inspiratif

[proc·ess] Dibalik tempat tidur Rumah Sakit

[proc·ess] Dibalik tempat tidur Rumah Sakit

“Welcome to our newest program, called The Process”

Dalam program ini kami ingin berbagi secara lebih mendalam tentang “proses pembuatan” yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang. Kali ini kami ingin berbagi pengetahuan tentang “Hospital Bed”.

Ya, tempat tidur rumah sakit. Mungkin banyak dari kita yang kurang sadar atau kurang menyadari keberadaan alat ini. Nyatanya, tempat tidur rumah sakit memegang peran penting dalam keseharian setiap pasien yang datang ataupun dirawat. Pertimbangan pemilihan dari tempat tidur ini juga sangat beragam, mulai dari fitur apa saja yang akan kita dapatkan hingga tampilan atau kenyamanan yang bisa didapatkan oleh pengguna.

Untuk mempelajari hal tersebut, kami datang ke salah satu pabrik tempat tidur rumah sakit milik DV MEDIKA yang terletak di Solo. DV Medika Sendiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan dan pembuatan peralatan medis dan kesehatan.

Penasaran? Check this out

We Are Millenials – The Creative Photography Exhibition

We Are Millenials – The Creative Photography Exhibition

What millennials could do with their smartphone? Art is the answer! 

Acara ini menunjukkan bahwa melalui smartphone saja, anak muda bisa menciptakan karya yang luar biasa. We Are Millennials : The Creative Photography Exhibition diselenggarakan oleh kelas internasional jurusan Public Relations Batch 19. Mereka punya tujuan untuk mengangkat bakat generasi millennial, khususnya dalam seni fotografi.

Pada tanggal 25 – 27 Januari 2018, FX Sudirman lantai F3 diramaikan oleh berbagai kalangan, terutama milenial yang ingin mengetahui kreatifitas dalam seni fotografi ponsel.

IMG_5033

IMG_4937

Selain photo exhibition, ada juga seminar oleh Wira Dhamma Putra, Rafli Zulkarnaen dan Titus O. Mainassy dimana pengunjung pameran We Are Millennials mengetahui bagaimana cara mengambil foto yang berkualitas dan memiliki nilai seni yang tinggi.

Selain itu, ada juga beberapa penampilan yang menghibur seluruh pengunjung We Are Millennials : The Creative Photography Exhibition, yaitu, pertunjukan tari modern oleh GRD, DJ Max Wright. Ada juga penampilan musik dari Balqees, Arul Maulana, Subatomic dan Pertunjukkan unik solo Darbuka oleh Daood Debu.

1517293624626

Ini dia salah satu cara mengambil gambar makanan dengan konsep flatlay.
IMG_4925

IMG_5023

IMG_5028

Diharapkan juga, melalui acara ini, anak muda dapat berkontribusi ‘ala milenial’ untuk kemajuan industri kreatif lokal’.

 

Photos : @desyrufaida/ @anitanita_24

Street Art X Content Creation – LXPR Development Program

Street Art X Content Creation – LXPR Development Program

Kami percaya bahwa belajar tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas. Datang dari pagi hingga malam setiap harinya akan sangat membosankan. Nyatanya, kita bisa belajar dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun. Banyak media yang bisa dijadikan sarana untuk belajar. Salah satu contohnya, kamu bisa datang ke sebuah workshop!

WhatsApp Image 2017-11-11 at 16.16.04

WhatsApp Image 2017-11-11 at 16.16.51

Akan tetapi, sebelum datang ke sebuah workshop kamu harus mencari tahu terelebih dahulu tentang workshop yang akan kamu tuju. Kamu tidak ingin, kan, duduk dan menghabiskan waktu untuk hal yang kamu tidak suka? Kalau kamu menyukai topik dan isi dari workshop tersebut, pastinya kamu akan mengikuti sesinya dengan serius dan senang hati. Beside, by participating on a workshop, we will get more experience, knowledge and soft skill!

WhatsApp Image 2017-11-11 at 16.16.52 (1)

WhatsApp Image 2017-11-11 at 16.16.53

Salah satu workshop yang bisa kamu kunjungi adalah LXPR Development Programme atau disingkat XDP. Workshop kreatif ini adalah workshop yang selalu diadakan setiap bulan, pastinya dengan tema yang berbeda – beda. Kali ini, @lxprjakarta bekerja sama dengan @pedmons kembali menggelar LXPR Development Programme #002 dengan tema “Creative Content Making in Terms of Public Relations“. Street Art x Content Creation adalah bahasan utamanya.

WhatsApp Image 2017-11-11 at 16.16.55

Selain membuat sebuah street art, didalam workshop tersebut, @pedmons juga tips and trick untuk membuat konten yang baik dan efektif dalam industri humas, agar pesan dari konten kita bisa tersampaikan dengan baik. He also told all participants on how street art could merge to modern industry!

WhatsApp Image 2017-11-11 at 19.03.08 (1)

Kalau kamu penasaran dan ingin berpartisipasi dalam workshop XDP, kamu bisa pantau terus instagram @lxprjakarta dan tunggu workshop selanjutnya ya!

Stay creative, Mazzers! 

Speaker – Pratama Eka Dharma : @pedmons

LXPR : @lxprjakarta

[Live Recording] Fourtwnty di Festival Komunikasi

[Live Recording] Fourtwnty di Festival Komunikasi

LSPR Communications Festival adalah sebuah acara yang diadakan pada bulan Juli 21-23 2017 silam di FX Sudirman. Acara ini terselenggara berkat kerjasama dari murid murid LSPR khususnya batch 18. Disana kamu bisa menemukan Bazaar, Exhibitions, Talk Shows dan juga Concerts.

Fourtwnty adalah salah satu pengisi acaranya. Band ini berasal dari Jakarta dan beranggotakan Ari Lesmana, Nuwi & Roots. Kalau kamu penasaran dengan penampilan Fourtwnty di LSPR Communication Festival, silahkan temukan beberapa penampilannya di bawah ini Mazzers!

 

More about LSPR Communications Festival

More updates from Fourtwnty :
Twitter : fourtwntymusic
Soundcloud : fourtwntymusic
Youtube : fourtwntymusic
Facebook : fourtwntymusic
Instagram : fourtwntymusic

Find your Analog Camera at Lowlight Bazaar

Find your Analog Camera at Lowlight Bazaar

Jadul & lampau, adalah ungkapan yang langsung terpikir bila mendengar kata “analog”. Tapi sesuatu yang jadul bukan berarti selalu memberikan konotasi yang negatif kan Mazzers? Contohnya ada ungkapan seperti “age is like fine wine, it gets better with time“. Hal ini juga berlaku di beberapa barang, salah satunya adalah kamera. Bukan tanpa alasan kami mengeluarkan pernyataan tersebut. Kami sempat datang dan menikmati pameran kamera analog.

6678508581410.LINE

6678508604234.LINE

Awal, kami tidak terlalu mengerti mengapa banyak yang bernostalgia dengan kamera tipe ini. Rasa penasaran mendorong kami untuk pergi mengunjungi salah satu pameran “lowlight bazaar 11“. Diadakan di Wisma Subud Fatmawati, dan karena analog, kami sempat berpikir bahwa yang akan datang adalah orang-orang berumur yang ingin bernostalgia dengan masa lalunya. Ternyata dugaan kami salah total, pengunjung acara ini hampir seluruhnya adalah anak muda dengan antusiasme tinggi memilih lensa dan badan kamera untuk keperluan mereka. Hobi ini seperti kembali ke masa lalu, dan tentunya menjadi salah satu investasi yang dapat dipertimbangkan (cie sok tua).

6678508641585.LINE

6678508820076.LINE

Di pameran ini kamu benar benar bisa menemukan berbagai macam pilihan badan kamera analog, lensa dan juga roll film dengan merek yang berbeda – beda. Tapi kamu harus sedikit bersabar karena tempatnya benar-benar penuh dengan antrian pembelian. Acara ini merupakan acara rutin yang diadakan oleh Jelly Playground, cek timeline mereka agar kamu tidak ketinggalan bazaar selanjutnya ya Mazzers.

6678508970850.LINE

6678508988601.LINE

Clean View at Art Jakarta 2017

Clean View at Art Jakarta 2017

Bisa dibilang, kami sering mengunjungi berbagai macam pameran seni. Mulai dari yang berada di Jakarta hingga pameran yang ada di berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara. Semua pameran memiliki pesan dan artinya masing-masing. Tidak ada kosakata negatif di dalam kamus kami mengenai sebuah pameran. Walaupun begitu kami masih memiliki deretan pameran yang ingin kami kunjung, satu yang selalu menjadi “mark” di kalender adalah Bazaar Art Jakarta.

0274

0294

Kami selalu hadir di Bazaar Art Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Tahun ini mereka berganti nama menjadi ART JAKARTA. “Unity in DIversity” menjadi tema besar dari Art Jakarta tahun ini. Satu kalimat yang bisa menggambarkan tentang Art Jakarta tahun ini adalah “kamu tidak akan bosan”. Kami disuguhi berbagai macam karya seni. Bahkan bisa mengelilingi ruangan berkali-kali untuk menikmati dan mengamati setiap goresan tinta maupun pahatan dari tangan seniman idola.

00422

00440

Mungkin ratusan karya seni tersebar di satu ruangan dalam Ritz Carlton Pacific Place ini. Beberapa menjadi satu perjalanan bagi kami. Terkumpulah foto foto yang memberikan kesan bersih dan minimalis. Tentu perjalanan kami akan berbeda dari teman teman lainnya yang datang ke Art Jakarta kali ini.

Tidak hanya berasal dari Indonesia, karya yang ditampilkan juga merupakan karya dari seniman mancanegara. Kami banyak belajar tentang bagaimana seni seharusnya dinikmati. Seni selalu dapat dilihat, dipelajari dan dimengerti oleh semua orang. Tentu saja juga dapat dibagikan pengalamannya. Kamu datang?

00453

00456

Photo : @desyrufaida

Kongkow Bareng : Gloria Jessica

Kongkow Bareng : Gloria Jessica

Kongkow bareng adalah sesi live recording music yang dibuat untuk mazzers. Sederhana, untuk menjadi referensi bagi kamu yang suka musik tanpa batas musik apa. Selain itu juga karena sesi ini live recording, jadi kamu bisa menilai sendiri keren atau kurangnya performance dari masing masing musisi.

Look out for more updates on our website and support the artist :

Instagram : @gloriajessicaid

Facebook : gloriajessicaid

Twitter : @gloriajessicaid

Youtube : GjGltm

Sejarah dan Secangkir Kopi dalam Festival

Sejarah dan Secangkir Kopi dalam Festival

Menghabiskan senja di Barat Jakarta, kami punya beberapa pilihan untuk menikmatinya. Kami memilih untuk pergi ke museum, teman kami sempat bertanya “untuk apa ke museum sore – sore, tutup!” ungkapnya. Bukan tanpa tujuan kami datang, kami hadir ke acara “Pesta Kopi Mandiri”.

P1040794

Berbeda dengan beberapa festival kopi lainnya, acara ini diadakan di museum. Museum Mandiri, Jakarta Barat dengan tema #ngopidimuseum. Menariknya acara ini secara tidak langsung bertujuan untuk membuat banyak orang untuk mau berkunjung ke museum. Selain menambah pengetahuan bisa bersantai sambil minum kopi juga. Memang kopi tidak hanya tentang minum, tetapi mengenal sebagian sumber daya Indonesia yang memiliki potensi. Banyaknya jenis penjual kopi, cafe dan jenis jenis biji kopi menjadikan banyak pula festival dimana kita yang mau. Bisa belajar banyak tentang kopi.

P1040801

P1040808

Jika kamu tidak menyukai kopi dengan cita rasa pahit, disana kamu juga bisa menemukan kopi dengan rasa manis. Kamu bisa memilih dimana kamu ingin membeli kopi yang kamu mau, karena ada kurang lebih 30 tenant kopi yang hadir dalam acara tersebut. Maksud kami dengan tenant, adalah cafe cafe yang kamu kenal di Jakarta.

P1040819
Selain minum kopi dan juga bersantai di museum, di sana kamu juga bisa menyaksikan screening film Filosofi Kopi, menghadiri baazar, workshop dan menyaksikan lomba  ABCD Latte Art showdown. Sebelumnya acara ini sudah digelar di Yogyakarta dan kedepannya akan diadakan juga di Surabaya dan Medan. Jangan lupa cek jadwalnya ya Mazzers.

 

Fondasi Studi Rantau Negeri

Fondasi Studi Rantau Negeri

Percaya atau tidak, belajar di luar negeri memiliki beberapa prinsip yang sama dengan menikah. Keduanya melibatkan komitmen, menghindari kegagalan dan dimulai dengan mencari ‘sesuatu yang tepat’. Sebelum mengatakan “ya”, kamu harus 100% yakin dengan apa yang kamu inginkan terlebih dahulu. Melakukan hal tersebut akan menyelamatkan kamu dari kemungkinan untuk berubah pikiran. Baik program, universitas, negara tujuan atau pasangan hidup.

Universitas di luar menawarkan berbagai macam program. Sekali lagi, berbagai macam. Goldsmiths misalnya, ada Master of Arts dalam subjek ‘Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Memahami Pelecehan Seksual’. Bagi saya, pertama saya melihat jurusannya terlebih dahulu, diikuti oleh universitas dan negara. Kamu bisa mulai dari mana saja. Jangan malas, lakukan penelitian, temukan kedamaian jiwa, meditasi, atau apa pun kecuali membiarkan orang lain membuat pilihanmu. Kamu tidak akan membiarkan orang lain memutuskan dengan siapa kamu akan menikah, kan? Saya harap tidak, karena kamu yang akan melalui semua lintang kehidupan itu, bukan orang lain. Saya percaya bahwa ketika kamu 100% yakin dengan pilihan mu, semakin besar kemungkinan kamu akan menyukainya. Kemudian jika kamu suka, kamu akan bisa menikmati bagian paling sulit sekalipun.

Abroad2

Abroad1

Bohong jika saya mengatakan, saya tidak punya motif tersembunyi saat belajar di luar negeri. Ini adalah kesempatan untuk bisa bepergian dan tinggal di negara yang saya suka. Meskipun salah satu teman saya berkata, “Having fun needs money“. Kamu mungkin telah mendengar tentang bagaimana uang adalah masalah sensitif bagi siswa. Teman-teman saya di sini harus mencari pekerjaan paruh waktu dan ada yang harus menunda studinya karena alasan keuangan.

Namun, jika kamu menyukai apa yang kamu pilih, kamu bisa bersenang-senang, gratis. Belajar akan menyenangkan karena kamu dapat belajar tentang hal-hal yang benar-benar kamu suka. Bahkan jalan-jalan atau berjalan sendirian di sekitar kota bisa menyenangkan. You are where you want to be. Apakah belajar di luar negeri lebih banyak sengsara daripada keasikannya? Silahkan kamu yang putuskan sendiri.

Satu hal yang pasti, kamu akan tumbuh dari situ.

Photo / text : Emerentiana Yuan

Perspektif Travel dalam Dokumenter

Perspektif Travel dalam Dokumenter

Jalan-jalan bukan lagi menjadi kebutuhan tersier di masa sekarang. Jalan- jalan atau travelling kini sudah menjadi gaya hidup bagi kebanyakan orang. Sekarang memesan tiket pesawat lebih mudah, pesan kamar hotel juga mudah. Tidak perlu mahal, yang penting bisa untuk tidur sebelum kembali berkelana. Begitu yang kami pikir.

Bagi kami traveling dirasa sangat penting untuk menghilangkan stress dan juga berburu foto foto yang menarik. Berbeda orang, berbeda juga persepsi terhadap traveling. Matter Halo yang terdiri dari Ibnu Dian dan Ganidra Rai juga memiliki perspektif tersendiri mengenai traveling.

Matter Halo berhasil membuat dan menyutradarai sebuah film dokumenter dengan judul Travel Is : The Documentary yang menceritakan akan pentingnya travel yang terkadang tak tersentuh, bias dan abstrak. Pada akhirnya film tersebut akan memperkaya perspektif kahalayak akan travel. bukan hanya menjadi cerita tentang perjalanan saja melaikan menjadi medium eksplorasi, eksistensi, dan refleksi terhadap realitas.

The Hype of Christmas

The Hype of Christmas

Christmassssss mazzerssss! (kemarin itu sih). Perayaan yang dilakukan juga bisa beragam, mulai dari makan malam bersama orang-orang terkasih, tukar kado dengan sahabat atau bahkan mengadakan kegiatan sosial bersama teman-teman sekelas. Nah! Berikut ini adalah event seru dalam memeriahkan christmas yang diadakan oleh Hype.id di dua area besar di Jakarta yaitu di PIK dan Lippo Mall Puri. Sebuah festival yang diadakan setiap tahun dengan konsep yang selalu berbeda-beda.

P1080270

DSC_8763

Tema yang diusung dalam dua event kali ini adalah Tropical Chrismas di Lippo Mall Puri dan Christmas Story untuk event di PIK. Keduanya sukses diselenggarakan dengan diikuti oleh lebih dari 90 tenant food and beverages juga fashion and lifestyle. Event begini pastinya bisa jadi ajang cari cari oleh-oleh, hadiah maupun pernak pernik untuk natal dan tahun baru.

DSC_8757

P1080287

P1080275

Hype festival seperti ini selalu hadir dengan ide acara yang pastinya seru untuk didatangi oleh kamu yang masih kuliah – atau bahkan keluarga kamu dari yang masih kecil atau sudah dewasa. Melihat berbagai booth yang menawarkan bukan hanya pakaian, tapi juga perlengkapan dekorasi rumah, mainan, DIY Tools sampai makanan pastinya cocok untuk jadi tujuan mengunjungi “mall“. Apalagi kalau datangnya dengan orang yang bisa traktir beli barang-barang lucu yaa…

P1080281

DSC_8755

Banyak keseruan pada hari itu. Selain pertunjukkan  band-band lokal dan atraksi di atas stage, tentunya workshop-workshop yang diadakan untuk semua umur.

P1080285

 

Duuh, kapan lagi ya ada Hype Festival? Let’s check out @hype.id

[flickr_set id=”72157662749121992″]

text : @chazky

Photo : @sevencrow
, @riyanzr
 

Inspirasi 360

Inspirasi 360

Mencoba suatu hal yang berbeda dari apa yang biasanya kita lakukan adalah hal yang bisa me-refresh diri kita. Memasuki masa liburan, terntunya makin banyak waktu kita untuk melakukan hal-hal tersebut. Merasakan pengalaman bisa melalui interaksi kita dengan suatu benda, bisa juga dengan tempat yang baru kita kunjungi, bisa dengan hobby atau kegiatan yang diluar dunia kita sehari-hari, dan yang paling mudah adalah mendengarkan musik yang benar-benar berbeda.

20151228200711

20151228200711-1

Sebuah event yang diadakan oleh SRM bekerja sama dengan Festivo dan IFI – Jakarta, menyuguhkan pengalaman yang benar-benar berbeda dan menginspirasi; dua band indie dibawah naungan SRM, L’Alphalpha dan Ballads of the Cliche, me-launching video clip mereka dalam format 360. Pengalaman unik dapat kita rasakan ketika menikmati video klipnya, karena kita bisa mendirect sendiri kearah mana kita ingin melihat.

360-Degree-Icon1 Saat ini Teknologi 360 sedang menjadi tren. Selain foto – rupanya gadget 360 sudah banyak yang bisa memanjakan mereka yang hobby membuat video. Selain tentunya memberikan pengalaman yang berbeda, teknologi 360 dapat menunjukkan visual dari berbagai angle dalam satu moment.

 

Video 360 yang sudah publish adalah video live milik Sore yang juga satu management dalam SRM dan dibuat oleh Festivo.

Video klip milik L’Alphalpha berjudul “penari”, memvisualkan penari konteporer yang terus menari berkeliling mengganggu para personel L’Alphalpha yang sedang bermain musik di dalam hutan.

20151228200631

20151228200627

Sedangkan video milik Ballads of the Cliche mengusung tema kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia musim kemarau lalu. Video klip ini dibuat bekerja sama dengan Green Peace Indonesia dengan kampanyenya #kepoitubaik. Di produksi langsung di hutan Kalimantan dengan animasi orang hutan yang sedang terbakar, sebagai awareness kepedulian kita terhadap lingkungan.

20151228200630

20151228200625

Sebuah lagu yang di produksi dengan lirik dan nada diluar mainstream dengan konsep video yang juga berbeda dengan video klip pada umumnya adalah sebuah ide luar biasa apalagi yang ini adalah pemanfaatan teknologi untuk seni dan kemanusiaan. Bravo untuk mereka!

20151228213749

[flickr_set id=”72157662857858646″]

Mazzers terinspirasi dengan karya mereka?

Photos : @festivo, @SRM

Eatnerary : Sabeb Cafe

Eatnerary : Sabeb Cafe

Apa sih Nongkrong? jaman sekarang nongkrong makin mahal kata sebagian orang. Apa iya nongkrong harus mahal?

Di tempat yang satu ini, semuanya “SABEB”!

IMG_6716Sabeb adalah kebalikan kata dari kata “bebas”, terletak di Ruko Mendrisio – Gading Serpong, Sabeb Cafe memiliki visi misi sebagai tempat nongkrong yang serba “bebas” dengan harga makanan dan minuman murah, serta tempat yang didesign dengan nyaman dan asik. Sabeb Cafe buka setiap hari, sedari pukul 10 pagi hingga “sabeb aja”!Untitled-1 Jaman sekarang makin banyak cafe-cafe yang bermunculan, tapi ciri khas Sabeb Cafe ini adalah cara pembuatan kopinya yang manual tanpa mesin. 

IMG_6735

IMG_6739

Para pecinta kopi, bisa pilih menu – mau menikmati kopi yang original, atau mau yang fusion dengan caramel atau marshmallow. Semuanya bisa dipesan custom dan pastinya disajikan dengan ramah oleh baristanya.

Mazzers, main-mainlah ke Sabeb Cafe! Sendirian tidak masalah, karena Sabeb Cafe selain bisa jadi tempat nongkrong dengan teman – tapi juga menawarkan pertemanan. Cafe crew, barista hingga owner akan dengan senang hati mengajak ngobrol pengunjung yang datang, jadi di Sabeb list pertemanan juga bisa bertambah.

Ngerjain tugas kampus di tempat ini, bisa juga jadi pilihan – karena tempatnya betul-betul didesain untuk duduk lama-lama. Ngobrol dengan owner yang baik hati atau dengan barista yang asik bisa juga jadi pembangkit mood. Kamu yang datang kesana, bisa juga ikut dalam Sabeb Project – dimana kamu bisa ikut membuat doodle (gambar tangan) dan memamerkannya di wall of fame Sabeb.

Bisa kan Sabeb Cafe masuk dalam list weekend getaway mazzers?

 

IMG_6708

IMG_6705

[flickr_set id=”72157662506376255″]

Location : @sabebcafe

Eatnerary : Mari Makan di Wonderland

Eatnerary : Mari Makan di Wonderland

Akhir-akhir ini Jepang sedang menjadi destinasi favorit banyak orang untuk menghabiskan waktu liburan. Selain karena tradisinya, budaya pop culture juga bisa jadi daya tarik yang unik untuk dikunjungi. Misalnya salah satu cafe tematik  yang berada di daerah Ginza – Tokyo yaitu “Alice In Wonderland Cafe”.

IMG_0037

Ketika masuk, kita akan melewati lorong yang wall-papernya dibuat sedemikian rupa seakan kita masuk ke dalam buku dengan hiasan jam kantong super besar, rasanya semua hal jadi raksasa!

img_9760

Dekorasi didalam ruang cafe sungguh sangat menarik, setiap sudutnya bisa menjadi spot untuk foto-foto. Terinspirasi dari buku anak Alice In Wonderland karya Lewis Caroll, tidak hanya interiornya saja, tapi tema Alice in Wonderland ini sangat konsisten dari perlengkapan makan hingga pelayannya yang menggunakan kostum Alice. Ketika kita masuk ke dalam, sungguh fantasi kita akan dibawa seakan kita ada di Wonderland.

 

Mazzers tahu tidak kira-kira makanan apa yang disajikan di cafe ini? Alice in Wonderland cafe menyajikan menu-menu makanan jepang yang sudah fusion – atau dimodernkan dengan makanan barat. Menu makanan dan minuman yang disajikan juga tidak hilang ke khas-an ala wonderlandnya. Tidak lengkap rasanya, kalau sudah pesan tapi tidak difoto dulu sebelum disantap.

[flickr_set id=”72157661010574935″]

Yang seperti ini, pastinya jadi destinasi menarik untuk masuk dalam list itinerary jalan-jalan kita kalau ke Jepang.

 

PS: Mazzers yang suka dengan Alice, mereka akan kembali dengan “Alice in Wonderland 2 : Through the Looking Glass” pada bulan Mei tahun depan. wow! Seru~

text/photo : @chazky
add photo : favbulous.com

Visualisasi Mimpi Jati Putra

Visualisasi Mimpi Jati Putra

Seorang visual artist membutuhkan imajinasi tinggi. Dirinya bisa mengekspresikan isi hati, isi kepala dan nalurinya ke dalam sebuah karya. Apa ya rasanya, ketika karya yang kita buat ternyata bisa menyentuh dan dinikmati oleh banyak orang?

Kali ini, Mazzeup.com berkesempatan untuk ngobrol-ngobrol dengan Jati Putra, seorang visual artist di social media Instagram. Berikut adalah wawancara mazzeup (M) dengan Jati Putra (JP).

jati_putra

M: Kak Jati, Boleh jelaskan mengenai konsep karya yang diangkat dalam karya-karya yang ada di instagramnya?
JP: Konsepnya sih sebenernya saya hanya ingin membuat sesuatu yang benar-benar diluar nalar tapi dengan visual yang menarik. Ada beberapa dari karya saya bertema seperti yang terjadi di film Inception-nya Christoper Nolan, I’m a big fan of his movies, terutama Inception.

jati_putra3

M: Mulai dari mana sih, kok bisa membuat karya seperti sekarang ini?
JP: Mungkin ini hal yang aneh (atau biasa?), karena saya seorang Graphic Designer tetapi saya tidak ahli dalam hal menggambar manual untuk berkarya. Walaupun begitu, saya bisa menggambar (meskipun tidak bagus-bagus banget, hehe) tetapi lebih ke ilustrasi digital, yang prosesnya menggunakan pen tablet. Dari kelemahan saya yang tidak ahli dalam hal menggambar tersebut, saya mendapati passion saya di digital imaging.

Mulai dari situ saya mencari-cari referensi apa yang menarik untuk saya bikin. dan akhirnya saya menemukan sebuah style yaitu digital collage art. Digital collage art adalah sebuah karya yang prosesnya dengan mengumpulkan beberapa gambar/foto, lalu di croping, dan disatukan menjadi sebuah karya yang memiliki arti atau cerita tersendiri.

M: Apasih pesan yang ingin disampaikan dalam karya-karya Kak Jati?
JP: Hmm, tidak ada pesan khusus sebenarnya. saya bikin karya tersebut dalam rangka mengisi waktu luang dan dalam rangka refreshing pikiran saya, karena dengan membuat karya seperti ini, saya bisa bereksplorasi secara liar.

jati_putra1

M: Apa sih seneng dan tantangannya membuat karya seperti ini?
JP: Senangnya, saya bisa menumpahkan ide-ide saya yang tidak masuk diakal, haha.
Tantangannya, mencari ide untuk membuat karya tersebut.

M: Menurut Kak Jati, karya yang mana sih yang paling “seru”?
JP: Menurut saya pribadi, semua karya yang saya bikin seru semua kok. Mungkin para penikmat karya saya yang lebih bisa menilai yang mana yang paling seru, haha.

jati_putra7

M: Bagaimana tanggapan mas Jati mengenai apresiasi seni dengan aliran surreal di Indonesia?
JP: Menurut saya, para seniman-seniman maupun desainer dari Indonesia sangat banyak yang suka dan menggeluti style surealisme. tidak tau ya, mungkin karena memang style ini sangat menarik sekaligus penuh tantangan untuk membuatnya.

jati_putra4

M: Soal Social Media nih, Sekarang kan followers nya udah sampai 30K dan masih jalan terus, apa sih rasanya?
JP: Rasanya ya ngga nyangka aja sih, ternyata banyak juga yang senang dengan karya-karya saya. padahal awalnya hanya untuk iseng-iseng saja untuk membuat karya ini, dan ternyata karya saya menjadi viral di social media.

M: Gimana Kak Jati bisa keep followers yang udah ada dan attract followers yang baru?
JP: Hmm, ya saya sebisa mungkin akan terus memposting karya-karya saya sesering mungkin, dan untuk attract followers yang baru biasanya ada beberapa media dan akun Instagram lain yang mem-feature karya saya sehingga menjadi viral.

M: Selain di Instagram, karyanya di pasang dimana lagi? mungkin pameran?
JP: Untuk saat ini, karya-karya saya hanya saya publish lewat Instagram saja. karena awalnya memang hanya untuk mengisi waktu luang saja membuat karya ini.

A single dream is more powerful than a thousand realities – J.R.R Tolkien.

So, dreaming is #nothingtolose
jati_putra2

[flickr_set id=”72157657573579744″]

Follow for more : @jatiputra

Jember Fashion for the World

Jember Fashion for the World

Berawal dari tradisi arak-arakan Reog Ponorogo yang biasa mengadakan karnaval untuk ulang tahun kota Jember – Jawa Timur, sebuah event tahunan bernama Jember Fashion Carnaval bermula. Karnaval ini digagas oleh designer asal Jember, Dynand Fariz, dengan memanfaatkan animo masyarakat yang selalu semangat dalam menyambut ulang tahun kota Jember. 00 Dynand Fariz yang merupakan fashion designer berinisiatif untuk mengangkat nama Jember dengan membangun ciri khas serta karakteristik Jember dalam fashion dan karnaval. compilation Jember Fashion Carnaval (JFC) menampilkan kostum dengan konsep yang diangkat dari archipelago Indonesia hingga tema-tema yang sedang populer secara global, seperti anime, flora fauna, teknologi, Tsunami, musik dan lain-lain. Setiap tahun diadakan rangkaian acara sebelum karnaval besarnya. Ada lebih dari 600 orang terlibat dan mereka sebelumnya diberikan workshop selama 6 bulan dalam hal modeling, fashion design, make up  hingga performing art. JFC menjadi sebuah ajang pamer karya dari para kontestan yang biasanya terdiri dari para pemuda, masyarakat umum maupun komunitas, designer dan seniman lokal. Tentunya yang terbaik akan dipilih untuk diberikan penghargaan. Jember Fashion Carnaval telah diakui sebagai festival terbesar ke 4 di dunia dan menjadi pionir karnaval modern di Indonesia. Dengan event sekaliber ini, pastinya JFC menjadi daya tarik untuk memajukan pariwisata Jember dan Indonesia secara luas. [flickr_set id=”72157654444568733″]

Ayo mazzers, kamu bisa cek jadwalnya supaya kamu bisa mengagumi langsung detail dari dekat, dan serunya suasana karnaval ala @jemberfashioncarnaval.

@jemberfashioncarnaval

www.jemberfashioncarnawal.com

Photo : @iyutdewi | @luthfiandra

 

Non-Pasaran di Pasar-pasaran Ubud

Non-Pasaran di Pasar-pasaran Ubud

 

Kalau ke Bali nggak ke Ubud, rasanya kurang ya?
Ubud terkenal dengan monkey forest, keunikan kota, pura yang ada disana, dan terutama lokasinya yang dekat dengan alam dan persawahan. Tapi kalau Mazzers mau ke Ubud, jangan lupa juga untuk ngecek event yang satu ini : Pasar-pasaran Ubud.
2

Pasar-pasaran Ubud adalah  Sunday morning artsy crafty market, sebuah event yang diadakan sekitar setahun dua kali yang digagas oleh sekelompok anak muda kreatif yang tinggal di Ubud dalam tim bernama Kerdus.
36

Pasar-pasaran yang dimulai pada Februari 2013 ini dikonsepkan seperti pasar tradisional yang menjual banyak sekali kreasi handmade dari para crafter, produk dan kerajinan kriya dari banyak designer indie, dan ada juga second hand goods yang pastinya unik untuk di koleksi. Targetnya tentu saja wisatawan lokal maupun asing yang sedang berkunjung ke Ubud.

711

5

Tidak hanya jualan, Pasar-pasaran ini adalah ajang pameran bagi para seniman. Pengunjung juga bisa terhibur dengan adanya live music yang menghadirkan sound vintage sebagai ambience. Ada juga workshop “DIY  Art and Craft” yang langsung dipandu oleh crafternya. Dengan nuansa sederhana tapi tetap cozy, Pasar-pasaran asik sekali jadi tempat untuk mencari teman baru dan berinteraksi dengan sesama pengunjung. Dimana lagi coba kita bisa liburan, sambil mengupdate skill dan menginspirasi kita untuk jadi lebih kreatif.
49

Semua karya atau produk yang masuk di Pasar-pasaran harus melalui proses kurasi, maka setiap acara pasti ada saja hal yang unik untuk ditunggu. Bukan hanya berbagai jenis barang dan pesertanya saja, tapi Pasar-pasaran selalu dibuat dengan tema berbeda di setiap penyelenggaraannya. Dan yang pasti, bisa piknik dalam suasana Ubud yang hijau dengan udara yang segar!

Seru ya? Kesana yuk!
Pastinya kunjungan Mazzers  merupakan bentuk dukungan agar Pasar-pasaran terus bisa menjadi sarana menyalurkan ide-ide segar dan menginspirasi event-event selanjutnya.
Kamu bisa follow instagram mereka di @pasarpasaran untuk cari tahu infomasi lebih detil dari event keren ini.

8

Photo :
Kerdus Ubud
Cecilia Hidayat

 

 

Menjaga Tradisi dalam Dunia Globalisasi, Namun Tetap ‘Gaul’

Menjaga Tradisi dalam Dunia Globalisasi, Namun Tetap ‘Gaul’

Hidup di jaman yang serba digital dan modern seperti sekarang ini mungkin bikin generasi muda mulai melupakan budaya dari negara kita tercinta sendiri nih Mazzers. Terbukti lebih banyak anak kecil yang bermain dengan gadget mereka di dalam rumah, dibanding anak-anak kecil yang bermain petak umpet atau galasin (galah asin) di lapangan komplek sekarang.

Tapi ternyata ada tempat yang bisa dikategorikan menjadi gaul untuk dikunjungi, yaitu Galeri Indonesia Kaya. Apa sih GIK itu? Galeri Indonesia Kaya adalah wadah untuk generasi muda bernostalgia tentang budaya Indonesia tapi dengan cara yang modern.

Di dalam Galeri Indonesia Kaya terdapat berbagai gadget atau permainan yang bisa digunakan secara gratis tis tis… tis. Kamu bisa menonton video mapping + wayang kulit yang menceritakan tentang sejarah Indonesia. Lalu kamu bisa bermain alat musik traditional secara digital. Dan yang tidak kalah asik adalah kamu bisa bermain congklak modern.

IMG_20120102_080454_1

Galeri Indonesia Kaya ini tempatnya nyaman, bisa bikin betah untuk berlama-lama disini. Apalagi lokasinya yang strategis karena berada di mall Grand Indonesia lantai 8. GIK ini buka setiap hari dan tidak memungut biaya apapun. Jadi untuk Mazzers yang mau sambil gaul dan sambil belajar tentang budaya Indonesia dengan cara yang hemat bisa nih langsung dateng ke Galeri Indonesia Kaya. 🙂

IMG_20120102_075535_1

Teks/Photo : Marissa Ayutami (@Marissayu_)