean besar yang ada di berbagai belahan dunia. Karya besar dari mereka sudah bisa langsung dinikmati oleh pecinta seni. Tetapi banyak yang tidak mengetahui cerita di balik kesuksesan seorang seniman. Sehingga kita tidak dapat mengetahui karya awal sebelum mereka terkenal.

DSC07292

DSC07293

Untuk memuat karya awal dan merintis seniman dalam negeri, sebuah pagelaran seni yang diselanggarakan oleh ARCOLABS dibuat. Pagelaran ini punya misi untuk membuat acara untuk mahasiswa/mahasiswi yang memiliki ketertarikan terhadap seni untuk bisa memamerkan hasil karya seni yang mereka buat sendiri. Para seniman muda ini juga berkesempatan untuk bisa bekerja sama dengan kurator seni profesional sebelum mereka lulus dari bangku kuliah.

DSC07307

DSC07300

Bukan tanpa persyaratan. SPEKTRUM 2017 diselenggarakan dan diikuti oleh 11 orang mahasiswa atau mahasiswi yang berasal dari 6 pelajar dari institusi di Jakarta, Tanggerang dan Tasmania. Mereka dipilih dan di undang untuk berpartisipasi berdasarkan sekolah yang memiliki jurusan desain komunikasi visual, komunikasi massa dan animasi digital. Tentunya seru melihat kreasi baru dari teman teman yang memiliki bakat dan juga gairah seni tinggi. Menciptakan karya original dan ditampilkan pada orang banyak merupakan impian dari semua seniman muda.

Terlihat dalam beberapa foto, ada lukisan animasi, video mapping dan keseruan visual lainnya dalam eksibisi ini. Apa yang menunggu di tahun depan ya? Semoga kedepannya semakin banyak talenta talenta yang bisa berkarya lebih besar lagi.

photo : @sujatmko & @maitriw