eat

Bersantai di Atas Hotel

Bersantai di Atas Hotel

Biasanya kami menghabiskan akhir pekan untuk pergi menjelajahi beberapa tempat baru. Tetapi, beda dengan kali ini, kami hanya memilih untuk menetap di satu tempat untuk bertukar cerita, berbagi canda dan tawa. Bergeser sedikit ke daerah Kemang, Jakarta Selatan, disana kalian akan menemukan tempat yang cocok untuk bersantai bersama teman-teman, di Hotel Monopoli.

p1380622_25311778527_o

p1380592_40151005332_o

Sebelum masuk, hanya dengan melihat arsitektur luar gedung kalian mungkin akan mengenali gedung ini. The Syah Establishment, mungkin itu yang akan terpikirkan oleh kalian yang “sadar”. Grup yang memiliki Bauhaus, The Gunawarman, Lucy in The Sky dan masih banyak lagi. Jadi gak heran, kalau perpaduan seni, budaya, fashion yang ada didalam gedung ini pernah kalian lihat di tempat lain. Karena memang benar Hotel Monopoli merupakan salah satu properti dari The Syah Establishment.

p1380595_39285409505_o

p1380611_39285347295_o

p1380626_28403313779_o

Tiba pukul 5 sore, dan kami langsung menuju rooftop bar yang dimiliki Hotel Monopoli, The Moon. Dengan suasana garden tropis, ditambah kolam renang kecil dipenuhi oleh pelampung-pelampung lucu semakin melengkapi suasana rooftop bar ini sendiri. Makanan yang disediakan pun tidak kalah enak dengan suasananya, apalagi melengkapi keindahan langit Jakarta di sore hari yang tentunya harus diabadikan oleh lensa kamera dan lensa mata kita pastinya.Jangan khawatir, disini juga banyak spot foto bagi kalian yang suka foto. So, jangan lupa abadikan kebersamaanmu dengan teman-temanmu ya!

Warm Welcome at the WindChime

Warm Welcome at the WindChime

Melihat ke kalender lalu tersadar sebentar lagi Valentine dan libur panjang. A mixed up situation and we would say, festive! Siapa yang berencana pergi keluar kota?

Kami menemukan restoran ini di Bandung, lengkapnya disini. Dibuat dengan konsep rumah yang terlihat tua, atau bahasa kerennya vintage. Restoran ini memiliki suasana yang hangat seperti di rumah nenek. Chef Felix lah pemilik rumah ini, dan kami pengunjungnya untuk mencicipi (sampai kenyang) makanan dari seorang chef yang sepertinya banyak belajar dari masakan Mediterania atau Eropa.

DSCF9117

DSCF9116

If you see the plating and how does the food looks, it looks exquisite ! Memesan beberapa masakan yang menjadi menu andalan dan menu yang kami lihat. Dimulai dari mushroom soup yang cukup menghangatkan malam kami, namun porsinya sesuai untuk permulaan. Membuat lidah kami semakin bergoyang akan apa yang datang kemudian. Oh ya, kalau pesan makan disini sudah termasuk dengan roti kecil dan mentega sebagai awalan indah kita ya.

DSCF9119

Sebagai orang Indonesia yang baik, melihatlah kami ke main course. Tanpa menunggu lama (setelah foto foto makanannya), kami memotong dan melahap makanan enak ini. Jangan salah ketika melihat keindahan plating dari dapur The WindChime, semuanya tentu bisa dimakan. Daging steak terpotong seperti meleleh di mulut dengan lapisan dari saus yang menempel di dagingnya. Saladnya segar dan asamnya seimbang dengan gurihnya main course kami.

DSCF9122

DSCF9129

DSCF9142 copy

Dessert! Siapa yang dapat melewatkatan dessert ketika makan perlu mendapat tepuk tangan dari saya. Tapi dessertnya buat saya ya (he). Chocolate lava cake dengan pelengkap es krimnya seperti mempermainkan suhu mulut. Lalu panna cotta dengan buah buahan dan sedikit selai membuat pengalaman makan yang baru. Enak dan selain itu, sepertinya cocok nih untuk malam romantis kamu. Sekarang pertanyaanya, sama siapa kamu mau pergi?

DSCF9145 copy

DSCF9156 copy

DSCF9141

DSCF9114

Menikmati Kopi ala Belanda di Ibu Kota

Menikmati Kopi ala Belanda di Ibu Kota

“Coffee and friends can make a perfect blend”

Kalimat itu memang benar adanya, tapi apa pernah terpikir oleh kalian untuk mendapatkan sensasi baru selain perpaduan teman dan kopi? Mungkin, dengan budaya baru bisa menjadi sesuatu yang wah kali ini. Jika ingin menikmati kopi beserta kue manis bersama teman-teman dengan budaya berbeda, kalian bisa mengunjungi Goedkoop, warung kopi belanda yang berada di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

DSC00287

“A good day start with a good coffee”
begitu yang tertulis di Goedkoop ini. Goedkoop yang berarti “murah” ingin menyajikan cita rasa Belanda yang jarang kalian dapatkan ditempat lain dan tentunya dengan harga yang pas di kantong. Disini, tidak hanya makanannya saja yang “belanda”, tetapi dari interior tempat ini pun terlihat jelas. Perpaduan ornamen-ornamen Belanda dan Indonesia yang dengan kayu-kayunya menjadi satu pun tidak mengalahkan rasa dari makanan disini.

Tidak lengkap rasanya jika tidak mencicipi Pannekoek, Bitter Ballen, Poffertjes yang tersedia di menu Goedkoop. Selain makanan ringan, kalian juga dapat menikmati makanan berat yang tersedia dengan berbagai macam pilihan, mulai dari salad or soup, menu main course nya yang berisi steak juga bisa ditemukan disini juga.

Nah untuk kalian yang tertarik menikmati cita rasa yang baru bisa mengunjungi tempat ini bersama teman-teman kalian ya!

DSC00271

DSC00264

Dari Gelato Hingga Steak di Shophaus Menteng

Dari Gelato Hingga Steak di Shophaus Menteng

Hangout bersama teman ke tempat yang bagus untuk di foto udah menjadi salah satu kewajiban buat anak-anak zaman sekarang (atau jaman now). Memiliki bentuk gedung dan desain interior yang minimalis pun menjadi dekorasi untuk pencari timeline minimalis yang manis. Mari bergeser sedikit ke pusat Jakarta, kamu pasti akan menemukannya, di ShopHaus Menteng. Memang sekarang banyak sekali pilihan cafe yang berada di Jakarta. Tapi untuk kamu para pecinta seni tidak boleh melewatkan yang satu ini, pasti kamu akan betah karena disini banyak sekali spot spot foto yang lucu.

Mungkin kalian pernah dengar “Rasa makanan? Nomor dua, foto paling utama”. Mungkin memang benar, tapi jangan khawatir dengan rasa makanan disini. Di ShopHaus banyak sekali pilihan makanan. Gak perlu jauh-jauh ke Bali buat merasakan Gelato Secrets, ataupun ke Bintaro buat menikmati seduhan kopi pigeonholecoffee , disini kalian bisa nikmati semuanya.

DSC00114

DSC00126

Selain itu kamu bisa menemukan steak dari Mockingbird Jakarta, Berrywell bahkan barbershop. Jadi jika kamu ingin makan berat, sekedar nyemil atau minum kopi bisa dilakukan disini. Lokasi yang strategis juga membuat tempat ini gampang untuk dikunjungi.

DSC00128

DSC00039

1512978740760

Makan Sehat di Pusat Perbelanjaan, Berhenti untuk Salad

Makan Sehat di Pusat Perbelanjaan, Berhenti untuk Salad

Kami telah banyak melihat berbagai macam quotes yang ada di media sosial tentang hidup sehat. Satu kalimat yang masih teringat adalah “Your diet is a bank account. Good food choices are good investments – Bethenny Frankel“. Maka dari itu, kali ini kami akan berbagi pengalaman makan yang bukan hanya bisa membuat kamu kenyang, tetapi makanan ini juga bisa membuat kamu sehat tentunya.

Sebenarnya ada berbagai macam pilihan tempat makan yang bisa kamu kunjungi untuk memenuhi kebutuhan protein dan juga vitamin. Tapi kali ini pilihan kami tertuju pada Salad Stop. Gerai ini bisa kamu temui dengan mudah di beberapa pusat perbelanjaan di tengah kota Jakarta seperti Senayan City & Grand Indonesia.

2017-10-30 10.45.22 1

2017-10-30 10.49.42 1

Di Salad Stop ada berbagai macam pilihan menu yang bisa kamu coba. Kami mendapatkan rekomendasi untuk mencoba Cobb Salad dengan kandungan romaine lettuce, ayam panggang yang dipotong halus, daging sapi, alpukat, keju cheddar, tomat ceri, telur & bawang merah dipadukan dengan sayuran lainnya. “Menu yang ini memliki kandungan protein yang tinggi.” kata salah satu pelayan disana. Kamu juga bisa memilih lebih dari 30 pilihan toping yang berbeda. Untuk harga, kamu tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, hanya dengan Rp75.000 – Rp 105.000 kamu sudah bisa menikmati menu yang ada disana.

Bila kamu tidak suka dengan salah satu sayur yang ada, kamu tidak perlu khawatir. Kamu bisa konfigurasi sendiri salad atau wrap pilihan kamu, take what you like. Jika masih penasaran kamu bisa langsung berkunjung ke salah satu gerainya atau kamu bisa kepo dulu di saladstop.com. Let’s start our healthy life Mazzers!!

2017-10-30 10.49.42 2

2017-10-30 10.45.23 1

2017-10-30 10.49.43 1

Wealthy Belly at Nishiki Market, Kyoto

Wealthy Belly at Nishiki Market, Kyoto

Jangan khawatir dengan bersambungnya setiap perjalanan kami. Kalau saatnya tepat, nantinya juga kamu punya kesempatan kok. Satu yang pasti, jangan sampai lupa untuk berbagi pengalaman.

Dalam kesempatan yang sudah direncanakan sejak lama ini, kami ke Jepang. Negara kecap asin dan teriyaki yang terkenal di seluruh dunia. Makanan adalah satu hal yang sangat menyenangkan untuk didapat dan dicari dalam setiap laju pacu kaki kami.

Dunia jajanan, begitu kami menyebut tempat ini. Pasar tradisional yang sekarang sudah menjadi destinasi turis seperti kami. Nishiki Market, Kyoto lah tempat dimana kami berkelana pertama.

P1170122

P1170123

Baru saja masuk, sudah bertemu dengan satu hal yang membuat hati menyenangkan. Mochi. Sekali lagi, MOCHI. Bukan sembarang mochi, tapi kue kenyal manis yang ini berasal dari Jepang. Mochi Jepang. Oh tenang, kami tidak hanya lebay, tapi pernahkah kamu makan seonggok mochi yang dingin ketika digigit, lumer ketika diemut tetapi tetap memiliki kekenyalan yang hakiki? Ya ini.

P1170125

P1170126

P1170131

P1170133

Sepanjang jalan, kami melihat banyak yang segar. Bukan orang orang yang lewat, tapi seafood, atau sushi karena lagi di Jepang. Rapih tersusun di atas es batu, daging ikan yang putih merah dan berwarna warni meyakinkan kepala kami untuk makan lagi. Tentu kami makan lagi, tapi bukan sushi yang kami genggam.

Takoyaki, original dengan potongan gurita di dalamnya. Sepertinya fokus kami kali ini jajanan ya. Add to that, fresh grinded grapefruit juice for the health! Mmmmmm… sour. Ada juga dango! Seperti bola singkong yang disate, tapi lebih kenyal dan chewy. Disiram dengan saus manis yang terbuat dari soyu atau kecap asin. Agak lucu karena biasanya kita mencium bau soyu selalu terpikir rasa asin, kali ini tidak. Tapi enak. Dilemanya adalah, ketika mau makan banyak tapi melihat banyak yang ingin dan harus dicoba. Bagaimana kalau setiap hari saja kita disini? HA.

P1170149

P1170141

P1170150

P1170152

Di ujung Nishiki, terdapat kuil yang juga menjadi situs terkenal karena kami mengungjunginya. Haha, bercanda sih tapi karena satu jalan, kami pikir, kenapa tidak lihat lihat sekalian? Lalu selesailah situasi pagi kami di Kyoto. Ya, ini baru pagi. Lanjut lagi di artikel lainnya mazzers.

P1170169

P1170161

P1170168

A Hipsters Guide To Cafe Hoping In Melbourne

A Hipsters Guide To Cafe Hoping In Melbourne

Melbourne merupakan kota yang penuh dengan kulinernya yang lezat! Selain berjalan – jalan mengelilingi kota sampai pinggirannya, ternyata tidak ada yang lebih seru lagi selain “mengunyah” di berbagai cafe yang berbeda setiap harinya. Walaupun sebenarnya kita punya banyak sekali hipster cafe di Jakarta, namun tempat – tempat ini sangat terkenal untuk penduduk setempat dan kamu akan menemukan kafe – kafe pada saat coffee time (which is pretty much every hour of the day).

Ini adalah beberapa kafe – kafe hipster yang harus kamu kunjungi ketika kamu di Melbourne :
Max Brenner

01

Salah satu teman saya yang merupakan seorang chef, membawa saya kesini untuk mencoba Belgian Waffle. Baru tersadar bahwa waffle ini enak banget! Saya juga sangat penasaran dengan Chocolate Pizza disini, tapi saya sudah kenyang dan harus segera mengejar penerbangan ke Sydney. Andaikan saja saya masih punya banyak waktu luang dan perut yang masih “muat” untuk makan! Untungnya ada Chocolate Shop dimana kamu bisa membawa pulang coklat – coklat lezat sebagai cemilan untuk di perjalanan maupun untuk oleh – oleh.

Hmm….chocolate heaven

02

03

White Mojo

04

White Mojo adalah kafe yang baru buka di awal tahun ini di Hardware Street dan sudah mempunyai cabang di Balwyn. Kafe ini selalu penuh sesak dengan orang – orang yang ingin menikmati hidangan khasnya yaitu soft shell crab croissant burger dan smoked salmon. Pastinya, ini adalah cara yang menarik untuk menempatkan burger America di dalam cangkang kepiting yang lembut ala Jepang, serta French croissant secara bersamaan.  Kafe ini dikenal sebagai kafe yang lebih dari menyediakan kopi saja, melainkan juga dengan menu makan siangnya.

06

Hash Specialty Coffee & Roasters

07

Cafe ini juga berada di Hardware St. Menurut saya, kafe ini pertama kali terkenal berkat vidio viral tentang Fairyfloss Hot Chocolate dan hanya karena itulah, saya kesana dan mencoba menu tersebut. Saya bukan penggemar berat makanan atau minuman manis, jadi saya memilih untuk memesan 1 cangkir cappucino yang terasa pas dengan suasana musim dingin di Melbourne. Cappucino ini terasa kuat dan membuat saya ‘melek’ di cuaca seperti ini. Sebenarnya, hal utama di Hash adalah servis yang diberikan, dimana semua pelayannya sangat baik dan helpful. Plus, they take so much pride in their work!

Look at those sweet cotton candy!

08

09

10

11

The Hardware Societe

12

Saya sendiri tidak datang kesana, tapi kafe ini jadi pusat pembicaraan di seluruh kota! Antriannya sangat panjang, tapi sepertinya kamu bisa book terlebih dahulu melalui telepon. Saya pribadi tidak akan mau mengantri sepanjang itu hanya untuk brunch, mungkin kalau kamu memang seorang yang suka kuliner, pastinya kamu akan mengantri panjang untuk mencoba menu di The Hardware Societe.
Secara keseluruhan, Hardware St. adalah daerah yang patut dikunjungi. Sangat banyak pilihan restoran dan kafe untuk kamu kunjungi.

This is the Hardware Street..

13

Doughboys Doughnuts

14

Merupakan tempat donat terenak yang ada di Melbourne! Yaa walaupun tetap kembali pada selera masing – masing dan yang saya tau, orang – orang lokal disana sangat menyukai donat! Bahkan, ketika saya sibuk mengambil foto donat – donat ini, salah satu teman yang merupakan orang lokal Melbourne menyuruh saya untuk berhenti memotret dan segera makan doantnya sebelum dingin.

Kafe ini tidak menyediakan menu lain selain donat, kopi dan minuman lain yang tersedia. Minimalis, karena hanya ada 3 – 4 meja disini, tetapi antriannya tidak terlalu panjang. Kafe ini memang di desain untuk takeaway, bukan untuk nongkrong. Yang paling menarik adalah, menu di Doughboys Doughnuts selalu berinovasi, selalu ada menu baru setiap minggunya, maka dari itu teman saya selalu kembali ke kafe ini untuk mencoba menu barunya!

Yummy!

15

16

Degraves Street

17

Kalau Mazzers kehabisan tempat untuk dikunjungi, Degrave St. selalu bisa menjadi pilihan! Kafe ini dipenuhi oleh Waffles, Cupcakes dan bahkan Espresso. Degrave St is a lovely choice for brunch!
Setelah selesai brunch, kamu bisa melihat – lihat pameran dari seniman lokal atau belaanja – belanja di toko yang ada di dekat kafe itu, yaitu di Flinders St Station. Dengan berjalan – jalan beberapa menit di sana, kamu akan menemukan Hosier Lane dan State Library Victoria, atau hanya dalam waktu 20 menit menggunakan mobil, kamu sudah bisa sampai ke National Gallery of Victoria!

Melbourne punya banyak kafe dan restoran yang bisa kamu kunjungi di sepanjang tahun. Sedikit saran, kalau kamu menjelajahi kota ini ketika musim dingin, pastinya kamu akan menemukan pengalaman yang berbeda! Just make sure to keep yourself fed and warm, Mazzers.

Catch full story of this here. More stories in Grace Filled Travel Junkie, Demas Ryan.

Text/Photo : @demasryan

Arung Memori Manis Cotton Drops

Arung Memori Manis Cotton Drops

Menikmati manisnya minuman Cotton Drops yang disajikan dengan permen kapas sore itu berhasil mengobati kerinduan kami akan kenangan masa kecil. Seketika serasa bernostalgia dengan segudang kenangan manis. Ditambah dengan suasana rooftop yang diatur senyaman taman belakang rumah. Semua ini membuat kami melupakan sejenak penatnya perkotaan.

DSCF2431

2017-05-10 09.53.44 2

Menghadiri casual press conference dan re-launching produk Cotton Drops, 4 Mei 2017 sore itu, bisa dibilang menjadi salah satu ‘good memories’. Acara bertajuk “More Sweet Please?”  ini diadakan di Awan Lounge, Kosenda Hotel, Jakarta, dan dikemas dengan serangkaian acara yang sangat menarik. Tak hanya berbagi tentang berbagai inovasi baru dari Cotton Drops, tapi juga ada quiz dan doorprize dilontarkan untuk tamu dan undangan yang hadir. Lalu, senandung suara merdu Radhini juga turut menambah manisnya sore kami.

2017-05-10 09.53.45 2

2017-05-10 09.53.42 2

Kami juga mendapatkan kesempatan untuk mencicipi varian rasa baru dari produk Cotton Drops, diantaranya ada Vanilla, Red Velvet, Coffee Red Velvet, Choco Red Velvet, dan Rainbow Floss. Dari namanya aja udah menggiurkan. Bayangkan gimana rasanya ya?  Apalagi kalau minumnya sama yang manis, hahaha! Selain rasa yang baru, Cotton Drops kini juga mengusung konsep baru yaitu Express To Go untuk setiap outletnya. Dan uniknya lagi, design outlet baru mereka berunsurkan Go Green. Sangat menarik yaa!

Inovasi baru dari Cotton Drops gak cuma itu loh. Mereka juga kali ini berkolaborasi dengan beauty blogger Lizzie Parra, Go-food, M Design, Wonderbelle dan designer Zacky Kiky. Kalau kata Alexander Joe (Founder Cotton Drops) dan Kak Timothy Felix (Co-Founder Cotton Drops) mereka berharap Cotton Drops tak hanya jadi sekedar fancy drink dengan harga yang bersahabat, melainkan juga dapat menjadi lifestyle bagi semua anak muda Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya.

Buat mazzers yang suka minum minum cantik, wajib masukin Cotton Drops dalam ‘must-try’ list kalian. Selain bisa menikmati manisnya minuman ini, kamu juga bisa menambah momen manis di hari-hari penat kamu. “Because sweet is not only about taste, but it’s also about creating good memories”.

2017-05-10 09.53.37 2

2017-05-10 09.53.36 4

2017-05-10 09.53.36 3

2017-05-10 11.13.22 1

Late Night Eats at Melbourne

Late Night Eats at Melbourne

Malam, yang selalu datang di dalam setiap perjalanan. Jika kamu memulai pagi maka akan berakhir malam. Tetapi tidak selalu begitu. Ada harinya ketika kita bersantai di pagi hari, mungkin menghindari rusuhnya jalanan di pagi hari. Oleh karena itu, hari ini kami menjadi anak malam di negara asing. Melbourne.

P1100574

Dimulai dari mengunjungi restoran kesukaan semua orang, di pinggir sungai. Siapa yang tidak suka makan di pinggir sungai dalam suasana yang nyaman tidak terlalu dingin pada bulan April di Australia? Paling tidak teman teman disini sangat menyukainya. Walau malam, tetapi tetap ramai.

Di sekitar South Wharf, perpanjangan dari Southbank dan masih merupakan satu rezim dari sekitar sungai Yarra. Kami mengenal Munich Brauhaus, dari namanya saja sudah sangat Jerman. Sebenarnya mengunjungi teman saja disini, tapi jadinya lihat lihat. Resto ini sangat luas, bisa mencakup sampai 3000 pengunjung. Ruang makan ada 4 area, di setiap area punya karakter masing masing. Ada yang dilengkapi stage, ada ruang setengah berdiri atau meja tinggi dan ruang makan meja formal di atas dan outdoor area. Lengkap untuk semua keluarga, saya rasa.

P1100587

P1100592

P1100591

Selain itu, South Wharf dan sekitar Yarra River memang terkenal dengan beberapa bar dan lounge yang menarik untuk dikunjungi. Melbourne Public Bar, selalu ramai di kala weekend dengan DJ dan penampilan live dari musik lokal (buat kita internasional sih). Plus 5, satu lounge yang menarik karena selalu mengajak untuk undang banyak orang jangan cuma sendiri (oke karena kita tidak sampai lima, kita di depan saja).

Masih banyak tempat bercengkrama malam yang menarik untuk dikunjungi setiap malam. Tidak cukup untuk satu malam berada di lingkungan ini. Beberapa teman berkata, saking Melbourne terkenal dengan kulinernya, banyak resto dan lounge yang tutup dan berganti pemilik semudah menjentikan jari setiap bulannya. Wow, what a challenge that is !

P1100588

P1100580

P1100579

P1100583

Bercerita banyak hal membuat kita yang tadinya jalan- jalan menjadi lapar di saat jalan pulang. Maka, kami berhenti di salah satu gerai masakan Cina yang yaa… terlihat biasa saja seperti gerai yang sering kita temui di Jakarta dengan gantungan daging di depannya. Hanya, bedanya disini tidak digantung. Tapi ya kurang lebih seperti itulah. Tetapi, karena ini adalah rekomendasi dari teman kami, hayuklah kita masuk dan coba apapun yang menanti disini.

Rose Garden. Itulah namanya. It was not rose kind of smell, but smells like oyster sauce, 5 spice melts with dishes, soy sauce and eggs on a pan kinda smell that sings in our garden. Ya, ini sangat menarik hidung kami. Menu, sangat sederhana. Nasi dengan telur dan ayam, atau nasi dengan daging, atau nasi dengan sayuran selayaknya di negara Asia yang mendewakan nasi. Pesanlah kami beberapa macam, dan ternyata enak! Enak! Enaaaaak! Kalau kamu percaya makanan dengan MSG itu enak, ini punya kadar MSG yang cukup di dalam hidup. Porsi, adalah hal yang lain. Banyak! Banyak! Mungkin kalau tidak selapar ini, saya tidak bisa menghabiskan satu porsi dan berakhir untuk makan pagi di esok hari.

DSC02464

DSC02461

DSC02459

DSC02457

Oke sudah lumayan banyak untuk cerita kali ini. Malam hari di Melbourne tentu punya lebih banyak lagi petualangan dibandingkan yang saya lakukan. Kapan kamu kesini mazzers?

Proses Takjub Kuliner ala Jepang

Proses Takjub Kuliner ala Jepang

Mungkin ini tergantung selera masing-masing. Tapi bagi saya, Jepang adalah surga di bumi untuk perut saya. Dari restoran dengan antrian panjang sampai toko serba ada, Jepang bisa membuat perut saya tampak lebih buruk dari yang sudah ada (alias gend*t). Jadi di sinilah beberapa makanan yang menakjubkan saat perjalanan terakhir saya ke Jepang.

Pertama adalah ramen ikan Ayu. Seperti namanya, ramen ini disajikan dengan ikan ayu panggang, semacam Sweetfish, rumput laut kering atau nori, diparut lobak daikon dengan tambahan topping telur. Apa yang saya suka dengan ramen ini adalah rasanya berbeda dari ramen dengan rasa berat pada umumnya. Rasa kaldunya ringan dan segar, tidak terlalu asin tapi sedikit manis. Saya benar-benar merasa bisa makan dua porsi ramen itu. Selain ramen, mereka juga menjual onigiri panggang atau nasi dengan topping ikan ayu. Saya tidak mencoba tapi jelas terlihat lezat!

Ramen Ayu dapat dibilang sebagai restoran tradisional karena tokonya adalah bisnis jangka panjang keluarga. Restoran ini sangat kecil dengan hanya tujuh meja dan kursi yang dijalankan hanya dengan dua orang. Menunya ditulis dalam bahasa Jepang. Saya pergi ke sana dengan seorang teman yang cukup fasih berbahasa Jepang jadi entahlah, saya tidak tahu apakah dua orang di resto ini bisa mengerti bahasa Inggris.

Japan4

Japan3

Makanan kedua dalam daftar adalah jenis campuran seafood yang disajikan di atas cangkang kerang di pasar ikan Tsukiji. Saya lupa namanya seperti yang tertulis dalam bahasa Jepang dan saya juga tidak mengambil gambar dari toko tersebut. Jika kamu ke pasar ikan Tsukiji, kamu akan mengetahui bagaimana keramaiannya dan bagaimana hampir setiap toko memiliki antrian yang sangat panjang. Untungnya pada saat itu, yang satu ini tidak. Melihat seorang paman tua membakar makanan laut dengan obor, saya memberitahu teman saya untuk mencobanya. Di antara seafood, ada tuna, kerang, kerang, kepiting, mentaiko dan Shirako atau Milt ikan.

Japan6

Japan5

Terakhir, jelaslah dessert!. Salah satu dari banyak manisan yang terkenal di Jepang adalah pancake, untuk beberapa alasan. Saya pernah mengacak google dan menemukan sebuah website yang hanya mencatatatkan berbagai tempat untuk makan pancake di Jepang. Menakjubkan bukan? tempat ini direkomendasikan oleh teman saya yang kebetulan melihat ulasannya di televisi.

Kafe mewah disebut David Myers, salah satu chef-nya memenangkan penghargaan. Tempatnya terletak di dalam Mitsukoshi Department Store di Ginza, Tokyo. Saya pergi ke sana setelah waktu makan siang tapi saya masih cukup kenyang dan harus menunggu beberapa menit untuk mendapatkan meja. Sebagai tempat berada di area metropolitan, memiliki menu bahasa Inggris dan pelayan juga mampu berbahasa Inggris. Jadi, benar-benar tidak ada kekhawatiran bagi orang asing yang tidak bisa berbahasa Jepang!

Lupa nama pancake-nya, tapi menunya memiliki gambar makanan sehingga seharusnya tidak sulit untuk membuat pesanan. pancake datang dalam piring panjang dan itu benar-benar tidak terlihat seperti yang biasa. Daripada ditumpuk, hanya ada satu putaran pancake tebal yang hampir seperti donat tanpa lubang. Banyak pilihan topping seperti berbagai jenis buah, karamel almond, pecan, es krim dan krim hazelnut di atas.

Japan7


photo / text : Emerentiana Yuan

Touchdown at Melbourne

Touchdown at Melbourne

Memulai perjalanan menuju ke Melbourne, tanah Australia yang kata teman teman saya “The Most Liveable City in Australia”. Okeh, mari kita buktikan. Melipirlah kami ke bandara dan terbang dengan penerbangan ala ke luar negeri. Ya, memang menuju luar negeri sih. To us, overnight flight is the best choice for budget savers. Of course, we are saving to more great things that will happen in Melbourne, hopefully. Spesialnya dari terbang malam hari adalah, sampai di tujuan pagi! Mendapatkan pemandangan udara tanpa kabut asap dan horizon yang membelah dua warna tidak terjadi setiap hari di Jakarta. Walaupun Australia terlihat dekat, tapi kesini memakan waktu 8 jam. Ditambah terbang malam hari, tidur nyenyak dengan bantal tambahan merupakan sebuah momen yang patut dilupakan. Karena kami tidur. He. Tapi, bangun di saat yang tepat.

IMG_5993

IMG_5793

Here we come, Melbourne. Skip the boring part as packing out and so on, we managed to find one thing that we need. Coffee, speciality coffee. Disini hampir tidak ada kopi wanita hijau (we’ve said this before, I guess), karena sebagian besar memiliki kemampuan untuk mengolah dan mencari kopinya masing masing menjadi sesuatu yang spesial. Pour over coffee, espresso machines, and a lot of styles of making coffee with each complexity of taste and aroma kept this city cool phase. Selain itu, makanan juga menjadi satu hal yang menyenangkan di sini, bisa dilihat di artikel kami tentang makan minum di Melbourne di sini. Maklum kami turis di kota baru ini jadi semua perlu diabadikan, yeah.

IMG_5427

IMG_5428

IMG_5429

IMG_5434

Di luar itu, terdapat banyak spot menarik yang akan memiliki visual yang berbeda di setiap periodenya. Beberapa yang kami temui adalah seperti tempat semua kereta bertemu, yaitu Melbourne Central. Bangunan yang terlihat tua ini adalah satu bagian yang dilindungi sebagai spot penting di Melbourne secara sejarah. Di bagian depannya terdapat banyak graffiti artist yang berkerja dan membuat lukisan lukisan asik dari film film terkenal seperti Avengers.

IMG_5843

IMG_5872

DSC02138

Pemula di Dapur Cirebon

Pemula di Dapur Cirebon

Pemuda bukan berarti pemula. Tapi untuk seseorang yang datang ke Cirebon pertama kalinya untuk makanan, pemula. Pertama kali juga makanan makanan ini kami kenal dari namanya. Nasi lengko, nasi jamblang, empal gentong, mie koclok dan banyak lagi. Hanya saja mengenal nama tidak cukup, harus tahu selanya dimana bisa mendapat yang enak mazzers.

P1100731

Pertama tama dari keluarga nasi, lengko. Nasi ini seperti nasi campur. Tahu, tempe, toge, serta hal hal lain dengan hijau dan cokelat memenuhi piring. Kalau lapar banget, sambil makan sate kambing. Rasanya enak, tapi kalau kata sumber terpercaya kami, tambahkan kecap manis biar enak sekali. Pada dasarnya, kita memang cuma makan ini sekali.

P1100732

Masih dari keluarga nasi, nasi jamblang. Jamblang memang terdengar seperti kata yang negatif, tetapi tidak ketika selesai makan nasi jamblang. Nasinya biasa, tapi banyak lauk lauk yang terlihat biasa di mata. Ketika masuk mulut, aw ow aw, mari makan terus. Kalau kamu pernah dengar nasi kucing. Khalayaknya sama, tapi beda daerah. Selain itu, perkedel yang dijual sebagai lauk nasi jamblang mempunyai textur yang berbeda. Kriuk kriuk ketika dimakan, bentuknya seperti tahu bulat walau harganya lebih dari 500 rupiah. Tidak apa, kami ingin satu toples penuh perkedel ini.

P1110089

P1110092

P1110093

Selain keluarga nasi, juga ada keluarga roti panggang di Cirebon. Bukan hal yang luar biasa memang, tapi roti panggang tidak memiliki banyak pilihan makanan. Minuman, hal yang lain. Banyak pilihannya dan setiap tempat ropang punya keindahan tersendiri. Dalam hal ini, es susu ini penuh keindahan di malam yang gelap.

P1110103

Paragraf diatas hanya intermezzo. Tapi ini adalah inti utama perkulineran Cirebon. Empal Gentong. Dari sebuah gentong tanah liat buatan khusus yang tidak pernah dicuci minimal 3 turunan. Empal yang dimasak di gentong ini akan semakin enak seperti meminum anggur. Kuahnya apalagi. Tambah kerupuk juga apalagi. Nikmat apalagi yang bisa diberikan? Apa… apaaaaaaa.

P1110107

P1110108

Pizza Tungku di Tengah Halaman

Pizza Tungku di Tengah Halaman

Pizza asalnya memang selalu dimasak dalam oven tungku. Terbuat dari batu, tungku memberikan api merata kepada pizza untuk mengembang dan menjadi crispy and crunchy. Jika merujuk ke pizza lokal Italia, menurut beberapa teman kami yang belajar kuliner, bergantung dari tomat yang digunakan sebagai dasar dari membumbui pizza. Ya bukan keju, tapi tomat puree. Roti yang berubah menjadi “gigit hancur” dipadu-padankan dengan suasana halaman rerumputan rumah luas.

P1120137

P1120122

P1120120

Nanamia Pizzeria di Tirtodipuran, Yogyakarta ini ditemui secara tidak sengaja. Dengan googling tentunya. Ketika itu ada ArtJog9, sambil kembali bernostalgia dan mengarungi perubahan yang terjadi di kota terbesar kedua di Jawa (atau ketiga ya?). Siapa yang sadar kalau tempat makan di Yogyakarta lebih beragam dan modern. Kami sih baru baru saja sadarnya.

Kembali ke restoran ini, suasananya sangat homey. Who will resist a lounge of beanie pillow, ground seating friendly, Italian goodies with small games? Not us! Selain itu juga ada suasana taman, dimana kamu bisa berkumpul bersama keluarga besar, dengan sedikit sentuhan lampu lampu taman ketika sore. Wuih, apalagi kalau Desember ini, natal datang lebih cepat rasanya.

P1120118

P1120133

Lebih baik dicoba sendiri kalau mau tahu seperti apanya. Kami tidak ingin bikin banyak orang iri (padahal udah dengan nulis ini). Happy-go-lucky days ahead mazzers! Eat well and be well!

P1120130

P1120136

P1120116

Perpanjangan Garis Kuliner Asia di Melbourne Central

Perpanjangan Garis Kuliner Asia di Melbourne Central

Hai, hari tidak akan berlalu dengan baik jika makanan yang kamu makan selalu itu itu saja. Selama berapa lama kamu bisa tahan hanya makan tempe, tahu dan sup? Satu tahun? 6 bulan? apa satu minggu saja sudah bosan? Itulah sebabnya manusia, seperti aku, kamu, keluarga kita mencari menu makanan baru setiap hari. Eh, nyatanya kami punya beberapa inspirasi untuk makan di luar negeri. Negara yang mempunyai kategori “liveable country” menurut teman teman Indonesia yang tinggal disana. Melbourne.

DSC02318

Satu hal yang membuat Melbourne tempat yang dapat selalu ditinggali orang Indonesia. Karena banyak makanan Asia disini. Benar. Sangat banyak. Sebanyak apa? sampai masuk ke lantai bawah tanah atau basement pun, resto Asia juga. Gami, sebenarnya ada dimana mana sekitar Melbourne. Chicken and beer culture from Korea. Memang benar enak ayamnya, walau ayam goreng saja lho. Apalagi yang dilapisi dengan saus gochujang .

DSC02317

DSC02313

Melengos lagi ke tempat tujuan lain, berdasarkan rekomendasi salah satu chef teman kami. Chin chin, satu restoran Asian Fusion yang memiliki spesialisasi di Chinese food. Jangan salah, karena bukan selalu Chinese food berhubungan dengan mangkok dan meja bundar. Fine dining experience with mouth watering crispy meat, strong herbs and seasoning, raw-like-sushi fishes and good wines. That’s how we explain our experience.

DSC02230

DSC02224

DSC02223

Tidak lupa sebagai kota dimana kopi-wanita-hijau-lingkaran tidak laku, Melbourne memiliki speciality coffee shop di setiap gangnya. Salah satu yang bikin kami berputar putar mencari adalah Monk Bodhi Dharma. Tempat ini penuh dengan menu vegetarian, tapi tetap kopinya… wuih. Kebetulan salah satu barista yang melayani kami, katanya salah satu yang menang kompetisi. We’d like some large cap please (cap = cappucinno). Share you more about Melbourne later, mazzers!

DSC02375

DSC02383

DSC02377

DSC02379

DSC02380

Photo : @sevencrow

#NJOY – Hangout and Vibes – EP.01

#NJOY – Hangout and Vibes – EP.01

Banyak tempat bisa dikunjungi, secara lokal ataupun internasional. Kami sangat menghargai proses menuju ke suatu tempat, karena bagaimanapun juga ini adalah arti dasar jalan – jalan. Tempat wisata bukanlah satu satunya kenikmatan dari berwisata. Tapi juga proses menuju kesana. Apa saja yang kita lakukan sebelum dan sesudah ke tempat wisata. Satu bagian besar dari “jalan-jalan”.

Dalam kisah kali ini, walau bukan dongeng ya, kami membagi momen agar dinikmati bersama sama. Apalah artinya jalan jalan, dan menikmati sendiri atau hanya untuk bikin kepengen buat yang belum bisa jalan-jalan. Kami pikir membuat sesuatu dari tiap perjalanan. Kondisi ketika bersama sama, menikmati secangkir kopi ataupun semangkuk penuh fruit & granola bowl. Sampai dengan berputar disekitar pantai yang udaranya dingin. Brrrrr.

Cek instagram @mazzeup untuk update yang lebih cepat. Ready for another journey?. Let’s #NJOY every journey!

Bersanding Kopi Berbelanja Minggu

Bersanding Kopi Berbelanja Minggu

Weekend adalah waktu yang tepat untuk bisa bersantai bersama keluarga dan juga teman terdekat ataupun kerabat. Ada beberapa tempat dan juga kegiatan yang bisa dijadikan pilihan untuk menghabiskan akhir pekan. Mulai dari berbelanja ke Mall ataupun sekedar duduk di coffee shop untuk bermalas- malasan.

Berbicara tentang berbelanja dan juga coffee shop, di Jakarta ternyata ada sebuah tempat yang menawarkan kedua hal tersebut dalam waktu yang bersamaan. Anda bisa bersantai dan juga sekaligus membeli keperluan yang mungkin akan dibutuhkan.

Di One Fifteenth Gandaria, terdapat acara mingguan dengan tema “Sunday’s Best” menggunakan kata “Sunday” karena acara ini pasti diadakan pada hari minggu. Konsep yang ditawarkan adalah “mini bazzar” dimana terdapat berbagai macam keperluan yang dijual seperti produk yang bisa dikonsumsi, dipajang maupun digunakan seperti peralatan dapur dan lain sebagainya.

P9730801

P9730806

P9730794

Acara tersebut bertujuan untuk mempertemukan pelanggan dari One Fifteenth Coffee kepada penjual penjual yang ada di “Sunday’s Best”. Tapi mazzers, acara ini tidak dilakukan rutin setiap minggunya, jadi sebelum kamu datang jangan lupa untuk melihat jadwal acara mereka ya.

text/ photo : @rezaibr

 

Philippines Kusina

Philippines Kusina

Kusina, dalam bahasa Tagalog adalah dapur. Ngomong ngomong, bahasa ini tidak pernah menggunakan huruf “C” lho. Tapi bukan itu fokusnya, tetapi ini adalah acara yang diadakan oleh kedutaan Filipina di Indonesia.

DSC02692

Filipina memiliki dua lifestyle terbesar, yaitu fashion dan culinary. Oleh karena itu, dalam event ini juga terdapat perkenalan terhadap busana Filipina. Menariknya, beberapa diantaranya adalah khas Indonesia, seperti batik yang dikembangkan oleh pengusaha Filipina. Makanan, beda lagi mazzers.

DSC02663

DSC02673

DSC02677

DSC02687

Salah satu yang menarik mata dan lidah kami adalah Pili Nuts! Pili dari Philippines. Kacang ini beda dari kacang biasa, karena dia sekeras walnut tetapi rasanya natural seperti memakan kacang almond. Texturnya sangat lembut, seperti menggigit kacang yang direbus jadi baik untuk gigi. Katanya khasiatnya banyak juga untuk kulit karena kacang ini penuh vitamin E. Lebih lucu lagi, cara membukanya. Kulitnya keras dan cara satu satunya membuka kulit kacangnya adalah melalui besi dengan mencungkilkan pada bagian bagian yang sudah disiapkan.

DSC02655

DSC02660

DSC02657

DSC02658

Selain itu juga ada snack khas Filipina, dessert dan cemilan cemilan menarik seperti nasi dan cocoa. Namanya, Champorado. Mungkin kalau kami, menyebutnya dengan campur aduk…hehe.

DSC02662

DSC02678

DSC02679

DSC02688

DSC02695

Text/Photo : @sevencrow

Cafe Hopping in Kerobokan, Bali

Cafe Hopping in Kerobokan, Bali

Hari ke lima di Bali, dan saya menikmati setiap momennya. Berkunjung ke tempat yang belum pernah kukunjungi sebelumnya, bercengkrama dengan kultur aneh yang membuat saya jatuh cinta pada pemandangan pertama. Walau setelah itu pun, belum puas saya berkunjung ke Bali.

Selain terkenal dengan pantai dan kehidupan malamnya, Bali juga terkenal dengan gerai kopinya. Khususnya di Kerobokan. Kopi disini adalah tempat baru saya untuk bertualang. Pertama tama, 3Three Cafe.

2016-01-14 05.17.47 1

Walau berada di jalan yang sangat sibuk di Kerobokan, 3Three Cafe jauh dari keramaian. Ditemani keluarga, kita memilih untuk makan siang di tempat hangat nan kecil ini. Kami tidak salah memilih tempat! Kerennya, disini ada Henna tattoo lesson setiap jumat jam 11.00 – 15.00 WITA. So cool!

2016-01-14 05.17.46 1

2016-01-14 05.17.44 1

2016-01-14 05.17.41 2

Besoknya saya menuju kafe yang selalu menjadi topik, Buro Coffee and Concept Store. Waktu itu saya lagi pengen berdiam diri saja, dan Buro melengkapi keinginan saya. Tempatnya sangat minimalis dan monochrome. Campuran dari concept store, workspace dan coffee shop. Foto instagram? Lengkap, indoor, outdoor dan tempat duduk serta shadow artsy melengkapi tempat ini, apalagi untuk bersantai lebih lama… uh!

2016-01-14 05.17.37 1-1

2016-01-05 06.13.59 1

Credits to @mr.brewok

2016-01-05 06.13.58 1

Untuk mengakhiri hari yang memuaskan ini, saya menuju ke Revolver Espresso. Tempat ini 15 menit dari Buro, on foot. Membuat Kerobokan menjadi spesial bagi explorer. Kanan kiri kafe menarik pengen banget dikunjungin, tapi saya fokus pada Revolver Espresso. Kebanyakan karena kopi yang enak, bahkan beberapa orang bilang tempat terbaik untuk kopi di pulau ini, yap saya tidak akan menyangkalnya.

2016-01-14 05.17.32 1

2016-01-14 05.17.34 1

2016-01-14 05.17.34 2

Seru ya mazzers? Catch more stories in Grace Filled Travel Junkie, Demas Ryan.

Text/Photo : @demasryan